Bukan Sekedar Ibu Susu

Bukan Sekedar Ibu Susu
Bab 78


__ADS_3

Arzan kembali masuk kamarnya setelah tadi sempat mampir ke kamar Allura. Pria itu terus tersenyum lebar tak kala ia sudah mengungkapkan perasaannya pada gadis itu. Ditambah mendadak dirinya mendapatkan keberanian untuk mencium Allura secara tiba-tiba.


Ya Tuhan, aku benar-benar g*la sekarang! batin Arzan pada dirinya sendiri sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Arzan segera menutup dan mengunci pintu kamarnya setelah masuk. Pria itu bergegas menuju kamar mandi, saat ini ia perlu menjernihkan kembali pikirannya yang sempat terkontaminasi oleh hal-hal aneh.


Allura ... gadis itu .... Arzan lagi-lagi mengusap wajahnya yang kini telah ia basuh.


Setelah merasa lebih baik, Papa Bintang itu segera menyambar ponselnya untuk menghubungi seseorang. Dia perlu terus memantau Rivera yang kini sudah berani mengancam Allura.


"Wanita itu ... bisa-bisanya dia meminta kembali rujuk saat namanya mulai tercoreng karena menjadi simpanan suami orang demi menunjang kariernya," gumam Arzan sambil mencari salah satu kontak anak buahnya.


Terkadang Arzan merasa heran pada Rivera. Padahal, saat bersamanya dulu, hidup dia begitu nyaman, tidak perlu bekerja siang malam. Meskipun Rivera menikah dengannya karena hutang, tapi Arzan memperlakukanya tak jauh berbeda seperti ratu. Namun sekarang, wanita itu sudah mulai kesusahan, posisi Rivera sudah tergeser oleh para model lainnya yang lebih muda dan lebih segar.


Setelah menunggu beberapa saat, panggilan Arzan pun di jawab oleh orang itu.


"Tolong kamu awasi terus Rivera. Jangan sampai lengah, aku tidak mau dia membahayakan anakku dan keluarga calon istriku!" perintah Arzan.


Setelah mendapat jawaban dari sebrang sana, Arzan pun memutuskan panggilan itu dan melemparkan ponselnya begitu saja di atas kasur. Namun, belum ada beberapa menit, tiba-tiba ponselnya kembali berdering dari nomor sang mantan istri.


"Ada apa Rivera menghubungiku?" gumam Arzan sambil menatap layar ponsel yang masih berdering.


Arzan memilih untuk mengabaikan panggilan Rivera, pria itu langsung menonaktifkan ponselnya dan kembali membaringkan tubuhnya yang terasa lelah.


***


Di seberang kota lain, tepatnya di sebuah kontrakan yang cukup luas untuk ditinggali sendiri, seorang wanita tengah mengeram kesal. Bagaimana tidak, mantan suaminya menolak untuk menerima panggilan dia. Bahkan, kini nomor ponselnya sudah tidak diaktifkan lagi. Tidak lain dan tidak bukan, wanita itu adalah Rivera, ibu kandung Bintang.

__ADS_1


"S*al, kenapa Arzan tidak menerima panggilanku? Bukankah Ayah sudah menghubungi? Lalu, kenapa sekarang dia masih tidak meresponku?" gerutu Rivera sambil membantingkan ponsel yang ia genggam tadi.


Kini hidupnya sudah terasa sangat kesulitan, bahkan untuk makan pun Rivera kebingungan. Beberapa hari yang lalu saat menghadiri sidang perceraian pertamanya dengan Arzan, Rivera masih bisa berpenampilan menarik dan juga glamor. Namun saat malam harinya, dia kepergok oleh istri dari pria yang ia kencani dan saat itu juga hidupnya langsung berubah 180° dalam waktu satu malam saja. Apartemen yang dulu pernah diberikan oleh Arzan pun ikut melayang, hingga membuat dia terpaksa mengontrak rumah di pemukiman yang cukup padat.


Rivera kembali menyambar ponsel yang ia lemparkan ke alas tidurnya untuk kembali menelpon sang ayah. Bahkan, untuk tidur pun kini Rivera hanya menggunakan kasur busa yang cukup tipis dan muat badannya saja.


"Yah, kenapa Arzan masih tidak menerima panggilan dariku?" tanya Rivera begitu panggilannya tersambung dengan sang ayah, Darda.


