
"Ethan yang menjadi dalang semuanya. Dia menyuruh gadis suruhan Tuan Darion meracuni Kakek angkatnya, dia juga yang sudah mengotak-atik mobil Tuan Darion hingga menyebabkan kecelakaan," jawab Arzan.
Tuan Anderson dan Nyonya Fika tercengang seketika kala mendengar jawaban anaknya, mereka tidak menyangka jika ternyata anak angkat saja bisa sampai setega itu pada orang tua yang sudah merawat dan mengasihi Ethan.
"Zan, bagaimana bisa Ethan berbuat hal kecil seperti itu?" tanya Tuan Anderson. Pasalnya, sepengetahuan dia Ethan adalah anak yang sangat baik dan cukup berbakti pada orang tua angkatnya.
"Entahlah, Pa. Aku juga belum tahu semua alasannya. Anak buahku masih terus melacak keberadaan dia," jawab Arzan tanpa mengalihkan tatapannya dari jalan raya.
"Oh, begitukah?"
"Ya, Pa."
Keluarga itu sampai di rumah ketika hari sudah gelap. Arzan membangunkan Allura yang kelelahan sebelum ia turun, sedangkan kedua orang tuanya sudah turun terlebih dulu.
"Rara, sayang .... Kita sudah sampai," ucap Arzan seraya menepuk pelan pipi sang istri.
Ya Tuhan ... aku tidak menyangka akan secepat ini aku kembali menikah. Padahal, setelah pengkhianatan yang Rivera lakukan, aku berpikir akan hidup sendiri saja. Lucu sekali pikiranku saat itu, batin Arzan. Tangan pria itu masih anteng mengusap pipi mulus Allura dengan ibu jarinya. Hingga tak lama kemudian, Nyonya Fika mengetuk jendela mobil Arzan.
"Kalian sedang apa? Kenapa tidak masuk rumah?" tanyanya saat Arzan menurunkan kaca mobil itu.
"Maaf, Ma. Tapi ... Allura masih belum bangun," tunjuk Arzan pada wanita disampingnya yang masih tetap setia menutup mata.
"Oh, ya sudah. Cepat bangunkan dia, di luar sudah mau hujan," perintah Nyonya Fika sebelum dia berbalik kembali masuk ke rumahnya.
Arzan menatap Allura sesaat, akhirnya pria itu pun memutuskan untuk menggendong Allura lagi.
Aku akan membawanya ke kamar atas saja. Maaf sayang, batin Arzan sambil sedikit menipiskan bibirnya.
__ADS_1
Arzan pun meminta petugas keamanan rumahnya untuk membantu dia memarkirkan mobil dan memasukkannya ke dalam carport, sedangkan dia sendiri langsung menggendong Allura di tangannya ala bridal style.
Nyonya Fika dan Tuan Anderson pun membiarkan Arzan membawa Allura ke kamarnya yang berada di lantai atas. Mereka juga tidak lupa memberi tahukan pada semua asisten rumah tangga tentang status baru Allura di rumah itu.
Sesampai di kamarnya, Arzan pun mulai memberikan Allura di atas kasur, tidak lupa ia juga menyelimuti wanita yang kini sudah resmi menjadi istrinya. Setelah itu, Arzan pun bergegas untuk membersihkan dirinya terlebih dulu.
Allura baru terbangun saat telinganya tak sengaja mendengar suara gemericik air. Kelopak mata yang tadi terpejam rapat ini mulai terbuka sedikit demi sedikit. Allura menatap ruangan yang kini tengah ditempatinya, tapi dia tidak mengenali ruangan itu.
Di mana aku? Kenapa kebiasaan tidurku sangat buruk? gumam Allura seraya mengusap wajahnya kasar. Ya, Allura jika sudah tertidur sangat sulit untuk dibangunkan, hal itulah yang membuat dia selalu di bopong oleh Arzan ketika tertidur.
