Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Kenangan Naina


__ADS_3

Siang ini Reyza dan juga Dion sudah pulang kuliah. Mereka berencana untuk menjenguk Naina dirumah sakit.


"lo perhatian juga ya sama Naina, curiga gue" kata Dion yang membuat Reyza melengos


" gue cuma kasian aja sama dia. Dia juga anak rantau jauh dari orang tua, sama kayak gue" sahut Reyza yang enggan menatap Dion disebelah nya


"oh benarkah? " goda Dion lagi


"hmm"


Beberapa menit kemudian mereka tiba dirumah sakit.


Dengan tangan yang membawa bungkusan buah buahan Dion dan juga Reyza masuk keruangan dimana Naina berada.


Terlihat Naina sudah lebih baik dari pagi tadi. Dia sedang duduk diatas tempat tidur nya sembari bercerita dengan Clarissa.


"hai Nai, gimana keadaan kamu? " tanya Dion sambil meletakan buah tangan nya diatas nakas disamping Clarissa


"udah baikan kak" jawab Naina


"oh syukurlah, tu si Reyza khawatir banget sama kamu" goda Dion


"apaan sih" sewot Reyza yang membuat Dion dan juga Clarissa saling pandang dan terkekeh geli


"makasi ya kak, udah nolongin aku dua kali" ucap Naina menatap nanar Reyza


"he'em" gumam Reyza.


Mereka pun bercerita sepanjang siang itu dengan sesekali menggoda Naina dan juga Reyza.


Dion dan juga Clarissa telah sepakat akan menyatukan dua hati yang sedang patah itu.


..


Beberapa hari telah berlalu. Naina dan Reyza sudah bekerja dan kuliah seperti biasa lagi.


Malam ini Naina dan juga Reyza tengah sibuk karena pengunjung cafe yang lumayan banyak karena malam ini adalah malam minggu.


Nampak Naina sedang menyanyikan sebuah lagu cinta yang membuat semua pengunjung menikmati waktu mereka dengan nyaman dan larut dalam suasana malam minggu mereka.


Lagu my heart will go on yang dibawakan Naina juga membuat Reyza nampak nya sesekali melirik gadis itu.


indah Batin Reyza.


"hai abang ganteng, aku tengok dari tadi abang asik ngelirik si Naina aja, naksir abang sama dia ya, ?" kata Beti mengejutkan Reyza yang tengah melamun


"tau nih bang, kejer terus kalo suka bang, mbak Naina jomblo tu" timpal Putra yang ikutan nimbrung


"hiss, kalian ini ngejutin aja. Aku cuma kagum sama suara nya, bagus" dalih Reyza


"alah alah, ngaku aja la kau bang, si Naina itu memang cantik kok, tapi ya gitu, cuek dia kalo sama laki, tapi sama abang ku tengok beda dia" kata Beti lagi


"beda gimana? " tanya Reyza bingung


"beda, mau deket dan ngomong banyak dia kalo sama abang, kalo sama yang lain, beh jangan kan ngomong, nengok aja pun payah kali dia" jawab Beti terkekeh sambil sesekali melirik kesana kemari


"hahaha, iya tu bang, kayak mawar yang berduri si mbak Naina itu, cantik tapi nyakiti kalo gak kenal" timpal Putra


"hhaaha, kalian ini ada ada aja " ucap Reyza yang ikut ikutan terkekeh


"kalian ini mau kerja atau mau gosip ha? " tanya Danil tiba tiba yang sontak saja membuat mereka bertiga gelagapan


"eh, ada bapak ganteng, hehe, maaf pa maaf" kata Beti membungkuk bungkukan badan nya


"sudah sana kerja, lihat pengunjung ramai " kata Danil lagi


"siap pak" jawab mereka bertiga serempak.

__ADS_1


Mereka kembali bekerja setelah sebelum nya saling pandang dan terkekeh geli.


Hingga saat jam sudah menunjukan pukul 23.30 baru lah cafe mulai sepi dan tutup.


Terlihat Naina sudah bersiap siap untuk pulang namun ia kelihatan tampak bingung.


