Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Lolita dan Sean


__ADS_3

Malam hari Naina dan juga Lolita tengah berbaring diranjang super empuk dan nyaman yang dilapisi alas Surai bewarna hijau milik Naina. Lolita memutuskan untuk tidur bersama Naina karena memang ia belum terbiasa jauh dari ibu dan abah nya.


"kak, ini foto kak Reyza ya, ganteng banget sih. Kakak kok gak pernah ngenalin sama kami sih? " tanya Loli sembari melihat lihat album foto Naina


"belum saat nya Lol, nanti pasti kakak kenalin kok" jawab Naina yang masih asik berbalas pesan email dengan Reyza, selagi ada waktu senggang.


"dia orang nya gimana sih, penasaran aku kayak apa orang yang udah buat kakak jatuh cinta" tanya Loli terkekeh


"dia baik banget Lol, dia yang udah nemenin kakak sampai kakak bisa seterkenal sekarang. " jawab Naina sembari berbaring diranjang nya , menatap nanar langit langit kamar itu, rindu nya seketika kembali meluap kepermukaan membuat dia menarik nafas nya dengan berat


"uuuhhh so sweet nya, semoga kalian berjodoh ya kak" kata Loli pula yang masih asik membuka semua album foto itu


"amin, hah jadi kangen banget" gumam Naina


"dia kuliah diLondon? " tanya Loli lagi


"hu'um" gumam Naina


"ini foto siapa kak, mirip kak Reyza" tanya Loli pada foto Naina bersama Abimanyu


"itu kakak nya" jawab Naina


"keliatan nya kakak juga deket banget ini?" tanya Loli curiga


"iya, kakak lebih dekat sama dia duluan " jawab Naina sendu


"hah, jadi dua dua nya???" tanya Loli terkejut, dia langsung menoleh kearah Naina yang masih berbaring disebelah nya


"dia udah gak ada Lol, dia udah pergi lebih dari dua tahun yang lalu. Dan kakak juga gak tau gimana takdir bisa mempertemukan kakak sama adik nya" jawab Naina tersenyum sendu


"ya tuhan. Aku gak tau kak. Tapi pasti tuhan punya rencana dibalik ini semua" ucap Loli yang kemudian juga berbaring disebelah Naina


"iya lol, yauda, kamu tidur lah. Besok pagi kita berangkat pagi pagi, siang nya baru kekampus " kata Naina yang diangguki oleh Lolita


..


Keesokan hari nya setelah mengisi acara disalah satu stasiun tv Naina pun pergi kekampus nya bersama Lolita yang akan melakukan pendaftaran ulang nya.


Banyak pasang mata yang menatap kagum Naina, karena penampilan nya yang sekarang sudah dipenuhi oleh barang barang mewah dan stylish.


"Nai! " panggil Clarissa yang baru datang


"hai Cla, dari mana? " tanya Naina sembari cipika cipiki pada Clarisa


"nganter tugas sama pak Malik. Ini adek lo? " tanya Clarissa menatap Loli


"iya, kenalin Lolita, Loli ini sahabat kakak, Clarissa" kata Naina memperkenalkan mereka


"hai kak, Lolita" kata Loli ramah sembari menjabat tangan Clarissa


"clarissa." jawab Clarissa


"gak kalah cantik dari lo Nai, hebat bibit kalian. Hehe" kata Clarissa usil


"hahah, ada ada aja kamu. Kami mau masuk dulu keruang administrasi. Kamu mau ikut? " ajak Naina


"duh, sory banget, aku udah ditungguin mama didepan. Maaf ya" kata Clarissa tak enak


"oh yauda, salam sama tante ya"


"oke, bye Loli"


"bye kak"


Mereka pun masuk untuk mendaftarkan Lolita kekampus tempat dimana Naina kuliah namun berbeda jurusan.


Setelah beberapa saat mereka pun selesai dengan segala macam persyaratan nya.


Kini Naina dan juga Lolita tengah duduk dikantin kampus itu.

__ADS_1


"kampus nya gede bener ya kak, tempat nya orang orang kaya semua kayak nya" kata Lolita yang masih menatap kagum kampus nya


"iya, maka nya kamu belajar yang bener ya, buat ibu sama abah bangga" balas Naina menatap lembut adik semata wayang nya itu


"iya kak, pasti"


Hingga beberapa saat datang lah Sean menghampiri mereka.