"Mana Ayah tahu, Ve. Lagi pula siapa suruh kamu malah meminta cerai dari dia? Syukur-syukur dia tidak menjebloskanmu ke penjara karena insiden kecelakaan beberapa bulan lalu. Kenapa kamu masih memintanya untuk bercerai?" tanya Pak Darda pada putrinya.


Rivera mendengus kesal setelah mendengar jawaban ayahnya. Untuk saat ini, bukan ocehan yang dia mau. Melainkan jawaban alasan Arzan yang tidak mau menerima panggilan darinya.


"Yah ...."


"Urus urusanmu sendiri Rivera. Ayah sudah cukup lelah menghadapi keras kepalamu itu. Ayah juga malu karena mengetahui kamu adalah seorang wanita simpanan pria beristri. Mau sampai kapan kamu mempermalukanku, Vera? Di mana pikiranmu, hah?" Pak Darda sudah tak bisa lagi membendung rasa kesal dan kecewanya pada Rivera. Padahal, dia sudah berusaha membesarkan Rivera sebaik mungkin, tapi hasilnya sia-sia.


"Akh .... Harus kemana lagi aku mencari perlindungan saat ini?" gumamnya sambil mengacak-acak rambut panjang yang biasa tertata rapi. Akan tetapi, sekarang rambut itu sudah tak serapi dan sewangi dulu.


Rivera menyambar dompetnya yang ada di dalam tas. Wanita itu kembali meringis saat menatap selembar uang berwarna hijau, hanya itu yang tersisa. Bahkan kartu-kartu yang pernah Arzan berikan sudah dibekukan oleh pria itu.


"Uang tinggal dua puluh ribu lagi, cukup untuk beli apa?" gumam Rivera. "Sudahlah, beli mie instan saja," sambungnya lagi.


Nyatanya apa yang dimulai dengan instan tak mampu bertahan lama. Begitupun Rivera, wanita itu sampai menjual keperawanannya demi bisa menjadi seorang model. Namun, setelah sukses, hal itu tak bisa bertahan lama. Bahkan hilang dengan cara yang instan juga.


Rivera kembali berandai-andai untuk bisa rujuk lagi dengan Arzan. Kali ini dia akan berusaha lebih keras menyisihkan harta Arzan untuknya. Jangan heran, Rivera tentu saja tidak pernah benar-benar mencintai Arzan.


Saat Rivera sadar dirinya hamil anak Arzan, wanita itu beberapa kali berusaha menggugurkan kandungannya. Bagi Rivera, berhubungan suami istri dengan Arzan adalah sebuah kesialan. Andai saat itu dia tidak dalam keadaan mabuk, Rivera pasti tidak akan mau memberikan tubuhnya pada Arzan.

__ADS_1


***


Sudah beberapa hari sejak Allura menerima panggilan dan pesan ancaman dari Rivera, kini dia sudah kembali tenang dan fokus pada Bintang. Arzan pun tak segan-segan memberikan perhatiannya pada Allura di depan Tuan Anderson dan Nyonya Fika.


Seperti saat ini, keempat orang itu tengah menikmati waktu sore mereka di taman yang ada di samping rumah keluarga Rafindra. Bahkan, Tuan Anderson sengaja membangunkan sebuah gazebo untuk keluarganya bersantai di sana.


"Ra, beberapa hari lalu aku bertemu dengan Tuan Darion," ucap Arzan disela-sela kegiatannya yang sedang mengajak Bintang becanda.


Allura mengalihkan perhatiannya dan menatap pria yang kini sudah mulai mencuri hatinya.


"Tuan Darion? Apa maksudmu, pria paruh baya yang kita temui di rumah sakit?" tanya Allura yang langsung diangguki oleh Arzan.


"Memangnya ada apa dengan Darion, Zan?" tanya Tuan Anderson yang ikut menyela pembicaraan anak serta calon menantunya.


"Aku baru tahu, kalau Tuan Darion adalah anak angkat Tuan Okta, Pa. Kakak tiri mendiang Papa Adnan."


...❤️❤️❤️...


Halo Kakak-kakak, 👋👋 apa kabarnya? Author hari ini mau izin, up 2 bab ya 🤗. Nanti malam gak akan ada dan baru sambung besok pagi 🙏🙏🙏


Terima kasih dan semoga kalian sehat selalu 🤗🤗🥰🥰🥰


Sambil tunggu, silakan mampir ke rekomendasi novel siang ini 🥰🥰🥰


...Nah, ini dia 👇👇👇...


__ADS_1


__ADS_2