
Setelah melalui perjalanan panjang yang memang sangat melelahkan, akhirnya Reyza dan yang lain nya tiba dirumah utama keluarga Gemilang saat hari sudah mulai beranjak sore.
Reyza membantu Naina turun dari mobil dengan begitu lembut dan hati hati. Sedangkan Beti terperangah takjub melihat hunian mewah dan begitu luas tampak Dimata nya begitu pula dengan Lolita yang memang ikut kesana untuk mengantar kakak nya.
"wow, besar banget, ini udah kayak istana aja" bisik Loli yang berada didekat Sean
Sean tersenyum melihat kekaguman dimata gadis kecil nya itu
"ya, mereka adalah salah satu keluarga terkaya dinegeri ini. tidak heran jika memiliki tempat tinggal sebesar ini" jawab Sean balas berbisik
Reyza menuntun Naina masuk kedalam rumah diikuti oleh Beti, Lolita dan Sean dibelakang mereka.
Mereka semua disambut oleh puluhan pelayan yang berbaris rapi disisi kanan dan kiri jalan sembari menundukan kepala mereka masing masing.
Naina merasa risih dengan perlakuan mereka, karena dulu sewaktu dia masih menjadi kekasih Reyza, dia hanya datang sendiri dan tidak pernah disambut seperti ini, hanya seorang pelayan yang membawa nya masuk kedalam rumah menemui nyonya besar mereka.
"selamat datang dirumah utama tuan muda dan nona muda" sapa mereka semua tanpa berani menatap tuan nya
"terima kasih" jawab Reyza singkat
"apa ini tidak berlebihan kak?" tanya Naina pada Reyza yang hanya tersenyum dan terus menggenggam tangan Naina
"ini sudah sesuai prosedur nya sayang. Angkat kepala mu, mulai sekarang kamu adalah satu satu nya nona muda Askara dirumah ini" jawab Reyza dengan senyum hangat nya membuat wajah Naina merona merah.
Nona muda Askara, ah tidak pernah terbayangkan dia bisa sampai dititik ini setelah menjalani hal yang begitu berat dalam hidup nya
"selamat datang sayang, selamat datang dirumah baru mu" sapa Miranti saat mereka tiba didepan pintu besar rumah itu
"mama" sahut Naina , Miranti langsung menarik menantu nya itu kedalam pelukan nya
"terima kasih sudah menerima Naina ma" ucap Naina lembut
Miranti langsung melepaskan dekapan nya dan menatap wajah cantik yang dibalut kerudung biru muda yang kini telah menjadi menantu nya, gadis yang berhasil menarik perhatian kedua putra kesayangan nya.
"kamu yang pantas menjadi menantu kami sayang" jawab Miranti
Naina hanya tersenyum lembut menatap mama mertua nya, dan kini dia beralih pada tuan Suryo yang berdiri dengan wibawa nya yang tak termakan usia
"papa, terima kasih sudah menerima Naina, semoga Naina bisa menjadi anak yang baik untuk kalian dan menjadi istri yang bisa membahagiakan kak Reyza" ucap Naina
"itu harus, kau pasti bisa. jaga lah kesehatan mu selalu, itu sudah cukup menjadi kebahagiaan untuk kami" jawab Tuan Suryo seiring tangan nya mengusap kepala Naina dengan lembut.
Betapa beruntung nya Naina mendapatkan mertua yang begitu baik pada nya. Dan itu dapat dilihat dari pandangan Beti dan Lolita. Mereka sedari tadi hanya diam dengan senyum terharu melihat penerimaan orang tua Reyza pada Naina.
"istirahat lah dulu nak. kalian pasti lelah. Kita bertemu malam nanti untuk makan malam bersama" kata Miranti
"baiklah kalau begitu kami kekamar dulu pa, ma" pamit Reyza diikuti oleh Naina yang masih terlihat begitu canggung.
Reyza langsung menarik lengan Naina menuju kamar nya, dan tidak berapa langkah mereka berjalan dia langsung mengangkat tubuh Naina dalam gendongan nya membuat gadis itu terpekik tertahan dan langsung mengalungkan tangan nya dileher Reyza
"kakak, turuni, malu tahu" seru Naina tertahan namun Reyza malah terlihat santai saja
__ADS_1
Orang tua nya dan yang lain hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Reyza yang begitu memanjakan Naina.
