
Malam ini Naina dan juga Reyza sudah berada dicafe tempat mereka bekerja. Reyza sudah tidak memperbolehkan Naina untuk membawa motor sendiri saat bekerja. Jadilah mereka pergi dan pulang bersama.
Teman teman Naina dan juga Reyza juga sudah mengira bahwa mereka mempunyai hubungan yang spesial. Terlihat dari sering nya mereka bersama dan juga sifat Reyza dan juga Naina yang saling perhatian dan saling perduli.
Naina sudah menyanyikan beberapa lagu pilihan nya maupun requesan para pengunjung. Terlihat dia sedang duduk mengistirahatkan tubuh nya dan juga suara nya.
Melihat itu Reyza pun menghampiri nya karena cafe yang sudah mulai sepi.
Dia datang dengan segelas minuman hangat ditangan nya
"nih minum dulu, biar capek nya bekurang" kata Reyza menyerahkan gelas ditangan nya pada Naina
Naina pun dengan senang hati mengambil pemberian Reyza
"minuman apa ini kak? " tanya Naina memperhatikan air yang sedikit keruh yang ada didalam gelas yang dipegang nya
"wedang jahe, cocok untuk kamu. Dihabisin ya" titah Reyza
Naina pun langsung meminum nya, hingga tubuh nya terasa hangat
"makasi, baik banget abang ganteng ini" ucap Naina mengedipkan mata nya
"ya tapi ini gak gratis ya" kata Reyza pula
"looh kok gitu, masak Nai harus bayar , kan belum gajian" kata Naina terkekeh dan Reyza pun langsung tertawa gemas
"gak usah pakai uang deh, yang lain aja" kata Reyza pula
"pakai apa" tanya Naina
"pakai suara kamu aja. Nyanyiin satu buah lagu untuk kakak" jawab Reyza yang membuat Naina langsung tersenyum dan mengangguk
"boleh, nanti lagu terakhir Naina itu spesial buat kakak" ucap Naina
"oke, kakak tunggu. Kalo bagus kakak bakalan ajak kamu jalan besok" kata Reyza yang membuat Naina kegirangan.
"oke, Nai tagih janji kakak" balas Naina membuat Reyza kembali tertawa gemas sembari mengusal usal kepala Naina
"kamu nih, giliran diajak jalan semangat banget" kata Reyza
"ya kapan lagi diajak jalan jalan gratis muter muter kota" jawab Naina terbahak
"iya deh, apa yang enggak buat kamu" kata Reyza lagi
..
Setelah membawakan beberapa lagu, kini tiba saat nya dia menyanyikan lagu penutup. Tampak hanya tinggal beberapa meja saja yang masih diisi oleh pengunjung.
Reyza juga sedang duduk bersama Putra disudut cafe.
Dia menatap gadis cantik yang sudah duduk manis dengan gitar nya diatas panggung mini cafe itu.
Naina pun memandang Reyza dengan senyum manis nya.
Setelah bercakap cakap sedikit untuk menutup malam itu Naina pun mulai memetik gitar dengan jemari nya.
Reyza terpaku mendengar Naina menyanyikan lagu itu yang kata nya adalah lagu untuk nya karena ini adalah lagu terakhir Naina.
Menatap indah nya senyuman diwajahmu
Membuatku terdiam dan terpaku
__ADS_1
Mengerti akan hadir nya cinta terindah
Saat kau peluk mesra tubuh ku
Ooo...
Banyak kata
Yang tak mampu ku ungkapkan
Kepada dirimu
Aku ingin engkau selalu
Hadir dan temani aku
Disetiap langkah yang meyakini ku
Kau tercipta untukku
Meski waktu akan mampu
Memanggil seluruh ragaku
Ku ingin kau tau
Ku selalu milikmu
Yang mencintaimu
Sepanjang hidupku
Dan sungguh ku kan disisimu hingga ku mati.....
lihatlah kak, gadis kita manis sekali. Batin Reyza menatap kagum gadis kesayangan kakak nya itu.
Diapun tersenyum hangat memandang Naina yang juga tengah memandang nya.
"ck, yang lagi kasmaran lupa kalo ada penduduk lain dibumi" sindir Putra yang duduk disebelah Reyza, hingga membuat Reyza langsung menoleh kearah nya
"haha, bukan lupa cuma tak nampak Put" jawab Reyza pula sambil terkekeh pelan
"dih, dikira kami ini makhluk tak kasat mata apa ya" sewot Putra
"sebangsa nya lah" kekeh Reyza
"yalah, ngalah deh aku sama yang lagi bucin " ejek Putra
"sirik aja lu" kata Reyza tertawa, mereka pun kembali mengerjakan tugas mereka. Mengemas isi cafe sebelum ditutup.