Melihat itu Danil segera menghampiri nya.


"kamu kenapa Nai? " tanya Danil


"eh. Em pak Danil. Gak papa kok pak" jawab Naina gugup


"kamu gak bawa motor? " tanya Danil lagi


"enggak pa, hehe. Motor saya mogok lagi" jawab Naina sembari melirik kearah Reyza yang sedang memperhatikan nya dari jauh


"ya sudah mari saya antar, sudah malam sekali " ucap Danil menatap Naina


"eh gak usah pak, rumah kita kan beda arah, jauh banget bapak kalau ngantar saya dulu" jelas Naina tidak enak


"kamu mau kejadian kemarin terulang lagi, udah tengah malam ini lo" kata Danil yang membuat Naina semakin bingung


"Naina biar sama saya saja mas, rumah kami dekat kok" kata Reyza tiba tiba. Danil dan Naina pun menatap nya heran


"ayo Nai, udah malam banget ni" kata Reyza pula


Naina pun menatap Danil yang masih terdiam


"yasudah kalau kamu mau pulang bareng Reza, yang penting kalian hati hati" kata Danil yang menatap Naina


"iya mas, kami permisi. Ayo Nai" ajak Reyza menarik tangan gadis itu.


Naina pun hanya mengangguk dan menurut. Tidak ada pilihan lain fikir nya.


Diperjalanan pulang mereka sama sama terdiam dengan fikiran masing masing.


Suasana kota malam minggu itu nampak masih terlihat ramai. Banyak pemuda maupun pemudi hilir mudik dengan pasangan mereka masing masing.


Ada rasa sesak dan rindu dalam hati mereka, seolah semesta belum merestui mereka untuk bahagia.


"bolehkah aku iri melihat kebahagiaan mereka" batin Reyza


"rindu ini sungguh menyiksaku kak" batin Naina


Hingga lamunan mereka terhenti saat motor yang dikendarai Reyza tiba didepan rumah kontrakan Naina.


"hei, sampai kapan kamu akan diam saja Nai? " tanya Reyza sambil menepuk pelan paha Naina yang sontak saja mengejutkan nya yang sedari tadi masih diam melamun


"eh, maaf kak, hehe, " ucap Naina nyengir sembari melepaskan helm nya


"kamu melamunin apa sih, dari dijalan tadi diem aja? " tanya Reyza heran


"gak ada kok, yauda aku masuk ya. Makasi banyak kak udah mau nganterin aku" kata Naina menatap wajah tampan Reyza


"iya, yasudah aku pulang, besok pagi biar aku jemput, motor kamu masih mogok kan? " tanya Reyza lagi


"gak usah kak, aku naik ojek aja, kakak hati hati ya" kata Naina yang langsung membalikan badan nya masuk kedalam


Reyza pun hanya diam tanpa kata, dia segera melajukan motor nya kembali kerumah kost nya.


"gadis aneh, nyebelin banget. Ditawarin malah gak mau" batin Reyza.


Sementara Naina sudah membaringkan tubuh nya yang terasa sangat lelah diatas ranjang nya. Setelah cuci kaki dan membasuh muka, tanpa embel embel mandi diapun langsung tekapar diranjang nya.


Menatap nanar langit langit kamar nya, dan kembali lagi saat sendiri rasa rindu itu mulai menyerang.


"entah kenapa dia selalu mengingatkan ku padamu kak, senyum nya sangat indah tapi begitu menyakitkan. Apalagi dia yang begitu dingin dan menyebalkan." gumam Naina sedih

__ADS_1


Terbayang setahun yang lalu saat Naina masih bersama dengan dia yang selalu dirindukan nya


Flash back on


Malam itu langit terlihat sangat indah, bintang bertaburan seakan menambah suasana romantis bagi dua insan yang sedang kasmaran.


"Na" panggil Abi lembut seraya mengusap ujung kepala Naina


"hmm" jawab Naina yang tengah bersandar didada Abimanyu, pria yang telah memiliki keseluruhan hati nya.


