
"kakak, ini kenapa wajah kakak begini, kakak tawuran? " tanya Naina yang kini tengah duduk bersandar pada dada bidang Reyza, dia menatap wajah Reyza yang penuh lebam, sebenar nya dari tadi dia ingin bertanya, tapi karena dia masih terbawa dengan perasaan nya sehingga dia melupakan pertanyaan tentang wajah Reyza.
"ck, bukan lah, masak iya kakak tawuran. Kamu ini ada ada aja" jawab Reyza menarik hidung mancung Naina
"jadi kenapa? " tanya Naina curiga
"ini gara gara asisten kurang ajar itu. Kalau bukan karena ingin bertemu dengan mu, kakak tak akan merelakan wajah tampan ini jadi sasaran dia" jawab Reyza sewot, sementara Naina sudah terkekeh geli, ya dia tahu jika Sean diangkat menjadi asisten Reyza dari Loli adik nya.
"hei, senang banget kamu liat wajah kakak begini, " ucap Reyza mengacak gemas rambut tipis Naina yang ditutupi kerudung biru
"maaf, habis nya mereka semua pada emosi, untung cuma Sean yang ngamuk, kalo sempet tiga wonder women itu yang ngamuk, bisa bisa tinggal tulang kakak" jelas Naina geli membuat Reyza seketika bergidik ngeri
"eh, tapi ngomong ngomong kenapa sigila itu ada disini? " tanya Reyza curiga
"perkenalkan saya adik ipar nya tuan Askara" kata Sean yang tiba tiba sudah berada dibelakang Reyza dan Naina bersama Beti dan Loli
"adik ipar? " tanya Reyza heran, dia pun menatap Naina
" kak Sean pacaran sama Loli adik Nai kak" jelas Naina.
Reyza pun kembali melihat kearah Loli yang tersenyum pada nya
"hai kak, Lolita" jawab Loli mengulurkan tangan nya namun ditepis oleh Sean.
"sudah gak usah pakek salam salaman" ketus Sean
"kenapa? " tanya Loli polos
"dasar pedofil" ejek Reyza
"enak saja mengatai aku begitu. Psikopat" ejek Sean balik
Membuat Reyza memelototkan mata nya geram
"kau tidak takut berpacaran dengan orang tua seperti nya Loli? " tanya Reyza menatap Loli
"hei, apa maksud mu" sewot Sean
"sebener nya takut kak, tapi udah terlanjur sayang, mau gimana lagi" jawab Loli yang membuat semua orang terkekeh geli
"hahah, miris sekali nasib mu" ejek Reyza lagi
"kau juga lebih miris, rasa nya belum puas aku menghajarmu" sahut Sean sinis
"aku tak akan tinggal diam sekarang, Naina ku sudah disini. " kata Reyza dengan senyum mengejek nya
"cih, seharus nya kau berterima kasih padaku" jawab Sean melengos
"sudah cukup lebih dari terimakasih, wajah ku sudah jadi korban nya" ketus Reyza
"itu belum seberapa" kata Sean lagi
"sekarang aku yang ingin memukul mu" ucap Reyza menatap Sean
"ayo, kau kira aku takut" tantang Sean
Reyza pun melepaskan tangan nya dari Naina, kini dia berdiri menatap datar Sean yang juga menatap datar kearah nya
"kak, apa apaan sih kalian" kata Naina heran melihat kedua pria itu yang seperti nya saling mempunyai dendam pribadi
"gak usah sok jago" kata Beti pula
__ADS_1
"tenang sayang, hanya memberi pelajaran pada asisten kurang ajar ini" jawab Reyza tenang sembari menggulung lengan kemeja nya
"biar saja kak Nai, kita lihat seberapa jantan mereka. " kata Loli santai namun mengedipkan mata nya pada Naina, dan Naina pun mengerti arti kedipan itu.
Beti dan Loli pun kini duduk disamping Naina memperhatikan kedua pemuda tampan itu tengah beradu mulut sambil beradu kekuatan.
Saling mencekik, menendang bahkan menjambak, sudah seperti perempuan berkelahi.
"astaga kenapa mereka berkelahi seperti anak kecil" kata Beti geleng geleng
"ada dendam pribadi antara kak Rey dan kak Sean. Haha" kata Loli terkekeh geli
"mungkin kak Reyza lupa bahwa sekarang dia adalah seorang pemimpin" kata Naina pula
Mereka masih asik memandangi kelakuan bos dan asisten nya itu. Sama sama gila
"menyerah tidak kau ha? " kata Reyza sembari memiting kepala Sean
"tidak akan, dasar bos gila" umpat Sean
"berani nya kau mengataiku gila. Kau rasakan ini" kata Reyza semakin memiting kepala Sean membuat dia meringis kesakitan
Bukan nya kasihan Lolita malah semakin terkekeh geli melihat kelakuan konyol dua pemuda itu.
Hingga tak lama kemudian...
"wooohh dasar bocah gemblung, edan, kurang kerjaan kalian. kalau mau berduel jangan disini. Ha, rasa kan ini rasakan" seru eyang putri tiba tiba sembari memukul mereka berdua dengan gagang sapu yang dibawa nya. Membuat Reyza dan Sean saling berteriak minta ampun dan saling berlindung dibelakang tubuh masing masing
"auh ampun eyang, ampun" teriak Sean menutupi kepala nha
"ampun nek, ampun" ucap Reyza pula yang semakin mendapatkan pukulan dari eyang putri
"aku bukan nenek mu semprul. Enak saja kau memanggilku nenek. " sewot eyang putri sembari terus memukul Reyza yang terus menghindar, sementara Sean mengusap dada nya terlepas dari amukan eyang putri.
