
Beberapa hari sudah berlalu dengan segala jadwal padat Naina, akhirnya pagi ini Naina bisa kembali menginjakan kaki nya dikampus.
Karena jadwal nya yang begitu padat terkadang Naina hanya datang seminggu dua kali kekampus nya, dan untung nya pihak kampus bisa memberikan toleransi pada Naina.
Begitu pula dengan Reyza, karena dia tinggal menyusun skripsi saja jadi dia bisa jarang datang kekampus itu. Kalaupun ada jadwal dikampus baru lah dia membiarkan Naina pergi bersama dengan asisten nya saja.
Dikampus Naina juga sudah mulai banyak yang mendekati nya, tidak ada lagi orang orang yang menghina ataupun merendahkan status nya. Mungkin karena kehidupan nya sudah berubah sekarang.
Setelah beberapa jam mengisi pelajaran Naina dan juga Clarissa duduk dikantin tempat biasa mereka berkumpul bersama Dion dan juga Reyza.
Tampak dua pemuda itu sudah duduk dikursi mereka sembari menunggu pesanan nya.
"udah pesen kak? " tanya Naina pada Reyza
"belum, nunggu kalian" jawab Reyza tersenyum menatap Naina yang berubah jadi gadis biasa dan penampilan yang sederhana saat dikampus, jauh berbeda dengan Naina saat menjadi artis.
"yauda biar Nai pesanin, kamu pesan apa Cla? " tanya Naina menatap clarissa yang banyak terdiam melamun sejak pagi tadi
"seperti biasa aja" jawab nya tak semangat
"kalau kak Dion pesen apa? " tanya Naina bergantian menatap Dion yang juga nampak lesu
"jus jeruk aja Nai" jawab nya malas. Naina pun menatap Reyza sembari melirik Dion, Reyza pun hanya mengendikan bahu nya sambil menggelengkan kepala nya pelan
Naina berlalu untuk memesan makanan. Hingga beberapa saat kemudian dia kembali dengan seorang pelayan membawa pesanan mereka.
Naina dan juga Reyza makan seperti biasa namun tidak dengan Clarissa dan Dion, mereka tampak tidak bersemangat. Sedari tadi hanya diam lesu, tidak ada mulut Dion yang berisik seperti biasa nya yang selalu menggoda mereka.
"kamu kenapa Cla? Kok diem aja, dari pagi aku perhatiin lesu banget" tanya Naina memegang lengan Clarissa yang melamun
Clarissa pun hanya menggeleng sembari mengaduk aduk makanan nya
"dan lo juga kenapa, diem mulu gak kayak biasa nya, kalau ada masalah cerita, jangan dieman gini, kesambet entar lo" kata Reyza yang juga menatap Dion yang menghembuskan nafas nya yang terasa berat sembari menatap sendu wajah Clarissa
"iya, apa kalian sedang bertengkar? " tanya Naina lembut
Clarissa pun lagi lagi menggelengkan kepala nya, terlihat mata nya sudah berkaca kaca
__ADS_1
"terus kenapa? Coba cerita, kita temenkan? " kata Naina mengelus pundak Clarissa yang sudah menjatuhkan airmata nya
"udah jangan nangis gitu, nanti kita cari jalan keluar nya" ucap Dion menatap sedih gadis nya membuat Naina dan Reyza kembali saling pandang heran
"kenapa sih kak? " tanya Naina yang sudah mulai kesal menatap ke arah Dion, sementara Reyza kembali menikmati makanan nya sembari sesekali memperhatikan wajah kusut Dion
"Clarissa dijodohin sama bokap nya, gue bisa apa coba, bingung gue" lirih Dion sambil mengacak ngacak rambut nya
"hah, seirus Cla? " tanya Naina terkejut dan Clarissa pun hanya mengangguk lemah
"sama siapa, apa kamu tau orang nya? " tanya Naina penasaran.
