
Siang ini Rivera memilih untuk kembali ke kota tempat asalnya setelah beberapa hari menginap di kota lain, dia berniat untuk menemui Arzan dan keluarganya. Namun, tiba-tiba tatapannya tak sengaja melihat Arzan turun dari mobilnya bersama seorang wanita.
"Siapa wanita itu? Kenapa Arzan bisa sangat perhatian sekali padanya? Bahkan, saat dulu dia bersamaku, Arzan tidak pernah memperlakukanku sebaik itu," gumam Rivera sambil memicingkan matan untuk memperhatikan wajah dari gadis yang sedang bersama mantan suaminya.
Setelah beberapa saat, Rivera baru menyadari jika wanita yang bersama Arzan adalah Allura, gadis yang pernah dia percayai untuk menyusui anaknya, Bintang.
"Kurang ajar, ternyata gadis itu juga sudah mulai merayu Arzan," gerutu Rivera sambil mengepalkan kedua tangan yang berada di samping tubuhnya.
Sebelum dia menghampiri Allura dan Arzan, Rivera meminta beberapa orang terlebih dulu untuk ikut menghampiri sepasang sejoli itu. Penampilan Rivera dengan dulu dan sekarang sudah berbeda. Jadi, orang-orang tidak ada yang menyadari jika itu adalah Rivera. Dia bermaksud untuk membuat Arzan dan Allura malu dengan dalih dirinya sudah dikhianati oleh suaminya yang berselingkuh. Orang-orang yang melihat tangisan pilu Rivera pun akhirnya menurut dan ikut serta untuk memergoki Arzan dan Allura.
"Dasar pelakor! Kamu sudah berani-beraninya merebut suami orang. Bahkan kamu juga sudah mencuci otak anakku," ucap Rivera tanpa melepaskan tangannya dari rambut Allura.
Arzan langsung mencoba untuk membantu Allura melepaskan diri dari cengkraman Rivera.
"Vera, apa kamu sudah g*la? Apa-apaan ini? Lepaskan Allura!" perintah Arzan sambil mencekal tangan Rivera.
"Tuan, harusnya Anda membela istrinya, bukan membela wanita itu!" teriak salah seorang warga yang tadi ikut bersama Rivera.
"Apa? Istri? Maaf, Bu. Sepertinya di sini ada kesalahpahaman, dia adalah mantan istriku, Rivera. Dan–"
"Rivera? Rivera Carolline mantan model yang kemarin pernah dipergoki menjadi seorang simpanan pengusaha kaya itu?" tanya ibu-ibu lainnya.
Rivera begitu terkejut dengan ucapan ibu-ibu itu dan langsung melempaskan tangannya dari rambut Allura.
"Wah, saya tidak menyangka jika Anda adalah Rivera Carolline yang sempat terkenal itu. Tentu saja terkenal karena menjadi pelakor," ucap ibu yang lainnya lagi dan membuat Rivera semakin menunduk malu.
__ADS_1
"Iya, bukankah sekarang dia sudah menjadi janda, kenapa masih bisa mengatakan jika pria itu adalah suaminya?" tanya ibu yang satunya lagi.
Semua ucapan dan juga sindiran yang keluar dari bibir ibu-ibu itu membuat Rivera semakin malu dan panas. Padahal, tadinya ia berharap jika Allura–lah yang akan malu karena sudah dikatai pelakor olehnya, tapi sekarang malah dia yang harus menanggung malu akibat perbuatannya sendiri.
"Ti–tidak. Itu semua tidak benar! Dia ... dialah pelakor yang sebenarnya, wanita tidak tahu diri itu adalah pelakor. Padahal, aku yang sudah memberikan pekerjaan bagus untuknya, tapi dia malah menusukku dengan mendekati suamiku dan membuat suamiku mencampakkanku," kilah Rivera.
Arzan dan Allura membulatkan matanya saat mendengar perkataan yang diucapkan oleh Rivera padanya.
