
Siang ini Naina dan Reyza telah sama sama rapi. Mereka berniat untuk menjenguk Clarissa yang baru saja melahirkan buah hati mereka seminggu yang lalu.
Baru hari ini Reyza bisa menyempatkan diri nya untuk berlibur. Mengingat pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan nya barang sedetikpun.
Reyza dan Naina diantar oleh Sean kerumah keluarga besar Gladion. Karena Dion merupakan anak tunggal, sehingga orang tua nya ingin Dion dan Clarissa tinggal bersama mereka. Sama seperti Naina dan Reyza.
Hampir dua jam lebih perjalanan yang mereka tempuh, dan akhir nya mereka tiba dirumah mewah keluarga Dion. Tidak sebesar rumah Reyza, namun ini sudah dikategorikan sebagai hunian yang benar benar mewah, mengingat Dion juga merupakan salah satu pengusaha sukses dinegeri ini.
Reyza membantu Naina turun dari mobil dengan begitu lembut.
"hati hati sayang" ucap nya membuat Naina tersenyum dan mengangguk
Sean dengan sigap memerintahkan bodyguard mereka untuk mengeluarkan barang barang bawaan mereka dimobil yang lain.
Mereka disambut oleh beberapa pelayan dan penjaga disana. Dan ketika Reyza dan Naina melangkah masuk, terlihat orang tua Dion dan Dion sendiri yang menyambut mereka.
"selamat datang dirumah kami tuan dan nona Askara" sapa tuan Alex , papa Dion dengan begitu ramah.
"terimakasih paman, maaf kami baru bisa menjenguk sekarang" jawab Reyza sembari menjabat tangan tuan Alex dan bergantian dengan istri nya
"kamu cantik sekali nona, ayo masuk, Clarissa sudah menunggu didalam" ajak mama Dion
"iya bibi" ucap Naina malu malu
"wah, betapa beruntung nya kami didatangi langsung oleh tuan Reyza Askara Gemilang" goda Dion pada Reyza saat mereka berangkulan sesaat
"haha, kau memang harus bersyukur untuk itu" jawab Reyza
Mereka semua pun masuk kedalam dimana kamar Clarissa dan Dion berada.
Terlihat Clarissa sedang duduk dan memangku anak nya diatas tempat tidur mereka.
"Naina, kalian udah datang?" sapa Clarissa begitu senang melihat kehadiran Naina
"hai, maaf ya baru bisa datang sekarang" kata Naina sembari memeluk Clarissa sekejap dan mengusap wajah lembut bayi yang ada dalam pangkuan Clarissa
"gak apa apa kok, santai aja" jawab Clarissa
Reyza dan orang tua Dion terlihat berbincang sebentar. Dan setelah itu orang tua Dion pamit keluar untuk membiarkan mereka bercengkrama dengan bebas.
"wahh cantik banget anak kalian, gemes banget deh" kata Naina yang kini telah menimang anak Clarissa dalam pangkuan nya.
Dia begitu gemas melihat pipi gembul anak Clarissa dan Dion
"siapa dulu mama nya" balas Clarissa yang duduk disebelah Naina
"hei, jangan lupakan dari mana dia mendapatkan bibit" sahut Dion pula
__ADS_1
"dasar tidak mau kalah" ucap Reyza membuat mereka tergelak
"siapa nama nya?" tanya Reyza yang duduk disebelah Naina disofa, disebelah nya ada Dion
"Diandra Anara Gladion" jawab Dion lugas, membuat Reyza langsung mengangguk
"nama yang cantik, secantik orang nya" ucap Naina
"udah lama banget ya, kita gak ngumpul, terakhir waktu kalian pulang dari Lombok itu kan ya" kata Clarissa yang langsung membuat Naina mengangguk
"iya, mereka ini pada sibuk banget" jawab Naina menunjuk Reyza dan Dion dengan dagu nya
"maaf sayang" kata Reyza sembari mengusap pucuk kepala Naina
"iya, tuntutan kerjaan bener bener gak bisa diganggu. Jadi bos ternyata gak enak ya za. pulang aja terkadang sampai larut malam, kerjaan itu kayak gak ada habis habis nya" keluh Dion
"ya mau gimana lagi. Nasib jadi anak Sultan ya begini. Mau libur sehari dua hari bareng istri aja susah" balas Reyza pula
"rasa nya jadi rindu jaman kita kuliah dulu" ungkap Clarissa
"rindu banget" timpal Naina
"iya, dulu kita masih bisa seneng seneng kesana kemari tanpa mikirin apapun, sekarang tanggung jawab serasa penuh dan gak bisa dielakin" jawab Dion
"iya, jaman masih jadi rakyat jelata dulu, haha" ucap Reyza tertawa lucu jika mengingat masa itu
"aku juga gak tahu awal nya kak, kalau bukan karena kak Reyza kecelakaan , aku juga gak bakalan tahu" ucap Naina
"ya, dan kak Reyza bener bener pintar nutupin dari kita semua. Tapi kenapa kita gak ada yang curiga ya" gumam Clarissa membuat Reyza kembali tergelak