"Beti dan Loli istirahat lah dikamar kalian, Tante sudah menyiapkan semua nya" kata Miranti pada Beti dan Loli
"Loli pamit aja deh Tante" jawab Loli begitu canggung
"besok saja nak, malam ini menginap lah dulu disini, kamu pasti belum berpamitan pada kakak mu kan" kata Miranti lagi
"tapi Tante" sahut Loli tak enak
"tidak apa, jangan sungkan. kamu dan Beti juga sudah Tante anggap seperti anak sendiri sebagaimana Naina. kalian juga bisa memanggil Tante mama dan papa Reyza sebagai papa kalian juga. benar kan pa" kata Miranti dengan wajah berbinar menatap tuan Suryo yang tersenyum dan mengangguk
"tentu saja. banyak anak, banyak Rezky" jawab tuan Suryo mencairkan suasana
"tapi itu terlalu berlebihan nyonya, rasa nya tidak pantas" jawab Beti
"tidak nak, saya malah senang jika kalian menganggap kami sebagai orang tua kalian juga" kata Miranti lagi
Beti dan Loli saling berpandangan canggung
"sudah, jangan merasa sungkan, anggap saja ini rumah kalian ya" kata Miranti
"mbak, tolong antar mereka kekamar nya masing masing" perintah Miranti pada salah satu pelayan nya
"baik nyonya" jawab pelayan itu.
"kami permisi Tante, tuan" pamit Loli pada Miranti dan tuan Suryo
"ah iya, maaf , kalau begitu kami permisi mama, papa" jawab Lolita dengan senyum nya yang terlihat terpaksa sedangkan Beti hanya menganggukan sedikit tubuh nya karena kaki nya kini benar benar lemah bergetar
"nah, itu baru anak kami. pergilah" kata Miranti dengan senyum hangat nya
Beti dan Loli langsung melangkah mengikuti pelayan yang akan membawa mereka kekamar masing masing setelah sebelum nya Loli menatap Sean yang mengangguk dan tersenyum
"malam nanti datang lah lagi untuk makan malam bersama nak" kata Miranti pada Sean yang sedari tadi terus diam memperhatikan interaksi mereka
"baik nyonya" jawab Sean begitu sopan
"sekaligus ada yang harus kita bahas mengenai rapat umum Minggu depan" tambah tuan Suryo yang pandangan nya berubah dari hangat menjadi lebih tajam jika menyangkut tentang pekerjaan, persis seperti Reyza.
"siap tuan" jawab Sean tegas
"kalau begitu saya permisi tuan, nyonya." kata Sean sembari membungkukan badan nya sedikit dihadapan tuan Suryo dan istri nya yang hanya tersenyum dan mengangguk.
...
Sebelum nya, didalam kamar mewah milik Reyza
Naina menatap takjub isi kamar yang begitu luas itu. Setelah sebelum nya dia dibuat kaget saat Reyza membuka pintu hanya dengan mendekatkan wajah nya pada sisi pintu yang terdapat monitor kecil disana.
Dia memang pernah memiliki segala nya, namun karena Naina adalah tipe gadis yang sederhana, jadi dia begitu merasa takjub dengan semua penglihatan nya ini
__ADS_1
Reyza membaringkan Naina perlahan diatas tempat tidur king size bernuansa gold yang super mewah dan elegan itu.
"selamat datang dikamar kita sayang, kau suka" tanya Reyza sembari mengecup dahi Naina yang masih terdiam dengan mata yang mengerjap cepat
"ini kamar kakak" tanya Naina pula
"kamar kita sayang" jawab Reyza tertawa
"Nai berasa ada didalam istana beneran" kata Naina polos membuat Reyza semakin gemas melihat nya.
