
Hampir dua puluh menit akhir nya mereka tiba dirumah sakit. Terlihat rumah sakit itu sudah sepi dan ada beberapa penjagaan karena Niko sudah memerintahkan asisten nya untuk mereservasi rumah sakit itu agar tidak ada fans ataupun paparazi yang tahu tentang Naina.
Naina segera dibawa keruang igd untuk segera ditangani sedangkan Reyza dan juga Niko duduk diruang tunggu depan kamar igd.
"maafkan saya Reza, karena saya kamu salah paham, malam tadi saya hanya berniat mengantarkan Naina pulang karena menejernya berhalangan dan pulang duluan. Sungguh saya tidak bermaksud apa apa" ungkap Niko menjelaskan pada Reyza yang tetap terdiam dengan fikiran nya
"saat tadi juga Naina hampir terjatuh karena dia lemas tidak enak badan, saya hanya mencoba menahan tubuh nya, dan tempat itu sepi karena saya tidak ingin kejadian malam tadi terulang lagi. Saya harap kamu bisa mengerti. Sungguh saya tidak mempunyai maksud apa apa" kata Niko lagi
Tampak Reyza menghembuskan nafas nya yang terasa sesak karena telah salah paham pada Naina dan Niko
"maaf, saya hanya emosi pak, bagaimana pun saya lelaki yang punya rasa cemburu ketika milik saya terlihat dekat dengan orang lain" jawab Reyza menatap dalam wajah dingin Niko
"saya mengerti, saya tau kamu sangat menyayangi Naina, dan begitu juga sebalik nya. Tapi satu hal yang harus kamu tau Reza, Naina adalah artis yang sudah lumayan terkenal, dan otomatis suatu saat berita seperti ini pasti akan ada lagi, entah itu dengan saya maupun dengan orang lain, saya harap kamu bisa bersikap lebih sabar lagi" ujar Niko yang juga menatap Reyza
"iya pak, saya mengerti. Maaf jika saya telah salah paham dengan anda" jawab Reyza menyesal
"tidak apa, kalau begitu saya permisi dulu, urusan rumah sakit sudah diselesaikan oleh asisten saya, tidak akan ada juga yang mengetahui kalian disini selain menejer dan asisten Naina. Sampaikan maaf saya untuk nya" kata Niko menepuk pundak Reyza
"baik pak, terima kasih banyak" jawab Reyza
Niko dan asisten nya pun segera berlalu meninggalkan Reyza sendiri.
Reyza orang baik, sangat pantas jika dia bisa mendapatkan hati Naina. Batin Niko
Aku hanya merasa cemburu padamu bos, bukan dengan yang lain. Batin Reyza menatap punggung Niko yang telah menjauh
Tak lama kemudian tampak Beti dari jauh berlari kecil mendapati Reyza.
Dan dari kamar Naina juga keluar dokter yang menangani nya.
Reyza pun segera menghampiri dokter itu
"bagaimana keadaan nya dokter? " tanya Reyza langsung
"dia sudah lebih baik mas, dia hanya kelelahan saja karena kurang istirahat, sekarang sedang tertidur karena pengaruh obat bius " jawab dokter wanita itu
"apa saya boleh melihat nya? " tanya Reyza lagi
"tentu saja, silahkan" jawab dokter itu
Reyza dan Beti langsung masuk keruangan Naina. Terlihat gadis itu masih memejamkan mata nya.
Reyza duduk dikursi dekat ranjang Naina sementara Beti berdiri dibelakang Reyza
"bang jangan marah sama Naina ya bang, kasian aku nengok nya, berita itu gak betul bang, dia takut kali abang marah tadi waktu aku kasi liat foto pak bos sama dia" ungkap Beti pelan
"aku cuma cemburu Bet, apalagi dengan bos itu, yang lebih dari aku" balas Reyza lirih
"abang gak usah khawatir, Naina itu kalo udah cinta, bakalan cinta mati bang, walaupun banyak yang lebih dari abang, terbukti dulu waktu sama pacar pertama nya dia juga setia bahkan jarang ketemu, apalagi sekarang sama abang yang udah baik kali sama dia, yakin lah bang, cinta Naina cuma buat abang aja. Nampak dari sikap nya bang" ungkap Beti lagi
"iya Bet, aku salah paham tadi, kamu mau bantu aku untuk jagain Naina kan jika aku sudah jauh nanti" pinta Reyza tanpa melihat Beti
"iya bang, abang tenang aja, Naina itu udah kayak saudara ku sendiri, janji lah aku kemana pun dia pergi aku bakalan ikut terus bang" jawab Beti tulus
"terima kasih ya Bet, aku gak tau bagaimana nanti jadi nya kalau kami jauh" lirih Reyza sembari mengusap pelan punggung tangan gadis nya
"inti nya harus saling percaya bang, Naina udah jadi artis sekarang, otomatis banyak yang deketin dia, dan abang harus banyak ngerti dan sabar bang" kata Beti sok bijak
"iya bet, " jawab Reyza yang masih setia menggenggam tangan Naina
"aku permisi keluar dulu ya bang, cari makan, laper kali perut ku ini" kata Beti sembari memegang perut nya.
