Berjuang Bersamamu

Berjuang Bersamamu
DiBawah Sinar Rembulan


__ADS_3

Malam ini semua anggota keluarga Reyza dan Naina berkumpul diarea tepi pantai menikmati malam mereka.


Cuaca malam ini cukup cerah, dingin nya angin malam seakan tak lagi terasa bagi mereka.


Api unggun berkibar besar ditengah tengah mereka. Canda dan tawa saling bersahutan dimalam ini.


Naina dan Reyza duduk didepan api unggun bersama eyang putri, sementara yang lain nya tampak sedang melakukan kegiatan mereka masing masing.


tuan Suryo bersama Abah terlihat sedang memanggang bebek utuh yang baru saja dibumbui oleh ibu.


Ibu bersama mama terlihat menyiapkan makanan yang lain nya, seperti sambal dan kue penutup.


Beti dan Loli menyiapkan minuman dan snack lain nya. Sedangkan Sean dan dokter Bayu tampak sedang memanggang ayam dan beberapa makanan barbeque yang lain nya.


Mereka tidak membiarkan Naina dan Reyza bekerja, karena sehabis bermain air sore tadi, Naina terlihat begitu kelelahan.


Jadilah sekarang diri nya hanya duduk bertiga bersama Reyza dan Eyang putri yang juga tidak melakukan apapun.


"ini terlihat enak, saya sudah sangat lapar" kata tuan Suryo sembari memperhatikan Abah Naina yang begitu telaten dengan panggangan nya


"sebentar lagi tuan, ini sudah akan matang" jawab abah


mereka bersama sama terlihat begitu akrab dan hangat. Seolah tak terlihat jenjang strata sosial yang membedakan dua keluarga itu. Tuan Suryo dan Mama terlihat begitu menyukai kebersamaan ini. Kebersamaan yang jarang sekali mereka temui dikehidupan nya.


Beti dan Loli telah selesai menyiapkan alas tikar ditengah tengah mereka. Beberapa minuman dan snack juga telah tersaji dengan manis disana


"sudah, ayo semua duduk sini" panggil Beti saat mama dan ibu sudah meletakan makanan mereka.


Begitu pula dengan Sean dan dokter Bayu yang membawa makanan buatan mereka.


"ayo sayang, eyang ayo" ajak Reyza sembari menarik lembut tangan Naina dan juga bergantian membantu eyang putri berdiri dari duduk nya


mereka semua berkumpul dan duduk lesehan melingkar dan saling berhadapan.


"nah, mari kita mulai. dokter Bayu bisa memimpin doa kan" kata mama pada dokter Bayu yang langsung mengangguk dan tersenyum teduh


Dokter Bayu langsung mengangkat tangan nya dan diikuti oleh semua orang, mereka berdoa begitu khidmat seolah penuh rasa syukur bisa ada dan menikmati malam yang indah ini.


Beti selalu saja terpesona melihat setiap apapun yang dilakukan oleh dokter tampan itu. Bahkan dia tak lagi fokus pada doa nya, melainkan fokus pada wajah tampan nan teduh milik pemilik hati nya itu.


Loli yang berada disebelah nya langsung menyikut lengan Beti sekilas, membuat gadis itu terkesiap kaget dan langsung tersenyum canggung.


Setelah dokter Bayu menyelesaikan doa nya, mereka langsung memulai untuk makan.


"awas kolestrol pa" ingat Reyza pada tuan Suryo yang mengambil sepotong besar bebek panggang dipiring nya


"tenang saja, percuma membawa dokter keacara kita jika dia tidak berguna" sindir tuan Suryo pada dokter Bayu yang sedang memotong potongan ayam panggang kepiring Beti


dokter Bayu langsung tertawa kecil mendengar nya


"saya selalu siap siaga tuan" jawab nya


dia kembali mengambil potongan daging ayam yang telah disendirikan sejak tadi, dan langsung menyerahkan itu kepada Reyza yang ada disebelah nya


"menu nona Naina tuan" ucap dokter Bayu


"oh terimakasih" ucap Reyza


"ini sayang" kata Reyza yang kini menyerahkan piring itu kehadapan Naina


"apa Nai tak boleh makan daging itu?" tanya Naina menatap bebek panggang didekat Abah dan tuan Suryo

