Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Bibit Pelakor


__ADS_3

Malam ini Naina akan manggung disalah satu stasiun tv swasta dikota itu bersama beberapa artis terkenal lain nya.


Sekarang Naina sudah tidak gugup lagi saat berbaur dengan sesama rekan artis nya walaupun ada juga yang tidak menyukai nya terutama Dela. Rival menyanyi Naina yang juga orang yang mencoba untuk mendekati Reyza.


Kini Naina tengah dirias oleh seorang makeup artis nya, dan tentu saja dibantu oleh Beti.


Terlihat Reyza duduk disalah satu kursi bersama beberapa orang cru.


Namun pandangan mata Naina menajam saat melihat Della duduk disebelah Reyza dengan sangat dekat hingga tak menyisakan lagi ruang diantara mereka.


"wiialaah, ada bibit pelakor nampak nya ini" kata Beti memanasi Naina sedangkan perias nya hanya tersenyum geli melihat Beti dan juga wajah Naina yang mulai menahan kesal


"aih mak jang, kau tengok itu Nai, nemplok dia udah kayak ulet bulu aja, gak nampak apa ya induk nya disini" kata Beti kesal membuat Naina mendengus


"udah deh mak Bet, biarin aja, jangan berisik" ucap Naina menahan perasaan nya


"iya kau tengok lah nanti kalau kau biarkan bibit pelakor itu bakalan jadi induk pelakor yang sesungguh nya, " kata Beti semakin membuat Naina panas


"nah, kau tengok itu abang ganteng itupun diem aja, malah cuma geser sikit sikit. Iiihh kalau aku jadi kau udah ku remes remes itu muka nya? " ucap Beti gemas sembari ******* ***** tangan nya


"hahhaa, udah sana datengi dulu kalau kesel, nanti keterusan, si mbak Dela memang begitu dia, gak bisa liat cowo keren dikit, sama pak bos gak bisa, nah pacar kamu yang diincar nya" bisik Dian si penata rias ditelinga Naina


"ck, belum tau dia siapa Naina ini ya" kata Naina geram menatap Reyza dan Dela dari cermin besar didepan nya.


Sementara diseberang sana Reyza tersenyum geli melihat wajah Naina yang sedang menahan amarah. Walaupun dia merasa sangat risih karena ulah Dela, namun dia senang melihat gadis nya cemburu


"Za, kok diem aja sih dari tadi, sayang tau bibir seksi kayak gini gak dipakek buat ngomong" kata Dela sembari mengusap lembut bibir Reyza, dan langsung saja Reyza menepis tangan Dela dengan kasar


"apaan sih mbak, saya permisi" kata Reyza kesal, namun belum sempat lagi dia beranjak Naina sudah berada didepan nya.


Dela tersenyum sinis melihat Naina yang kelihatan emosi


"sayang, betah banget ya deket deket sama ulet bulu, gak gatel? " kata Naina menajamkan ucapan nya menatap Reyza dan Dela bergantian


"siapa yang lo maksud ulet bulu ha? " tanya Dela emosi dan berdiri menatap Naina dengan tajam


"ya elo lah, siapa lagi, demen banget deketin punya orang," kata Naina sewot dengan tangan yang menunjuk wajah Dela


Sementara Reyza dan yang lain nya masih terdiam melihat dua wanita cantik itu beradu mulut, mereka belum pernah melihat Naina seemosi itu sebelum nya, apalagi Reyza, selama ini dia hanya melihat Naina nya yang lemah lembut dan manja, serta tutur kata yang manis, namun sekarang, seperti bukan Naina nya. Memang jika sedang cemburu seorang gadis bisa berubah menyeramkan batin Reyza.


"suka suka gue dong, dia juga belum jadi lakik lo, gue cantik siapa yang gak tertarik sama gue" jawab Della bangga


"cih, cantik tapi mubazir, kalo kelakuan kayak ulet bulu gini siapa yang mau, orang orang pada jijik ngeliat lo" kata Naina mengejek membuat Dela meradang


"apa lo bilang, kurang ajar banget mulut lo ya" kata Della sembari menunjuk nunjuk melut Naina yang tengah tersenyum mengejek

__ADS_1


"udah udah, jangan ribut. Ayo sayang, nanti cantik kamu hilang kalau marah marah begini" bujuk Reyza yang langsung memdapat pelototan tajam dari Naina


Beti dan cru lain hanya bisa cekikikan menahan tawa mereka melihat Naina yang cemburu dan wajah Della yang emosi


"demen nya kok sama ulet bulu" kata Naina sewot


"awas lo ya kalau deketin Reza lagi, gue rebus lu" ucap Naina sembari menunjuk kepala Della


"bodo amat" kata Della pula,


Hingga kedua menejer mereka datang dan melerai keributan yang terjadi


"sudah sudah, kalian ini gak malu diliatin yang lain" kata mbak Nita menejer Naina


"kamu juga, jaga kelakuan mu Della" ucap Siska yang merupakan menejer Della


Della dan Naina hanya saling beradu tatapan tajam sementara Reyza terdiam menatap Naina


"sekarang giliran mu, pergilah, jangan buat kacau disini" kata Siska pada Della.