Reyza pun hanya mengangguk dan tersenyum tipis
Ditatap nya wajah gadis nya yang masih terpejam itu, sudah tidak sepucat tadi.
"bangun sayang, maafin kakak yang udah salah paham, kakak cuma takut kamu ninggalin kakak seperti dia dulu" kata Reyza mengecup tangan Naina
__ADS_1
Beberapa saat kemudian terlihat Naina menggerakan sedikit jari nya dan mulai mengerjap ngerjap kan mata nya.
Perlahan dia menatap Reyza yang juga tersenyum pada nya.
"kamu udah bangun sayang" tanya Reyza sembari memencet tombol pemanggil dokter diatas tempat tidur Naina.
"kakak gak marah kan? " tanya Naina dengan suara yang serak dan terdengar lemah
"enggak , kakak gak marah, maaf kakak udah salah paham sama kamu" jawab Reyza sendu
"Nai juga mintak maaf, Nai gak bermaksud buat kakak marah." kata Naina lagi
"iya sayang, udah jangan banyak ngomong dulu. Kamu istirahat aja ya" kata Reyza mengelus sayang kepala Naina
Tak lama kemudian dokter pun datang bersama Beti dan juga menejer Naina.
Dokter itupun memeriksa Naina
"sudah lebih baik, tapi malam ini harus menginap dulu ya, agar semakin fit badan nya" kata dokter itu lembut
Naina hanya mengangguk tersenyum. Dokter itupun keluar dari ruangan, Reyza sudah duduk disofa dalam ruangan itu membiarkan menejer nya berbicara dengan Naina
"kamu gimana nai, udah Enakan?" tanya Nita
"udah kok mbak" jawab Naina
"yasudah, kamu istirahat dulu ,sampai tiga hari kedepan jadwal kamu sudah mbak pending ya" ungkap Nita
"iya mbak terima kasih" balas Naina
"oh ya za, maaf ya, semalam gara gara mbak pulang duluan Naina diantar sama pak bos, mbak harap kamu mengerti dan tidak salah paham" jelas Nita menatap Reyza
"gak papa mbak, saya ngerti kok" jawab Reyza
"heleh, ngerti, tapi sempet ngamuk juga" sindir Beti membuat Nita dan Naina terkekeh
"yasudah, mbak permisi dulu ya, kalau ada perlu telpon mbak ya Nai" kata Nita pada Naina
"iya mbak hati hati" jawab Naina
Nita pun bergegas untuk kembali kerumah nya.
"oh ya Nai, tadi Clarissa nelpon keponsel kau, aku bilang kau dirumah sakit, aku kasi tau apa gak sama dia kalau kau disini, risau kali ku tengok dia tadi, bolak balek nelponin kau" ungkap Beti
"kasi tau aja bet kalau Nai disini" kata Reyza
"ok lah" Jawab Beti sembari mengetik pesan untuk Clarissa diponsel Naina
"kamu mau makan sayang? " tanya Reyza yang sudah duduk dikursi dekat Naina
"nanti aja kak, Nai belum laper" jawab Naina
"jangan dipaksain tubuh kamu kalau lelah biar gak sakit kayak gini" kata Reyza lembut membelai wajah Naina
"iya" balas Naina tak kalah lembut
"kakak sedih kalau liat kamu begini" ungkap Reyza sendu
"jangan khawatir kak, nai cuma kecapean aja kok" balas Naina dengan senyum manis nya
"aiih mak jang, udah lah kalian itu betul betul bikin aku pengen cepet kawin" kata Beti sewot
Reyza dan Naina pun hanya terkekeh geli. Beti dan Reyza berbincang bincang dan tak jarang membuat Naina tertawa meski tubuh nya masih benar benar lemah.
