
Sebulan telah berlalu dari kejadian itu. Andre dan teman teman nya sudah dijebloskan kepenjara oleh Danil.
Hubungan Naina dan juga Reyza juga sudah semakin dekat.
Sementara Reyza masih selalu menaruh curiga karena Danil yang diam diam selalu memperhatikan Naina dari jauh. Hal itu tentu saja membuat Reyza semakin heran.
..
Pagi ini Reyza sudah bersiap siap untuk berangkat kuliah namun tiba tiba ponsel nya berdering pertanda panggilan masuk.
Dilihat nya nama papa nya tertera disana.
Reyza: Ya pa
Papa: Pulang sekarang Rey, mama mu merindukan mu, dia tidak enak badan dari semalam
Reyza: Tapi aku harus kuliah pa
Papa: Jangan jadi anak durhaka Rey
Reyza: Ck, papa ini. Iya iya aku pulang.
Reyza kembali meletakan tas nya. Ia pun langsung berangkat menuju rumah utama keluarga Askara setelah sebelum nya menghubungi pak Brata untuk tidak masuk hari ini.
Setelah beberapa jam perjalanan diapun tiba dirumah itu. Dia disambut oleh wajah papa nya yang sumringah melihat kepulangan nya.
"halo boy, sombong sekali kau sudah hampir dua minggu tidak pulang" ucap tuan Suryo menepuk nepuk pundak anak lelaki semata wayang nya
"maaf pa, Rey sibuk" jawab Reyza
"sibuk dengan pacar baru mu hm" goda tuan Suryo
"berhentilah menguntitku papa" kata Reyza sewot
"haha, aku tidak menguntitmu, aku hanya memata matai mu" jawab tuan Suryo santai
"ck, sama saja tuan Suryo yang terhormat. Sudah lah Rey ingin menemui mama saja" kata Reyza dan langsung meninggalkan papa nya yang masih terkekeh geli
Didalam kamar mewah dilihat nya mama nya sedang berbaring sambil menonton tv.
"hai mama, bagaimana kabarmu" sapa Reyza yang langsung memeluk mama nya
"baik nak, kenapa baru pulang hm? " tanya Miranti sembari mengusap kepala Reyza dengan lembut
"maaf ma, Rey sibuk" jawab Reyza menatap ibu nya dengan senyum nya yang hangat
"jangan terlalu lelah nak, kau tidak perlu lah bekerja dicafe itu setiap malam, fokus saja pada kuliah mu. Lihat badan mu terlihat kurus sekarang" ucap Miranti khawatir melihat anak semata wayang nya
"tidak apa apa ma, aku senang bisa bekerja disana, mama jangan khawatir, aku bisa jaga diri baik baik" kata Reyza sembari menggenggam tangan ibu nya
"baiklah, tapi jika kau perlu apa apa langsung hubungi mama ya nak" ucap Miranti lembut mengelus sayang kepala Reyza
"iya ma, tenang lah"
Mereka pun berbincang bincang beberapa saat hingga Reyza memberanikan diri bertanya sesuatu
"ma, bolehkah Rey bertanya sesuatu? " tanya Reyza menatap wajah teduh ibunya
"tanya lah nak" jawab Miranti
"tapi ini tentang mendiang kakak" lirih Reyza. Dapat dilihat nya wajah Miranti yang berubah sendu.
"tapi tidak apa jika mama keberatan, kapan kapan saja" ucap Reyza tak enak
Miranti pun tersenyum meski hati nya masih menyimpan luka jika mengingat anak sulung nya itu
"tidak apa, mama sudah ikhlas. Apa yang mau kau tanyakan? " tanya Miranti sembari mengusap wajah tampan Reyza yang jika diperhatikan baik baik memang mirip dengan kakak nya, meski tidak terlalu
"emm, apakah kakak pernah bercerita tentang seorang gadis pada mama? " tanya Reyza pelan
Miranti pun terdiam dan nampak berfikir. Kemudian dia tersenyum menatap Reyza
"pernah, dia pernah bilang dia menyukai seorang gadis, gadis itu cantik dan pandai bernyanyi" jawab Miranti dengan senyum yang terlihat sendu
"apa mama pernah bertemu dengan nya? " tanya Reyza lagi
__ADS_1
Miranti menggelengkan kepala nya.
"tidak, dia hanya menunjukan foto gadis itu pada mama. Dan memang dia gadis muda yang cantik. Kakak mu berjanji akan membawa nya pada mama, tapi sebelum itu terjadi dia sudah pergi duluan" lirih Miranti
"maaf kan Rey ma, kalau bukan karena Rey mama pasti berada disamping kakak di saat saat terakhir nya dulu" jawab Reyza sedih.
