Bintang Clarissa

Bintang Clarissa
00:53


__ADS_3


...(pict : Konser asli Bad Omens by @mddnco)...


...🌼🌼🌼...


Apa gunanya tiket VIP jika yang didapatnya tetap pada barisan yang tidak terlihat. Clarissa kira dirinya akan mendapatkan fasilitas khusus untuknya berdiri didepan, melihat dengan baik bagaimana pahatan indah milik Noah Sebastian. Apalagi dia sengaja bergadang, menatap layar laptopnya sepanjang hari agar berhasil menang untuk mendapatkan tiket VIP. Apalagi ini demi Nick Folio drummer favoritnya, walaupun pasti tidak akan terlihat karena pemain drum selalu ditaruh pada bagian belakang.


Clarissa berjinjit. Astaga. Tingginya hanya 150cm dan orang-orang yang berdiri didepannya rata-rata memiliki tinggi 170an, Clarissa tidak bisa melihat dengan baik. Ia kira, tempat untuk tiket VIP akan ditaruh pada pembatas besi dibarisan paling depan, dan sialnya dia malah ditempatkan pada area nomer tiga. Tidak ada kata 'untung' padanya karena walaupun dia berdiri lurus langsung menghadap panggung tetap saja Nick Folio akan terlihat semut dimatanya.


Apa petugas salah menaruhnya?


Apa tiket VIPnya tidak berguna. Clarissa ingin menangis. Dia sudah mengeluarkan uang tabungannya dan malah tidak bisa melihat dengan jelas.


Bahunya ditepuk oleh orang asing, membuatnya bergeser dikit dan menatap tajam, secara dia harus waspada dari siapapun. Pria berperawakan besar dan seluruh wajahnya dipenuhi dengan bulu-bulu halus menatapnya saksama.


"Damn,," umpat pria itu. "Adik kecil, sedang apa disini? sama siapa? mana papamu?"


Pria yang berdiri tidak jauh dari pria yang menyapanya secara random ikut melihat kearahnya. "Kamu sama siapa? kesasar ya?"


"Sendiri." Jawabnya ketus.


"Anak SMP kenapa menonton ini?" tanyanya tanpa bertanya berapa umur Clarissa.


Tapi tidak salah juga sih, mereka yang sekali melihatnya pasti akan mengira kalau dirinya masih SMP, karena memiliki tubuh mungil apalagi sekarang dirinya mengenakan pakaian yang terlihat masih anak-anak.


"I Love Nick Folio." Menunjukkan ponsel dengan layar yang menampilkan dirinya sebagai pemenang tiket VIP. "VIP nih boss, senggol bacok."


Kedua pria itu langsung bergerak ala terkejut. "Hell, rich little girl."


Clarissa tekekeh. "Maaf maaf nih ya om, kakak, mas, abang.." Dia tidak tahu harus memanggil apa. "Saya anak kelas tiga SMA, kesini sendiri karena tidak ada teman yang satu genre,"

__ADS_1


"KEREN?!?!" Keduanya mengacungkan dua jari jempol.


Terdengar musik mengawali masuknya Noah Sebastian bergemuruh, membuat semua orang berteriak kesetanan. Tidak. Mereka hanya terlihat bahagia karena melihat penampilan berbeda Noah Sebastian dengan rambut pendeknya, dari pertama munculnya grup musik Bad Omens, vokalis utama memiliki rambut yang panjang, dan kali ini........., Clarissa seperti tersihir, dia melupakan tujuannya kesini untuk melihat Nick Folio dan malah hatinya berdegub kencang karena melihat Noah Sebastian yang sedang menyapa diujung sana.


"Jangan-jangan gue jatuh cinta."


Dua pria yang masih berdiri didekatnya menggeleng heran karena Clarissa berbicara sendiri dengan menyentuh dadanya.


...🌼🌼🌼...


SIAL. Clarissa tidak bisa melihat Nick Folio bermain, dia hanya ikut bernyanyi bahkan sedikit berjingkrak ketika alunan membuatnya melupakan kepenatan hidup.


...If you're throwing me to the lions...


...You should know I'm not scared of dying...


...I wouldn't take back one thing I did, one word I said...


Teriaknya ketika sampai pada reff lagu yang berjudul 'limits', Clarissa sangat bersemangat. Dia harus mengeluarkan semua pikiran yang bersarang pada otaknya. Tentang apa yang salah pada mamanya sampai-sampai papanya pergi. Tentang kak Bintang yang begitu mudah tidur dengan perempuan bahkan sampai perempuan itu hamil tanpa memikirkan nasib adiknya yang bisa saja kesialan itu berimbas pada adiknya. Tentang apa yang salah jika dia menyukai Putra Rizqi Adietama dan bahkan kedekatakan mereka menjadi masalah untuk semua orang, Clarissa hanya suka, dia tahu kalau dia tidak akan mungkin bisa disukai balik oleh laki-laki itu, tapi sepertinya mereka semua tidak paham dan hanya mencari-cari salahnya.