"aku gak tau orang nya, tapi papa bilang dia anak pemilik Gemilang grup" jawab Clarissa yang sontak saja membuat Reyza langsung tersedak makanan nya hingga terbatuk batuk parah
"uhuk, uhuk, uhuk
Naina pun segera memberi nya air minum
"lo serius Cla? " tanya Reyza setelah menelan air yang terasa sangat berat ditenggorokan nya
"iya, setelah pulang dari pesta Gladion beberapa bulan kemarin papa dan tuan Suryo bekerja sama dan sering bertemu, baru kemarin papa ku bilang bahwa mereka sepakat mau menjodohkan kami jika kuliah ku udah seleai, hiks hiks" ungkap Clarissa dengan Isak tangis nya membuat Naina langsung memeluk sahabat nya itu
"gue harus gimana coba, saingan gue anak raja dinegeri ini, apa yang bisa gue lakuin" kata Dion frustasi, dia pun mengacak ngacak rambut nya kembali, terlihat jelas raut wajah nya patah hati
Naina dan Reyza pun iba melihat sahabat mereka itu.
Astaga tuhan, kenapa papa tega sekali. Batin Reyza kesal
"udah tenang ya, berdoa sama tuhan, jika kalian berjodoh, pasti didekat kan kok, jangan nangis, pasti ada jalan keluar nya" ucap Naina menenangkan
"gimana gue mau tenang Nai, nasib cinta gue ini, gue udah mintak bantu bokap gue untuk ngelamar Clarissa, tapi bokap gue malah bilang gak berani berurusan dengan tuan Suryo" ungkap Dion gelisah.
"tenang dulu kak, masih ada beberapa bulan lagi kan untuk cari cara gimana membatalkan perjodohan itu" ungkap Naina lagi yang masih setia mengusap lembut punggung Clarissa
Kalau kamu tau aku orang nya, pasti kamu gak akan bisa tenang juga Nai. Astaga papa keterlaluan. Batin Reyza mengumpat dalam hati
Naina menatap heran Reyza yang juga nampak nya tidak tenang seperti Dion
__ADS_1
"kakak kenapa,? Kok kayak kak Dion gitu wajah nya? " tanya Naina yang membuat Reyza sedikit terkesiap gugup
"eh, gak papa, cuma kasian aja liat mereka, gak ngebayangin kalo itu kita" ungkap Reyza berusaha menenangkan diri nya
"kita bisa bantu apa selain kasih semangat untuk kalian, " kata Naina yang ikut sedih melihat nasib percintaan sahabat nya. Dan jika dia tahu bahwa orang itu adalah Reyza entah bagaimana perasaan nya kini.
"gak papa Nai, aku mau coba bujuk papa lagi" jawab Clarissa sendu
"kita doain semoga kalian berjodoh ya, dan cepet dapet jalan keluar nya" kata Naina tulus
Clarissa dan Dion pun hanya mengangguk
"yang sabar bro, kalau jodoh gak akan kemana" ucap Reyza menepuk pelan bahu Dion
"hmh, pusing gue, gak tau harus gimana, mau gue jumpain tu anak nya, tapi bentuk nya aja gue gak tau" ungkap Dion yang membuat Reyza terhenyak
"mau lo apain?" tanya Reyza heran
"ya gue mintak dia batalin perjodojan ini lah, kalau gak mau biar gue hajar sekalian, kesel gue" jawab Dion sewot membuat Reyza terkekeh
"emang lo berani, ?" ejek Reyza lagi
"ck, kalo menyangkut cinta apa pun bisa" kata Dion melengos
"bucin, ya sono mintak tuan Suryo membatalkan perjodohan anak nya aja " balas Reyza yang membuat Dion semakin kesal
"kalau bilang sama tuan Suryo sama aja cari mati gue, bukan cuma gue, tapi gladion corp juga kenak, lo gak tau aja permainan bisnis para tua bangka itu" kata Dion kesal
"durhaka lo" ucap Reyza terkekeh geli, walau sebenar nya hati nya juga risau memikirkan perjodohan yang menyangkut diri nya itu. Jika berita itu benar, maka nasib percintaan nya juga akan terancam
"udah udah, kok malah ribut, udah tenangin dulu diri kalian ya, semua masalah pasti ada jalan keluar nya" kata Naina sok bijak
Mereka semua pun hanya mengangguk pasrah. Clarissa dan Dion dengan hati mereka yang seakan patah dan Reyza dengan hati nya yang gelisah.
...
next
__ADS_1