Bintang Clarissa

Bintang Clarissa
00:54


__ADS_3


...(Konser asli Bad Omens, pict by : @mddnco)...


...🌼🌼🌼...


Tolong selamatkan Clarissa sekarang, dia telah dihimpit oleh empat orang berlabel terkenal. Bad Omens. Yaa, Clarissa sedang berfoto epic dengan keempat anggota Bad Omens, dia diperbolehkan untuk berfoto serentak atau dengan satu-satu membernya. Clarissa kembali mengumpat dalam hatinya karena melupakan kameranya. Dia mengandalkan kamera ponselnya yang sederhana ini.


Membiarkan sejuta penggemar demi satu penggemar yaitu Clarissa. Clarissa Fatiyah Adams.


"Who do you like the most between us?"


Oh Noah, kamu salah menanyakan hal itu, tentu Clarissa suka semuanya. Tapi apakah harus dia mengatakan kalau dia sangat menyukai Nick Folio?


"Come on answer my question?"


Clarissa tidak bisa menjawabnya, dan Noah Sebastian berjalan kearah kru entah membicarakan apa lalu dia kembali dan menghadap penggemar yang lain. "Jawab,,, jawab,,, jawabb...."


Semua penonton berteriak ketika Noah Sebastian mengatakan itu dengan lantangnya. Menggiring semua penonton mengatakan itu. Ada yang sempat berteriak. "JAWAB CLARISSA."


"Anything about Bad Omens I like, to pick who I like the most is very confusing. It's just that the first time I fell in love with Bad Omens was because of Nick Filio's drumming, and I started to fall in love with him." Dengan gemetar Clarissa mengatakan hal itu, yah, semua itu keluar begitu saja dari mulutnya tanpa dia rancang. "Earlier when Noah Sebastian came out, I thought I had fallen in love with him." Clarissa tekekeh. "But I was wrong. I just didn't see the Nick Folio, and when I did get a closer look at the Nick Folio, I canceled myself to fall in love with Noah."


Nick Folio berjalan memeluknya, Clarissa membalas dan dia tertawa kecil saat Noah Sebastian berekspresi seperti patah hati. Saat pelukan itu terlepas, pria dengan rambut panjang yang tergelung itu berlari menuju drumnya dan kembali dengan membawa stik drum. "This is for you," menyerahkan benda berharganya itu kehadapan Clarissa.

__ADS_1


Bukan hanya Clarissa yang menganga kaget, seluruh penonton berteriak iri karena hal itu. Mendapatkan tiket VIP saja sudah membuat semua orang iri, apalagi ini, Nick Folio memberikan stik drum kebanggaannya.


Dengan ragu dia meraih stik drum itu, menggenggam erat, dan Noah Sebastian meraih mic lagi lalu menghadap kepara penggemarnya. "Tonight, this stage belongs to ICA, what do you want to do?"


Clarissa menggenggam erat mic, ini adalah mimpinya, Noah mengatakan itu dan mimpinya harus terwujud. "I want to accompany you to sing."


"Okay, stand beside me while I sing until this show is over." Jawab Noah Sebastian.


Clarissa menggeleng. "I want to play the drums while you sing." Dia mengangkat stik drum ditangannya. "Now I have Nick Folio holy drumsticks."


Seluruh penonton serta anggota Bad Omens tertawa, bahkan Joakim Karlson mengelus puncak kepalanya dengan sangat gemas. "What song would you like to play with us?" tanya pria itu.


"The Death Of peace Of mind." Jawabnya dengan lantang membuat semua penonton berteriak girang, Clarissa akan mengiringi Bad Omens dengan bermain drum membawakan lagu terbaru mereka.


Tidak ada satu hal yang membuat Clarissa mengingat tentang kesakitannya, mungkin ini kebahagiaan yang tuhan berikan atas kesedihannya yang dia alami selama ini. Dan kesedihannya kemarin adalah balasan atas kebahagiaannya yang lalu, semoga saja kebahagiaannya sekarang bukanlah awal kesedihan ataupun kegundahan yang lain nanti.


Mereka semua menikmatinya, tidak menyangka jika Bad Omens tengah bernyanyi dengan Clarissa sebagai pemain drum mereka. Walaupun Clarissa sempat menyesal karena dia memakai rok mini, tapi dia melupakan itu karena dengan sangat gentle man Nick Folio melepaskan jaketnya lalu menaruh diatas pahanya yang siap menghentak bahkan menjadi dirinya yang lain.


...🌼🌼🌼...


