
Acara syukuran Naina berjalan dengan lancar, semua proses acara diakhiri dengan doa dan harapan untuk semua orang.
Kebahagiaan terindah yang kini dirasakan oleh Naina dan juga Reyza serta orang orang yang mereka cintai.
Acara baru selesai saat hari sudah hampir senja, kini mereka semua telah berkumpul diruang keluarga untuk beristirahat sembari bercengkrama hangat.
Tuan Suryo dengan mudah berbaur bersama Abah dan keluarga Naina yang lain nya.
"emm, bapak , ibu dan ibu putri, maaf kami tidak bisa berlama lama disini, sore ini juga kami harus kembali ke ibu kota" ungkap tuan Suryo menatap orang tua Naina dan juga eyang putri
"apa tidak sebaik nya menginap saja tuan" kata Abah Naina
"mungkin lain kali, banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan sebelum Reyza kembali" jawab Tuan Suryo , dan Abah pun langsung mengangguk mengerti
"saya disini juga ingin mengatakan suatu hal bapak dan ibu" kata tuan Suryo lagi, membuat ibu dan Abah saling pandang heran
"ada apa tuan" tanya Abah takut takut, dia masih saja merasa canggung berhadapan dengan besan nya ini
Sementara yang lain masih diam menyimak percakapan kedua orang tua itu
"kami berniat meminta izin untuk membawa menantu tinggal dirumah utama kami, semoga bapak dan ibu tidak keberatan dengan hal ini" ungkap Tuan Suryo , ibu dan Abah pun langsung tersenyum lega mendengar nya
"tentu saja tuan, Naina sudah menikah, dan memang sudah seharus nya dia ikut bersama suami nya kemana pun suami nya pergi" jawab Abah
"iya tuan, kami sungguh tidak keberatan, asalkan nak Reyza bisa menjaga dan membimbing Naina dengan baik" tambah ibu pula dengan mata yang berkaca kaca hingga membuat Naina yang duduk didekat nya langsung memeluk nya penuh haru
"pasti Bu, saya pasti menjaga Naina dengan baik. saya berjanji" jawab Reyza pasti hingga membuat ibu dan Abah langsung tersenyum bahagia
"kami pasti menjaga Naina dengan baik mbak, Naina juga anak kami sekarang. " timpal mama Reyza
"iya mbak yu, kami percaya" jawab ibu Naina, dia memang yakin jika Naina pasti bahagia hidup bersama Reyza, karena mereka tahu Reyza begitu mencintai Naina
"bagaimana dengan ibu putri?" tanya tuan Suryo yang kini beralih pada eyang putri
"tentu saja saya setuju tuan, memang sudah seharus nya begitu" jawab eyang putri hingga membuat Reyza tersenyum bahagia
"terimakasih ibu, Abah dan eyang. Rencana nya besok pagi saya akan membawa Naina pulang, karena mohon maaf sebelum nya, tuntutan pekerjaan saya tidak bisa ditinggalkan terlalu lama" ungkap Reyza , ibu dan Abah langsung mengangguk setuju
"iya nak, tidak apa apa." jawab Abah
"kamu harus menjadi istri dan anak yang baik untuk suami dan mertua mu ya nak" kata ibu pada Naina yang masih menyandar dibahu nya
"iya Bu" lirih Naina, meski dia bahagia bisa hidup bersama Reyza, tapi tetap saja berpisah dari orang tua nya membuat nya begitu sedih, meski dari dulu dia memang sudah biasa hidup terpisah dari keluarga nya, namun satu tahun belakangan ini ibu nya lah yang selalu setia merawat dan menemani nya untuk berjuang hidup.
"jangan bersedih, kita bisa pulang kerumah Abah dan ibu kapan pun kamu mau sayang" kata Reyza sembari mengusap lembut bahu Naina yang langsung mengangguk mengerti
"kami juga ada sesuatu untuk ibu dan bapak, sebagai tanda terimakasih kami, ya anggap saja ini sebagai hantaran yang belum bisa diberikan Reyza waktu lalu, memang sedikit terlambat, tapi saya fikir tidak baik jika tidak diberikan" ungkap mama Reyza dan tuan Suryo langsung memberi kode pada Danil dan Sean yang langsung beranjak keluar membuat ibu dan Abah bingung begitu pula dengan Naina
"apa maksud nya ya tuan?" tanya Abah
"hanya sedikit hadiah untuk menantu kami dan untuk bapak dan ibu serta ibu putri" jawab tuan Suryo
Dan tidak lama kemudian Danil dan Sean masuk dengan tangan yang saling membawa bingkisan berbentuk box parsel yang begitu indah karena dihias sedemikian rupa diikuti oleh hampir sepuluh orang pelayan eyang putri membuat semua orang yang ada disana begitu terkejut melihat hadiah sebanyak itu.
