Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Berziarah Ke Makam Abimanyu


__ADS_3

Siang ini Naina dan juga Reyza memutuskan untuk mengunjungi makam Abimanyu yang terletak dikota tempat tinggal Reyza.


Mereka hanya mengisi jam kuliah pagi saja karena jarak menuju kota itu lumayan jauh, memakan waktu hampir dua jam perjalanan.


Terlihat Naina sangat bahagia dan begitu tidak sabar untuk mengunjungi makam mantan kekasih nya. Walaupun perasaan nya berkecamuk antara sedih dan juga rindu yang kembali terulang.


Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam lebih mereka pun tiba diarea pemakaman itu. Sebelum memasuki area pemakaman Naina menyempatkan diri untuk membeli seikat bunga mawar merah dan juga sekeranjang bunga tabur.


Reyza membiarkan saja apa yang dilakukan oleh Naina, dapat dilihat nya wajah sendu Naina saat memasuki area makam itu.


Naina mengedarkan pandangan nya kesegala arah, dimana sejauh mata memandang hanya gundukan batu batu nisan yang menghiasi. Dan tentu saja hati nya langsung berubah mendung bahkan mata nya langsung berkaca kaca.


Sudah setahun lebih, terakhir kali nya dia melihat Abimanyu, cinta pertama nya. Dan kini yang dapat dilihat nya hanyalah sebuah gundukan tanah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir orang yang pernah mengisi hati nya.


Reyza memperhatikan wajah Naina yang sudah berubah sedih, bahkan terlihat seperti menahan tangis. Dia mengerti ini pasti berat untuk Naina, karena diapun merasakan hal yang sama. Seseorang yang sangat berarti didalam hidup nya kini sudah tidak bisa lagi dia lihat dan dia genggam tangan nya, hanya sebuah batu nisan yang menjadi simbol pertemuan mereka bukan lagi tatapan sayang dan hangat dari pemuda yang sangat baik hati nya itu.


Reyza langsung menggenggam erat sebelah tangan Naina seakan menyalurkan kekuatan kepada gadis itu membuat Naina langsung menatap Reyza dan tersenyum tipis.


Mereka tiba disebuah makam yang bertuliskan nama Abimanyu Askara Gemilang.


Dan seketika airmata Naina lolos begitu saja melihat nama kekasih nya telah terukir dengan jelas diatas batu itu, bahkan foto nya pun masih terpajang rapi disana.


Ia terduduk disisi makam itu, diusap nya lembut nisan itu sembari tersenyum lembut meski airmata nya tidak berhenti mengalir.


Naina pun meletakan setangkai bunga mawar yang dibawa nya, dan menaburi makam itu dengan kembang yang dibeli nya tadi.


Ada sesak yang menjalar kehati nya, namun juga rasa syukur karena akhirnya bisa berziarah kemakam orang yang pernah mengisi hati nya.


"apa kabar kak, maafin Nana baru datang sekarang, kakak udah tenang disana kan, seperti yang kakak mau dulu, Nana udah bahagia disini meski tanpa kakak.


Hiks..


Kak, sekarang ada kak Reza yang jagain Nana,


Terima kasih sudah minta sama Tuhan untuk mengirimkan dia buat Nana,"


kata Naina terisak, dia masih setia mengusap lembut nisan Abimanyu dan foto nya


Sungguh hati nya terasa begitu tercubit, seperti luka yang terbuka kembali, namun tidak berdarah. Tapi dia juga merasakan kelegaan karena akhir nya tahu tempat peristirahatan Abimanyu.


Reyza menghapus setitik airmata nya yang tiba tiba mengalir begitu saja.

__ADS_1


Diusap nya punggung gadis itu sembari berkata dalam hati.


Aku sudah menepati janjiku untuk membawa nya kesini kak, kau tenanglah disana. Semampuku akan membuat nya bahagia.


Terima kasih sudah menitipkan gadis seperti Naina padaku.


Aku menyayangimu kak.


Batin Reyza


Tenang disana ya kak, kakak punya tempat tersendiri dihati Nana.


