Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
Part Bonus (Mirip Uncle)


__ADS_3

Tiga tahun kemudian .....


Kehidupan seolah roda yang berputar, kebahagiaan dan kesedihan terlewati begitu saja, meski harus selalu meninggalkan kenangan pahit dan manis yang akan menjadi cerita dikehidupan selanjut nya.


Kehilangan, kesedihan, kesakitan dan pengorbanan, semua telah dilalui Naina hingga dia berhasil sampai pada titik ini. Titik dimana hal yang pernah terbayangkan oleh nya bisa menjadi suatu hal yang sangat dia syukuri.


Kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan apapun. Ya, keluarga bahagia. Kini Naina sudah bersama keluarga kecil nya, memiliki mertua yang sangat menyayangi nya, suami yang begitu mencintai nya, dan tentu nya seorang putera yang menjadi harta paling berharga nya saat ini.


Tiga tahun berlalu tanpa terasa, dan memang terasa begitu cepat. Rasa nya baru kemarin dia begitu bahagia karena sembuh dari penyakit nya, dan rasa nya baru kemarin dia merasakan kebahagiaan dengan kehadiran buah cinta nya dengan Reyza, namun kini, anak mereka telah tumbuh menjadi seorang balita yang sangat menggemaskan, tampan dan begitu lincah.


Naina tersenyum menatap anak nya yang sedang bermain Lego ditempat nya. Wajah nya benar benar tampan, begitu mirip dengan Reyza, bahkan lebih tampan jika dia besor esok.


"momy lihat, Abi sudah berhasil" ucap Abimanyu sembari berlari kearah Naina dan menunjukan hasil karya nya.


Naina langsung tersenyum dan mengusap kepala Abi dan memperhatikan hasil karya anak nya itu


"wah, hebat sekali sayang, Abi memang pintar" kata Naina begitu bangga


Abimanyu langsung tersenyum bahagia mendengar pernyataan mommy nya


"tentu saja, Abi ingin mengalahkan Daddy, Daddy lambat memainkan ini, dan Abi lebih cepat bukan" kata Abimanyu lagi


"iya, Abi harus belajar lebih giat lagi, supaya bisa mengalahkan Daddy" jawab Naina


"ya, Abi mau bermain lagi mommy" sahut Abimanyu yang langsung berlari ketempat nya semula, dimana begitu banyak Lego dengan berbagai bentuk


"dia memang begitu pintar" kata Mama mengejutkan Naina


Naina langsung tersenyum menatap mama yang datang dengan sepiring kue ditangan nya


"Abi, Oma bawa kue sayang" panggil mama pada cucu kesayangan nya itu


"no Oma, nanti saja, Abi masih sibuk" jawab Abimanyu tanpa menatap wajah Oma dan Mommy nya yang saling pandang dan menggeleng pelan, dia masih sibuk dengan Lego ditangan nya yang begitu lincah


"terkadang dia seperti bukan anak usia tiga tahun kan ma" gumam Naina membuat mama langsung terkekeh pelan


"ya, dia begitu pintar dan cerdas. Terbukti kan dari kegemaran nya itu, disaat anak seusia nya bermain mobil mobilan dia malah memilih memainkan benda itu" jawab mama


"apa kak Reyza dulu nya begitu ma" tanya Naina yang penasaran anak nya itu mengikuti bakat siapa, karena dia tahu sendiri jika kemampuan nya tidak hebat, Naina hanya bisa menyanyi dan untuk masalah kecerdasan dia benar benar tidak berbakat sama sekali


Mama menggeleng dan tersenyum


"tidak, Reyza tidak suka hal hal yang rumit seperti itu, dia lebih suka bermain seperti anak pada umum nya, bahkan ketika sekolah Reyza juga jarang mendapatkan reward" jawab mama terkekeh pelan, namun mampu membuat Naina mengernyit bingung


"lalu kenapa Abi bisa seperti itu ya, Naina sekolah juga tidak terlalu pintar ma" ungkap Naina


Mama tersenyum dan menatap Abi dengan tatapan penuh arti, dia kemudian beranjak membuat Naina menoleh menatap nya


"tunggu sebentar" kata mama yang langsung berjalan meninggalkan Naina yang masih belum mengerti, apalagi melihat mama mertua nya itu masuk kedalam kamar nya, dan tidak lama kemudian dia datang dengan sebuah album foto ditangan nya.

