Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Kegalauan Beti


__ADS_3

Hari hari berganti dengan begitu cepat. Tidak terasa Naina telah menjadi seorang nona Askara hampir tujuh bulan lama nya.


Kehidupan nya benar benar berubah drastis. Dari seorang gadis sederhana berubah menjadi seorang putri raja yang sangat disayangi oleh pangeran nya. Tinggal dirumah mewah bak istana keluarga Gemilang Grup membuat nya benar benar berada diatas awan.


Hari hari dijalani nya dengan cinta kasih yang selalu diberikan oleh Reyza dan juga mertua nya. Sungguh definisi keberuntungan seorang wanita telah didapatkan dan dirasakan oleh Naina.


Naina tidak pernah melakukan apapun dirumah itu, sehingga terkadang dia benar benar merasa bosan. Reyza dan mertua nya tidak memperbolehkan Naina melakukan apapun, Naina hanya boleh memasak sesekali saja didapur. Dan hari hari nya hanya diisi dengan membaca buku dan sesekali bernyanyi dan memainkan piano yang disediakan Reyza disana. Dan sesekali juga dia ikut Mama ke bazar amal yang memang setiap bulan digeluti oleh mama.


Seperti saat ini, Naina sedang bermain piano diruang musik nya ditemani oleh Beti. Mereka bernyanyi bersama menikmati alunan merdu yang dihasilkan oleh jemari tangan Naina


"aaahh terkadang membosankan" keluh Naina saat telah lelah bernyanyi


"iya yakan, padahal dulu kita gak pernah dirumah, untuk liburan sehari aja payah karena kau sibuk terus, eh malah sekarang kita dirumah terus, paling sesekali ikut Mama keluar" ungkap Beti pula sembari memetik metik kecil gitar ditangan nya


"iya, dan aku masih gak nyangka ada difase ini Bet. Rasa nya seperti hidup disebuah istana yang semua nya harus dilayani, padahal aku juga pengen hidup sederhana aja, tinggal dirumah kecil, dan ngurus suami sendiri" kata Naina membuat Beti menatap nya dan tertawa pelan


"haha, itulah manusia, masih kurang bersyukur. Udah dikasih enak, eh malah mintak susah" sahut Beti


"bukan gitu. Tapi rasa nya aku bener bener seperti mimpi Lo Bet, dulu yang kita tahu kak Reyza kan suka yang kesederhaan, ternyata jauh dari kenyataan yang ada" kata Naina lagi.


"iya sih. tapi kan memang harus kayak gini kehidupan yang kau jalani Nai. Kehidupan tuan ganteng yang sebenar nya, jadi nona muda Askara yang harus bisa nyeimbangi dia" ungkap Beti membuat Naina mengangguk


"iya Bet, aku seperti bukan diriku yang dulu kan" ucap Naina tertawa


"hanya penampilan mu yang berubah, lebih mewah dan glowing, selebih nya biasa aja kok. kau tetap Naina yang rendah hati kayak dulu" jawab Beti membuat Naina tertawa


"manis banget sih kata kata mu itu" kata Naina membuat Beti mendengus


"aku serius. Maka nya kau dapet mertua yang baik nya mintak ampun kayak mama dan papa. kalau kau mengulah, mereka gak mungkin sebaik itu" kata Beti pula


"iya sih, tapi kan kamu juga sebentar lagi dapet mertua yang baik juga kayak ibu dokter Bayu" ucap Naina membuat Beti langsung mengangguk


"ya, gak nyangka aku. Cinta ku gak bertepuk sebelah tangan. haha, eh ditambah ibu nya juga sayang kali sama aku. berasa kayak ibu sendiri Nai. Apa kayak gini ya rasa nya punya ibu, masak setiap hari dia nelponi aku, cuma untuk nanyai kabar sama udah makan apa belum" ungkap Beti dengan tawa nya namun mata nya juga berkaca kaca.


Ya, beberapa waktu lalu, setelah kepulangan dari pulau Lombok, dokter Bayu melamar Beti untuk menjadi istri nya. Dokter tampan itu ternyata tidak main main dengan ucapan nya


"itu tanda nya dia sayang banget sama kamu. Kalau bukan karena dokter Bayu ingin pernikahan mewah, ibu malah pengen kamu nikah Minggu ini juga kan" jawab Naina


"iya, haha. padahal aku cuma pengen yang biasa aja, gak usah mewah, aku kan gak punya keluarga lagi" ungkap Beti sedih


Naina langsung turun dari kursi nya dan langsung menghampiri Beti


"jangan begitu. Kamu anggap kami ini siapa hmm?" tanya Naina sembari memeluk Beti yang sudah mulai terisak

__ADS_1


"aku cuma sedih Nai, aku gak punya ibu yang dampingi aku nanti" jawab Beti membuat Naina juga ikut bersedih mendengar nya


"ibu kamu pasti tahu jika anak nya udah bahagia sekarang, ada seorang pangeran yang mau mempersunting kamu. Yang terpenting ayah kamu nanti ada, dia datang untuk menyaksikan pernikahan mu" ucap Naina sembari mengusap punggung Beti.


