
Malam ini Reyza sudah terlihat begitu rapi dan menarik. Dia memutuskan untuk datang keacara resepsi pernikahan CEO RC itu dengan orang yang difikir nya adalah Naina kekasih nya dulu.
Dia pergi bersama dengan Bela, sekretaris cantik nya. Dia meminta Bela untuk menjadi pacar seawaan nya untuk malam ini. Dan dengan senang hati Bela menyetujui nya, ya walaupun jantung nya seperti berlari maraton saat ini.
Kini mereka sudah berada di depan sebuah hotel tempat acara resepsi digelar. Nampak kilatan kamera mengganggu penglihatan Reyza.
Dengan dikawal oleh beberapa orang bodiguard nya Reyza pun masuk kedalam hotel itu dengan Bela yang dengan setia merangkul mesra lengan kekar Reyza.
Semua mata langsung tertuju pada sosok Reyza, siapa yang tidak mengenal nya sekarang, seorang pewaris tunggal kejayaan Gemilang Grup, perusahaan terbesar di Asia yang mencakup segala jenis bisnis.
Para paparazi begitu semangat mengambil gambar nya namun tentu saja itu tidak akan mudah selama ada para bodyguard Reyza dibelakang nya.
Reyza berjalan dengan gagah masuk kedalam gedung itu, dan mencoba menetralkan emosi nya, mencoba kuat untuk melihat gadis kesayangan nya bersanding dengan orang lain.
Dia menarik dalam dalam nafas nya dan mengeluarkan nya secara perlahan.
Bela pun menyadari jika tuan nya itu tengah gugup.
"anda baik baik saja tuan? " bisik Bela
"hmm.. Jalankan saja peran mu sebaik mungkin" balas Reyza juga ikut berbisik
Bela pun hanya menganggukan kepalanya. Kesempatan emas, kapan lagi bisa berdekatan dengan Presdir yang pesona nya diluar nalar ini. Batin nya senang, apalagi melihat kilatan kamera wartawan yang masih fokus pada langkah mereka.
Reyza masuk keruangan itu dengan menggandeng bela. Banyak pasang mata menatap kearah nya.
Terlihat Danil dan juga Angelina hadir diacara itu
"tuan muda, senang bertemu anda disini" sapa Danil menjabat tangan Reyza
"sama sama tuan Danil" balas Reyza, dia pun hanya menatap sekilas Angelina yang menganggukan tubuh nya sedikit
Danil mengernyit menatap orang yang sedari tadi menempel pada Reyza
"dia?? " tanya Danil menunjuk Bela yang langsung tersenyum manis
"kekasih ku" jawab Reyza singkat namun sukses membuat Danil dan Angelina terkejut bukan main
"apa maksud anda, bagaimana dengan Naina? " tanya Danil heran dan menatap tajam Reyza
Reyza langsung mengernyitkan dahi nya
"ada apa dengan dia, bukan kah dia tengah berbahagia sekarang? " tanya Reyza pula
"berbahagia dengan siapa, apa maksud mu? " tanya Danil mulai emosi dan Angelina langsung menenangkan nya
Reyza pun semakin dibuat heran dengan sikap Danil.
Tanpa berkata apapun dia langsung pergi kearah tempat bersanding kedua mempelai meninggalkan Bela yang langsung terbengong.
Danil juga langsung mengikuti nya, sebenar nya dia begitu heran melihat sikap Reyza, ada apa sebenar nya, batin Danil
Reyza terpaku ditempat nya melihat Niko bersanding dengan seorang gadis cantik namun bukan Naina, melainkan sekretaris nya, Naura.
__ADS_1
Apa apaan ini. Batin Reyza dengan jantung yang bergemuruh hebat,
apa ada yang salah ? batin nya lagi
Reyza langsung menghampiri Niko sembari memastikan mata nya memang tidak salah melihat. Bahkan dia mengabaikan beberapa pengusaha lain yang mengajak nya untuk berbicara atau bahkan hanya sekedar menyapa nya.
Difikiran nya saat ini yang terlintas hanya kata ada apa, kenapa begini, apa ada yang salah?