"hai Nai, tumben kekampus siang begini? Gak ada jadwal manggung? " tanya Sean yang langsung duduk didepan Naina, saat ini dia bisa sedikit leluasa untuk dekat dengan Naina walau hanya sekedar menyapa gadis itu, hati nya sudah benar benar merelakan Naina sekarang, karena dia tahu saingan nya bukan sembarang orang, dan melihat Naina bahagia itu sudah cukup untuk nya. Meski awal nya berat, namun melihat senyum Naina kembali sudah lebih dari cukup untuk nya.


"oh hai kak, iya lagi kosong. Nai nemenin adek Nai daftar kuliah disini. Kenalin, Lolita" kata Naina menunjuk Loli


"oh, hai cantik. Sean" kata Sean menjulurkan tangan nya


"Lolita" jawab Loli dengan senyum nya yang imut


"kakak ngapain disini, ada mata kuliah? " tanya Naina sembari menyeruput air minum nya


"iya, cuma nganter tugas doang. Sekarang gak terlalu sibuk kayak waktu strata satu lalu Nai" jawab Sean dan Naina pun hanya mengangguk


Hingga tak lama ponsel Naina pun berdering menandakan panggilan masuk dari mbak Nita menejer nya


"astaga, maaf mbak aku lupa.


Iya iya, ini segera otw" kata Naina langsung menutup panggilan nya


"ada apa kak? " tanya Loli heran


"kakak lupa ada meeteng direcod company satu jam lagi, kamu ikut ya, gak keburu kalo nganter kamu pulang dulu" jawab Naina sembari sibuk memasukan ponsel nya ke dalam tas


"yah, tapi kan mau belanja lagi keperluan aku kak, lagian disana juga pasti bosen. Aku pulang naik taksi aja gak papa deh" sahut Loli


"eh, jangan dong, kamu baru disini, gak tenang kakak biarin kamu sendiri" kata Naina lagi


"udah, biar Loli kakak yang nganter aja Nai, kamu pergi aja" kata Sean memberi saran


"gak papa, kakak juga gak ada kerjaan lagi, jadi bisa sekalian nemenin adik kamu" ungkap Sean


"kamu gak papa kan Lol, sama kak Sean? " tanya Naina lagi


"emm, apa gak papa kak? " tanya Loli ragu dan menatap takut kearah Sean


"tenang aja, kakak bukan fedofil kok" ledek Sean yang langsung membuat Naina tertawa dan Loli mendengus kesal


"haha, gak papa. Kak Sean baik kok. Yauda kakak pergi dulu ya, nanti belanja pakek aja kartu yang kakak kasi semalam. Inget jangan ngerepotin kak Sean! " seru Naina yang langsung berlari meninggalkan Lolita yang menatap kesal kearah nya


"ish kakak, nyebelin" gumam Loli


"udah biar aja, kakak mu terlalu sibuk, kadang untuk diri nya sendiri aja dia gak punya waktu, ayok kita pergi" ucap Sean menarik lengan Lolita yang terkesiap kaget


"eh eh kak, mau kemana? " tanya Loli protes namun tetap pasrah ditarik oleh Sean menuju parkiran.


"kata nya mau belanja keperluan kuliah, gimana sih" jawab Sean acuh


"ya jangan ditarik tarik gini dong, aku kan bisa jalan sendiri" jawab Loli mengerucutkan bibir nya merasa risih karena banyak pasang mata yang memandang kearah mereka, karena sebelum nya tidak pernah melihat anak pak Brata itu dekat dengan siapapun dikampus ini.


"hehe, takut lari anak orang" jawab Sean terkekeh melihat wajah imut Loli


"mau lari kemana, jalan aja aku gak tau." jawab Loli sewot


"ya maka nya itu biar kakak pegang, nanti kamu ilang, habis deh kakak sama si Naina" kata Sean santai


"dih, dikira aku anak kecil apa sampek ilang" omel Loli cemberut


"udah gak usah cemberut gitu, liat ni pipi makin ngembang" kata Sean mencubit gemas pipi chubby Loli yang membuat siempu nya merona malu dan langsung terdiam seketika


Oh tuhan, jantung ku kenapa. Kakak tolong. Batin Loli dengan wajah yang terlihat kaku dan canggung


Akhirnya nya Sean pun membawa Lolita kesebuah pusat perbelanjaan terbesar dikota itu. Karena sifat Lolita yang menggemaskan dan masih suka malu malu membuat Sean betah menggoda nya dan menemani nya kemana pun gadis kecil itu mau.