"anggap saja begitu. ini memang istana kita. tempat kita membangun cinta kita selama nya" jawab Reyza, tangan nya melepas kerudung yang dipakai oleh Naina hingga menampakan rambut nya yang masih terlihat pendek sama dengan rambut Reyza
"tapi dengan semua ini Nai ngerasa memang gak pantas ada disini kak" kata Naina menatap wajah tampan Reyza yang duduk disebelah nya
"kenapa harus selalu seperti itu sayang. sudah berapa kali aku bilang, cuma kamu yang pantas ada disini mendampingi ku" balas Reyza tak suka
Naina tertunduk dan menarik nafas dalam dalam
"apa kamu rela posisi mu digantikan dengan yang lain?" tanya Reyza serius
"tentu tidak" jawab Naina cepat
"lalu?" tanya Reyza lagi
Naina langsung duduk dan memeluk tubuh kekar Reyza dengan erat, dan tentu saja Reyza langsung membalas pelukan itu
"maaf, Nai cuma takut terbuai dengan semua kemewahan ini. Nai cuma gadis kampung, Nai masih terasa asing dengan semua kemewahan ini" jawab nya dalam pelukan Reyza. Reyza mengusap punggung Naina dan mencium pucuk kepala istri nya itu berkali kali
"kamu harus terbiasa mulai sekarang. Karena inilah kehidupan ku yang sebenar nya. Kamu harus siap menjadi nona Askara dan mendampingi setiap kesibukan ku, mendampingi ku dikala susah ataupun senang, menikmati apa yang sudah ada didepan mata. Jangan merasa rendah diri, kamu istriku sekarang, istri seorang Reyza Askara yang harus selalu terlihat hebat kapanpun dan dimana pun kamu berada" jelas Reyza sembari melepas pelukan nya dan menatap wajah Naina yang menatap nya dengan lekat, tampak keraguan Dimata indah itu.
"apa Nai bisa?" tanya Naina
"kamu pasti bisa sayang" jawab Reyza yakin
"Nak takut ngecewain kakak. kehidupan kita sebelum nya benar benar berbeda, dan sekarang Nai ngerasa benar benar sulit beradaptasi dengan semua ini" kata Naina lagi
"jangan takut. kamu pasti bisa, kamu wanita terhebat yang pernah aku temui. kamu tidak perlu melakukan apapun sayang, cukup tunjukan jika kamu menikmati semua ini, menikmati kehidupan yang kita lalui bersama, dan tunjukan jika kamu bahagia hidup bersama ku, itu sudah cukup menjadi istri yang layak berada disamping ku" jawab Reyza sembari mengusap wajah tirus Naina
"dan maaf, bukan aku tidak ingin hidup seperti kita dulu yang hanya hidup dalam kesederhanaan, kamu pasti tahu kan, tanggung jawab ku bukan hanya untuk membahagiakan mu, tapi juga meneruskan perusahaan papa dan memenuhi keinginan mama untuk kita tinggal bersama mereka disini. Hanya aku yang bisa mereka harapkan, aku harap kamu tidak kecewa dengan semua keputusan ku ini" kata Reyza dengan penuh harap.
Naina tersenyum menatap ketulusan dihati suami nya itu. Dia tahu Reyza sudah berjuang keras untuk menjadi suami dan anak yang baik selama ini. Dia bahkan tidak memikirkan diri nya sendiri karena harus merawat Naina dan juga mengurus perusahaan sekaligus
"tidak kak, Nai tidak pernah keberatan dengan keputusan kakak. Memang itu yang terbaik, kakak sudah melakukan keputusan yang bijak. Nai janji akan selalu menjadi istri yang baik untuk kakak, dan menjadi anak yang baik untuk mama dan papa" jawab Naina yakin membuat Reyza tersenyum senang
"terima kasih sayang. kamu cahaya dikehidupan ku. tolong jangan pernah berfikir lagi jika kamu tidak pantas berada disini" pinta Reyza
"iya, maaf, Nai gak akan berbicara seperti itu lagi" jawab Naina
Reyza langsung memeluk Naina dengan erat, begitu pula Naina. Akhir nya impian mereka untuk hidup berdua dalam sebuah ikatan suci tercapai, meski harus melalui perjalanan yang berliku dan menyedihkan. Semoga kebahagiaan mereka bisa selama nya mereka rasakan tanpa rasa sakit dan air mata lagi.
...
__ADS_1
next