Clarissa tertawa cukup puas dalam dadanya, tidak ada yang lebih membahagiakan dari ini. Sekalipun papanya datang meminta maaf dan kembali kerumah, sekalipun kenyataan yang menimpa kakaknya tidaklah benar, sekalipun Putra tiba-tiba menyatakan perasaan kepadanya-tapi itu semoga saja-semua tidak tertandingi karena konser ini adalah kebahagiaan diatas kebahagiaan.


Dia turun dengan satu tangan dipegang erat oleh Nick Folio, dan satu tangannya memeluk erat stik drum serta album terbaru mereka yang bahkan diyoutube saja belum diluncurkan. Ini adalah harta berharganya. Penjaga membukakan pintu untuk Clarissa keluar, sialnya, semua orang bersorak ingin mendekatinya. Tidak. Siapapun yang berhati baik tolonglah Clarissa agar tidak terdorong, tersenggol oleh orang-orang yang sudah masuk kedalam kegilaan lagu yang dibawakan oleh Bad Omens yang terakhir.

__ADS_1


Stik drum pemberian Nick Folio dan album berharga dia tetap peluk erat, takut ada yang mencuri apalagi tubuhnya kecil, tersenggol saja dia bisa kehilangan semuanya. Stik drum, Album Bad Omens, dan dirinya yang sudah pasti terinjak-injak, dia sempat melihat beberapa orang yang digotong karena tidak kuat terhimpit dengan jutaan orang.


Clarissa mengerjap matanya, sesak, pandangannya memburam karena seseorang merangkul dengan menutupi kepalanya dengan jaket denim? entahlah, membantu dirinya keluar dari kerumunan dengan menariknya agar berlari kecil. Jangankan untuk mendongak melihat siapa yang tengah menolongnya, untuk melihat jalan saja dia tidak bisa, dia hanya pasrah dalam kukungan seseorang yang ia perkiraan seorang laki-laki.


Clarissa dan 'laki-laki itu' berdiri disebuah pohon yang besar dan kokoh, jaug dari area panggung tapi tetap dalam area konser. Gelap. Dia tidak bisa melihat siapa laki-laki yang menolongnya karena sibuk mencari inhaler, tasnya kecil, bagaimana bisa kehilangan gas oksigen yang besarnya tidak seberapa. Napasnya sudah tidak lagi terkontrol, kepalanya pusing karena resah tidak menemukan penolongnya.


"Looking for something?" tanya laki-laki itu dengan suara beratnya.


Clarissa tidak menjawab, dia masih sibuk mencari alat bantu pernapasannya.


"Asma kambuh?" tanya laki-laki itu lagi.


Clarissa mengangguk, memukul kecil dadanya agar bisa berkompromi, Clarissa ingin menangis. Didalam tasnya hanya berisi dompetnya saja.


Mata Clarissa melebar, adegan kehilangan napasnya mendadak berhenti ketika laki-laki yang menolongnya, menariknya, dan bergerak seperti memberikan bantuan oksigen. Tangannya mengepal, dia tidak tahu harus merespon seperti apa, badannya membeku, sesuatu menyerang dadanya detak jantungnya hingga berdetak semakin cepat, tangan laki-laki itu bergerak mengelus dada Clarissa dengan lembut. Seharusnya Clarissa mengelak atau marah, tapi ini........


Sial.


Clarissa menikmatinya, bahkan sentuhan bibir laki-laki itu tidak lagi memberikan bantuan pernapasan untuknya. Dia seperti, oh shiit!!!!?!! sepontan Clarissa mendorong tubuh laki-laki itu karena bibirnya telah menelusuri lehernya, dia menunduk tidak berani melihat seseorang yang menjulang begitu tinggi itu, dia mencari dimana kemejanya yang telah terlepas. Tolong, Clarissa hanya pakai crop top.


"Pakai ini," ucap laki-laki itu tanpa memberi aba-aba, sudah memakaian sweaternya masuk kedalam kepala, otak Clarissa tidak dapat mencerna. Dengan gerakan cepat Clarissa memasukkan kedua tangannya kedalam sweater hodie laki-laki itu. Dia meraih mini-bagnya dan langsung berlari pergi setelah mengucapkan. "Terima kasih."


Entahlah, itu terima kasih untuk apa? terima kasih untuk pertolongannya dari kerumunan penonton, terima kasih untuk pertolongan batuan pernapasan atau terima kasih untuk ciumannya? astaga, itu fisrt kiss Clarissa.

__ADS_1


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ BERSAMBUNG πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


__ADS_2