__ADS_1


"belum nona, anda belum boleh makan sembarangan" jawab dokter Bayu langsung


Dan Naina pun hanya mengangguk pasrah


"jika sudah sembuh kamu bebas memakan nya sayang" kata mama pada Naina


"iya ma, tidak apa apa" jawab Naina


"ah, ini benar benar nikmat, buatan besan memang tak bisa diragukan" puji tuan Suryo membuat Abah langsung tertawa


"ya, masakan ibu memang enak dan pas dilidah kami" timpal mama pula


"mbak yu bisa saja. Ini memang resep turun temurun dari eyang putri dan ibu kami dulu nya" jawab ibu


"ya, tapi hanya eyang Naina yang bisa, saya tidak pernah bisa membuat nya" kata eyang putri pula


"pasti nanti akan turun keNaina ataupun Loli kan" tanya mama membuat Naina dan Lolita langsung tersedak mendengar nya, hingga membuat Sean dan Reyza dengan cepat langsung memberikan minum pada gadis mereka


"haha, nampak kali kalian gak bisa nya" ejek Beti membuat Naina dan Loli langsung tersenyum canggung


"Nai sudah lama sekali tak pernah memasak ma" kata Naina malu, namun mama malah tersenyum dan menggeleng


"tidak apa, mama yakin Reyza tak akan membiarkan kamu melakukan itu" kata mama dan Reyza langsung mengangguk


"ya mama benar, untuk sekarang cukup diam dan bersantai saja" jawab Reyza cepat membuat Sean dan dokter Bayu saling pandang gerah


"tapi dulu Naina memang pandai memasak, meski sibuk dia selalu menyempatkan diri untuk belajar memasak. Berbeda dengan Loli yang tak pernah menginjakan kaki nya didapur" ungkap Ibu


"ibu" seru Loli malu


"ya, Rey juga pernah merasakan masakan Naina sekali waktu zaman susah dulu" kata Reyza


"zaman kau masih menjadi rakyat jelata" timpal tuan Suryo membuat semua orang tertawa mendengar nya


"ya, karena istri itu bukan untuk dijadikan pembantu, melainkan ratu. Cantik dan pintar memasak itu hanya bonus, yang diperlukan adalah bagaimana cara dia menyayangi kalian. kalian mengerti kan" kata tuan Suryo pula pada ketiga pemuda itu


"benar" ucap dokter Bayu


"ya, Rey setuju. Cinta itu tidak perlu menuntut" kata Reyza pula


"cinta itu saling memahami" tambah Sean pula dan menatap Lolita yang sudah merona malu


"aaa pantas saja mama dan papa selalu romantis, ternyata papa seromantis ini" kata Beti dengan wajah berbinar


"ya, semoga kita bisa menua bersama dan hidup bahagia seperti papa mama, dan ibu juga Abah" kata Reyza


"aamiin" jawab semua orang yang ada disana.


"kunci nya hanya saling percaya" tambah eyang putri.


...


malam itu mereka menghabiskan malam dengan penuh kebahagiaan. Bukan hanya Reyza dan saja Naina yang berbulan madu, namun semua merasakan hal yang sama. Seolah mereka sedang melupakan masa masa kelam mereka masing masing.


..


Naina dan Reyza kini memilih berpisah menjauh dari anggota keluarga mereka.


Reyza membawa Naina duduk ditepian pantai dibawah pohon kelapa dimana ada sebuah kursi panjang tersedia disana.


Reyza membenarkan jaket Hoodie yang dikenakan Naina dengan lembut.

__ADS_1


"tidak dingin sayang?" tanya Reyza dan Naina langsung menggeleng


"tidak, kan ada hubby yang menghangatkan" jawab Naina dengan senyum menggoda nya membuat Reyza langsung menarik gemas hidung Bangir itu


"jangan menggoda ku sayang, atau kamu mau kita berakhir dikamar saja sampai pagi hmm" goda Reyza pula membuat Naina langsung tertawa


"jangan dulu, malam yang indah ini sangat disayangkan jika dilewati begitu saja" ucap Naina


"tapi aku sudah rindu" bisik Reyza sembari memeluk Naina dari samping dan menciumi wajah istri nya itu dengan gemas