"apa yang akan kamu ingat dari kakak jika kita berjauhan nanti? " tanya Abi yang memandang kearah langit


"senyum kakak" jawab Naina yang langsung memandang wajah tampan Abi yang sedang tersenyum


"kenapa dengan senyum kakak? " tanya Abi yang juga menatap lekat wajah Naina


"senyum kakak sangat indah, melebihi bintang yang ada diatas sana, senyum ini yang membuat jantung Nana selalu bergetar, senyum ini juga yang membuat wajah kakak semakin tampan dan mempesona" jawab Naina sembari membelai lembut wajah tampan Abimanyu


Abimanyu hanya tersenyum manis mendapat dan mendengar penuturan Naina. Dia pun membelai sayang kepala gadis itu, mengecup penuh cinta gadis yang selama beberapa bulan ini mengisi hati nya, dan gadis yang baru hari ini sah menjadi kekasih nya.


" tapi jika suatu saat kamu merindukan nya, kakak yakin tuhan pasti akan memberikan senyum seperti ini lagi Na" ucap Abi yang membuat Naina mendongakan kepala nya menatap heran kekasih nya itu


"Nana gak mau senyum yang lain, Nana cuma butuh senyum dari kakak, " kata Naina cemberut


"sayang, maukah kamu berjanji satu hal pada kakak? " tanya Abimanyu menatap lekat gadis kesayangan nya


"hmm, apa itu? " tanya Naina pula


"berjuanglah untuk hidup mu, bahagia lah dimana pun kamu berada walau tanpa kakak disisimu" ungkap Abimanyu yang membuat Naina mengerutkan dahi nya


"apakah kakak berniat untuk meninggalkan Nana?" tanya Naina sendu


"tidak sayang, tentu saja tidak. Tapi takdir Tuhan tidak pernah kita tahu bukan. Bisa saja kakak pergi duluan ataupun kamu," tutur Abi mengelus kepala Naina


"kalau begitu Nana minta sama Tuhan untuk ambil nyawa Nana sebelum Tuhan ambil nyawa kakak. " ucap Naina tegas


"kenapa begitu? " tanya Abi sambil tersenyum


"Nana gak tau kak, Nana sanggup atau enggak jika kita berpisah, bagaimana jika Nana rindu? " tanya Naina sendu


"jika kamu rindu, kamu lihat bintang diatas sana, yang paling indah sinar nya, itu adalah lambang cinta dan sayang kakak untuk kamu, dan kakak juga yakin tuhan pasti memberikan senyum seperti yang kamu rindukan nanti" ungkap Abimanyu lembut dan hangat


"kakak kenapa sih ngomong nya begitu, seperti orang mau pergi aja. Kakak gak berniat untuk ninggalin Nana kan? " tanya Naina yang merasa aneh dengan sikap kekasih nya


"tidak sayang, jangan cemberut gitu dong, kakak kan udah bilang, takdir Tuhan tidak ada yang tahu, dan kamu juga harus tahu satu hal, kamu adalah satu satu nya dan wanita pertama yang kakak cintai. Kakak cuma mau kamu bahagia, bagaimana pun kita nanti. Kamu mau berjanji itu kan? " tanya Abi lagi


"iya iya, Nana janji. Dan kakak juga harus bahagia" kata Naina lagi


"dengar, kakak akan selalu bahagia jika kamu bahagia, oke." ucap Abimanyu menatap lekat wajah cantik Naina yang sering dipanggil nya Nana itu


Naina pun mengangguk dan tersenyum


" aku mencintaimu Naina sheralia putri"


Cup


Bima mengecup bibir manis milik Naina


Flashback of


"aku juga mencintaimu Abimanyu, sampai saat ini" batin Naina.


Diapun kembali menangis sesunggukan dikamar nya.


Mengingat kekasih nya yang sudah pergi jauh, meninggalkan sejuta luka yang sampai saat ini belum ada penawar nya.


"Tuhan mengabulkan doamu kak, tapi tidak dengan doaku, " lirih Naina sedih

__ADS_1


..


jangan lupa tinggalin jejak guys. like n coment nya ya 😉


__ADS_2