Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Melepaskan


__ADS_3

Sesampai nya dirumah Naina langsung masuk kekamar nya. Bahkan dia tidak lagi menyapa Beti dan Lolita yang duduk disofa ruang tamu menatap nya dengan heran.


"ada apa dengan kak Nai?" tanya Loli menatap Beti yang menggelengkan kepala nya pelan. Dan mata mereka kini beralih pada Putra yang baru saja masuk kedalam rumah itu dan langsung duduk disebelah Beti


"kak Nai kenapa bang Put?" tanya Loli pada Putra


"gak tahu non, tapi tadi disepanjang jalan dia nangis terus, aku gak berani terlalu banyak bertanya. Tadi juga waktu mau pulang dia sempet pamitan sama pak bos, aku rasa ini masalah nya sama kerjaan" ungkap Putra menatap Loli yang langsung mengalihkan pandangan nya kelantai atas dimana kamar Naina berada.


"kita susul aja ayok" ajak Beti, dan Loli hanya mengangguk.


Didalam kamar, Naina langsung membaringkan tubuh nya yang sangat lelah. Mata nya sembab karena menangis sepanjang jalan, bahkan dia tidak memperdulikan Putra yang menatap nya khawatir.


'kak Reyza, Nai harus bagaimana sekarang' gumam Naina dengan mata yang kembali berkaca kaca


Terlihat Beti dan Lolita menghampiri nya. Mereka duduk disisi kanan dan kiri Naina yang terbaring dan memejamkan mata nya


"bagaimana tadi, lancar? " tanya Beti Naina


Naina pun hanya menganggukan kepala nya


"kak, apa gak sebaiknya kak Reyza diberi tahu tentang kondisi kakak? " tanya Loli hati hati


Naina pun membuang nafas nya yang terasa berat.


Dia menggelengkan kepala nya.


"jangan, sungguh aku tak pantas untuk nya. Bahkan aku tak tau aku masih bisa bertahan hidup atau tidak" lirih Naina


"jangan bicara seperti itu kak, kakak pasti sembuh. Kita kan belum mencoba semua pengobatan yang sudah dianjurkan oleh dokter. Kakak juga belum mencoba obat tradisional milik eyang putri " jelas Loli menatap sedih Naina yang terlihat putus asa


"hmmhh, Bet tolong ponsel ku" pinta Naina mengabaikan perkataan adik nya. Dia bangun dari tidur nya dan duduk disisi tempat tidur menunggu Beti yang mengeluarkan ponsel dari tas nya.


Naina menarik nafas nya dalam dalam. Mulai mengotak ngatik ponsel. Terlihat nama kesayanganku dilayar ponsel nya.


Tangan Naina terlihat begitu bergetar, bahkan mata nya sudah mulai membendung air yang siap jatuh kapan saja.


Bahkan Beti dan Loli saling pandang sedih melihat Naina, mereka tidak tahu apa yang ingin dikatakan oleh Naina pada Reyza, sebab mereka tahu sudah dua bulan ini dia mengabaikan Reyza dan hanya menjawab telpon nya sesekali saja, itupun tidak ada kata kata indah seperti biasa, karena Naina terlihat seperti menghindari kekasih nya itu.


Akhir nya setelah beberapa saat meyakinkan hati nya, Naina menghubungi Reyza, cukup lama dia menunggu barulah panggilan itu dijawab oleh Reyza


Reyza : halo


Naina : kakak apa kabar? (Naina menahan suara nya agar tetap normal meski sudah terdengar bergetar)


Reyza : baik sayang, kenapa hampir dua bulan tidak memberiku kabar. Kau begitu sibuk sampai lupa padaku?


Naina : kak, (naina menggigit bibir nya menahan isak tangis yang sudah membanjiri pipi nya, bahkan dada nya terasa begitu sesak). Jangan ganggu Nai lagi. Nai ingin kita mengakhiri hubungan ini


Reyza : hei, apa maksud mu (terkejut)


Naina : Nai tidak ingin menunggu kakak lagi. Nai gak sanggup. Maaf. Carilah pengganti Nai kak


Naina pun langsung mematikan panggilan nya. Tangan nya begitu bergetar menggenggam erat ponsel nya, sedang tangan sebelah kanan meremas baju didada nya karena merasakan sesak dan sakit yang begitu kuat, air mata sudah jatuh membanjiri wajah pucat nya.


hiks hiks


'maaf kak, maaf' gumam Naina terisak pedih, bahkan Beti dan Loli pun sudah menumpahkan air mata mereka


Naina mengusap wajah nya dengan kasar. Di lemparkan ponsel nya kedinding kamar nya hingga hancur berkeping keping seperti hati nya yang sudah tidak berbentuk lagi, demi apapun, saat ini dia benar benar ingin mengakhiri hidup nya, karena rasa nya tidak ada arti nya lagi dia hidup.