Dia ingat ketika kakak nya kecelakaan pada saat itu mama dan papa nya tengah menjenguk nya ke Amerika karena Reyza masuk rumah sakit akibat kebanyakan minum karena baru putus cinta dari Angelina.
"tidak ada yang perlu disalahkan nak, itu sudah menjadi takdir Tuhan. Kakak mu sudah tenang disana. Dan kita hanya perlu mendoakan nya disini" jawab Miranti
"ma, apakah mama masih mau bertemu dengan gadis kesayangan kakak? " tanya Reyza menatap ibu nya dengan seksama
"apa kau kenal gadis itu?" tanya Miranti pula
Reyza pun mengeluarkan ponsel nya, membuka galeri foto dan menunjukan salah satu foto Naina pada mama nya
"apakah dia gadis ini? " tanya Reyza
Miranti memperhatikan gadis itu dengan seksama, diingat ingat nya lagi kenangan yang lalu saat Abi juga menunjukan foto gadis itu.
"iya nak, dia gadis itu. Bagaimana kamu bisa tau? " tanya Miranti heran
"hmh, Rey juga tidak tau jika takdir mempertemukan kami ma, dia juga bekerja dicafe itu. Awal Rey melihat nya, dia jarang tersenyum dan kadang Rey melihat nya menangis seorang diri. Rey mencoba mendekati nya hingga kami bisa berteman dekat, dan akhir nya dia mau bercerita pada Rey jika dia sudah kehilangan kekasih nya, dan Rey juga terkejut saat dia mengatakan bahwa orang itu adalah kak Abi ma" ungkap Reyza sendu
"apakah dia begitu mencintai kakak mu? " tanya Miranti
"ya, dia sangat mencintai kakak ma, Rey bisa melihat nya, terbukti sampai sekarang dia masih terlihat sedih jika mengingat tentang kakak. Apalagi jika melihat ku yang kata nya begitu mirip dengan kakak. " ungkap Reyza lagi
"beruntung nya kakak mu dicintai oleh seorang gadis baik seperti nya" ucap Miranti yang mulai meneteskan air mata nya
"ma, salahkah jika Rey juga mencintai gadis kesayangan kakak? " tanya Reyza yang membuat Miranti menatap nya
"kau juga menyukainya? " tanya Miranti sedikit terhenyak sembari menghapus air mata nya
"iya ma, awal nya Rey hanya kasihan melihat nya, dia sama seperti kita yang begitu kehilangan kakak, jadi Rey berniat untuk menghapus luka nya. Dan sekarang seiring berjalan nya waktu Rey malah jatuh hati pada dia ma" ungkap Reyza yang sudah membaringkan kepala nya dipaha ibu nya.
Miranti mengusap lembut kepala Reyza. Tersenyum penuh arti melihat kedua anak nya jatuh cinta pada orang yang sama
"perasaan cinta tidak ada yang salah nak, harus kepada siapa dia jatuh. Mungkin Tuhan mempunyai rencana lain yang lebih indah, dia mengambil kakak mu dan menggantikan mu untuk menjaga gadis itu. " ujar Miranti
"jika kamu bisa membahagiakan gadis itu mama yakin kakak mu akan bahagia disana, tapi jika kamu menyakiti nya mungkin dia akan marah" jawab Miranti tersenyum sembari terus mengusap lembut kepala Reyza
"Rey sudah berjanji pada diri Rey sendiri untuk membahagiakan dia ma. Apa mama merestui nya? " tanya Reyza menatap lekat wajah ibu nya, terlihat jelas jika masih ada sisa kesedihan dimata tua itu
"tentu saja, apapun yang membuat anak mama bahagia, mama pasti merestui nya." ungkap Miranti
"tapi dia hanya gadis biasa ma, dia juga bukan dari kalangan berada" ungkap Reyza ragu
"nak, papa dan mama tidak pernah mempermasalahkan hal itu, yang terpenting dia gadis yang baik dan berasal dari keluarga baik baik. Itu sudah cukup untuk kami" jelas Miranti yang membuat Reyza dapat bernafas lega
"terima kasih ma, terima kasih" ucap Reyza sembari mencium punggung tangan Miranti
"kapan kau akan mengenalkan dia pada mama? " tanya Miranti
"mungkin nanti ma, jika sudah saat nya, biarlah sekarang dia tidak mengetahui siapa Rey yang sebenar nya" ucap Reyza
"baiklah, "
Mereka pun menghabiskan waktu bersama siang itu.
..
Saat sore hari Reyza pamit pada orang tua nya untuk pergi kemakam keluarga mereka tempat dimana kakaknya juga dimakam kan.