"ini apa mbak yu"tanya ibu heran saat Danil dan yang lain nya meletakan semua bingkisan itu diatas meja besar ditengah tengah mereka
"ini sebagai hadiah untuk membawa menantu pulang, mohon jangan tersinggung mbak. seharus nya ini kami lakukan saat Reyza menikahi Naina kemarin, tapi karena waktu yang mendesak jadi kami belum sempat melakukan nya" jawab mama Reyza
"seharus nya tidak perlu repot repot mbak, ini terlalu berlebihan" jawab Ibu tak enak, sementara eyang putri dan Abah langsung terdiam dengan wajah yang terperanga kaget melihat semua hadiah itu begitu pula dengan Naina. Bagaimana tidak, isi dari setiap bingkisan merupakan barang barang berharga dan juga mewah, bisa dipastikan harga nya juga tidak main main. Ada kain songket dan batik kualitas premium, berbagai macam perhiasan dari mulai perak, emas hingga berlian ditata rapi disetiap box nya.
"tidak mbak, ini sudah sepantas nya kami berikan. anggap saja ini hadiah dari kami" jawab Mama Reyza
"kemari sebentar nak" pinta mama Reyza memanggil Naina untuk berpindah ketempat nya, Naina menoleh pada Reyza yang langsung mengangguk setelah itu dia langsung beranjak dan duduk disebelah mama Reyza
Mama Reyza mengambil sebuah box kaca tertutup dengan warna emas, box yang paling kecil diantara box yang lain nya.
Dia meletakan box itu dipangkuan Naina yang langsung menerima nya dengan tatapan heran.
__ADS_1
"ambilah, ini khusus untuk mu" kata mama Reyza menatap Naina penuh haru
Naina membuka kotak itu dengan sedikit gugup, dan setelah kotak kaca itu terbuka dia langsung terbelalak kaget melihat isi nya
"mama, ini" ucap Naina tertahan menatap mama Reyza yang tersenyum pada nya begitu pula dengan Reyza dan tuan Suryo.
"iya ini untuk mu sayang, sebagai hadiah dari mama dan papa" jawab Miranti
"tapi ini terlalu berlebihan ma, Nai merasa tidak pantas mendapatkan nya" ucap Naina tak enak. Bagaimana tidak, dikotak itu ternyata berisi satu set perhiasan mewah gold diamond. Perhiasan yang diproduksi oleh salah satu brand perhiasan terkenal dari luar negeri milik Rose Diamond. Perhiasan yang dibandrol dengan harga mencapai milyaran rupiah satu buah nya, dan yang diberikan oleh Naina adalah satu set, terdiri dari kalung, gelang, anting dan cincin. Naina tahu itu, karena disana tertera nama perusahaan tempat asal perhiasan mewah itu.
"terima lah, itu memang untuk mu. apa kau tidak ingin menerima hadiah dari kami?" tanya tuan Suryo pula membuat Naina langsung tersenyum canggung. Dia menatap Reyza yang tersenyum lembut dan mengangguk, begitu pula orang tua nya.
"baiklah, terimakasih mama, papa, terimakasih banyak" jawab Naina menatap tuan Suryo dan Miranti yang tersenyum dan mengangguk
"kami yang harus nya berterimakasih nak, kamu mau menerima Reyza dan kembali pada nya" ucap Miranti
"mama, seharus nya Nai yang bilang begitu, Nai bukan siapa siapa, tapi malah kak Reyza yang mau menerima Nai yang banyak kekurangan ini, terkadang Nai masih merasa tidak layak mendapatkan semua ini" lirih Naina dengan mata yang berkaca kaca
Miranti langsung memeluk erat Naina, gadis yang dicintai oleh dua putera kesayangan nya itu.
