Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Kekejaman Reyza Askara


__ADS_3

Sudah hampir dua minggu Reyza memimpin perusahaan besar itu. Selama seminggu ini pula dia sudah mengetahui semua seluk beluk gedung perusahaan milik keluarga nya.


Sean juga ternyata sangat membantu nya. Tidak salah memang tuan Suryo merekomendasikan Sean, karena kinerja nya sesuai dengan yang diharapkan oleh Reyza


Para karyawan yang tidak becus bekerja semua dipecat nya. Hal itu membuat seluruh karyawan yang bekerja diperusahaan itu setiap hari harus dibuat sport jantung oleh ulah Reyza yang tak terima kesalahan sekecil apapun.


"tuan, ini seluruh bukti yang terkumpul mengenai penyelewengan dana yang dilakukan oleh manajer keuangan dan juga divisi nya" ucap Sean meletakan sebuah map di atas meja kerja Reyza.


Dengan tatapan dingin nya Reyza membaca dengan teliti bukti bukti yang berhasil dikumpulkan Sean selama dia bekerja diperusahaan itu.


"berapa orang yang terlibat? " tanya Reyza dingin dan mata tajam nya fokus pada berkas berkas yang ada didepan nya


"tiga orang tuan. Ini rekaman yang sudah lama saya dapatkan" kata Sean menyerahkan tablet nya pada Reyza.


Reyza pun memperhatikan setiap ucapan ketiga orang itu dan yang membuat nya geram adalah sudah banyak dana yang mereka selundupkan dan itu mereka kerjakan dengan sangat rapi sehingga direktur keuangan tidak dapat membaca kerugian perusahaan.


"dasar direktur bodoh. Sudah banyak kerugian dan dia tidak tahu" gumam Reyza kesal.


Sean pun hanya menatap datar bos baru nya itu.


"suruh mereka bertiga keruang bawah tanah" titah Reyza tajam membuat Sean tiba tiba bergidik ngeri


"baik tuan" jawab Sean cepat


Beberapa saat kemudian ketiga orang itu sudah berada diruang bawah tanah . Mereka diseret paksa oleh para bodyguard Reyza. Ruang bawah tanah yang hanya diketahui oleh tuan Suryo, pak Roy, Reyza dan juga Sean.


Sebenar nya ruang bawah tanah adalah tempat penimbunan barang barang tekstil yang tak terpakai lagi. Tapi bagi Reyza ini cocok untuk menjadi tempat eksekusi.


Terlihat raut wajah takut dan khawatir pada ketiga orang itu.


Sean dan Reyza masuk kesana dengan tatapan tajam dan dingin, membuat atmosfer disekitar ruangan itu menjadi panas dan sesak bagi ketiga orang itu.


"berlutut! " titah Sean pada mereka. Mereka pun dengan cepat segera berlutut dihadapan Reyza.


Sean mengambilkan sebuah kursi untuk tuan muda nya.


Dengan gaya angkuh nya Reyza duduk dikursi itu. Kaki kiri nya berada diatas paha kanan nya dengan tangan mendekap didada. Sementara Sean berdiri dibelakang nya.


Dia memperhatikan satu persatu pengkhianat perusahaan itu. Membuat ketiga orang itu bergetar takut. Ternyata wibawa Reyza melebihi pendahulu sebelum nya, bahkan dalam dua Minggu sudah ada dua puluh karyawan yang dipecat nya.


"katakan, kalian mau mati disini atau dipenjara? " tanya Reyza dingin


"a ampun tuan. Apa salah kami? " tanya seorang dari mereka


"kau masih mau menutupi kesalahan mu, maka kau memilih mati disini" jawab Reyza datar


"ampun tuan, ampun. Saya hanya ikut ikutan tuan" kata orang yang lain


"apa peduli ku, yang ku tau kalian salah" jawab Reyza santai namun terkesan mengancam


"Sean! " panggil Reyza


Sean pun langsung mengambil sebuah pedang samurai yang ketajaman nya tak diragukan lagi. Dia langsung menyerahkan itu pada Reyza.