"sebenar nya sih curiga, tapi ya gak sampai kepikiran kalau dia anak tuan Suryo. Kamu inget gak yang, waktu Reyza ngasih barang barang buat Naina dulu, barang barang mewah semua kan, nah dari situ aku udah curiga, terus waktu kita masih kuliah bareng, dia pakai handphone yang lebih mahal dari pada motor nya" ungkap Dion membuat mereka semua terbahak
"iya, itu aku lupa nyembunyiin nya" jawab Reyza terkekeh
"aku kira kamu maling Za" ucap Dion
"mana ada maling seganteng aku" jawab Reyza
"iya kan yang, gila sih memang kalau inget itu. Apalagi sewaktu pihak Gemilang grup mengumumkan penerus mereka, aku bener bener terkejut banget, sumpah deh" kata Clarissa
"apalagi aku, berasa seperti mau terjun kedalam samudra aja tuh. Temen makan tidur selama ini ternyata anak Sultan yang selalu kita bicarakan sewaktu kuliah dulu" gumam Dion tak habis fikir
"ya, dulu kalian sering banget nyeritain tentang keluarga tuan Suryo, dan lucu nya yang diceritain malah didepan mata sendiri. Kesel gak sih" timpal Naina pula membuat Reyza langsung terkekeh dan mengusap lengan nya
"ya, aku ingat, nih anak sering banget godain aku, padahal dia sendiri yang bilang bakal jadi kacung kalau aku bisa melebihi dia" kata Reyza dan kali ini Dion dan Clarissa yang tertawa
"haha, kalau aku jadi kacung mu, perusahaan bokap jadi apa Za?" ucap Dion terbahak
__ADS_1
"lagian aku juga kesel kalau inget perjodohan antara kamu dan Clarissa dulu. Bisa bisa nya pura pura gak tahu" gerutu Dion membuat Reyza tertawa dan Clarissa memandang Naina yang menggeleng lucu
"ya aku juga tidak tahu itu, maka nya sesudah kalian bilang aku langsung pulang" ucap Reyza
"pantesan aja kak Reyza juga galau amat muka nya ya" kata Clarissa
"iya, dan bodoh nya kita gak ada yang tahu" timpal Naina kesal, membuat mereka semua kembali tertawa hingga membuat anak Clarissa terjaga dari tidur nya
"uuuhh, cup cup, kamu bangun sayang, maaf ya, sampai lupa kalau kamu tidur" kata Naina sembari menyerahkan Diandra pada Clarissa
"ooouuh sayang sayang, iya ini mama" ucap Clarissa sembari menimang nimang anak nya
"kita ribut banget sih, jadi si Diandra bangun deh" kata Naina merasa bersalah.
"gak apa apa Nai, dia emang begitu. Lagian biar dia tahu juga kalau orang tua nya punya temen sultan" kelakar Dion
"haha, keterlaluan" tawa Reyza
"kalian kapan lagi, program deh, biar cepat nyusul, siapa tahu kita bisa jodohin anak kita nanti" goda Dion membuat Reyza tersenyum dan memandang Naina yang kini sudah berada ditempat tidur bersama Clarissa
"biar Tuhan yang mengatur Di, aku tidak berharap lebih saat ini. Melihat dia sehat dan terus bahagia sudah cukup untuk hidup ku" jawab Reyza membuat Dion tertegun sesaat namun langsung tersenyum dan mengangguk
Ya, dia tahu, betapa hancur nya Reyza pada masa itu. Masa yang membuat mereka seperti berada didalam jurang yang gelap dan pengap
"ya kau benar, aku selalu berdoa agar rumah tangga kalian bahagia selalu, dan dipenuhi kasih sayang satu sama lain" kata Dion membuat Reyza mengangguk
"terimakasih, semoga kalian juga saling berbahagia" jawab Reyza
Jadilah, satu hari itu mereka menghabiskan waktu bersama dirumah Dion. Sudah lama sekali mereka tidak bercengkrama seperti saat ini.
Meski Reyza dan Dion sesekali berjumpa untuk membahas pekerjaan, namun sangat berbeda ketika berada disuasana yang seperti ini. Saat bekerja mereka tidak melibatkan ikatan persahabatan, mereka sama sama saling bersikap profesional mengingat mereka adalah pewaris dari perusahaan ternama dinegara ini.
"oh iya, Cla, kak Dion. Dua Minggu lagi Dateng ya, keacara Beti dan dokter Bayu, nanti undangan nya nyusul deh, ini aku sampaikan duluan" ucap Naina
"tentu kami pasti Dateng kok Nai, ya kan yang" kata Clarissa pada Dion yang langsung mengangguk
"pasti, wah, serius juga tu dokter rupa nya ya" ucap Dion
"dia bukan tipe orang yang suka bermain main. Kau tak lihat, hidup nya selalu datar saja, untung saja berjodoh dengan Beti" sahut Reyza membuat mereka yang mendengar langsung tertawa
"mereka saling melengkapi" timpal Naina
"ya, Tuhan kan adil" jawab Dion
"pokok nya kalian harus datang, kita berkumpul lagi disana" kata Naina lagi.
"siap Bu bos" goda Clarissa
__ADS_1