Dengan godaan godaan Putra dan juga Beti tentu nya
"hai Nai, pulang sama siapa kau? " tanya Beti pada Naina yang sudah duduk rapi menunggu Reyza
"biasalah mak bet" kata Naina tersenyum usil dan mengarahkan pandangan nya ada Reyza yang tak jauh dari mereka.
"alah mak oy, iya ya, lupa aku kalau ada abang ganteng" ucap Beti yang ikut melirik Reyza yang sedang memakai jaket nya
"udahlah mak bet, yuk kita pulang, jangan ganggu dua manusia ini, apa gak kau lihat mereka udah pandang pandangan dari tadi, silau aku liat nya" kata Putra mengejek
"iya yakan Put, palak kali aku nengok orang ini, mesra mesraan kok didepan aku, apa gak tahu orang ini ya kalau aku jomblo dari lahir, masih suci mata ku ini" kata Beti yang membuat Naina dan Reyza langsung tertawa
__ADS_1
"sirik aja kalian ini. Yuk sayang kita pulang" ajak Reyza menarik mesra tangan Naina dan dengan sengaja membuat Putra dan Beti semakin sewot
"ish dah lah Put, pengen kali aku nyebur kesamudra yang paling dalam dari pada nengok orang ini, iya tu" teriak Beti
"hahah, nyebur lah sana mak bet, bawa Putra sekalian" teriak Reyza pula.
"woah kurang asem kau ya bang" ucap Putra yang membuat Reyza dan Naina melarikan diri sembari tertawa lucu.
Mereka pun pulang dengan penuh canda tawa bahagia, seperti lupa bahwa mereka pernah sama sama terluka.
"Nai, laper nih. makan apa ya yang enak" tanya Reyza tiba tiba membuat Naina mengernyitkan dahi nya
"kakak belum makan tadi?" tanya Naina pula
"belum" jawab Reyza singkat
Naina mengarahkan pandangan nya disepanjang jalan, hingga dia mendapati penjual nasi goreng yang masih mangkal dipinggir jalan.
"kak, itu ada nasi goreng, makan disitu aja yuk" kata Naina sembari menunjuk sebuah gerobak dipinggir jalan.
Reyza langsung mengernyitkan dahi nya menatap aneh tempat itu
"apa enak?" tanya nya ragu
"enak kok. Nai udah pernah makan disitu. Udah beberapa kali, udah enak, murah lagi" jawab Naina
'bukan masalah murah nya Nai, masalah kebersihan nya ini. Perut lapar, tapi harus kah makan dipinggir jalan begini' batin Reyza ngerih
"kok malah bengong, kata nya laper" kata Naina lagi membuat Reyza terkesiap kaget. Dan mau tidak mau akhir nya dia memarkirkan motor nya didepan penjual nasi goreng itu.
"bang, nasi goreng nya dua ya, jangan pedes, sedang aja" pinta Naina pada abang penjual nasi goreng itu
"oh siap neng" jawab si Abang
Reyza memperhatikan sekeliling nya, lumayan bersih, tapi tetap saja makan dipinggir jalan baru ini dirasakan nya.
Tempat makan yang hanya diatapi oleh terpal bewarna biru dan kursi seada nya.
'gini amat rasa nya jadi rakyat jelata' batin Reyza pedih
"kamu sama siapa makan ditempat ini biasa nya?" tanya Reyza pada Naina yang sedang menatap hilir mudik kendaraan yang mulai sepi
"sama Beti kak" jawab Naina dan Reyza pun hanya mengangguk
Dan beberapa menit kemudian pesanan Naina pun datang
"kamu belum makan juga Nai" tanya Reyza melihat Naina yang langsung menyantap nasi goreng itu
"udah sih, tapi laper lagi" jawab Naina membuat Reyza mendengus senyum
Melihat Naina yang makan dengan lahap, Reyza pun mulai memakan makanan nya.
'lumayan juga' batin nya
Dan akhir nya karena lapar dan enak dia menghabiskan dua porsi nasi goreng malam itu .
'entah bagaimana reaksi mama dan papa jika tahu anak nya makan dipinggir jalan' ucap Reyza dalam hati
..
next
__ADS_1