
Sudah hampir beberapa bulan berlalu, namun hubungan Reyza dan Naina masih tetap seperti anjing dan kucing yang selalu saja bertengkar ketika bertemu.
Baik dikampus maupun saat dicafe hingga teman teman mereka sudah hafal dengan kelakuan mereka.
Hari ini adalah hari minggu Reyza izin bekerja karena dia akan kembali kerumah mewah nya.
Dengan mengendarai motor butut nya dia pun tiba juga dirumah utama keluarga nya.
"papa, mama, " sapa Reyza pada kedua orang tua nya, terlihat disana ada paman dan tante nya yang tak biasa nya bertamu.
"nak, akhirnya kamu tiba juga" kata Miranti memeluk anak tersayang nya
"paman dan tante sudah Lama? " tanya Reyza sopan
"belum Rey, belum lama. Sudah lama gak ngeliat kamu semenjak pulang dari luar negeri, mengapa penampilan mu seperti ini, apa kau tak diberi uang oleh papamu? " tanya paman nya heran
"hahaha, dia sedang ingin merasa jadi rakyat jelata Ren. " ucap tuan Suryo geli melihat penampilan Reyza yang sangat jauh dari kata mewah dan terkesan sederhana
"hhaaha, iya om, sebelum menjadi raja aku ingin merasa jadi rakyat jelata dulu" kelakar Reyza
"astaga kau ini, jika papa mu tidak sanggup lagi memberi mu uang datang lah pada kami, adik adik mu mungkin siap berbagi" timpal Reno paman Reyza
"haha, siap om" gelak Reyza
"oh ya nak, guru mu sudah menunggu ditaman belakang, pergilah kau temui dia, setelah selesai kita bisa makan malam bersama" ucap tuan Suryo dan Reyza menganggukan kepala nya
Reyza langsung berjalan kebelakang rumah itu tepat nya ditaman belakang untuk menemui guru bela diri nya. Setiap pulang dia menyempatkan diri untuk berlatih bela diri. Meski sudah handal namun dia tetap mengikuti latihan agar melancarkan setiap jurus jurus nya.
Karena tuan Suryo berkata ketika jadi raja nanti jangan hanya pintar dalam kepala namun juga pintar dalam kemampuan.
Reyza berlatih dengan sungguh sungguh. Tak ayal itu membuat tubuh nya semakin terbentuk bagus sempurna. Membuat anak anak dikampus nya mengagumi paras dan tubuh nya yang sebelum itu dipegang oleh Dion sahabat nya.
Ya sebelum Reyza datang Dion lah pangeran dikampus itu yang terkenal kaya, tampan dan juga pintar. Namun Reyza datang dan mengalahkan ketampanan nya, meski tertutupi dengan kesederhanaan nya banyak juga para siswi yang diam diam mengagumi nya. Meski masih kalah tenar dengan Dion yang mereka anggap sebagai pangeran kampus dan Reyza yang bukan apa apa hanya bermodal paras saja.
Setelah selesai latihan Reyza pun kembali kekamar nya. Dia mandi dan beristirahat sejenak diranjang mewah nya.
"ah, nyaman nya, sudah lama sekali rasa nya tidak merasa kan kenyamanan yang hakiki seperti ini" gumam nya
Setelah dirasa cukup beristirahat dia pun melanjutkan makan malam nya bersama kedua orang tua nya. Paman dan tante nya sudah pamit pulang sejak tadi.
"nak apakah kau akan kembali malam ini juga? " tanya Miranti
"mungkin tidak ma, besok kelas masuk jam siang, dosen yang mengajar pagi tidak masuk, jadi Rey bisa besok pagi saja pergi nya" ungkap Reyza saat mereka sudah menyelesaikan makan nya.
"oh syukurlah" kata orang tua Reyza
Mereka pun berbincang bincang menghabiskan malam bersama diruang keluarga.
...
Ditempat lain...
Naina sedang mengistirahatkan tubuh dan suara nya setelah beberapa kali menyanyikan sebuah lagu.
"hah, lelah nya, mana besok harus kuliah lagi" gumam nya sembari meregangkan otot otot nya
__ADS_1
"lelah Nai? " sapa Danil tiba tiba
"eh pak Danil, enggak kok, cuma pegel dikit aja" jawab Naina mengelak
"kalau lelah istirahat saja. " ucap nya lagi
"iya pak, terima kasih" balas Naina
"oh ya Nai, saya mau tanya suatu hal, boleh? " tanya Danil yang telah duduk disebelah Naina
"ya pak, silahkan" jawab Naina sembari menatap heran Danil
"em, apakah kamu tau sesuatu tentang Reza?? Tanya Danil yang membuat Naina sedikit terkejut
"eh maksud bapak? " tanya Naina bingung
"saya seperti pernah melihat nya atau mungkin dia mirip seseorang yang saya kenal, mungkin kamu tau sesuatu tentang dia, saya lihat kalian cukup dekat ya walaupun selalu bertengkar saat bertemu" ungkap Danil yang membuat Naina langsung melengos
"ck, bapak ini. Saya gak tau apa apa tentang dia pak. Yang saya tau dia cuma satu kampus dan satu kerjaan sama saya" jawab Naina malas
"benarkah? " tanya Danil tak yakin
"iya pak. Bener deh" jawab Naina lagi
"hmh, yasudah lah, kalah begitu saya permisi" kata Danil dan langsung berlalu meninggalkan Naina yang terbengong
"kenapa tiba tiba nanyain tu anak ya, eh tapi dari tadi kok aku gak liat dia, apa dia gak masuk? " batin Naina
"ah, bodo amat. Kan malah bagus gak ada dia" ucap nya lagi
..