__ADS_1


Mama langsung duduk kembali disamping Naina yang menatap nya bingung. Apalagi ketika mama membuka album foto yang terlihat sudah lama itu namun tetap bersih karena kualitas kertas dan kamera yang bagus.


"lihat ini" kata mama sembari menunjuk sebuah foto balita yang sedang memainkan Lego ditangan nya


"ini, kenapa mirip Abi?" tanya Naina begitu heran, hingga dia langsung merebut album foto itu dari mama yang tersenyum sendu sekarang


"ya, dia Abimanyu Askara, kakak Reyza. Dan Abimanyumu menuruni sifat uncle nya, bukan hanya sifat namun juga wajah nya kan" ungkap mama dengan mata yang berkaca kaca


"ya Tuhan" gumam Naina begitu takjub dengan foto foto itu. pasal nya semua foto balita kecil itu memang benar benar mirip dengan anak nya.


Bukan hanya satu, namun semua foto, dari yang baru lahir hingga berusia sepantaran dengan Abi anak nya.


"mama selalu mengambil setiap momen perkembangan anak anak mama dulu nya, untuk menjadi kenangan ketika mereka dewasa" ungkap mama


Naina mengusap lembut foto foto itu dengan mata yang berkaca kaca


"mereka benar benar mirip ma" gumam Naina


"ya, semua nya, mama seperti melihat Abi kembali" sahut mama


Naina menatap mama nya dengan mata yang berkaca kaca


"Nai masih tidak percaya ini, rasa nya aneh, tapi ini nyata. Mereka benar benar mirip, Abimanyu" gumam Naina lagi sembari menatap foto ditangan nya dan anak nya bergantian


"ya, Tuhan tidak ingin kita melupakan dia Nai" ungkap mama dan Naina langsung menggeleng mendengar itu


"tidak ma, kak Abi tidak akan terlupakan. Dia akan selalu ada dihati kita sampai kapanpun, dan sekarang kita bisa melihat nya dalam diri Abi kecil" jawab Naina dan Miranti langsung mengangguk


"aamiin, Abi pasti bisa menjadi kebanggan kita ma" balas Naina


Mereka kembali melihat lihat album foto itu sembari sesekali memperhatikan Abi kecil yang masih fokus pada Lego nya.


Wajah Abimanyu benar benar mirip dengan Abi kecil, dan itu membuat Naina tidak bisa berhenti tersenyum, karena ternyata Tuhan memang tidak membiarkan mereka mengurai perasaan mereka terhadap almarhum.


Dan entah kenapa wajah itu begitu mirip, tapi Naina malah senang, karena wajah tampan nan teduh itu dimiliki putra nya, dia berharap putra nya juga bisa menjadi kebanggan mereka suatu saat nanti.


Tidak lama kemudian Reyza dan tuan Suryo pulang kerumah itu setelah dari perusahaan. Hari ini tuan Suryo datang keperusahaan untuk mengurus sesuatu disana bersama Reyza.


"hai cucu opa" kata tuan Suryo yang langsung mendekati cucu kesayangan nya, sementara Reyza langsung mendekat pada Naina yang tersenyum menyambut nya


"opa, don't disturb me, Abi masih harus fokus" ucap Abimanyu yang masih terus memutar lincah Lego ditangan nya meski tuan Suryo mengusap usal kepala nya dengan lembut


"kau tidak bosan bermain itu?" tanya tuan Suryo namun Abi hanya menggeleng


"no, Abi ingin mengalahkan Daddy, dan setelah ini Daddy pasti kalah" ucap nya membuat Tuan Suryo langsung tertawa sementara Reyza mendengus gerah dan langsung berjalan mendekati anak nya itu


"Daddy tidak tertandingi boy" ucap Reyza begitu sombong, dia mengecup sekilas kepala Abimanyu dan langsung duduk didepan anak nya itu