Dan satu jam kemudian terdengar suara pintu diketuk, Beti pun membukakan nya. Terlihat Clarissa bersama Dion masuk dengan membawa banyak tentengan ditangan nya
"hai Nai, gimana keadaan lo? " tanya Clarissa mendekati Naina
__ADS_1
"udah lebih baik kok" jawab Naina tersenyum menatap wajah sahabat nya
"ini bukan ulah Reza kan Nai? " tanya Dion curiga
"lah kok gue? " tanya Reyza balik
"ya siapa tau lo ngamuk karena cemburu ngeliat Naina deket sama ceo ganteng itu, takut kalah saing kan lo pasti nya" ejek Dion
"sialan lo, gue gak sekejam itu ya" kata Reyza sewot
"nai memang gak enak badan dari kemarin kak, dan tadi puncak nya, bukan karena kak Reyza kok" kata Naina membela Reyza
"beneran, dan lo gak cemburu gitu ngeliat foto foto Naina yang beredar , gue aja kesel za" ucap Dion mulai memanasi kembali
"beh, bukan lagi bang, udah mau keluar tanduk nya dia, aku aja takut nengok nya. Haha" kata Beti tertawa geli saat melihat wajah Reyza siang tadi
"hahaha, udah gue duga, saingan terberat nya ya ceo ganteng itu" ejek Dion yang semakin membuat Reyza kesal
Naina dan Clarisaa pun hanya bisa menahan tawa mereka
"ck, sialan lo, oh ya udah bisa ngejek gue aja lo, kenapa udah bagus aja tu muka, kemarin aja kayak orang mau mati tapi gak bisa" tanya Reyza balas mengejek
"hahah, mukjizat bro, tuan Suryo ngebatalin perjodohan itu, yakan yang" ungkap Dion sumringah
Clarissa pun mengangguk senang
"wah, selamat ya, secepat itu ya, " kata Naina yang ikut senang
La ya orang aku orang nya, gimana gak cepet selesai. Batin Reyza
"berbahagialah elo, gak jadi bersaing sama anak sultan itu" kata Reyza lagi
"haha, iya banget za, " jawab Dion terkekeh
"alasan nya apa Cla, kok tiba tiba dibatalin? " tanya Naina pada Clarissa
"kata papa ku anak tuan Suryo udah ada pilihan nya sendiri Nai, dan papa juga bilang aku juga udah ada pilihan sendiri. Jadi ya gitu perjodohan itu langsung dibatalin " jelas Clarissa tak kalah berbinar nya
"wah padahal siapapun yang jadi istri nya gue jamin hidup nya bakalan enak kayak anak raja, kenapa lo gak mau Cla, dari pada sama siDion yang gak seberapa ini" ejek Reyza
"haha, aku udah terlanjur sayang kak, kalo gak ya pengen banget jadi menantu sultan" jawab Clarissa terkekeh
"ish kamu ini yang, dan lo Nai, pepet aja deh tu ceo ganteng, dari pada sama Reyza yang cuma punya motor butut" balas Dion mengejek
"sama kayak Cla kak, udah terlanjur sayang" jawab Naina tersenyum menatap Reyza
"ish, kamu terbaik yang" kata Reyza menunjukan jempol nya
"kalian ini jahat kali ya, gak dianggap ada aku disini bah" kata Beti yang membuat semua orang melihat kearah nya yang sedang memakan buah bawaan Clarissa
"hehe, maaf bet, kamu sih gak mau nyari pasangan" kata Reyza mengejek
"carikan lah aku bang, biar gak mati kebaperan aku nengok kalian" balas Beti
"nanti gue cariin deh, mau yang gimana lo, yang berbulu atau yang licin? " tanya Dion pula
Sementara Naina dan Clarisaa sudah terkekeh geli
"aiiih abang ini, disangka nya aku nyari piaraan apa ya" kata Beti kesal
Mereka pun menghabiskan malam itu dirumah sakit dengan candaan Beti dan juga Dion.
Baru menjelang tengah malam Clarisaa dan Dion pulang, sementara Reyza dan Beti menginap dirumah sakit menemani Naina.
..
jangan lupa tinggalin jejak ya guys ....
__ADS_1