
Siang ini Reyza sudah berada dirumah Naina. Pagi pagi sekali dia sudah berangkat dari rumah mewah nya.
Namun sayang ketika tiba dirumah milik Naina Reyza tak mendapati pemilik nya dirumah itu.
Diapun mencoba menghubungi Naina, beberapa saat barulah Naina mengangkat nya.
Naina: Halo kak
Reyza: Kamu dimana, aku didepan rumah kamu
Naina: Nai udah dihotel pangeran kak, jadwal nya dimajukan beberapa jam
Reyza: Kenapa gak ada kabar dari semalam
Naina: Hp Nai lowbert kak. Maaf ya
Reyza: Hmm
Reyza pun langsung mematikan panggilan nya. Entah kenapa dia merasa sangat terganggu emosi nya jika mengingat foto Naina bersama Niko semalam, padahal selama ini dia sudah sering melihat Naina berfoto bersama para fans lelaki nya, namun kepada Niko ada hal yang beda yang dirasakan nya.
Beberapa saat dia masih duduk diteras rumah Naina, sembari menetralkan dan meredakan emosi nya.
Sabar, mungkin hanya salah paham. Batin Reyza menenangkan hati nya
Sementara ditempat Naina, ia sedang dirias oleh makeup artis nya.
"kamu lesu banget Nai, badan kamu juga agak hangat, kamu gak enak badan" tanya Dian sembari memegang dahi Naina yang menghangat.
"iya ni mas, pulang dinner malam tadi udah kerasa gak enak, padahal udah minum obat" jawab Naina agak lemas
"kalau gak bisa manggung jangan dipaksain deh, kamu kelelahan kayak nya" kata Dian lagi
"gak papa, aku masih kuat kok" jawab Naina
"dia ini memang bandel kali bang, udah kusuruh istirahat aja gak mau dia, heran kali aku" kata Beti mengomel sembari mengecek ponsel nya
"sayang mak bet, mumpung aku masih bisa kok, lagian kan gak lama aku manggung disini, palingan cuma dua lagu" jawab Naina pula
"astaga Nai, kau lihat ini, aiishh mati lah kau Nai" teriak Beti histeris membuat Naina dan Dian terkejut, beti pun memberi kan ponsel nya pada Naina, Naina yang melihat itu langsung melebarkan mata nya
"astaga, kenapa ada berita begini" kata Naina frustasi
"kamu itu seorang artis Nai, jadi apapun yang kamu lakukan dunia pasti tau, dan masalah nya mereka tau yang negatif nya aja" kata Dian menerangkan
"habis lah kau, pasti abang ganteng mu itu marah Nai" kata Beti menatap gelisah Naina
"pantesan aja tadi dia dingin banget waktu nelpon aku" lirih Naina yang juga gelisah
"emang nya kau ngapain sih Nai, kok bisa bisa nya bedua aja sama pak bos? " tanya Beti lagi dan Dian pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Beti
"aku cuma di anterin pulang sama pak bos karena mbak Nita udah pulang duluan sebab anak nya sakit, tapi siapa sih yang motoin kami, kok jadi deket banget gini, padahal dia cuma bukain pintu mobil doang, disana juga privat gak ada wartawan" ungkap Naina masih menatap lekat ponsel Beti yang dipegang nya
"itulah kalau jadi artis Nai, masalah kecil dibesar besarin " kata Dian lagi
"iya, udah cepat kau telpon abang ganteng, takut dia salah paham, " kata Beti pula
Naina pun mengangguk, dia mengambil ponsel nya untuk menghubungi Reyza, namun ada panggilan dari Clarissa
__ADS_1
Naina: Halo Cla
Cla: Berita itu gak bener kan Nai, lo gak beneran lagi deket sama ceo itu kan,
Naina: Ya enggak lah Cla, itu salah paham aja
Cla: Salah paham gimana, terus Reyza gimana, kak Dion aja udah kesel banget Nai liat berita itu, apalagi kak Reyza
Naina: Ck, iya iya, aku juga gak tau kenapa berita itu bisa ada. Aku cuma dianterin pulang aja sama dia.
Cla: Aduh Nai, lo itu harus hati hati, sebagai artis pendatang baru banyak yang gak suka sama lo
Naina: Iya, yauda ya, nanti aku jelasin lagi, aku mau nelpon kak Reza dulu
Naina pun mematikan sambungan telpon nya dan langsung menghubungi Reyza namun sayang nya tak diangkat angkat oleh Reyza.
"ish, gak diangkat, gimana dong" kata Naina gelisah
Beti dan Dian pun hanya saling pandang
"Nai, ayo giliran kamu" titah mbak Nita mengejutkan mereka bertiga
"udah nanti lagi dibahas, mbak yakin Reza pasti ngerti kalau itu cuma salah paham" kata mbak Nita lagi
Naina pun hanya mengangguk pasrah, sungguh hati nya tidak tenang sekarang.
Dia pun memulai pekerjaan nya untuk menyanyi diacara hotel itu.
