
Keesokan hari nya....
Naina dan Clarissa sudah berada disebuah cafe tak jauh dari kampus mereka, setelah menyelesaikan jam kuliah mereka tadi.
Terlihat mereka sedang menyantap makan siang dicafe itu sembari menunggu dua orang terkasih mereka, siapa lagi kalau bukan Reyza dan Dion.
Hingga beberapa menit kemudian yang ditunggu pun tiba.
"woah, makan gak nunggu nunggu ya" ucap Dion yang langsung duduk disebelah Clarissa dan Reyza disebelah Naina.
"si Nai tuh udah kelaperan duluan kata nya" jawab Clarissa sembari menunjuk Naina yang terkesiap kaget
"iya kak, gak sempet sarapan tadi" kata Naina dengan senyum lebar nya
"kamu kesiangan? " tanya Reyza sembari mengacak pelan pucuk kepala Naina dan Naina pun hanya mengangguk.
"tapi kalian pulang duluan malam tadi, kan harus nya cepat sampai di rumah? " kata Dion melirik curiga Reyza dan Naina yang saling pandang canggung
"palingan pacaran dulu" timpal Clarissa santai
"nah itu tau! " kata Reyza nyengir dan Naina hanya terkekeh pelan
"lo berani banget sih za main kabur aja dari hadapan tuan Suryo, untung gak ngamuk tu sultan" kata Dion bergidik ngeri
"ck, kan gue udah permisi" jawab Reyza santai
"permisi dengan muka masam lo itu, cuma lo yang berani begitu sama dia, tapi gue heran kenapa dia gak marah ya" kata Dion lagi
"emang kenapa yank? " tanya Clarissa penasaran
"siNaina mau dijodohin sama anak nya, eh siReyza malah melengos narik Naina pergi dari tempat itu, kan cari mati" ungkap Dion yang membuat Clarisa langsung tertawa
"haha, ngerasain lah tu apa yang aku rasain, terus lo mau Nai? " tanya Clarissa menatap Naina
"enggak lah, gak pantes aku sama anak nya, lagian udah ada kak Reza yang tampan ini" jawab Naina memainkan mata nya pada Reyza
"dih udah pande ngerayu ya kamu" kata Reyza mencubit gemas pipi Naina
"anak sultan lo Nai, Reza mah gak ada apa apa nya" ejek Dion
"kayak lo hebat aja, " ucap Reyza sewot
"hahahha, sewot aja lo, takut banget ya Nai berpaling, dulu sama ceo rc, eh sekarang sama anak sultan, saingan lo berat berat za" ejek Dion semakin terbahak dan Reyza semakin kesal
"kalau suatu saat gue bisa lebih hebat dari lo, awas lo ya, bakalan gue jadiin kacung gue lo" ancam Reyza
"oh siapa takut" tantang Dion pula
Sementara Clarissa dan juga Naina hanya tertawa geli melihat Dion yang selalu saja suka menggoda Reyza.
Mereka berkumpul hingga berjam jam dicafe itu mengingat hari ini Naina tidak ada jadwal manggung.
Setelah hari beranjak sore barulah mereka pulang kerumah masing masing.
__ADS_1
"kak, malam ini kita kecafe yuk, Nai rindu, udah lama gak manggung disana, Nai juga udah nelpon pak Danil tadi" kata Naina saat mereka sudah berada diatas motor Reyza
"boleh" jawab Reyza yang langsung menganggukan kepala nya
.
Malam hari nya..
Reyza dan Naina sudah berada dicafe milik Danil. Mereka pun disambut hangat oleh Danil sendiri. Karena siang tadi dia sudah dihubungi Naina jadi malam ini dia menyempatkan diri untuk datang kecafe itu seorang diri, karena anak nya masih terlalu kecil jika Angelina ikut pergi dengan nya.
Tampak pengunjung sangat ramai mengunjungi cafe itu. Apalagi tahu bahwa Naina akan mengisi suara dicafe.
Danil, Reyza dan Naina pun sedang duduk disudut cafe sembari bercerita.
"bagaimana dengan cafe sekarang pak, masih tetap lancar kan? " tanya Naina
"lancar, cuma tidak seperti saat ada kamu dulu. Penyanyi yang sekarang nampak nya kurang menguasai panggung" jelas Danil
"mungkin karena masih baru pak" jawab Naina lagi
"ya mungkin, sudah dua kali saya ganti penyanyi. " ucap Danil terkekeh
"haha, mudah mudahan yang ketiga kali cocok ya pak" jawab Naina lagi.
"haha, amin. Oh ya jangan panggil pak lagi, saya kan bukan bos kamu lagi Nai" kata Danil
"hehe baiklah mas" jawab Naina kikuk
"nah seperti itu lebih baik. Oh ya kuliah mu sebentar lagi wisuda kan Rey? " tanya Danil menatap Reyza
"lalu apa kau akan meninggalkan Naina? " tanya Danil lagi
"tidak lama mas, mungkin hanya tiga tahun saja" jawab Reyza
"tidak lama, hanya terlalu lama, " gumam Danil yang membuat Reyza dan Naina terkekeh
"tidak apa mas, kak Reza juga harus berjuang untuk hidup nya, Nai bisa menunggu disini, lagian dia masih bisa pulang kemari" ungkap Naina menatap Reyza yang mengangguk
"ya kau benar, yang terpenting kalian harus sama sama saling percaya, jaga diri, dan jaga hati masing masing" ujar Danil
"pasti mas" jawab Naina dan Reyza serempak
Setelah puas bercerita Naina pun naik keatas panggung untuk membawakan beberapa buah lagu. Sontak saja pengunjung disana kegirangan melihat idola mereka menyanyi.