Reyza yang menjadi kekuatan hati nya kini sudah dia lepaskan, bukan karena tak sayang, tapi karena keadaan nya yang membuat nya tidak ingin egois.

__ADS_1


Naina menangis meraung raung hingga suara nya menggema memenuhi seluruh ruangan kamar itu.


" aaaaaa, hhaaaaa!!!" teriak Naina menangis pilu, dia menarik rambut nya dengan kuat melampiaskan semua sakit yang dirasakan nya saat ini, bukan karena sakit ditubuh nya, tapi karena sakit dihati nya yang dengan terpaksa melepas belahan jiwa nya, dan dia juga tahu jika Reyza pasti begitu kecewa pada nya saat ini


"hiks hiks, maaf kak maaaf" Isak Naina tersedu sedu


Beti dan loli juga ikut menangis melihat Naina yang sedang hancur sehancur nya. Bahkan ini lebih parah saat ini dia mengetahui tentang penyakit nya waktu lalu. Dan mereka tidak menyangka jika Naina akan memutuskan hubungan nya dengan Reyza begitu saja.


Mereka langsung memeluk tubuh Naina yang bergetar hebat.


Naina menangis kuat dan terdengar pilu dalam pelukan Loli dan Beti.


"udah kak, udah" kata Loli menenangkan Naina yang masih menangis pilu


Naina terisak dalam sampai akhir nya dia kelelahan dan pingsan dalam pelukan Beti dan Lolita


"kakak! "


"Naina! "


seru Beti dan Loli panik


Mereka pun langsung membawa Naina kerumah sakit tempat dimana dia pernah diperiksa dulu


..


Dibelahan bumi lain...


Aaaarggghh!!!!!!!!


"Naina!!! Apa salah ku Naina" teriak Reyza frustasi, dia begitu terkejut saat mendengar perkataan Naina beberapa saat tadi. Dia kira Naina hanya bercanda, tapi beberapa menit kemudian ponsel nya tidak bisa dihubungi lagi, dia juga mencoba menghubungi Beti tapi juga diabaikan dan itu semakin membuat Reyza frustasi dan tak tentu arah


Reyza terduduk dengan lemas sembari memegang ponsel nya dengan tangan bergetar dan wajah yang mulai memerah


Namun saat akan menelpon datang lah Dion dengan wajah kesal nya.


Dia langsung menyerahkan tablet nya pada Reyza tanpa tahu apa yang sedang terjadi pada sahabat nya itu


Seketika mata Reyza membulat sempurna melihat foto itu, rahang nya mengeras dengan tangan mengepal dan mata yang memerah.


Dion segera menjauhkan tablet nya dari jangkauan Reyza.


Arraggghh


"sialaan kau Naina!! " teriak Reyza membanting ponsel nya dan segala macam barang yang ada di dalam kamar nya seperti orang yang kesetanan


Dion begitu panik melihat Reyza yang terlihat diluar kendali itu, dia mencoba menghentikan aksi Reyza namun sia sia, tenaga Reyza sungguh kuat tak sebanding dengan nya


"Za, stop, apa yang Lo lakuin" teriak Dion begitu panik apalagi saat kaca kaca lemari pecah dihantam nya hingga tangan nya berdarah. Meja dan segala kursi melayang membuat Dion semakin frustasi melihat kemarahan Reyza.