Della pun segera berlalu melengos pergi. Sementara Naina pamit ketoilet. Reyza pun mengejar nya , takut gadis nya itu ngambek


"apaan sih ngikutin Nai terus, pergi sana" usir Naina dan langsung melengos


"dih ngambek, kan dia yang deketin kakak sayang, jangan ngambek gitu dong" bujuk Reyza menaik naikan sebelah alis nya saat telah berada didepan toilet


"tadi kakak udah mau pergi tapi keburu kamu dateng" jawab Reyza dengan senyum manis nya merasa lucu melihat gadis nya yang tengah cemburu itu


"alasan" kata Naina mengerucutkan bibir nya


"beneran sayang, sumpah deh. Jangan ngambek, maaf ya" ucap Reyza lembut memegang lengan Naina


"bodo, pergi sana" kata Naina masih sewot dan menepis tangan Reyza


"lah kok diusir, ayolah sayang jangan ngambek gitu, liat nih pipi kamu jadi ngembang, makin gemes" rayu Reyza mencubit gemas pipi Naina


"kakak ih, Nai lagi ngambek, jangan diajak ngomong" kata Naina menghentak hentakan kaki nya


"hehe, mana bisa kakak gak ngajak kamu ngomong, ayolah jangan ngambek lagi yayyaaya, tega kamu biarin kekasih mu yang tampan ini sedih" ucap Reyza pura pura sedih


"emang kita pacaran? " tanya Naina pula yang membuat Reyza terdiam


"kenapa diem? " tanya Naina lagi menatap tajam wajah tampan Reyza


Reyza pun langsung tersenyum dan memegang kedua tangan Naina

__ADS_1


"kita memang gak pacaran, tapi kamu itu calon pendamping hidup kakak, Naina sheralia putri"ucap Reyza dengan senyum manis nya membuat Naina merona malu


Cup


Satu kecupan mendarat dibibir mungil Naina membuat Naina terkesiap kaget dan semakin merona


"kakak! " seru Naina dengan wajah nya yang sudah seperti tomat


"jangan ngambek lagi, walaupun banyak diluar sana yang deketin kakak dan lebih cantik dari kamu tapi hati kakak cuma buat kamu seorang" gombal Reyza dengan senyum yang selalu bisa membuat Naina berdebar


"gombal" kata Naina terkekeh


"kamu ini, kakak serius dibilang gombal, belah deh dada kakak kalau kamu gak percaya" kata Reyza sembari menunjuk dada nya


"supaya apa? " tanya Naina mengangkat sebelah alis nya


"supaya kamu tau kalau isi nya cuma jantung dan darah, hehe" kata Reyza terkekeh membuat Naina memukul dada nya pelan


"kakak iih"


Reyza pun langsung memeluk tubuh gadis nya itu dengan penuh sayang.


"Nai gak suka punya Nai dideketin orang lain" kata Naina manja dalam pelukan Reyza membuat Reyza begitu bahagia mendengar penuturan gadis itu yang mengklaim jika dia adalah milik nya.


"gak akan ada yang lain, percayalah, kakak cuma buat kamu, jangan ngambek lagi ya" kata Reyza lembut sembari mengelus punggung gadis itu dan mengecup puncak kepala Naina


Naina pun menganggukan kepala nya dalam dekapan Reyza .


"aiih mak jang, ternoda mata polos ku ini" teriak Beti yang sudah menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya membuat Reyza dan Naina terkesiap kaget dan langsung melepas pelukan mereka masing masing.


Mereka langsung saling pandang dan terkekeh melihat ulah Beti


"apa sih Bet, kayak liat adegan mesum aja" kata Reyza terkekeh dengan Naina yang sudah merona malu


"lebih dari mesum asal kalian tau, buat aku baper pengen cepet kawin" jawab Beti sewot


"hahaha, parah lu" kata Reyza terkekeh


"yauda Nai, udah mau giliran kau itu, mbak Nita udah mengomel aja dia, lama kali kau keluar nya, takut dia kau bunting " ucap Beti sembarangan


"hiss iya iya. " balas Naina


Mereka pun langsung keluar dan Naina membereskan sedikit riasan wajah nya sebelum konser nya dimulai.


..

__ADS_1


next


__ADS_2