"tidak nak, kamu yang terhebat dihati anak anak mama. kamu lebih dari kata layak sayang. kamu adalah kebahagiaan Reyza, dan itu sudah cukup untuk kami" jawab Miranti dengan begitu lembut.
Semua orang yang ada disana menyaksikan percakapan mereka dengan penuh haru. Merasa begitu bersyukur Naina mendapatkan suami dan mertua yang terlihat begitu menyayangi nya. Bahkan dengan keadaan nya yang seperti ini.
Bahkan Beti dan Loli sudah menitikan air mata mereka karena begitu terharu nya.
"terima kasih sudah menerima Naina ma, Naina janji untuk bisa menjadi istri yang baik untuk kak Reyza" kata Naina lagi saat Miranti telah melepaskan pelukan nya
"iya sayang, mama percaya itu" jawab Miranti
Reyza menatap mama dan istri nya itu dengan penuh kelembutan, dia begitu bersyukur bisa menjadikan Naina istri nya setelah perjalanan panjang yang mereka lalui.
Dan dia juga bisa menuntaskan keinginan almarhum kakak nya yang ingin menjadikan Naina bagian dari keluarga mereka.
Acara itu diakhiri dengan salam perpisahan orang tua Reyza dengan orang tua Naina. Semua berjalan dengan lancar dan sebagaimana yang diharapkan.
Reyza mengantar orang tua nya hingga kelapangan didepan rumah eyang putri bersama Sean. Sedangkan Naina tetap dirumah ditemani oleh Beti dan juga Loli, sementara orang tua nya dan eyang putri sudah kekamar mereka untuk beristirahat.
Naina merebahkan tubuh nya diatas ranjang nya dengan kepala yang masih menyandar di kepala ranjang, Beti duduk dikursi rias milik Naina sedangkan Loli duduk disisi ranjang Naina.
"kakak beruntung banget dapet mertua seperti orang tua kak Rey, mereka sayang banget sama kakak" ungkap Loli sembari memijat lembut kaki Naina
"alhamdulilah, kakak juga gak nyangka Lol, Tuhan masih sebaik ini sama kakak" jawab Naina dengan senyum manis nya
"semoga nanti Loli juga dapet mertua dan suami yang sayang sama Loli" harap loli membuat Naina langsung tertawa kecil
"amin, kamu pasti bisa mendapatkan yang lebih baik dari kakak" jawab Naina membuat Loli langsung mengangguk senang
Naina kini melirik Beti yang beberapa hari ini terlihat banyak melamun, bahkan kini pun dia terlihat sedang memikirkan sesuatu
"Bet" panggil Naina, namun Beti malah asik dalam lamunan nya
Loli langsung melambaikan tangan nya didepan wajah Beti hingga membuat gadis itu terkesiap kaget dan menatap Naina dan Loli dengan wajah bingung nya
"kamu kenapa, akhir akhir ini sering banget ngelamun" tanya Naina
"tau nih, bukan gaya kak Beti banget deh, biasa nya selalu bising, aku ngerih Lo Deket Deket kakak kalau kakak dieman gitu" sahut Loli pula membuat Beti mendengus kesal
"aku gak papa" jawab nya sembari menghela nafas kasar
"jangan bohong, aku tahu kamu lagi ngerasain hal yang gak enak" balas Naina
"aku juga gak tahu kenapa" jawab nya lemas , membuat Loli dan Naina saling pandang heran
"kok gitu" tanya Loli
"memang gak tahu, tapi sebenar nya aku sedih, aku gak tahu harus kemana kalau kau ikut tuan ganteng nanti" jawab Beti tertunduk dengan mata yang berkaca kaca, Naina langsung tertegun mendengar itu.
__ADS_1
Ah, betapa jahat nya dia, kebahagiaan nya malah membuat nya melupakan sahabat nya ini
"kamu juga bisa ikut tinggal dirumah kami Bet" jawab Reyza tiba tiba yang sudah berada diambang pintu kamar yang tak tertutup itu. Naina, Beti dan Loli langsung terkesiap kaget melihat kemunculan Reyza, bahkan Loli langsung berdiri dari ranjang mereka.