Ada apa dengan nya, biasa nya tidak seperti ini. Batin Dion panik


"Za, berhenti" teriak Dion kembali namun tak dihiraukan oleh Reyza


Melihat Reyza semakin menggila Dion pun berteriak sembari memukul wajah nya dengan keras


Bukk


"berhenti bodoh, apa yang Lo lakuin! " teriak Dion sembari menghempaskan tubuh Reyza yang sudah lemas dan terduduk disudut dinding kamar nya


Reyza menangis tersedu sedu, mengumpat dan memaki Naina, namun akhir nya dia tertawa terbahak bahak membuat Dion langsung bergidik ngeri

__ADS_1


Astaga apa dia jadi gila. Batin Dion ngeri


"sudah lah za, mungkin itu hanya salah paham, kau bisa meminta penjelasan nya kan. Bukan seperti ini" kata Dion kesal melihat Reyza yang sudah seperti orang kesetanan


"hahahahha, apa yang harus dijelaskan, dia sudah memutuskan hubungan kami, dan ternyata laki laki sialan itu alasan nya. Arrgghh sialan" teriak Reyza frustasi, dia kembali menarik rambut nya sekuat tenaga


Dion begitu terkejut mendengar penuturan Reyza.


Astaga tega sekali gadis itu. Batin Dion juga ikut kesal


Reyza begitu frustasi mendapati kenyataan bahwa gadis yang selama ini dipuja nya telah mengkhianati dirinya. Rasa nya sakit akibat pengkhianatan Angelina dulu belum seberapa dibandingkan dengan ini, dan rasa nya dia benar benar trauma sekarang.


Dia menjambaki rambut nya sendiri, meninju ninju dinding sembari memaki maki nama Naina. Penampilan nya terlihat begitu mengerihkan sekarang, wajah yang memerah dipenuhi oleh air mata kepedihan, pakaian dan rambut yang acak acakan bahkan tangan nya sudah remuk dan dipenuhi dengan darah yang tercecer dimana mana. Membuat Dion menatap nya iba namun juga merinding ngerih, belum pernah sebelum nya dia melihat Reyza terpuruk seperti ini bahkan tega menyakiti diri nya sendiri.


"Apa salah ku Naina, apa salahku!! kenapa kau tega. Aku membencimu Naina" teriak Reyza lagi sembari menendang kursi yang ada didepan nya.


aaarrgghhh!!!!


Dan akhir nya brukk


Reyza pun jatuh pingsan dan seketika itu membuat Dion yang tadi nya gemetar takut melihat pria itu kini berubah menjadi panik.


Dia segera membawa Reyza kerumah sakit terdekat dibantu oleh beberapa tetangga apartemen nya karena melihat luka luka ditangan Reyza yang juga cukup parah


..


Beberapa hari berlalu baik Naina maupun Reyza masih sama sama terpuruk dengan nasib cinta mereka.


Kini Naina sudah berada diSingapura untuk melanjutkan pengobatan nya.


Loli tetap tinggal di indonesia untuk kuliah namun sudah pindah rumah.


Naina menjual rumah mewah nya agar tak ada orang yang mencari nya lagi.


Dia sudah memutuskan untuk menghilang dari kehidupan Reyza dan dari semua orang.


"nai, aku rasa tuan bos pasti mengira kau memutuskan nya karena kau berhubungan dengan pak Niko, lihat ini, kenapa juga kau mau dipeluk peluk begitu" tanya Beti sembari memberikan tablet nya


Naina dan ceo rc ternyata menjalin sebuah hubungan dibelakang layar


"tidak apa, dengan begitu dia tak akan mencari ku lagi" jawab Naina sendu, pandangan nya begitu kosong menatap jendela kamar nya


"tapi dia juga pasti sangat terpukul Nai" jelas Beti


"hhmmhh, dia pasti bisa dapat pengganti ku Bet. Aku sungguh tak pantas untuk nya. Untuk mengurus diriku sendiri pun aku tak bisa. Apa lagi untuk berdampingan dengan pangeran seperti dia" ungkap Naina yang mulai terisak lagi


Beti pun langsung memeluk tubuh Naina.


Sungguh ia tak tega melihat keadaan Naina yang sekarang


Tak berapa lama ibu pun masuk keruangan Naina dengan membawa secangkir ramuan yang kini hampir setiap hari dikonsumsi nya


"minum dulu ya ndok, biar cepet sembuh" ucap ibu lembut sembari menyodorkan cangkir itu kemulut Naina


Naina pun menggelengkan kepala nya


"pahit bu" ucap Naina meneteskan air mata nya


"nama nya obat, ya pahit. Harus kuat. Kamu mau sembuh kan" kata ibu lagi


Naina pun menenggak minuman itu dengan air mata yang membanjiri pipi nya.

__ADS_1


Ibu dan Beti sungguh tak tega melihat nya, namun apalah daya, mereka harus tetap kuat untuk bisa memberi kekuatan pada Naina


__ADS_2