
Pagi ini Reyza sudah berada dikampus nya. Dia baru saja memarkirkan motor nya dan terburu buru berjalan hingga tak disadari nya menabrak seseorang.
"oh maaf, tidak sengaja" ucap Reyza dan menatap orang itu
"gak sengaja lo bilang, lo gak tau tas gue ini mahal ha, liat tu kotor kan" bentak pemuda itu yang tak lain adalah Andre.
"salah sendiri kenapa tidak dipakai" jawab Reyza acuh membuat Andre berang, dia pun hendak berlalu namun segera dihalangi oleh Andre. Melihat ada perdebatan antara Andre dan Reyza membuat teman teman yang lain dan beberapa mahasiswa yang melihat ikut menghampiri mereka.
"mau kemana lo, jangan belagu lo dikampus ini. Lo gak tau siapa gue? " ucap Andre sinis
"apa penting nya" sahut Reyza dengan senyum smirk nya membuat Andre semakin kesal
Belagu sekali manusia satu ini. Batin Reyza
"udah berani lo ngejawab gue, lo itu anak baru disini, miskin pula, gue sentil keluar lo dari kampus ini" teriak Andre yang langsung disambut tawa oleh teman teman Andre yang lain
Reyza masih diam menahan emosi yang sudah sampai diubun ubun nya melihat kelakuan Andre yang begitu angkuh dan sombong
Dia melirik kekanan dan kekiri sudah banyak orang mengelilingi mereka. Reyza pun menarik nafas nya dalam.
"lo mau apa,? " tanya Reyza menantang
"haha, gue mau lo mintak maaf sambil sujud didepan gue" ucap Andre lantang
"cih, jangan harap" ucap Reyza dingin. Sontak itu membuat Andre berang diapun langsung mengarahkan tinju nya kewajah Reyza namun langsung ditangkap oleh Reyza.
"jangan ngerasa sok jagoan jika lo punya kuasa, ingat diatas langit masih ada langit" ucap Reyza lantang dan mendorong kuat tubuh Andre hingga langsung jatuh terjerembab ketanah.
Andre dan teman teman nya pun langsung menyerang Reyza, namun nampak nya Reyza masih terlihat santai menghadapi mereka, karena dia juga mempunyai ilmu bela diri yang cukup tinggi, bahkan Andre dan teman teman nya mulai menciut menghadapi Reyza seorang diri.
"hei, stoopp !!" teriak Dion tiba tiba yang langsung menghentikan mereka
"wah pangeran kampus, habis lah mereka" bisik seluruh mahasiswi yang ada ditempat itu
"apa apaan kalian, mau aku laporkan kalian semua ha!! " ucap Dion lantang
"ni anak cari masalah bos, jadi perlu dihajar" ucap Andre berang
"aku tau kau seperti apa ndre, bubar kalian semua, jangan suka mengganggu Reza kalian dengar, mulai sekarang dia teman ku. Awas jika kalian mengganggu nya" kata Dion lantang, dan itu membuat Andre semakin berang, dia pun langsung meninggalkan tempat itu bersama yang lain dengan wajah kesal dan penuh amarah.
Reyza tersenyum tipis, hati nya seketika menghangat mendengar perkataan Dion, teman baru nya.
"lo gak papa Za? " tanya Dion
"gak papa, aman kok. Thanks " ucap Reyza dengan senyum nya yang selalu memikat siapapun yang melihat nya, termasuk para mahasiswi yang masih berada disana
"ck, gue bukan belain lo, gue cuma males aja ada yang ribut dikampus" elak Dion membuat Reyza terkekeh pelan sembari memandang kerumunan gadis gadis cantik yang masih memperhatikan mereka
Dion yang melihat itu langsung menghela nafas kasar
"kalian kenapa masih disini, gak da kerjaan lain?" tanya Dion malas menatap para mahasiswi itu
"gak ada, kerjaan kami kan memang cuma ngeliat pangeran kampus , apalagi ada makhluk yang lumayan buat cuci mata" jawab mereka membuat Dion dan Reyza melengos menggelengkan kepala mereka
"sudah lah, cabut yuk" ajak Reyza yang malas berurusan dengan mereka
"heran gue, mau jadi apa Indonesia kalau rakyat nya model begitu" gerutu Dion sembari mengikuti langkah Reyza
__ADS_1
"mau jadi Miss Indonesia semua mungkin" jawab Reyza asal membuat Dion berdecak kesal
"tapi gak nyangka gue seorang Dion bisa buat mereka tunduk semua" ucap Reyza tiba tiba menggoda Dion disela perjalanan mereka menuju kelas
"mereka cuma takut sama bokap gue, bukan sama gue" kata Dion lagi
"emang siapa bokap lo? " tanya Reyza dengan menaikan sebelah alis nya
"Imanuel Alexander" bisik Dion ditelinga Reyza
Reyza mengernyitkan kening nya dan tersenyum tipis
Oh ternyata dia anak paman Alex pemilik perusahaan Gladion Corp, pantas saja mereka tunduk dan menjadi penjilat, haha bagaimana kalau mereka tau jika aku anak papa yang kekuasaan nya lebih tinggi dari Gladion. Mati berdiri pasti mereka. batin Reyza tertawa dalam hati
"hei kenapa lo senyum senyum begitu, lo kenal? " tanya Dion serius
"enggak" jawab Reyza singkat dan langsung menunjukan tampang pura pura bodoh nya
"haha, bagus lah kalau lo gak kenal. Jadi lo gak ikutan kayak mereka" kata Dion terkekeh
"emang kenapa mereka " tanya Reyza pura pura heran
"gak papa, udah ah, males gue ngomongin para semut itu. Oh ya btw semalem waktu pulang lo kayak nya abis ribut sama cewe kan, siapa, kayak nya tu cewe kesel banget sama lo? " tanya Dion
"iya, bukan dia yang kesel, tapi gue, ditolongin malah ngelunjak. Bukan nya ngucapin terima kasih malah ninggalin gitu aja, sialan kan" jawab Reyza begitu kesal jika mengingat gadis semalam
"haha, maka nya jalan tu ngeliat. Fakultas mana dia? " tanya Dion lagi
"mana gue tau, tapi kayak nya fakultas seni deh, junior kita" ucap Reyza
"kepo banget lu, gak tau gue, gak penting juga" jawab Reyza
"hiss lo ini, ganteng ganteng gak dipakek" sewot Dion
"bodo amat" jawab Reyza ketus.