"bahkan Abi tidak pernah melihat Daddy menyelesaikan ini dengan baik" sahut Abimanyu membuat tuan Suryo kembali tertawa

__ADS_1


"hei, ini bukan mainan anak kecil, masih banyak mainan yang lain, bahkan mainan yang Daddy belikan belum pernah kau sentuh" kata Reyza mulai kesal


"itu mainan anak kecil Daddy" jawab Abimanyu membuat Reyza dan semua yang ada disana menatap nya dengan pandangan aneh namun lucu


"hei kau itu masih kecil, kau lupa umur mu. Belum genap empat tahun Abimanyu" ungkap Reyza


"itu sudah besar Daddy, CK, Daddy yang seperti anak anak" balas nya membuat Reyza benar benar kesal, dan membuat tuan Suryo , mama dan Naina langsung tergelak


Selalu seperti ini pemandangan setiap hari, Reyza yang selalu kesal dengan ulah anak nya yang terlalu pintar itu


"astaga, bersikap lah seperti anak pada umum nya nak" gumam Reyza begitu gemas, dia mengusap gemas kepala Abi membuat anak kecil menatap nya kesal


"Daddy, don't touch me. Abi baru saja mandi" ucap Abimanyu begitu kesal


"kenapa kau terlalu pintar hmm, astaga" ucap Reyza lagi


"ya harus, karena Daddy tidak pintar maka dari itu Abi yang harus pintar dan cerdas supaya opa bangga" jawab nya membuat Reyza menatap nya terpelongo dan tuan Suryo kembali terbahak


"astaga, aku seperti Dejavu" gumam Reyza yang segera beranjak dari duduk nya dan menuju kearah Naina yang masih tertawa lucu melihat wajah frustasi Naina


"lihat lah, kau selalu kalah dari dulu sampai sekarang" ejek tuan Suryo membuat Reyza mendengus


"seperti nya dia benar benar reinkarnasi kakak" gumam Reyza membuat mereka kembali terbahak, karena memang sifat Abimanyu yang begitu mirip dengan almarhum kakak nya dulu, selalu berdebat hal sepele dan selalu menggoda nya karena Reyza yang tak pernah bisa lebih unggul dari nya.


"sudah lah, ayo kita kekamar sayang" ajak Reyza pada Naina yang langsung mengangguk


"no, mami milik Abi, don't touch her Daddy" seru Abimanyu menatap kesal Reyza yang sudah melingkarkan tangan nya pinggang Naina


"no, she'is my mine, Yo know, diam lah, dan bermain lah bersama opa kebanggan mu, ini waktu nya mommy bersama Daddy" kata Reyza sembari menarik Naina berjalan menuju kekamar mereka


Abimanyu langsung berdiri dan menatap Reyza dengan begitu kesal


"mommy" seru Abimanyu kesal


"mommy sebentar nak, nanti mommy kembali lagi oke" ucap Naina begitu lembut


"kau bilang kau sudah besar, maka jangan manja terus" kata Reyza membuat Naina langsung mencubit perut nya


"jangan keterlaluan" gumam Naina menatap kesal Reyza yang hanya tersenyum lebar


"bermain lah dulu boy, hanya sebentar oke" kata Reyza yang segera berlalu meninggalkan Abi dengan wajah kesal nya


"mommy hanya sebentar sayang, main sama opa dan Oma dulu ya" kata Mama mendekati Abi yang menoleh pada nya dengan tatapan sendu


"tapi nanti mommy dijahati Daddy" ucap Abi dengan wajah yang begitu menggemaskan


"dijahati bagaimana" tanya tuan Suryo pula


"kemarin malam saat Abi ingin menemui mommy dikamar, Abi mendengar mommy berteriak" ungkap Abimanyu dengan wajah sedih nya membuat mama dan tuan Suryo saling pandang bingung

__ADS_1


"berteriak" tanya mereka bersamaan


"iya, berteriak, tapi mama juga tetap bilang I love you kedaddy" ungkap nya lagi membuat mama dan tuan Suryo langsung menahan tawa karena mereka mengerti, telinga cucu kesayangan mereka telah ternoda sekarang .


__ADS_2