"iya iya, ampun mbah ampun" teriak Reyza lagi yang membuat eyang putri semakin kesal dan empat orang yang lain semakin terbahak mendengar Reyza memanggil eyang putri mbah.
"mbah mu gundul, memang bocah nakal. Panggil aku eyang putri, " seru eyang menatap Reyza tajam
"ooh iya eyang putri. Maaf ya maaf. " jawab Reyza mengatupkan kedua tangan nya didada namun mata nya menatap tajam Sean yang mentertawakan nya
Eyang putri malah menarik telinga Reyza yang membuat Reyza meringis kesakitan.
Astaga manusia macam apa ini. Batin Reyza ngerih
"jangan mengumpatku" ketus eyang putri
Apa dia cenayang. Batin Reyza lagi
"jangan mengejekku bocah" teriak eyang putri semakin menarik kuat
"auh ampun eyang ampun" teriak Reyza
"Nai, tolong!! " ucap Reyza memelas menatap Naina
"eyang sudah lah, kasian kak Reyza" kata Naina
"biar saja bocah bandel ini perlu dikasi pelajaran. Kau sini kau" panggil eyang putri pada Sean yang langsung menciut
Aku lagi. Batin Sean bergidik ngeri
Eyang putri pun menarik telinga Sean dengan sebelah tangan nya yang lain. Dia menarik kedua pemuda gagah yang tak berkutik itu pergi kekandang sapi milik nya sambil tetap menarik telinga mereka
__ADS_1
"hahahha, lihat lah mereka lucu sekali" ucap Loli tertawa geli sembari memegangi perut nya yang sakit
"hahaha, jatuh pamor tuan muda askara Nai. Entah apa yang akan dilakukan tuan Suryo jika melihat anak nya seperti itu" kata Beti pula yang sudah terbahak bahak dari tadi sampai menitikan air mata
"hah, aku rasa tuan Suryo dan eyang putri sama sama menyeramkan" jawab Naina geleng geleng kepala. Padahal dia masih ingin berada didekat Reyza saat ini
Semetara Reyza dan Sean kini tengah diperintahkan oleh eyang untuk membersihkan kandang sapi milik eyang putri.
"jangan coba coba kabur kalau tugas kalian belum selesai. Kalian ingat itu" ancam eyang putri
"iya eyang" jawab kedua nya pasrah
Eyang putri pun pergi meninggalkan kedua pemuda yang tengah meratapi nasib sial mereka
Huek huek
Reyza langsung memuntahkan seluruh isi perut nya yang hanya air saja, karena mencium bau busuk kotoran sapi yang sangat menyengat. Sementara Sean tertawa geli melihat Reyza
"ini gara gara kau sialan" umpat Reyza yang duduk bersender ditiang sembari memegang kepala nya yang pusing
"kenapa gara gara aku, kau yang duluan" sewot Sean sembari menyapu kotoran sapi itu
"astaga, apa apaan ini, masak iya seorang tuan muda askara begini" kata Reyza mencoba berdiri dan mulai menyapu kotoran itu dan satu tangan nya lagi menutup hidung nya
"hahaha, nikmati saja peran mu tuan. Kau sudah biasa jadi rakyat jelata dulu kan" ejek Sean dan dia tertawa lagi melihat Reyza yang terus saja muntah muntah hingga wajah nya sangat pucat dan memerah
Huek huek
Asataga, aku bisa mati perlahan ini. Batin reyza
"Sean aku benar benar tidak kuat" ucap Reyza lemas , keringat dingin sudah membasahi wajah dan tubuh nya, dia pun terduduk lagi ditiang dengan wajah pucat dan sedikit memerah sembari menutup hidung nya dengan lengan nya
"lah, lantas kau suruh aku yang mengerjakan sendiri, enak saja" kata Sean tak terima
Reyza pun bangkit dan muntah muntah lagi.
"dengan darah kau kuat, dengan kotoran seperti ini saja kau tak kuat" ejek Sean lagi
Reyza tak lagi menghiraukan perkataan Sean. Dia masih merasa sangat mual dan pusing yang teramat sangat. Mengingat dari semalam tidak ada makan dan tidur sama sekali.
Reyza terduduk dengan memeluk lutut menutupi hidung nya sedangkan tubuh nya tetap bersender ditiang itu.
Sean hanya meracau tak jelas menatap kesal Reyza yang sama sekali tak membantu nya.
Namun dia heran melihat Reyza tak bergerak gerak lagi sudah hampir sepuluh menit, jelas saja itu membuat Sean sedikit panik
Sean berjalan mendekati nya dan menepuk pundak Reyza
"hei, tuan. Anda tidak apa apa? " tanya Sean mulai cemas, namun Reyza juga tak bergeming
Sean menyentuh perlahan pundak Reyza kembali
Dan bukk
Tubuh Reyza tersungkur lemas, wajah nya yang sudah seputih kapas membuat Sean menjadi sangat panik
"astaga tuan, hei, bangun tuan" panggil Sean panik menepuk nepuk pipi Reyza yang sama sekali tak bergerak
Sean segera meminta bantuan pekerja disana untuk mengangkat tubuh Reyza kedalam rumah, dia begitu panik melihat tuan muda Askara itu dengan wajah pucat nya bahkan keringat dingin sudah membasahi seluruh tubuh nya
...
__ADS_1
next