Bad Omens berhenti setelah menyanyikan dua sampai tiga lagu. Terlihat Noah Sebastian maju sampai diujung panggung melambaikan tangannya. Sial. Clarissa ingin berdiri dekat disana.


"Hi everybody. Thank you for this kind welcome. I'm Noah Sebastian as vocalist of Bad Omens very very grateful. Yahh, it feels really good to be standing here seeing how beautiful you guys are." Noah menggaruk tengkuknya, wajahnya terlihat tersipu menatap kertas yang sedari dia pegang. "I won't mince words anymore let's call someone who is struggling to get his vip ticket."


Mendadak jantung Clarissa berdegub kencang.


"CLARISSA FATIYAH ADAAAMSSS.." Teriak Vokalis Bad Omens dengan logat susahnya menyebut nama Clarissa. Kepala seluruh penonton banyak menoleh, mencari sosok yang dipanggil oleh sang Vokalis. "Come on Clarissa, where are you..."


Mendadak Clarissa berjingkrak, menepuk asal pria yang ada didekatnya. Tangannya mengacung tinggi. "IT'S MEEE?!?!?!"


Mata orang-orang yang ada didekatnya melebar kaget, melihat gadis mungil meloncat-loncat sembari mengangkat tangannya. Mulutnya terus berteriak mengatakan 'itu namaku' dan kepalanya bergerak mencari sosok petugas yang sedang mencari perempuan bernama Clarissa Fatiyah Adams.

__ADS_1


"Kamu Clarissa?" tanya laki-laki berseragam tentara.


"Iya, itu saya," jawabnya senang.


"Sini pegang tangan saya." Clarissa meraih tangan laki-laki yang sekiranya seumuran dengan Bintang, kakaknya. Dia berusaha melindungi Clarissa dari kerumunan banyak orang yang ingin melihatnya, melihat seseorang yang mendapatkan tiket VIP.


Clarissa sangat-sangat-sangat tidak menyangka kalau yang dimaksud tiket VIP adalah dipanggil oleh anggota Bad Omens untuk maju kedepan. Tuhan. maaf kalau Clarissa sempat mengumpat tadi.


Rasanya ingin berteriak sekencang mungkin, sayangnya dia sudah sampai didepan, petugas lain membukakan gerbang pembatas antara penonton dan panggung. Menjaga baik anggota Bad Omens dari jangkauan orang yang bisa saja menjadi gila saat melihat mereka.


Mimpi apa sore tadi. Noah Sebastian menghampirinya, mengulurkan tangan untuk membantunya naik keatas panggung, rasanya Clarissa ingin melompat tapi dia lupa kalau saat ini dia sedang mengenakan rok mini.


"Hi Clarissa," sapa Noah membuat Clarissa hanya menahan senyumnya.


Clarissa meraih mic yang diberikan oleh kru. "You can call me ICA."


"Okay Ica," Noah menarik tangan Clarissa untuk lebih maju. "She is Clarissa, VIP ticket winner. I didn't think that Ica's body would be this small."


Semua orang tertawa, tapi bukan menertawakan tentang keburukan dirinya, hanya menimpali kalimat sembarangan Noah Sebastian.


"But, she looks so cute." Kalimat itu membuat semua orang terdiam, bahkan ada yang mengangguk setuju. Clarissa melihat itu semua dari atas panggung, dengan banyak orang yang terlihat seperti semut. Kepalanya menatap kebelakang melihat Nick Folio tengah melambaikan tangan kearahnya dengan menggenggam stik drum.


Ini benar-benar diluar dugaannya, kegelisahan hari-harinya mengenai papanya, mamanya, kak Bintang, Putra, Kanya bahkan sampai teman-trman sekolahnya telah terbayar dengan kebahagiaan yang tidak pernah dirasakan kebanyakan orang. Dihampiri, disapa oleh orang yang berpengaruh dalam hidupnya. Setidaknya Bad Omens adalah alasan dirinya tetap melupakan segala ocehan dan sindiran dari anak-anak satu sekolahnya, karena lagu-lagu mereka mampu menutup telinga Clarissa.


Terima kasih untuk tangannya karena memenangkan tiket itu, terima kasih untuk Tuhan karena memberi kebahagiaan lebih untuknya hari ini.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ BERSAMBUNG πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


...DUH, ENAKNYA GINI KALAU JADI PENULIS YA? BISA NGARANG SEMUA CERITA SESUAI KEMAUAN, HEHE. BISA NONTON KONSER TANPA BAYAR TIKET MAHAL-MAHAL, TANPA BUANG-BUANG UANG BUAT KETEMU SAMA ARTIS FAVORIT....


...HUAA, ICA KAMU DULUAN KETEMU NOAH YA 😭...

__ADS_1


__ADS_2