
Reyza kini tengah duduk dibalkon kamar nya. Sudah lelah dia menangisi kebodohan nya yang tak pernah mencari tahu kabar tentang gadis pujaan nya. Rasa cemburu telah membutakan mata hati dan fikiran nya selama ini.
Kenapa dia begitu bodoh sehingga tidak mengetahui apa yang terjadi pada Naina, seharus nya dia percaya dengan cinta tulus yang diberi Naina selama ini.
Sungguh, Reyza benar benar merasa menjadi orang yang paling jahat saat ini.
Apalagi mengingat perlakuan nya kemarin yang begitu kasar pada Naina.
Betapa memelas nya wajah sendu yang terlihat layu dan kurus itu, tidak ada lagi mata yang berbinar indah seperti dulu, tidak ada lagi cahaya diwajah cantik Naina, tubuh yang kurus dan layu yang begitu lemah ingin mendapatkan sedikit perhatian dari nya, namun dia malah mengabaikan nya dan menambah luka ditubuh dan hati nya.
Reyza langsung meremas rambut kepala nya dengan kencang, hati nya sakit, hancur bahkan rasa nya dia ingin menghajar diri nya sendiri saat ini.
'Naina, maaf sayang, maaf, aku bodoh, aku benar benar bodoh. kenapa kau tak pernah bilang padaku, kenapa kau sembunyikan sakit mu dari ku, kau membuat aku menjadi orang yang paling tidak berguna sekarang Nai' gumam Reyza terus menerus
Hingga beberapa saat kemudian, Reyza teringat dengan sebuah buku yang diberikan oleh Sean tadi, ralat, dicampakkan.
Reyza kembali masuk kedalam kamar dan mengambil buku yang dia letakan diatas meja kecil disamping tempat tidur nya.
Dibuka nya halaman pertama buku itu, dengan tangan yang bergetar dan jantung yang mulai bergemuruh. Dapat dilihat nya ada foto nya dan juga Naina saat berada ditaman tempat biasa Mereka menghabiskan waktu bersama dulu. Dia mengusap lembut foto bercaption my heart itu. Disana wajah mereka masih terlihat sangat bahagia dengan wajah Naina yang merona merah karena digoda oleh Reyza.
Tangan nya beralih membuka lembar kedua, dimana disana terdapat cerita sewaktu pertama kali mereka bertemu membuat Reyza tersenyum sendu mengingat mereka yang seperti anjing dan kucing setiap kali bertemu
Dilembar ketiga diary nya, Naina menceritakan saat Reyza mengajak nya untuk berjuang bersama menata hati mereka yang sama sama patah dan itu membuat mata Reyza kembali berkaca kaca, ya dia ingat, itu adalah waktu dimana dia mengetahui jika Angel adalah istri Danil.
Kini Reyza beralih kelembar keempat, dimana Naina bercerita tentang Reyza yang sudah mulai mencuri hati nya, mengobati setiap luka yang selama ini terus menganga karena kehilangan Abimanyu, dan Reyza yang selalu menemani dan mensuport nya berjuang untuk meraih mimpinya.
Dilembar kelima gadis itu menuliskan saat Reyza mengutarakan isi hati nya untuk pertama kali disebuah taman favorit mereka. Dan Reyza pun mulai menitihkan air mata nya mengingat itu
dibuka nya lagi lembar berikut nya, lembar keenam yang menceritakan tentang keterkejutan nya yang mengetahui fakta bahwa Reyza adalah adik kandung Abimanyu dan juga anak dari tuan Suryo. Kecewa sudah pasti, namun semua tertutupi karena sikap Reyza yang memang selalu penuh ketulusan dan membuat Naina meraih kesuksesan nya berkat malaikat seperti Reyza yang selalu setia mendampinginya.
"dan sekarang aku bukan lagi malaikatmu Nai" lirih Reyza menahan tangis
Dilembar ketujuh tertulis tentang kejutan yang paling berkesan dari Reyza saat dia membawa Naina kesebuah taman bunga tulip. Disana mereka berjanji untuk saling setia dan berjuang bersama dan janji nya untuk selalu menanti Reyza kembali
Dilembar berikut nya, lembar kedelapan Naina bercerita tentang perpisahan nya dengan Reyza.
rasa nya perpisahan ini begitu sakit kak. Entah kenapa aku merasa kita akan berpisah sangat lama
"dan kita memang terpisah lama Nai, bahkan aku tak tau kau berada dimana sekarang. Maafkan aku, maaf" gumam Reyza sembari menghapus titik air mata nya
Reyza membuka lagi lembar selanjut nya, Dilembar kesembilan yang berisi tentang hari hari Naina tanpa Reyza
rindu ini sungguh menyiksaku kak, sungguh rasa nya aku ingin terbang kesana untuk melihat mu. Walaupun kita jarang berkomunikasi tapi ku harap hati mu masih terus mengingatku.
Aku selalu menunggu mu disini
Meski banyak kumbang yang mendekat, namun sungguh, pesona mu tak bisa tergantikan
Reyza tersenyum getir membaca tulisan Naina yang seperti sembilu menyayat hati nya
Dilembar kesepuluh berisi tentang saat Naina mengetahui tentang penyakit nya, dan ini semakin membuat jantung Reyza berdenyut ngilu
kak Reyza, aku harus apa.