Dia mengendarai mobil mewah nya seorang diri. Sudah sebulan lebih dia tidak mengunjungi makam kakak nya.
Dengan pakaian serba hitam dan juga kaca mata hitam nya Reyza berjalan membawa sekeranjang mawar merah.
Dia langsung berlutut dihadapan makam Abimanyu.
Ditabur nya mawar itu keatas makam kakak nya.
"kak, apa kabarmu disana, maaf aku baru datang sekarang. Aku bukan adik yang durhaka kan. Dulu kau yang selalu datang ketempat ku, namun sekarang, seperti nya kau membalaskan dendam mu ya, maaf kak, maaf, seharus nya aku sering mengunjungi mu saat kita masih berada dipijakan yang sama, tapi sekarang, aku hanya bisa melihat dan mengenang mu saja.
*Kak, aku ingin mengatakan sesuatu padamu
__ADS_1
Aku baru tahu jika gadis kesayangan mu yang selalu kau ceritakan dulu adalah Naina
dan sial nya semua perkataan mu benar, maafkan aku, aku sudah jatuh hati pada gadismu*
gadis yang hanya sebentar mengenal nya namun sudah mampu merebut hatiku
Dan aku berjanji pada kakak, aku akan membuat nya bahagia
Kakak tenang disana ya, aku akan membawa gadis kita masuk kedalam Keluarga askara seperti keinginan kakak dahulu
Dan maafkan aku belum bisa membawa nya menemui mu sekarang, suatu saat nanti jika aku sudah berhasil membuat nya bahagia aku pasti akan membawa nya kemari
Terimakasih telah menitipkan gadis secantik itu padaku. Aku harap kau tidak cemburu ya.
Aku menyayangimu kak"
Setelah mengungkapkan semua isi hati dan kerinduan nya Reyza pun mengirimkan doa untuk kakak nya.
Dan kembali kerumah utama keluarga nya. Malam ini dia memutuskan untuk menginap dirumah orang tua nya.
..
Ditempat lain
Naina baru saja beristirahat setelah menyanyikan beberapa buah lagu. Dia terlihat gelisah karena hari ini dia sama sekali tidak melihat Reyza.
Kemana dia, kenapa menghilang dan tidak ada kabar. Batin Naina
Apa aku sudah ketergantungan pada nya, sehingga baru sehari dia tidak ada aku sudah seperti ini. Batin Naina lagi
"hei Nai, galau kali kau ku tengok, mana abang mu itu? " tanya Beti mengejutkan Naina
"ck, suka banget deh mak bet ngejutin aku, abang ganteng ku izin hari ini, lagi ada perlu dia" kata Naina berbohong padahal dia sama sekali tidak tahu kemana Reyza menghilang
"heleh pantes kau galau kali." kata Beti terkekeh sedangkan Naina menatap nya malas
"enak kali jadi kau ya Nai, dapet nya ganteng ganteng terus, yang dulu parah ganteng nya, yang ini juga gak kalah ganteng. Salut aku" kata Beti tanpa melihat wajah Naina
"apaan sih mak bet. " sahut Naina cemberut
"eh, maaf maaf, gak sengaja aku Nai, maaf mulut ku ini keceplosan. Maaf ya Nai ya" kata Beti merasa bersalah melihat wajah Naina yang berubah sendu
Naina pun melanjutkan pekerjaan nya dengan tidak bersemangat. Malam ini dia pulang dengan membawa motor nya sendiri.
Sesampai nya dirumah diapun langsung membaringkan tubuh nya setelah sebelum nya cuci kaki terlebih dahulu.
Saat hendak memejamkan mata nya tiba tiba ponsel nya berdering tanda pesan masuk
Kak Reza: Malam cantik, sudah pulang?
Naina: Sudah kak, baru sampai. Kakak kemana kok ilang
Kak Reza: Ada kok, coba lihat dihati kamu
Naina: Nai serius
Kak Reza: Kakak juga serius.
Kak Reza: Istirahatlah, kakak pulang kerumah orangtua kakak, mereka sakit. Besok sudah balik. Maaf tidak ada memberi kabar
Naina: Iya gak papa. Semoga cepat sembuh
Kak Reza: Amin. See you Na..
Naina: See you kak
"huff, aku kira kemana." gumam Naina
Naina pun melanjutkan tidur nya, mengistirahatkan tubuh nya yang terasa sangat lelah.
..
*maaf jika cerita ini gak bisa bikin kalian greget, karena aku memang gak suka yang ribet ribet..
tapi walaupun begitu mohon tetap tinggalin jejak ya guys😉*
__ADS_1