"Sudah cukup, Nyonya! Anda jangan asal menuduh. Anda memang memberikan saya pekerjaan dan Anda juga menolong saya untuk membantu membiayai pengobatan Ibu saya. Tapi ... atas dasar apa Anda mengetai saya sebagai pelakor? Anda yang memilih pergi dari kehidupan suami dan juga anak Anda. Saya tidak pernah berniat untuk menggantikan posisi Anda ditengah-tengah mereka. Jadi, jangan salahkan saya jika mereka berpaling dari Anda," ucap Allura dengan lantangnya.
Kurang ajar, geram Rivera dalam hatinya.
Rivera semakin menatap nyalang Allura, dia tidak pernah mengira jika Allura akan berani melawannya seperti itu. Saat Rivera handak menampar Allura, Arzan segera mencengkram kembali tangan Rivera dan menghempaskannya dengan kasar.
Setelah memperingatkan Rivera, Arzan pun berlalu sambil menggandeng tangan Allura untuk kembali pulang ke rumah keluarga Rafindra.
"Si*l, gadis si*lan! Mati saja kamu!" teriak Rivera tanpa rasa malu. Dia terus mengumpati Allura dan Arzan yang sudah hilang dari pandangannya. Sementara itu, ibu-ibu yang tadi dipanggil oleh Rivera untuk mempermalukan Allura, kini masih berdiri di depannya sambil berbisik membicarakan dia.
"Apa? Kenapa kalian masih di sini?" teriak Rivera pada kelima ibu-ibu itu.
"Dih, mantan model yang tidak punya malu, ternyata bisa marah?" tanya salah satu ibu-ibu itu.
Rivera melangkah dan hendak mendorong ibu-ibu yang baru saja berbicara. Namun, belum sempat dia berdiri di depan ibu-ibu itu, kakinya sudah tersandung oleh batu sehingga membuat dia bersujud tepat di depan mereka.
Rivera kembali ditertawakan oleh segerombolan ibu-ibu itu, sebelum akhirnya mereka membubarkan diri dan meninggalkan Rivera sendirian yang masih dalam posisi bersujud.
__ADS_1
"S*al!" umpatnya menatap orang-orang mulai menjauh dari pandangannya.
***
Arzan membawa Allura pulang ke rumah kedua orang tuanya. Sepanjang perjalanan, gadis itu tampak termenung diam dan tidak menghiraukan panggilan dari Arzan.
"Sayang ...."
"Rara ...."
Arzan menghela nafas panjang saat panggilannya tak kunjung direspon oleh Allura, dia tahu saat ini Allura tengah memikirkan ucapan Rivera tentang dirinya, belum lagi perkataan Ethan tentang Ibu Ani dan Tuan Darion.
Allura mengusap wajahnya dengan kasar sebelum akhirnya memilih untuk menunduk. Berbagai macam pemikiran hinggap dalam kepalanya. Dia benar-benar tidak menyangka akan serumit ini kehidupannya. Padahal, saat dulu Allura bekerja di toko, hari-harinya cukup tenang. Meskipun dia kesulitan ekonomi, tapi tidak ada yang mengusik hatinya.
Ya Tuhan, apa aku salah mengambil langkah ini? Kenapa rasanya ini terlalu berat? Meskipun aku bisa bertemu dengan keluarga dari pihak ayahku, tapi ..., batin Allura tak bisa lagi melanjutkan kata-katanya. Saat ini dia hanya butuh menangis untuk mengurangi rasa yang ada dalam hatinya.
Arzan menepikan mobilnya terlebih dulu ketika ia mendengar suara isakan pelan, Allura menangis pelan di sampingnya. Tanpa mengatakan apapun, Arzan segera melepas seat belt-nya dan memeluk Allura. Dia membiarkan gadis itu menangis dalam dekapannya.
...❤️❤️❤️...
Halo-halo kakak-kakak 👋👋👋 Jangan bosan-bosan tunggu novel ini up ya 🤗🤗🤗 Tapi, sambil nunggu baca juga rekomendasi novel yang satu ini.
...Nah ini dia 👇👇👇...
__ADS_1