__ADS_1


Ya hitung hitung cari hiburan, batin Sean.


Hingga tak terasa hari pun beranjak semakin sore, kini Sean dan juga Loli tengah berada disebuah restauran untuk mengisi perut mereka yang mulai keroncongan akibat berjalan kesana kemari untuk berbelanja keperluan Lolita.


"laper apa doyan neng, lahap bener makan nya" goda Sean yang melihat Loli makan dengan lahap


"laper kak, seharian muter muter menguras tenaga dan fikiran" jawab Loli dengan mulut penuh nya


"kata kata mu itu, udah sok besar aja" kata Sean terkekeh


"memang aku udah besar ya," sewot Loli


"haha, udah makan dulu, jelek banget" ejek Sean


"biarin, jelek jelek begini banyak yang naksir" kata Loli lagi


"palingan juga tukang kebun Naina yang naksir sama anak kecil kayak kamu gini" ucap Sean yang membuat Loli melotot


"enak aja, sembarangan kalau ngomong" jawab Loli kesal namun masih terus melanjutkan makan nya


"lah emang iya kan, udah kecil, pipi ngembang, makan nya banyak lagi" ejek Sean yang semakin membuat Loli sewot


"iiihh kak Sean, enak aja ngatain aku begitu. Awas aja kalo sampek kakak jatuh cinta sama aku ya" ucap Loli yang membuat Sean semakin terkekeh


"hahahhaaha, yang ada kamu yang jatuh cinta sama kakak, ayo ngaku" kata Sean menggoda dan menatap lucu menatap wajah Loli yang sudah merona


Deg deg deg


Aduh jantung, diem dong. Batin Loli


"diih, siapa juga yang bakalan jatuh cinta sama orang tua kayak kakak. Kayak gak ada yang lain aja" balas Loli memalingkan wajah nya dan meminum air putih nya


"biar tua kakak masih tampan menawan, awas aja kamu terpesona" goda Sean lagi


"amit amit, pd banget sihh" seru Loli sembari memalingkan wajah nya yang memerah, membuat Sean semakin tertarik menggoda nya


Jadilah sepanjang sore mereka menghabiskan waktu bersama meski kedua nya sering kali berdebat hal yang tak masuk akal. Namun itu yang membuat kedua nya cepat akrab seperti sudah lama saling mengenal.


Hingga malam hari barulah Sean mengantarkan Loli kerumah Naina.


Terlihat Naina sudah berada dirumah itu. Dia tidak terlalu mengkhawatirkan adik nya pergi dengan Sean, karena dia tahu Sean orang baik dan adik nya pasti aman saat bersama nya.


"hai, gimana jalan jalan nya, seru? " tanya Naina ketika mereka sudah berada dikamar


"nyebelin banget temen kakak itu, " kata Loli cemberut namun terlihat lucu dimata Naina


"nyebelin kenapa? Coba cerita. Kamu gak di apa apain kan? " tanya Naina menatap wajah Loli yang terlihat masih merona


"enggak sih, tapi seneng banget dia godain aku. Sebel banget aku ngeliat nya" jawab Loli sembari duduk dipinggir tempat tidur nya


"masak sih, setau kakak, kak Sean itu dingin banget lo, " ungkap Naina curiga


"dingin apa nya, nyebelin iya" kata Loli lagi


"nyebelin tapi tahan satu harian ya" goda Naina


"kakak!! " seru Loli sembari menghentakkan kaki nya dilantai membuat Naina tertawa geli


"awas jatuh cinta lo, kak Sean baik tau" kata Naina yang juga mulai menggoda Loli


"males banget sama orang tua begitu" sewot Loli


"orang tua tapi menawan itu" kata Naina yang sudah berlari keluar kamar


"kakak!!! !!!!!!!!!" teriak Loli kesal


....


next

__ADS_1


__ADS_2