Bagaimana tidak, Naina adalah artis yang sedang naik daun, nama nya masih menjadi perbincangan hangat didunia entertaiment, bahkan Danil sampai harus membatasi pengunjung yang datang malam ini karena begitu antusias nya mereka ingin melihat penampilan Naina.
Setelah selesai bernyanyi Naina pun mendapatkan tepuk tangan dari pengunjung dan banyak bucket bunga dari fans nya.
"suaramu semakin bagus Nai, bagaimana aku bisa membayarmu untuk malam ini, pasti mahal sekali bukan untuk artis setenar dirimu" goda Danil pada Naina yang kini telah duduk bergabung dengan Danil dan Reyza
"ah mas bisa saja, hanya beberapa lagu, tak masalah lah, lagian Nai rindu bernyanyi dicafe ini" jelas Naina dengan senyum lebar nya
Reyza pun hanya terkekeh pelan melihat Danil yang menggoda Naina.
__ADS_1
Hari sudah mulai larut dan pengunjung pun sudah banyak yang pulang.
"Nai ketoilet sebentar ya kak, mas" pamit Naina pada Reyza dan Danil
Reyza pun hanya menganggukan kepala nya
Mereka bercerita sedikit sembari menunggu Naina yang sudah beberapa menit belum juga kembali
"apa Naina sudah tau tentang status anda tuan" tanya Danil
"belum mas, mungkin nanti saat aku sudah kembali dari London, aku akan melamar nya dan memberi tahu nya tentang siapa aku sebenar nya" jawab Reyza
"lalu bagaimana dengan hubungan anda dan Abimanyu? " tanya Danil lagi, kini mereka sudah berada didepan cafe yang sudah sepi sembari berdiri menghadap kejalan raya
"aku belum berani memberitahu nya mas" lirih Reyza
"kenapa, dia harus tau itu bukan. Aku lihat dia juga mencintai mu tuan muda" kata Danil heran melihat adik dari sahabat nya itu
"ya mas aku tau, tapi aku belum sanggup untuk memberitahu nya bahwa kami adalah saudara. Aku takut dia berubah" kata Reyza pelan
"kau mencintainya atau tidak,? " tanya Danil tegas
"aku mencintai nya mas, sungguh, memang awal nya aku hanya ingin membuat nya bahagia karena dia kekasih kakak ku sendiri, tapi... "
"jadi kalian bersaudara kak, " tanya Naina yang tiba tiba sudah berada dibelakang mereka, dan jelas saja itu membuat Danil dan Reyza terkejut dan langsung berbalik melihat Naina yang sudah mematung dengan wajah yang mulai memerah mendengar kenyataan yang baru saja diketahui nya itu
"nai sejak kapan kau disitu? " tanya Danil gugup
"jawab aku kak Reza! " seru Naina yang sudah menangis
Reyza pun menganggukan kepala nya pelan.
"jadi selama ini sikap baikmu padaku cuma karena kau kasihan padaku kak, karena aku ditinggal pergi kakak mu, begitu kan! " seru Naina yang terisak pilu
"nai, bukan begitu, aku...
"cukup,! " teriak Naina. Naina pun langsung berlari meninggalkan Reyza dan Danil yang masih mematung
"Rey kejar! " kata Danil saat dia melihat Reyza yang masih membeku ditempat nya
Reyza langsung tersadar dari lamunan nya, dia pun langsung berlari mengejar Naina yang sudah berada diseberang jalan. Dapat dia lihat gadis itu sesekali menghapus air mata yang menetes diwajah nya membuat Reyza semakin kalang kabut dengan rasa bersalah nya
"Nai, tunggu!!" teriak Reyza, namun Naina tetap berjalan cepat mengacuhkan panggilan Reyza,
Hati nya benar benar kecewa, sangat kecewa, dia tidak pernah menyangka jika Reyza menyembunyikan hal ini dari nya.
Kenapa dia tidak pernah merasa jika Reyza adalah adik dari Abimanyu, pantas saja saat bersama Reyza dia merasa seperti berada didekat Abimanyu, senyum nya, tingkah nya dan semua nya memang terasa seperti Abi, dan kenapa dia tidak pernah menyadari itu. Apa karena dia sudah terlena dengan semua perhatian Reyza sehingga dia begitu naif untuk menyadari kenyataan ini.
Sungguh, Naina sangat kecewa pada Reyza, hati nya sudah terpaut dan jatuh terlalu dalam pada Reyza, tapi kenapa kenyataan nya malah seperti ini. Apa semua yang diberikan Reyza palsu, apa dia hanya memandang kasian pada Naina.
"Nai" teriak Reyza lagi
Namun naas saat akan menyeberang dia tak melihat kemana mana lagi dan
__ADS_1
Brukk
"Reyza!!!!!!!!!!!!!!!!!" teriak Danil