"kakak kok cepat , mama dan papa sudah pergi?" tanya Naina menatap Reyza yang kini sudah duduk disisi nya
"sudah sayang" jawab Reyza lembut. Dia kini beralih pada Beti yang masih duduk dikursi rias Naina bersama Loli disisi nya
"kami keluar dulu lah" kata Beti hendak beranjak dari duduk nya namun dihentikan oleh Reyza
"duduk dulu Bet" perintah Reyza membuat Beti menatap nya bingung
"ayo duduk dulu. kami juga Lol"kata Reyza, hingga membuat kedua gadis itu menuruti perintah Reyza.
"kamu dikota ini memang tidak punya saudara Bet?" tanya Reyza pada Beti yang langsung mengangguk pelan
"jika begitu, kamu tinggal saja dirumah kami, untuk menemani Naina seperti biasa nya" ungkap Reyza membuat Beti terkesiap kaget
"mana bisa begitu tuan, ya gak enak lah aku. yakali aku jadi obat nyamuk kalian Sampek tua nanti" jawab nya membuat Reyza mendengus sedangkan Loli hampir menyemburkan tawa nya
"ck, kamu ini. Kamu tahu kan, Naina belum begitu bisa melakukan apapun sendiri, dan aku tidak ingin dia melakukan semua sendiri juga, aku tidak selalu ada bersama nya setiap waktu, karena aku sudah mulai harus bekerja. Waktu ku sedikit dirumah, dan aku ingin ada yang menemani nya agar dia tidak kesepian, dari pada aku mencari orang baru untuk melayani nya, aku fikir apa salah nya jika kamu saja yang menemani nya dirumah, kamu tahu semua tentang dia, jadi aku tidak perlu khawatir lagi" ungkap Reyza, Beti langsung terdiam dan tampak berfikir sedang Naina tersenyum senang melihat kebaikan hati Reyza
" tapi aku gak enak sama tuan besar , tuan" kata Beti lagi
"tidak apa, bahkan papa dan mama memang merekomendasikan mu untuk itu." jawab Reyza
"betul nya itu?" tanya Beti lagi
"iya" jawab Reyza
"mau ya Bet, aku masih memerlukan bantuan mu" pinta Naina pula
"yasudah, aku mau, lagian aku juga belum tahu mau kemana. tapi nanti kalau Naina udah sembuh total, aku akan cari kerja diluar" jawab Beti
"jangan difikirkan," balas Reyza
"terimakasih banyak tuan ganteng" ucap Beti dengan mata yang berkaca kaca
"aku yang harus nya mengucapkan terimakasih padamu, karena kamu selama ini sudah menjaga dan menemani Naina ku dengan baik"
"haha, dia juga Naina ku tuan" jawab Beti sembari menghapus air mata nya
"aaahhrgg , Beti kemarii" pinta Naina merentangkan tangan nya
Beti langsung menghampiri Naina, dan mereka saling berpelukan dan menangis penuh haru. Ya mereka sudah seperti sepasang anak manusia yang susah untuk dipisahkan, Naina banyak berhutang Budi pada Beti yang selama ini selalu menemani nya dalam susah maupun senang
"ah, aku terlupakan" lirih Loli yang ternyata juga ikut menangis, membuat Reyza terkekeh pelan, Beti dan Naina langsung melepaskan sejenak pelukan mereka dan menarik Loli pula hingga kini mereka kembali berpelukan hangat. Reyza hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan istri dan adik nya itu.
"kamu juga bisa ikut tinggal dirumah kami Lol" kata Reyza namun Loli malah menggeleng cepat dan melepaskan pelukan nya pada kakak nya
"tidak perlu kak. Loli dirumah lama aja. Disana dekat sama kampus, kalau dirumah kakak jauh banget" balas Loli
"tapi kamu harus sering liatin kakak ya" pinta Naina
"tentu, aku kan memang belum pernah kerumah kak Rey" jawab Loli
Mereka menghabiskan waktu bertiga hingga larut malam, mengingat besok mereka akan kembali keibukota.
Reyza terpaksa mengalah dan duduk diruang tamu bersama Sean membahas pekerjaan mereka dan membiarkan istri nya untuk menghabiskan waktu nya.
..
*maaf ya guys, mungkin Minggu ini cuma bisa up dua hari sekali
pekerjaan direal life ku banyak banget
semoga kalian tetap setia menanti kelanjutan kisah Naina ya
__ADS_1
..
Selamat menunaikan ibadah puasa 😊*