Satu jam kemudian dia telah selesai dengan tugas nya.
"kau tak apa Nai, makin pucat wajah mu itu" ungkap Beti memegang lengan Naina
"gak papa, kita pulang aja yuk" ajak Naina yang sudah terlihat sangat lemas.
Akhirnya Beti dan Naina pun berkemas untuk pulang.
Namun ketika tiba dilobi hotel Naina bertemu dengan Niko dan juga asisten nya.
Terlihat asisten Niko memerintahkan orang untuk mengosongkan tempat itu.
"bisa bicara sebentar Nai" tanya Niko
"ada apa pak? " tanya Naina meringis menatap Niko
"aku tarok tas dulu Nai" kata Beti segera berlalu kemobil mereka.
Tinggalah Naina dan Niko berdua
"tentang berita itu, saya sudah mencari tau siapa dalang nya, dan saya minta maaf jika berita itu membuat mu tidak nyaman" ungkap Niko
"oh, tidak apa pak, bukan salah bapak juga" jawab Naina pelan
"kamu tidak apa apa Nai, wajahmu pucat sekali" tanya Niko khawatir melihat wajah pucat Naina
"tidak pak, saya hanya tidak enak badan saja" jawab Naina lemah memaksakan senyum nya
"yasudah, pulang lah istrahat" titah Niko namun masih menatap wajah Naina yang terlihat semakin pucat
__ADS_1
"iya pak" balas Naina, namun langkah nya yang lunglai dan kepala nya yang semakin berat membuat Naina hampir jatuh, dengan sigap Niko menahan tubuh Naina yang lemas
"em maaf pak" kata Naina tak enak sembari memegang lengan Niko dengan kuat karena rasa nya dia begitu tidak kuat untuk berjalan lagi
"ayo saya antar kemobil" ajak Niko yang masih memegang lengan Naina juga
Dan betapa terkejut nya mereka ketika membalikan badan melihat Reyza yang sudah berada dihadapan mereka menatap Naina dan Niko dengan tatapan yang sulit diartikan, rahang nya mengeras dan wajah nya merah menahan emosi.
Reyza hanya menggeleng gelengkan kepala nya lalu berbalik hendak meninggalkan mereka
"kak Reza tunggu" teriak Naina mencoba mengejar Reyza
"Reza kamu salah paham" timpal Niko pula
"lakukan lah sesuka kalian, aku memang bukan apa apa" jawab Reyza yang membalikan tubuh nya menghadap Naina yang masih dipegang Niko
"kak, jangan begitu, dengarkan dulu penjelasan Nai, kakak salah paham" kata Naina takut takut
"salah paham apa Naina, didepan mataku sendiri dia memelukmu, apa itu yang dikatakan salah paham" jawab Reyza meninggikan suara nya
"Naina mau terjatuh dan saya hanya berusaha menolong nya, kamu salah paham" kata Niko lagi
"kakak mengertilah, ini tidak seperti yang kakak bayangkan" ungkap Naina yang sudah menangis
"terserah, aku sungguh kecewa padamu Nai" ungkap Reyza mengepalkan tangan nya menahan emosi.
Diapun melangkah kan kaki nya meninggalkan tempat itu, namun teriakan Niko menghentikan langkah nya
"Reza, Naina!! " seru Niko yang sudah terduduk memangku kepala Naina yang tergelatak pingsan.
Reyza pun membalikan badan dan dia langsung terkejut dan panik melihat Naina, dia segera menghampiri gadis itu
"Nai, bangun, kamu kenapa" kata Reyza panik sembari mengambil alih tubuh Naina dari Niko
"ayo bawa kerumah sakit" ucap Niko menyadarkan kepanikan Reyza
Reyza pun segera mengangkat tubuh Naina yang sudah memucat lemas dan membawa nya kemobil Niko yang memang berada didepan lobi hotel itu.
Niko segera membukakan pintu mobil nya agar Reyza segera masuk kedalam.
Niko duduk didepan bersama asisten nya yang mengemudikan mobil nya.
Mobil melaju pesat membelah jalanan ibukota dengan raut wajah panik dari mereka semua.
Niko melirik Reyza dari kaca depan mobil nya, terlihat jelas raut wajah khawatir Reyza yang mencoba membangunkan Naina.
"Nai, bangun Nai, maafkan aku, aku janji tidak akan marah lagi, bangun sayang" kata Reyza menepuk nepuk pelan pipi pucat Naina.
Niko pun hanya bisa terdiam, dia juga merasa khawatir akan keadaan Naina. Dan juga merasa bersalah karena sudah menyebabkan Reyza salah paham pada nya dan juga Naina.
Mereka membawa Naina kerumah sakit terdekat dengan hotel itu meninggalkan Beti yang terlihat cemas.
"astaga apa yang terjadi ya sampek sampek si Naina bisa pingsan gitu, apa abang ganteng ngamuk, atau cemana ya" racau Beti sembari mengemudikan mobil Naina mengikuti mobil Niko yang membawa gadis itu kerumah sakit.
...
next
__ADS_1