"terima kasih sudah menyempatkan hadir tuan Askara. Anda datang sendiri, dimana Naina? " tanya Niko ramah saat Reyza selesai menjabat tangan nya
"oh dia sedang tidak enak badan tuan Niko. Selamat atas pernikahan anda" jawab Reyza berusaha menahan kegugupan sekaligus keterkejutan nya. Dia melirik kearah wanita yang menjadi mempelai wanita, yang ternyata adalah Naura, bukan Naina.
Sungguh Reyza seperti orang bodoh sekarang, saat ini sungguh, dia begitu takut jika dia telah melakukan kesalahan yang begitu besar dan dia takut dia akan menyesali nya. Kenapa dia tidak pernah mencari tahu semua nya, batin nya begitu kesal.
Sementara Danil dan Angelina kini tengah mengintrogasi pacar pura pura Reyza.
"tolong jawab jujur nona, kalian memang mempunyai hubungan khusus? " tanya Danil tajam dan tentu saja itu membuat Bela bergidik ngeri
"ma maaf tuan, saya cuma sekretaris tuan Askara, saya hanya diminta untuk menjadi kekasih bayaran nya untuk malam ini saja" jelas gadis itu yang membuat Danil dan Angelina saling pandang.
Tak lama Reyza pun datang namun tak menghiraukan keberadaan mereka. Dia berjalan melewati ketiga orang itu begitu saja.
"ada apa dengan dia, dimana Naina? " gumam Danil penasaran
"tenang lah mas, nanti kita cari tau" kata Angelina menenangkan Danil.
"astaga, dia yang mengajakku, ini malah aku yang ditinggal" gumam Bela kesal
..
Hati nya bergemuruh hebat, begitu banyak pertanyaan yang memenuhi kepala nya membuat nya tak bisa berfikir dengan jernih.
Dan hampir satu jam kemudian dia tiba didepan rumah itu, namun nihil penghuni rumah itu sudah berganti orang membuat Reyza menghembuskan nafas nya dengan kasar.
"aaarrrgg, Naina dimana kamu" teriak Reyza sembari memukul kuat kemudi nya
Hampir dua jam Reyza hanya berputar putar tanpa tujuan dengan mobil nya.
Hingga akhir nya dia pun memutuskan untuk pulang kerumah utama keluarga nya dengan perasaan tak menentu.
"jika dia tidak menikah dengan Niko, lalu apa yang sebenar nya terjadi pada Naina" gumam Reyza kesal, dia ingat Naina memang tak pernah memberitahu alasan nya dulu, Naina juga tidak pernah muncul lagi didunia entertaiment saat dia memutuskan hubungan mereka.
"ah Naina, apa aku sudah melakukan suatu kesalahan" gumam Reyza lirih, hati nya tiba tiba saja seperti takut akan terjadi sesuatu, yang biasa nya dia menjadi benci dan frustasi jika menyebut nama Naina, kini dia seolah merasakan suatu ketakutan yang besar.
Dia begitu frustasi, kemana dia akan mencari gadis itu. Hari sudah sangat larut, dan dia benar benar memutuskan untuk pulang kerumah utama.
Dan tak berapa lama dia pun tiba dirumah nya. Namun langkah kaki nya terhenti saat melihat Sean sudah berdiri tegak didepan pintu rumah mewah itu dengan wajah yang tidak bersahabat.
"mau apa kau? " tanya Reyza ketus
Bukk
Tanpa menjawab apapun Sean langsung memukul telak wajah tampan Reyza hingga membuat nya tersungkur jatuh.
__ADS_1
Reyza menatap heran Sean, dia pun bangkit berdiri sembari menghapus darah yang keluar dari sudut bibir nya.
Bukk
Sekali lagi Sean memukul Reyza membuat Reyza menggeram emosi.