Aku sungguh takut kak
Mendengar nama penyakit nya saja sudah membuat ku kehilangan arah
Aku harus apa
Aku harus bagaimana
Apa aku masih bisa hidup lebih lama
Aku masih ingin bertemu dengan mu kak
aku takut
sungguh takut
__ADS_1
"Naina, maaf, maaf sayang. " tak terasa air mata Reyza semakin deras mengalir
mata nya kembali bergulir membaca lembar kesebelas, saat Naina memutuskan hubungan nya dengan Reyza. dan dilembar ini yang membuat Reyza sempat tertegun lama
kak, malam ini aku sudah memutuskan untuk meninggalkan dunia ku yang sudah kita perjuangkan bersama
Maafkan aku, aku sudah tidak cukup kuat untuk melanjutkan mimpi ku
Kak, tadi aku bertemu dengan pak Niko, dia mengungkap kan semua isi hati nya padaku.
Tapi kakak jangan khawatir ya, pesona nya belum mampu merubah apapun dihati ini. Pak Niko bilang dia sudah merelakan aku untuk kakak.
Maaf kan aku yang mau saja dipeluk oleh nya.
Kak, sebenar nya hatiku hancur harus mengatakan ini. Tapi sungguh aku tidak ingin kakak terbebani dengan penyakit ku
Maaf kan aku jika aku harus mengakhiri hubungan kita saat ini.
Aku ingin kakak fokus pada tujuan utama kakak disana.
Jangan risaukan aku disini,
Berjuanglah agar bisa membahagiakan orang tua kakak
Kak, meski aku mengakhiri hubungan ini, percayalah, rasa cinta ku tak akan pernah berakhir walau sampai akhir usiaku
Reyza kembali menitikan air mata nya lagi. Sungguh dia sangat menyesal telah berprasangka buruk pada Naina dan juga Niko.
"bodoh bodoh bodoh...arggggghhh!!" teriak Reyza frustasi, dia meninju meja didepan tempat nya duduk dengan kuat berkali kali, mencoba mengurai segala emosi dan kesakitan nya akan kebodohan nya sendiri
"Naina!! " teriak Reyza meraung frustasi, suara nya menggema diseluruh sudut kamar nya
"maafkan aku Nai, maaf, seharus nya aku tahu itu" lirih Reyza begitu sesak, bahkan beberapa kali dia menepuk dada bidang nya yang dibalut kemeja yang sudah tak berbentuk lagi
Beberapa lama dia terdiam sembari merenung dengan wajah frustasi nya, dia kembali meraih buku diary milik Naina, hati nya begitu sakit tiap membaca kata demi kata yang ditulis oleh Naina, namun dia masih tetap ingin membaca nya agar dia juga dapat merasakan kesakitan yang dialami oleh Naina
Kak, aku berdarah lagi
Aku takut
Apa aku masih bisa hidup
Pengobatan ini sungguh menyiksaku kak
Aku ingin menyerah, tapi mereka bilang aku harus kuat agar bisa bertemu dengan kakak lagi suatu saat nanti,
Aku mencoba kuat kak,
Semangat ku ada padamu
Berharap sebuah keajaiban terjadi meski itu mustahil
"Naina" lirih Reyza kembali
Lembar ketiga belas
Kak, rambutku sudah habis sempurna
Tubuhku juga tinggal tulang yang berbalut kulit
Rasa nya tidak mungkin lagi aku berharap untuk bersanding dengan pangeran sepertimu kan.
Aku takut kak
Rasa sakit ini kian menyiksa
Rasa nya aku ingin pergi saja
aku sudah lelah
__ADS_1
Reyza pun terus menangis membaca lembar perlembar tulisan Naina. Meski hati nya hancur namun dia tetap terus melanjutkan membaca, melihat bagaimana perjuangan Naina tanpa dirinya yang begitu bodoh ini
Lembar ke empat belas
Sudah hampir setahun aku merasakan sakit,
Tapi sakit yang paling terasa adalah sakit menahan rindu
Kak
Hari ini kamu tampak gagah seperti seorang pangeran
Tuan askara ku
Seharus nya kita sudah bersama sekarang
Tapi takdir tuhan ini membuat ku takut untuk menemui mu
Kak
Apa masih ada kesempatan ku untuk bisa bertemu dengan mu
Sebentar saja, aku ingin memeluk mu
Aku rindu, sungguh rindu
"aku juga rindu sayang, bahkan sangat rindu" lirih Reyza memeluk buku itu dan menciumi nya penuh emosi
Lembar kelima belas
Kak
besok hari pernikahan cla dan kak dion,
Besar harapan ku untuk bisa bertemu dengan mu
Aku tau kakak mengira aku berkhianat kan,
Tak apa,
Aku memang tak pantas untuk mengharapkan pangeran seperti kakak lagi
Kak,
Sebelum waktu ku habis, sekali saja jika kita berjumpa berikan aku satu pelukan
Aku sungguh merindukan mu kak
Rasa nya aku hampir menyerah
Aku sudah lelah
Rasa rindu dan sakit ini begitu menyiksa ku
Kak, aku mencintaimu, sangat mencintaimu
Jika aku tiada, tolong simpan namaku meski jauh didasar hatimu
Reyza pun menutup buku diari itu dengan air mata yang berlinang
"naina, maafkan aku. Keegoisanku menyakitimu. Maaf sayang, maaf" isak reyza tersedu sedu
Dia pun terduduk lemas disamping tempat tidur nya sembari mendekap erat buku diari itu.
Tubuh nya bergetar hebat, Satu malaman Reyza tak dapat tidur. Yang dilakukan nya hanya menangis menyesali kebodohan nya mengabaikan Naina gadis pujaan nya, dan gadis kesayangan kakak nya dahulu.
Andai waktu bisa diulang, andai waktu itu dia mau mencari tahu kebenaran nya, pasti dia masih berada disamping Naina saat ini, menemani nya berjuang sekali lagi, bukan malah melampiaskan emosi dan ego nya dengan mempermainkan wanita diluar sana dan memendam benci yang tidak pada tempat nya.
Sungguh Reyza begitu menyesal
__ADS_1