Sebenar nya Sean sangat ngeri melihat ini, tapi apa boleh buat dia harus melakukan perintah tuan nya.


"katakan siapa yang menyuruh kalian" tanya Reyza sambil memainkan pedang nya diwajah ketiga orang yang sudah memucat wajah nya itu, dan terlihat kaki mereka semakin bergetar ketakutan


"direktur keuangan tuan" jawab mereka serempak


"sudah kuduga" ucap Reyza tajam

__ADS_1


"sekarang pilih, mau mati disini atau dipenjara" tanya Reyza lagi


"dipenjara tuan" jawab mereka serempak lagi. Dari pada mati, lebih baik dipenjara. Mereka tidak pernah membayangkan jika Reyza bisa lebih kejam dan mengerihkan dibandingkan dengan tuan Suryo


"oke. Harta kalian aku sita semua tanpa terkecuali. Keluarga kalian juga aku kucilkan dari kota ini" kata Reyza tegas


"tuan tolong jangan bawa bawa keluarga kami. Kami mohon tuan" pinta mereka sambil menangis meraung dan berlutut dibawah kaki Reyza


"apa peduliku. Kalian yang memberi mereka makan dengan uang haram. Sekarang tanggung akibat nya" jelas Reyza


Pok pok pok


Reyza menepuk tangan nya hingga ketiga bodyguard Reyza masuk kedalam ruangan itu


"penjarakan mereka, bilang pada pihak polisi ini atas perintahku" titah Reyza


"siap tuan" jawab mereka


Para bodyguard itu pun langsung membawa ketiga orang itu keluar. Mereka hanya bisa pasrah, dari pada mati mengenaskan lebih baik masuk penjara.


"Sean, panggil direktur keuangan sekarang juga. Aku tunggu disini" titah Reyza


"baik tuan" Sean pun segera menjemput orang yang dimaksud Reyza


Beberapa menit kemudian dia dan direktur itu pun kembali ketempat Reyza.


Dan betapa terkejut nya mereka melihat darah dan daging berceceran dimana mana.


Sontak saja itu membuat Sean dan direktur itu bergidik ngeri.


Sean memandang Reyza yang sedang memainkan pedang nya yang sudah berlumuran darah.


Astaga apa dia psikopat. Batin Sean ngeri


"kau tahu itu apa? " tanya Reyza menunjuk daging binatang yang sudah tercincang dengan pedang nya


"tidak tau tuan" jawab direktur itu dengan wajah santai nya


"itu adalah bangkai tikus tanah yang suka menggerogoti makanan orang lain" jelas Reyza yang masih memainkan pedang nya


"apa kau mau seperti itu? " tanya Reyza menatap tajam wajah pria paruh baya itu


"untuk apa aku seperti itu. Aku tak pernah berulah" jawab nya masih dengan nada santai membuat Reyza tersenyum sinis, ini benar benar akan menjadi pelampiasan nya, batin nya


"oh benarkah" tanya Reyza lagi


"apa yang anda inginkan. Anda baru disini, tapi sudah membuat masalah dengan memecat banyak karyawan" ungkap direktur itu yang membuat Reyza geram


"aku bos nya. Apa masalah mu? " tanya Reyza menatap pria itu dengan tajam


"masalahku adalah kau mengacaukan rencana ku" bentak nya tak terima membuat Reyza terkekeh pelan namun terkesan tajam membuat Sean langsung meneguk Saliva nya


"aku suka mengacaukan rencana seseorang. Sekarang kau pilih mau mati ditangan ku atau ditangan polisi? " tanya Reyza menatap tajam pria itu


"kau kira aku takut? " tantang pria itu


Sraatt..


Arrgghhjh


Satu kaki terlepas dari tempat nya, membuat pria itu menjerit kesakitan.

__ADS_1


Sean terperangah menatap kejadian menyeramkan itu. Bahkan mulut nya sampai terbuka lebar sangking terkejut nya dia.