..
Siang Hari
Difakultas lain
Naina dan Clarissa sedang duduk ditaman belakang kampus sambil berbincang bincang ala cewe.
"eh pagi tadi gue denger ada yang ribut lo difakultas ekonomi, kata nya sih anak baru dikerjain sama kak Andre cs" kata Clarissa sembari mengunyah cemilan nya
"emang si Andre nya aja yang sering cari masalah kan" sahut Naina cuek
"iya sih, kata nya tu anak baru ganteng lo Nai" kata Clarissa lagi
"terus? "
"ck, lo gak asik ih, " sewot Clarissa dan Naina hanya terkekeh geli
"siapa tau cocok buat lo Nai, kan enak ada yang ngibur lagi" ujar Clarissa hati hati menatap Naina yang masih asik dengan buku nya
"udah ada elo yang ngibur gue, jadi buat lo aja" jawab Naina santai
__ADS_1
"ish lo kan tau gue ngefans banget sama kak Dion, gimana sih" kata Clarissa ketus
Naina pun tertawa geli melihat kelakuan sahabat nya itu.
"hai ladies, pada ngapain, asik banget cerita nya" sapa Sean tiba tiba yang langsung menghentikan tawa mereka
"hai kak, biasa lah cewe" jawab Clarissa ramah sementara Naina hanya diam saja
Clarissa melirik Naina yang kelihatan cuek dan santai
"Nai, aku ke toilet dulu ya" ucap Clarissa dan langsung berlalu
Naina menatap nya jengah , kesal sekali melihat sahabat nya itu.
Anak ini kebiasaan. Batin Naina
"lagi baca apa sih Nai, serius banget" tanya Sean menatap wajah Naina yang selalu terlihat cantik dimata nya
"novel kak, " jawab Naina singkat dan masih saja fokus pada buku nya
"wah kakak kirain buku belajar, hobi juga kamu baca novel" ucap Sean masih menatap Naina
"hehe, iya kak. Iseng aja, sekalian buat ngibur" kata Naina santai
"kalau kakak yang ngibur kamu gimana? " tanya Sean lagi
"emang bisa? " tanya Naina balik. Dia pun menutup buku nya dan menatap lekat wajah Sean yang seketika salah tingkah
"ya bisa donk, kamu aja gak pernah mau tau" jawab Sean berusaha santai menutupi kegugupan nya
"hehe, memang Nai gak tau kok, yang Nai tau kakak itu anak nya pak Brata, kalau yang lain mana Nai tau" ucap Naina dengan wajah cuek nya
"his kamu ini. Nai, nanti sore jalan yuk" ajak Sean
"Nai sibuk kak" jawab Naina
"besok siang deh, " ucap Sean
"sibuk juga" jawab nya lagi
"besok sore nya" tanya Sean masih usaha
"masih sibuk" masih dijawab sama
"lah, kok sibuk terus, kapan gak sibuk nya dong? " tanya Sean yang mulai gemas.
" kalau pas tidur" jawab Naina dengan tawa kecil nya
"ck kamu ini" Sean pun langsung mengacak gemas rambut gadis itu
"hehe, maaf maaf. Yauda deh Nai masuk dulu ya kak. Bye" kata Naina langsung berlalu sembari melambaikan tangan nya.
hmmh, sedalam apa sih hati mu nai, susah sekali untuk ku sentuh. Rasa nya setiap cara udah kulakuin, tapi kamu tetap saja tak pernah melihatku. batin Sean
..
jangan lupa tinggalin jejak ya guys!! 😉
__ADS_1