Aku mencintaimu Abimanyu Askara.


Batin Naina pula


"sudah jangan menangis lagi, dia pasti senang melihat kamu mengunjungi makam nya" kata Reyza lembut sembari mengusap punggung Naina


Naina pun hanya mengangguk


Mereka berdoa bersama untuk beberapa saat sebelum pulang.


"Nana pamit kak, nana janji akan sering kemari." kata Naina sembari mengusap foto Abimanyu yang tengah tersenyum itu.


"sudah? " tanya Reyza


Naina pun hanya mengangguk. Mereka pun pulang kembali meninggalkan kota itu mengingat malam nanti Naina akan manggung diacara ulang tahun gladion corp.


Sepanjang perjalanan Naina merebahkan kepala nya dipunggung Reyza.


"terima kasih sudah bawa Naina kemakam kak Abi kak" kata Naina ditelinga Reyza


"iya sayang, sudah jangan sedih lagi. Sekarang kamu lega kan bisa berziarah kemakan nya" kata Reyza sembari mengusap lembut lutut kaki Naina.


"iya kak," jawab Naina


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka dan hanya berhenti sebentar untuk mengisi perut.


Dua jam kemudian mereka pun tiba dikost Naina.


"kak, nanti kita agak cepat pergi nya ya, soal nya kan Nai mesti dirias dulu" kata Naina mengingatkan Reyza

__ADS_1


"siap nona" kata Reyza sembari mengangkat tangan nya tanda hormat membuat Naina terkekeh lucu


"kakak ih, yauda Sana pulang, siap siap, udah sore banget ini" kata Naina lagi


"iya, yauda nanti kakak jemput. Kamu gak malu kan kalau kita pakai motor butut ini keperusahaan itu? " tanya Reyza ragu


"kenapa malu, yang penting kan sampai disana tepat waktu." jawab Naina tersenyum


"kamu memang terbaik" kata Reyza mencubit gemas hidung Naina. Naina pun hanya tersenyum lebar menampilkan deretan gigi putih nya


Reyza kemudian pulang kerumah kost nya untuk mandi dan berganti pakaian.


...


Hari sudah semakin senja, Reyza kini telah tiba didepan rumah kost Naina. Dia terlihat sudah sangat rapi dengan setelan kemeja nya.


Nampak Naina juga sudah keluar rumah, dia menatap lekat Reyza yang tampak beda hari ini.


"kenapa melihat kakak seperti itu, apa ada yang aneh? " tanya Reyza heran sembari memperhatikan diri nya sendiri


"kakak tampan sekali dengan kemeja itu, Nai jadi takut kakak diculik gadis gadis cantik disana nanti" jawab Naina pura pura cemberut membuat Reyza terkekeh gemas melihat nya


"kamu ini, kan biar kamu gak malu disana nanti kalau asisten kamu tampan begini" kata Reyza bangga


"iya deh iya, asisten kesayangan Nai memang yang paling tampan" balas Naina sambil memakai helm nya


"hehe, yasudah kita berangkat" ucap Reyza dan Naina hanya mengangguk.


Mereka pun berangkat menggunakan motor butut Reyza. Meski Reyza agak sedikit risih datang keperusahaan besar menggunakan motor butut namun berbeda dengan Naina, dia terlihat santai saja apalagi datang dengan Reyza.


Hampir satu jam perjalanan mereka pun tiba diGladion corporation, suasana masih terlihat sepi karena para tamu undangan memang belum banyak yang hadir. Hanya panitia acara dan para karyawan saja yang terlihat mondar mandir disana.


..


*jangan lupa tinggalin jejak like dan komen ya guys ...


bagi yang ngikuti terus karya amburadul aku ini, aku ucapin terima kasih banyak ....


maaf kalau cerita ini kurang menarik, karena aku masih prematur dan baru belajar buat cerita.


mohon kritik dan saran dari kalian ...

__ADS_1


semoga cerita ini bisa selesai tepat waktu.


thank you 🤗*


__ADS_2