
Pagi ini Reyza masih berada dirumah sakit. Namun nampak nya dia sudah bersiap siap untuk pergi kekampus nya karena ada tugas yang harus diselesaikan nya.
"kamu gak papa kan kakak tinggal sebentar, ?" tanya Reyza lambut menatap Naina yang masih terbaring diatas ranjang nya namun sudah kelihatan lebih baik pagi ini.
"gak papa kok kak, kan ada Beti yang nemeni Nai" jawab Naina yang juga membalas senyum Reyza
"yasudah kakak pergi dulu ya." kata Reyza sembari mengusap lembut wajah Naina
" Bet jangan kemana mana, titip Naina" ucap Reyza menatap Beti yang sedang memakan sarapan nya disofa
"siap bang, aman" jawab Beti dengan mulut penuh nya
Reyza pun pergi kekampus nya untuk kembali menyelesaikan skripsi nya, meski hati nya begitu berat untuk meninggalkan gadis itu.
Ketika Reyza pergi tampak Niko dan juga sekretaris cantik nya datang mengunjungi Naina.
"bagaimana keadaan mu Nai? " tanya Niko berdiri tegak dengan pesona nya menatap Naina yang kini telah duduk bersandar diranjang nya
"sudah lebih baik pak" jawab Naina tersenyum
"syukurlah, maaf saya tidak bermaksud membuat Reza salah paham. " kata Niko lagi yang masih menatap lembut wajah Naina, membuat sekretaris Niko menatap nya dengan heran
"tidak apa pak, ini bukan salah bapak, kak Reza juga sudah mengerti" jawab Naina pula
Sementara Beti masih menatap kagum Niko hingga mata nya tak mampu untuk berkedip.
"hei, matamu itu tolong dikondisikan" bisik Naura ditelinga Beti
"ish mbak ini, macemana mau ku buat, terpesona aku nengok pak bos, meleleh meleleh gitu pesona nya" balas Beti yang membuat Naura sekretaris cantik itu mencebikan bibir nya.
Setelah beberapa menit mereka berbincang bincang Niko pun pamit untuk kembali kekantor nya.
"cantik banget mbak Naura ya bet, aku yang perempuan baru ini ngeliat perempuan secantik itu" ungkap Naina setelah Niko dan Naura keluar dari ruangan itu.
"iya cantik, tapi aku lebih suka ngeliat pak bos nai, aihsshh meleleh adek bang" kata Beti sembari memegang pipi nya yang merona bahagia
"ishh kamu ini" ucap Naina malas.
..
Ditempat lain..
Saat ini Reyza dan Dion sudah menyelesaikan tugas nya. Dion sepakat untuk mengunjungi Naina dirumah sakit bersama Clarissa.
__ADS_1
Alhasil Reyza pun berangkat dengan mereka.
"kalian duluan aja, nanti gue mau beli sesuatu dulu diminimarket" kata Reyza yang sudah duduk diatas motor nya.
"oke" balas Dion dan Clarissa
Reyza pun melajukan motor nya, hingga beberapa saat kemudian dia tiba disebuah minimarket.
Dia berencana untuk membelikan beberapa susu dan buah buahan serta cemilan untuk Naina.
Saat sedang tengah asik memilih milih susu tak sengaja ia menabrak seorang wanita hamil yang juga sedang mencari susu.
"eh, maaf mbak, saya tidak sengaja" kata Reyza sembari mengambilkan susu yang jatuh karena ulah nya.
"tidak papa mas" jawab wanita itu lembut
Deg
Mereka pun saling terdiam beberapa saat setelah tau siapa yang mereka temui.
"Reyza"
"Angelina"
"tidak apa " jawab Angelina kikuk
Baik Reyza maupun Angelina saling terdiam menahan gugup mereka
"rey"
"ngel"
Panggil mereka serempak membuat mereka semakin merasa gugup salah tingkah
"emm kamu duluan saja" kata Reyza menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. Meski tidak lagi merasakan sakit seperti dulu, namun entah mengapa perasaan aneh itu masih ada dihati nya.