"itu untuk rasa sakit yang Naina derita gara gara kebodohan mu" teriak Sean lantang dan sontak saja perkataan itu membuat Reyza menghentikan aksi nya yang akan membalas memukul Sean
"apa maksud mu" tanya Reyza tak mengerti menatap wajah Sean yang seperti orang kesetanan, ya memang, dia benar benar berada dipuncak emosi saat ini, sudah cukup bagi nya membiarkan Naina menderita dan Reyza yang terus salah paham dan tidak mau mencari tahu kebenaran nya.
"kau yang bodoh, atau memang kau yang tidak benar benar Mencintai dia ha, kau dengan fikiran mu sendiri menuding bahwa dia mengkhianati mu tanpa mencari apa yang sebenar nya terjadi" teriak Sean yang sudah sangat emosi
"apa urusan nya dengan mu" tantang Reyza
Membuat Sean berdecih sinis menatap Reyza. Sudah tidak ada lagi kata sopan untuk menghadapi manusia bodoh ini. Fikir Sean
"cih, ternyata aku salah menilai mu tuan askara. Kau tau, Naina memutuskan mu karena dia tak ingin membuat mu terbebani karena sakit yang diderita nya. Kau tau, dia sakit, dan aku tak tau sampai kapan dia akan bertahan. Dia diujung maut sekarang tuan muda Askara yang terhormat! " teriak Sean frustasi, bahkan ada kepedihan disetiap perkataan nya
Reyza langsung terdiam mencerna perkataan Sean. Ada sebuah batu besar yang menghantam dada nya
"dia memelas, memohon, agar kau mau mendengar nya. Tapi apa yang kau lakukan. Kau menghancurkan semangat nya, kau hancurkan harapan nya. selama setahun ini dia berjuang hidup hanya untuk mu, untuk dirimu!" ucap Sean lantang sambil menunjuk kuat dada bidang Reyza yang masih terdiam mencerna setiap perkataan Sean
"kau orang terbodoh yang pernah aku kenal tuan Reyza. Betapa bodoh nya Naina bisa jatuh cinta padamu" kata Sean tersenyum sinis sementara Reyza masih tetap terdiam seperti orang yang kehilangan nyawa nya
"Naina mengidap kanker otak stadium 3"
Jeduaarr
Reyza terperangah kaget, Seketika pertahanan nya runtuh, dada nya langsung tercekat, bahkan jantung nya juga seperti berhenti berdetak saat itu juga, dia jatuh terduduk lemas dihadapan Sean sembari menangis tersedu sedu menyesali sikap dan perbuatan nya pada Naina selama ini.
"dan karena perlakuan mu kemarin kondisi nya memburuk" ungkap Sean lagi, hingga membuat Reyza semakin merasa bersalah, bahkan dia tidak lagi malu menumpahkan air mata nya dihadapan Sean
Bruk
Sean melempar buku diari kehadapan Reyza
"itu buku diari nya, yang semua nya hanya tentang pria bodoh sepertimu" ungkap Sean dan langsung pergi meninggalkan Reyza yang masih menangis tergugu menyesali perbuatan nya.
Kenapa dia begitu bodoh selama ini, kenapa dia tak pernah percaya dengan cinta Naina, kenapa dia tidak pernah mencari tahu keberadaan Naina. Kenapa!!!!???
Kini hati nya sakit, karena penyesalan itu seperti batu besar yang menghantam dada nya berkali kali
"Nainaaa!!! "Teriak Reyza menangis dan berteriak kuat hingga Miranti dan tuan Suryo langsung datang menghampiri nya
"ya tuhan, kau kenapa nak? " tanya Miranti langsung memeluk tubuh Reyza yang bergetar
"Naina ma, Naina" isak Reyza memeluk Miranti dengan tangis yang bergetar hebat, sungguh dia merasa dia adalah manusia yang paling jahat didunia ini
"tenanglah sayang. Semua pasti akan baik baik saja" jawab Miranti mengelus pundak Reyza
"aku bodoh ma, aku bodoh tidak tau kondisi nya" kata Reyza terisak lirih
"kau memang bodoh" kata tuan Suryo yang langsung meninggalkan Reyza yang menangis seperti anak kecil didalam rengkuhan ibu nya.
__ADS_1
..
next