Gadis itu pun bangkit dan beringsut turun dari kamar itu. Selama tinggal di rumah Tuan Anderson, Allura tak pernah sekalipun naik ke lantai atas. Dia tidak berani berkeliaran di lantai tempat kamar Tuan Anderson dan Arzan berada. Maka dari itu, saat ini Allura sama sekali tidak mengenali ruangan tempatnya tidur.
Setelah kesadaran yang benar-benar terkumpul, Allura pun memilih untuk keluar dari kamar, sebelum pemiliknya keluar dari kamar mandi.
"Oh, seperti ini keadaan di lantai atas." Allura terus memerhatikan lorong ruang yang ia lewati, ada beberapa pintu juga di sana. Namun, Allura tidak berniat untuk mengetahui lebih dari yang dia lihat sekarang.
"Kemana orang-orang?" gumam Allura dengan mata terus memindai setiap ruangan. Namun, ia tetap tidak melihat siapa pun. Akhirnya gadis itu memilih masuk ke kamar dan membersihkan tubuhnya dulu, dia berniat untuk mencari Bintang setelah mandi.
***
Selepas membersihkan tubuhnya, Arzan terheran-heran karena dia tidak menemukan Allura yang tadi terlelap di atas kasurnya.
"Apakah Rara sudah bangun? Kenapa dia tidak menungguku," gumamnya seraya menghampiri walk-in closet.
Selesai memakai pakaian lengkap, Arzan pun hampiri kamar mamanya yang berada tak jauh dari kamar dia. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam dan Arzan berniat untuk mengajak kedua orang tuanya turun bersama.
"Ma, ayo kita makan malam dulu," ajak Arzan saat mamanya membukakan pintu.
__ADS_1
"Oh, iya, Zan. Tapi ... Allura mana?" tanya Nyonya Fika ketika ia melihat kehadiran menantunya bersama sang anak.
"Sepertinya Allura sudah turun kebawah sendiri saat aku sedang mandi tadi."
"Hmmm. Baiklah."
Arzan, Nyonya Fika, serta Tuan Anderson pun menuruni tangga bersama-sama. Mereka sempat melihat Allura yang sedang berdiri diambang pintu kamar dengan membelakanginya.
"Ra, kamu sedang apa?" tanya Nyonya Fika yang kini sudah berdiri di belakang Allura.
"Mama ... itu ... aku ... aku dari tadi sedang mencari Bintang dan Bi Endah. Tapi sampai saat ini aku belum menemukan mereka," jawab Allura sambil menundukkan kepalanya.
"Lho, memangnya mereka ke mana? Bukankah tadi ada?" tanya Nyonya Fika mulai khawatir setelah mendengar jawaban menantunya.
"Aku ... aku tidak tahu, Ma. Tadi aku sempat mencari mereka di paviliun belakang, tapi di sana juga tidak ada. Bahkan beberapa pelayan yang lain juga tidak mengetahuinya." Allura mulai terisak, dia sangat takut terjadi sesuatu hal yang buruk pada bayi yang kini menjadi anak sambungnya.
"Tenang dulu, Ra. Kita akan cari mereka, rumah dengan penjagaan ketat seperti ini pasti akan mudah menemukannya," tanggap Arzan yang kini mulai ikut khawatir dengan keadaan buah hatinya.
Arzan segera memanggil beberapa penjaga yang ada di rumah itu. Termasuk pelayan yang bekerja di sana, sedangkan Tuan Anderson memilih untuk mengecek CCTV yang terpasang di setiap sudut rumah itu.
Allura dan Nyonya Fika sendiri mengikuti langkah Tuan Anderson ke ruangan CCTV yang berada di samping rumahnya.
Allura, Nyonya Fika dan Tuan Anderson sangat terkejut ketika melihat ada seorang wanita yang menyamar di antara para pelayan rumahnya.
"Rivera?"
...❤️❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
Maaf slow update, Kakak-kakak 🙏 Authornya kebagian tumbang ☺️🙏 Kalian jaga kesehatan ya 🤗