"bisa kita bicara berdua? " tanya Angelina takut takut
"emh boleh" balas Reyza.
Setelah menyelesaikan kegiatan belanja mereka, Angelina dan juga Reyza sepakat untuk berbicara berdua di sebuah cafe tak jauh dari tempat itu. Reyza dengan motor nya sementara Angelina dengan mobil dan juga supir nya.
Saat sudah duduk barulah Angelina membuka suara nya
__ADS_1
"Rey, aku minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan padamu dulu" lirih Angelina menatap wajah tampan mantan kekasih nya itu
Reyza juga menatap wajah cantik wanita yang pernah mengisi hati nya dulu, wanita yang telah memporak porandakan hati nya, meski rasa sakit itu masih ada namun dia telah mencoba untuk berdamai dengan takdir.
"tidak apa, aku sudah melupakan nya, aku yang minta maaf sudah pernah membencimu, aku tau ini bukan salahmu" ungkap Reyza
"aku hanya tidak ingin kamu memendam benci dan luka untukku Rey" lirih Angelina lagi
"Angel, maafkan aku, dulu aku memang sangat membencimu karena cintaku padamu begitu dalam, aku hanya merasa kau khianati saat aku sudah memberikan segala nya, tapi sekarang aku sudah melupakan itu semua. Danil sudah menjelas kan nya padaku. Maafkan aku yang tak pernah mau tau alasan mu meninggalkan ku" jawab Reyza tulus menatap manik cokelat milik wanita blasteran itu
"Danil yang menjelaskan nya padamu? " tanya Angelina sedikit terkejut
"ya, dia sudah menceritakan semua nya padaku, semua ini bukan keinginan mu, kau juga sama hancur nya dengan ku kan, jadi maafkan aku Angelina. " ungkap Reyza sendu
Angelina pun menjatuhkan setitik airmata nya
"kamu tidak salah, aku yang salah karena pernah menyakitimu" lirih Angelina tertunduk
"jangan menangis, tidak ada yang perlu disalahkan. Mungkin kita tidak ditakdirkan untuk bersama. Aku bahagia kau bisa mendapatkan Danil sebagai pengganti ku, dia jauh lebih baik dari pada aku, dia sangat menyayangimu kan" ungkap Reyza menatap wajah cantik blasteran milik mantan nya itu
"ya, dia sangat menyayangiku Rey, dia yang mengobati luka hati ku, berbulan bulan dia bersabar untukku, aku sangat bersyukur itu. Aku juga berharap kau bisa bahagia dengan Naina" kata Angelina pula
"ya, kita harus bisa sama sama bahagia. Sudah hapus lah air matamu, aku tidak ingin suami mu memukulku karena membuat mu menangis lagi" kata Reyza dengan senyum manis nya membuat Angelina sedikit terkekeh
"mungkin kurasa dia ingin sekali memukulmu karena membuat nya lama menunggu, tapi kurasa ia tidak berani" kekeh Angelina
Dan Reyza menatap bahagia wajah Angelina yang tersenyum seperti itu. Sudah lama sekali fikir nya.
"haha, ya dia memang tak akan berani. Oh ya, aku harus pergi sekarang, Naina sedang dirawat dirumah sakit" ungkap Reyza yang baru teringat akan Naina
"oh ya, sakit apa. Apa aku boleh melihat nya? " tanya Angelina
"apa kau tidak cemburu? " goda Reyza
"haha, aku sudah punya Danil dan Juga junior kami. Jangan mulai menggoda ku Rey" kata Angelina sembari mengelus perut buncit nya
"haha, ya ya, baiklah. Tapi beri tahu dulu suami mu, aku tidak ingin disebut sebagai penculik istri orang" kata Reyza tertawa
"haha, baiklah mantan" goda Angelina.
Setelah dari cafe itu Angelina pun mengikuti Reyza ketempat dimana Naina dirawat, setelah sebelum nya dia memberitahu Danil.
...
__ADS_1
Thanks for readers🙏