"ya, dan untung nya dia mau datang, ya meskipun lagi lagi harus menyusahkan" ketus Beti


"jangan begitu nak. Nanti mama dan papa juga akan mendampingi kamu. Kamu juga anak kami" kata mama tiba tiba membuat Beti terkesiap kaget dan langsung menghapus air mata nya


Naina hanya tersenyum dan melepaskan pelukan nya untuk bergantian dengan mama


"mama" gumam Beti


"jangan bersedih. Bulan depan kamu akan menjadi istri Bayu. Dia dan ibu nya pasti sangat menyayangi kamu, melebihi siapapun" kata mama sembari mengusap lembut punggung Beti. Orang asing yang sudah dianggap nya seperti anak sendiri


"terimakasih ma, terimakasih udah menerima Beti disini. Padahal Beti bukan siapa siapa" ucap Beti terisak kembali


"hei, kamu anak mama, saudara Naina juga. jangan selalu bilang seperti itu sayang" kata mama


"kamu sudah lebih dari saudara untuk kami Bet, jangan terus merasa sendiri" tambah Naina pula yang membuat Beti semakin terisak dan terharu mendengar


"terimakasih, terimakasih. Kalian benar benar orang baik yang hadir dalam hidup ku." kata Beti memeluk mama dengan erat


"jangan menangis. Sebentar lagi kalian harus perawatan, biar segar dan relaks, mbak Popo dan karyawan nya udah nunggu dibawah tuh" ucap mama


"kan Beti yang mau jadi pengantin, kenapa Nai juga ma?" tanya Naina bingung


"iya deh" jawab Naina


Dia pun hanya pasrah ketika setiap dua Minggu sekali mertua nya ini selalu mendatangkan orang orang untuk melakukan perawatan ditubuh nya. Ya dan memang karena itu kini penampilan Naina benar benar memukau, semakin bersinar hingga membuat Reyza bertambah kagum pada istri nya itu.


....


Hampir tiga jam Naina dan Beti melakukan perawatan, Naina peratawan untuk wajah nya sedangkan Beti khusus perawatan untuk pengantin, karena dua Minggu lagi dia akan mengadakan pernikahan dengan dokter Bayu.


Malam ini Naina tengah duduk di sofa ruang keluarga bersama Beti, mereka sedang melihat lihat majalah fashion dunia sembari menanti Reyza pulang dari perusahaan nya.


"wah ini cantik Lo Nai" ucap Beti menunjuk sebuah pakaian branded dengan logo Ale


"iya Bet, sederhana tapi kelihatan nya cukup mewah untuk dipakai diacara pesta" jawab Naina


"iya, yang kudengar, desainer nya ini masih muda, baru merintis tapi udah langsung terkenal. Kau tahu kan Barren'ts Agency, nah karena pakaian dia banyak dipakai model model diagensi itu, sekarang hasil karya dia malah jadi mendunia" ungkap Beti membuat Naina terperangah menatap nya


"kamu kok bisa tahu, biasa nya paling males tentang yang beginian" tanya Naina curiga, namun Beti malah tertawa

__ADS_1


"hahah, karena mama ini. Kalau kau pergi sama tuan ganteng, mama selalu ngajakin aku lihat majalah begini" jawab Beti membuat Naina tertawa juga


"ya, dan ada faedah nya juga kan. Kamu jadi gak terus terusan galau karena gak ketemu dokter Bayu" ejek Naina


"sialan kau, aku masih tetep galau tahu. udah seminggu gak ketemu, dan harus nunggu dua Minggu lagi" kesal Beti membuat Naina tertawa kembali


"sabar. Buah dari kesabaran pasti manis. Lagian dokter Bayu juga harus nyelesain pekerjaan nya dulu diluar kota kan" tanya Naina sembari membolak balik majalah ditangan nya


"iya, lama banget dia, aku berharap dia baik baik aja disana" ungkap Beti


"dia pasti baik baik aja. Kata kak Rey, Minggu depan dia udah pulang kok" jawab Naina


"hmm" gumam Beti


"hmh, nanti kalau kamu udah nikah, kita udah jarang ketemu deh, gak ada lagi temen aku" ucap Naina dengan raut wajah sedih


"kita kan masih bisa ketemu. Lagian gak jauh juga. aku pasti sering sering lah main kemari" balas Beti


"tapi pasti udah beda Bet. Kamu udah sibuk dengan urusan rumah tangga kamu sendiri pasti nya. Lihat aku sama Clarissa, udah jarang ketemu sekarang, padahal dulu waktu kuliah kami Deket banget" lirih Naina


"iya sih, tapi aku janji aku akan usahain Dateng kemari. Clarissa kan jauh, apalagi dia udah punya bayi sekarang, ya payah lah mau kemana mana" kata Beti dan Naina hanya mengangguk


"oh ya, jadi kau besok nengokin dia?" tanya Beti lagi


"jadi dong, kak Reyza kan libur besok, udah janji juga" jawab Naina


"salah nya sekarang aku yang gak boleh kemana mana" kata Beti cemberut


"nama nya calon pengantin. Sabar dong" goda Naina


"hmh, bosan tahu Nai" ucap Beti membuat Naina terbahak


"lagi pada ngapain sih. Seneng banget kelihatan nya, sampai aku pulang gak ada yang tahu" kata Reyza tiba tiba


Naina langsung berdiri dan tersenyum menyambut suami tampan nya itu.


Reyza langsung memberikan kecupan hangat didahi istri nya seperti biasa.


"maaf gak kedengeran, capek ya" ucap Naina sembari mengusap wajah Reyza yang terlihat lelah namun senyum masih selalu menghiasi wajah nya


"tadi capek banget, tapi karena ngelihat senyum kamu, capek nya jadi hilang" jawab Reyza membuat Naina langsung merona malu sedangkan Beti mendengus nafas gerah


"hiks, pergilah aku, capek kali iya dengerin duo bucin ini" ucap Beti yang langsung beranjak dari duduk nya, membuat Reyza dan Naina terbahak karena wajah kesal yang sedang iri itu

__ADS_1


"iri bilang Bet" kata Reyza pada Beti


"memang aku iri. itu Abang ganteng aku gak pulang pulang lagi, gak tahu apa dia aku udah kangen" gerutu Beti sembari berjalan meninggalkan Naina dan Reyza yang menggeleng dan tertawa melihat kegalauan Beti


__ADS_2