"nanti sayang, Nai cuma milik hubby, sekarang biarkan Nai disini dulu ya, lihat langit malam ini begitu cerah, bulan dan bintang seakan menyatu disana" ungkap Naina sembari mengusap lengan Reyza dan menatap kearah Naina


Reyza juga mengikuti arah pandang Naina dimana memang benar malam ini begitu indah


"hmm, baiklah. tapi nanti malam kamu tidak akan aku lepaskan" kata Reyza dengan senyum penuh arti nya membuat Naina bergidik ngerih, apalagi ketika mengingat bagaimana perkasa suami nya itu


"iya iya" jawab Naina pasrah


Naina membiarkan Reyza bergelayut manja dan memeluk diri nya. Dia terus memperhatikan langit malam itu dengan begitu lekat.


Satu senyum terukir diwajah nya, senyum yang sangat indah ditambah dengan terpaan sinar bulan dimalam itu


Reyza tertegun menatap itu, bahkan tanpa sadar senyum nya juga ikut mengembang dengan sempurna


"apa yang kamu lihat sayang??" tanya Reyza lembut sembari mengusap pelan kepala Naina


Naina menoleh kepada Reyza dan menggeleng pelan


"tidak ada" jawab Naina singkat


"kamu bukan pembohong yang baik" ucap Reyza membuat Naina kembali tersenyum


"Nai cuma sedang bersyukur, Nai bersyukur masih bisa berada disini, berdua dengan hubby, berkumpul dengan orang orang yang Nai sayangi. Rasa nya jika mengingat masa masa kemarin, Nai sudah tidak punya harapan lagi, apalagi bisa merasakan kebahagiaan ini" ungkap Naina dengan mata yang berkaca kaca


Reyza kembali mendekap istri nya itu


"Tuhan itu Maha baik sayang, karena kamu kuat dan bersabar, maka dia memberikan apa yang tak pernah kamu fikirkan. Aku juga sangat bersyukur dan berterimakasih pada Nya, masih diberikan waktu untuk bisa bersama mu lebih lama lagi" balas Reyza


"jika Nai tidak kembali waktu itu, apa hubby akan mencari wanita lain?" tanya Naina


Reyza terlihat menghela nafas nya dengan berat mendengar pertanyaan Naina


"tidak tahu, tapi mungkin aku akan ikut dengan mu" jawab Reyza membuat Naina tertegun


"by" ucapan Naina langsung terhenti ketika telunjuk tangan Reyza langsung membungkam mulut nya


"jangan berkata seperti itu sayang. Kamu tidak tahu betapa takut nya aku waktu itu, kamu tidak tahu betapa lemah nya aku melihat mu tidak berdaya. Andai saja bisa ditukar, aku ingin sekali menukar posisi dengan mu. Sungguh aku tidak sanggup kehilangan mu Nai" ungkap Reyza begitu lirih dengan mata yang berkaca kaca


"tolong jangan pernah tinggalkan aku. aku tidak akan pernah bisa" kata Reyza lagi dan kini telah memeluk Naina dengan erat


"hubby" lirih Naina membalas pelukan Reyza, dapat dia rasa tubuh Reyza bergetar menahan tangis nya, dan sungguh itu membuat Naina merasa sakit.


Dapat dia rasakan cinta Reyza begitu besar untuk nya, bahkan hanya dengan mengingat itu saja Reyza seakan lemah dan tak berdaya


"jangan tinggalkan aku sayang" pinta Reyza lagi


"tidak, tidak akan, Nai akan terus bersama hubby sampai kapan pun. Semoga Tuhan menjawab doa doa kita, dan jikapun maut menghampiri, Nai berharap, jika kita pergi bersama menghadap nya" kata Naina


Naina menangkap wajah Reyza dengan kedua tangan nya


"jangan bersedih, maafkan Nai yang pernah membuat hubby sedih. Nai sangat mencintai hubby" ucap Naina, dia mengecup lembut bibir Reyza yang langsung tertegun

__ADS_1


"aku juga sangat mencintai mu sayang. sangat" balas Reyza


Mereka saling berpelukan dan berciuman dibawah sinar rembulan yang memantul dan membias kewajah mereka. Saling merasakan betapa besar nya cinta diantara mereka.


__ADS_2