Ya tuhan, inikah Reyza yang dicintai Naina. Benar benar psikopat. Aku bisa mati lama lama disini. Batin Sean ngeri dengan kaki nya yang sudah bergetar lemas


"kau mau yang mana lagi? " tanya Reyza dengan senyum nya yang mengerikan


"a ampun tuan, ampun. " ucap pria itu lemas, apalagi darah langsung mengucur deras membasahi lantai tempat nya berpijak


Hahahhaha


Tawa reyza menggelegar disetiap sudut ruangan. Membuat pria itu dan juga Sean semakin bergetar ketakutan


"aku tak terima pengkhianatan, kau tau. Maka nikmatilah kecacatan mu" ucap Reyza membuang pedang itu tepat didepan wajah pria itu.


"Sean, urus dia" titah Reyza yang langsung berlalu keluar


"baik tuan" jawab Sean bergetar


Setelah Reyza pergi Sean langsung memuntahkan semua isi perut nya.


Huek huek huek


"sialan kau, membuat ku susah saja" bentak Sean memaki pria itu yang sudah lemas tak berdaya.


Sean langsung memanggil bodiguard nya untuk membawa pria itu kerumah sakit.


Dia pun langsung berlari kekamar mandi terdekat untuk memuntahkan lagi isi perut nya.


Huek huek


Beberapa menit dia didalam toilet itu hingga mual nya mereda barulah dia keluar.


"arrgh dasar bos gila, psikopat. Menyesal aku bekerja dengan dia. Mengerikan sekali" kata Sean menggerutu sepanjang jalan menuju ruangan Reyza


Tok tok tok


Sean pun masuk kerungan Reyza, terlihat pemuda itu tengah duduk santai memeriksa berkas berkas perusahaan nya. seperti tidak pernah melakukan hal mengerikan apapun. Sebenar nya Sean masih sangat ngeri untuk bertemu Reyza, namun apalah daya nya tuntutan profesi mengharuskan nya dekat dengan bos gila itu


"sudah saya bereskan tuan, apa ada perlu lagi? " tanya Sean pelan dengan wajah nya yang terlihat takut bahkan memucat


Reyz melirik sekilas wajah Sean yang terlihat sangat pucat dan lemas


"kenapa dengan wajahmu? " tanya Reyza datar


"hanya mual saja tuan. Maaf" jawab Sean menundukan kepala nya dan membuat Reyza tersenyum sinis


"baru segitu kau sudah tidak kuat, bagaimana jika aku melakukan lebih" kata Reyza santai namun begitu menakutkan ditelinga Sean


"saya hanya terkejut tuan, anda begitu mengerikan" jawab Sean takut takut


"itu hal yang pantas bagi seorang pengkhianat" kata Reyza tajam. Rasa nya dia ingin membunuh orang saat ini juga, dan sedikit adegan tadi membuat emosi nya mereda walau sedikit


"jika saya yang bekhianat apa saya juga akan dihukum begitu tuan? " tanya Sean bodoh


"kepala mu akan aku pajang didepan gedung ini" jawab Reyza tenang namun terdengar mengerikan


"kalau begitu tidak akan tuan. Saya berjanji akan selalu setia. " kata Sean terbata


"pergilah. Aku sudah muak dengan janji setia. Buktikan saja jika kau tidak ingin kehilangan kepala mu" jawab Reyza dingin


"baik tuan. Permisi" Sean pun langsung berlari keluar dari ruangan pria mengerikan itu

__ADS_1


Ya tuhan, lindungi lah aku. Batin Sean.


Dia tidak menyangka bahwa Reyza yang dulu dikenal nya dengan wajah nya yang teduh dan senyum nya yang hangat, kini berubah menyeramkan dan sangat mengerikan. Apa sebenar nya yang terjadi pada pria itu, apa ini sisi lain dari seorang Reyza Askara Gemilang, batin Sean


__ADS_2