"aku rasa dia sangat mirip kekasih mu dulu Nai, tapi aku takut menyakiti hatimu jika aku berkata seperti itu" batin Danil..
..
Ditempat Reyza
Saat ini Reyza tengah berdiri dibalkon kamar nya memandangi bintang bintang yang menghiasi langit malam saat itu.
Terbayang seulas senyum yang sangat menyakiti hati nya. Kenangan itu masih saja terus membuat hati nya tak merasa tenang.
"sudah setahun berlalu, dan kamu sudah bahagia. Tapi aku masih saja terpuruk disini" gumam Reyza sembari menarik nafas dalam yang semakin terasa sesak.
Flash back on
Reyza tengah berada disebuah cafe yang terkenal dinegara itu, dia tengah menunggu gadis nya yang mengajak nya untuk bertemu.
Hingga tak lama kemudian seorang gadis tinggi langsing, berkulit putih dan berambut pirang datang menghampiri nya.
Reyza tersenyum hangat dan penuh cinta menatap gadis yang ia akui sebagai kekasih nya itu.
"sayang, ada apa tiba tiba kamu meminta ku untuk menemumu disini? " tanya Reyza sembari memegang lembut telapak tangan gadis yang bernama Angelina itu
"lusa aku akan pulang ke indo Rey" ucap gadis itu dengan senyum yang seperti dipaksakan
__ADS_1
"kenapa, kenapa mendadak sekali? " tanya Reyza heran,
Angelina pun menyerahkan sebuah undangan pada Reyza
Reyza melihat itu dengan raut wajah nya yang terlihat sangat terkejut dan rahang nya mengeras
"apa apaan ini sayang, jangan bercanda" ucap Reyza masih berusaha menepis apa yang dilihat nya.
"aku sudah dijodohkan oleh orang tua ku Rey, ku harap kamu mengerti, seminggu lagi kami akan menikah" ungkap Angelina sendu, dia masih berusaha menahan air mata yang sudah terbendung dikelopak mata nya
"hahaha, kau jangan bercanda Angelina! " seru Reyza menghempaskan kertas undangan itu
"aku serius Rey, ku harap kamu bisa menerima nya, orang tua ku ingin yang terbaik untuk anak nya. Maaf kan aku" kata Angelina yang sudah menjatuhkan air mata nya
"kau tak bisa seperti ini Angel, kita sudah bersama bertahun tahun, apa arti nya ini semua" kata Reyza yang juga menjatuhkan air mata nya
"maafkan aku, ini yang terbaik. Lupakan lah aku. Carilah pengganti ku Rey" ucap Angelina sembari menghapus setitik air mata nya
Reyza menggeleng tak percaya
"semudah itu kau berkata" geram nya tak habis fikir
"kau pengkhianat Angelina" seru Reyza sembari menggebrak meja dihadapan nya
"aku memang pengkhianat, maka dari itu lupakan lah aku. Aku pamit" kata Angelina yang langsung berlalu dari hadapan Reyza
Flashback off
Arrggghh, sialan... Teriak Reyza
Reyza pun mengacak ngacak frustasi rambut nya
"kak, seandainya kau ada, pasti aku tak akan kesepian, aku butuh tempat untuk cerita lagi, aku butuh ocehan mu untuk menenangkan hatiku yang galau ini, aku benci ketika ingat dia kak" batin Reyza menangis.
Hingga malam larut barulah ia memejamkan mata nya
..
Keesokan pagi nya Reyza sedang sarapan bersama kedua orang tua nya. Mereka sarapan dengan sesekali ditemani dengan candaan tuan Suryo.
Setelah selesai sarapan Reyza pun pamit untuk kembali kekampus nya.
"astaga nak, sakit sekali telinga papa mendengar suara motor mu itu, apa tidak ada lagi pabrik yang menghasilkan motor lain selain ini" kata tuan Suryo kesal
Sementara Reyza dan mama nya hanya terkekeh geli melihat kekesalan papa nya
"tidak ada pa, pabrik nya sudah Rey tutup semua. Yasudah Rey pamit dulu, bye pa. Ma" pamit Reyza meninggalkan orang tua nya.
"astaga lihat lah anak mu itu ma, persis seperti dirimu sangat sulit berbicara dan bergurau" kekeh tuan Suryo
"papa ini, " Miranti pun mencubit gemas lengan suami nya.
..
jangan lupa tinggalin jejak ya guys....
__ADS_1
😉