Bukan Sekedar Ibu Susu

Bukan Sekedar Ibu Susu
Bab 89


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin, Allura pun kini hanya bisa berdiam diri di rumah dan tidak keluar pagar. Arzan juga melarang dia untuk bepergian sementara waktu, dia sangat khawatir akan terjadi sesuatu yang lebih parah jika Allura sendirian.


Sementara itu, Ibu Ani dan Bibi Erni melakukan hal yang sama, kedua wanita itu hidup dalam rasa takut. Apalagi beberapa hari lalu Tuan Darion kembali menemuinya dengan pertanyaan yang sama. Pria itu masih terus berpikiran jika Allura adalah putrinya.


"An, sepertinya Allura dan Tuan Darion harus melakukan tes DNA. Aku yakin, pria itu tidak akan pernah berhenti mengganggu kehidupan kita jika keingintahuannya belum kita penuhi," saran Bibi Erni.


Ibu Ani terdiam setelah mendengar saran dari sepupunya. Allura adalah putrinya dengan Adnan, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan lagi. Tidak mungkin jika Tuan Darion akan terus memaksakan kehendak saat sudah mengetahui kebenarannya.


"Iya, kamu benar, Ni. Aku ... aku harus berbicara dengan Allura untuk meminta dia supaya melakukan tes DNA dengan Tuan Darion," jawab Ibu Ani sambil bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kamar untuk mengambil ponsel yang ia letakkan di sana.


Saran Bibi Erni memang tepat, Tuan Darion tidak akan diam jika rasa penasarannya belum terobati, maka dari itu dia harus bisa membuktikan jika Allura adalah anak Adnan dan bukan anaknya.


***


Allura saat ini sedang menidurkan Bintang di kamar. Gadis itu tidak ingin terus memikirkan permasalahan yang tengah datang melandanya. Allura selalu yakin, dibalik semua permasalahan yang sedang ia hadapi, pasti ada kebahagiaan yang terselip di dalamnya.


Tepat saat Allura selesai menidurkan Bintang, ponsel yang ia letakkan di atas nakas terdengar berdering. Untung saja deringnya tidak terlalu keras, sehingga tidak mengganggu tidur Bintang.


"Mama," gumam Allura saat ia melihat ID pemanggil yang tertera di ponselnya. Tanpa menunggu lama, Allura segera keluar kamar untuk menerima panggilan telepon dari mamanya itu.


"Assalamualaikum, Ma," sapa Allura begitu panggilan itu terhubung.


"Wa'alaikum salam, Ra. Kamu sedang apa? Sibuk tidak?" tanya Ibu Ani dari seberang sana.

__ADS_1


"Tidak, Ma. Aku baru saja selesai menidurkan Bintang. Ada apa?"


Allura mendengar helaan napas panjang yang keluar dari bibir mamanya. Dapat Allura simpulkan jika saat ini mamanya sedang dalam keadaan yang banyak pikiran.


"Ra, Mama ingin berbicara sesuatu yang serius denganmu. Ini ... ini menyangkut kamu dengan Tuan Darion," jawab Ibu Ani.


Allura mengerutkan kening saat mendengar ucapan sang mama, dia masih tidak mengerti dengan apa yang ingin disampaikan oleh mamanya itu.


"Maksudnya apa, Ma?"


Lagi-lagi Ibu Ani menghela napas panjangnya dan hal itu semakin membuat Allura penasaran dengan apa yang sudah terjadi.


"Ada apa, Ma? Coba Mama jelaskan pelan-pelan," pinta Allura dengan napas yang sedikit tertahan. Entah kenapa, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang seolah dia akan mendengar berita buruk yang hendak disampaikan oleh mamanya.


"Lura, ini ... ini tentang masa lalu Mama, Papa dan Tuan Darion. Mama harap, kamu tidak akan pernah membenci Mama." Setelah mengatakan itu, Ibu Ani pun mulai menceritakan masa lalunya tentang dia yang pernah diper*osa oleh Tuan Darion sebelum menikah dengan papanya, Pak Adnan.


"Lalu, aku anak siapa, Ma?" tanya Allura pelan.


"Tentu saja kamu anak Mama dan Papa, Ra. Mama tidak pernah hamil oleh Tuan Darion. Meskipun Mama pernah dinodai olehnya, tapi setelah tiga bulan kejadian itu, Mama tidak hamil. Kamu tidak perlu ragu, Ra. Kamu anak sah Mama dan Papa Adnan," jawab Ibu Ani sambil menjelaskan kembali ucapannya yang tidak dimengerti Allura tadi.


"Baiklah, Ma. Aku mengerti. Lalu, apa yang harus kulakukan sekarang?" tanya Allura lagi.


"Mama ... Mama minta kamu untuk menyanggupi tes DNA yang akan Tuan Darion lakukan. Dia tidak akan berhenti sampai di sini jika belum mempercayai kamu bukan anaknya," jawab Ibu Ani dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu takut, Ra. Kita tidak punya salah apapun padanya," ucap Ibu Ani lagi.


Allura terdiam dan kembali memikirkan ucapan mamanya barusan. Tidak ada salahnya dia melakukan tes DNA dengan Tuan Darion.


"Baiklah, Ma. Aku ... aku akan melakukannya," jawab Allura dengan sedikit ragu. Meskipun begitu, dia hanya ingin terbebas dari bayang-bayang niat jahat Tuan Darion.


"Syukurlah, Mama harap kamu tidak keberatan melakukan tes DNA itu." Ibu Ani terdengar menghela napas lega setelah Allura menyanggupi permintaannya.


"Tidak, Ma. Aku juga ingin terbebas dari orang-orang yang berniat jahat padaku," jawab Allura.


"Mama akan segera mengabarimu lagi. Mama harap Nak Arzan mau mendampingimu nanti. Kapan dia akan pulang?" tanya Ibu Ani lagi.


"Lusa, Ma. Dia di sana hanya tiga hari saja." Allura menjawab dengan suara pelan, dia kira ditinggalkan Arzan dalam waktu tiga hari tak akan berpengaruh padanya. Akan tetapi tidak, saat ini dia sangat merindukan Papa Bintang itu.


"Oh, baiklah. Kita akan lakukan tes DNA itu setelah kepulangan Arzan," ucap Ibu Ani.


Sepasang anak dan ibu itu pun kemudian melanjutkan pembicaraan mereka ke berbagai hal, Ibu Ani banyak bertanya tentang hubungan Arzan dan mantan istrinya, Rivera. Allura pun menjelaskan semuanya pada Ibu Ani tentang Arzan dan Rivera. Bahkan, Allura juga menceritakan tentang Rivera yang pernah mempermalukannya di depan umum beberapa hari lalu.


"Ya Tuhan ... kamu yang sabar, Ra. Itulah resikonya jika kamu dekat dengan pria yang sudah pernah menikah. Mungkin ... kedepannya akan ada hal yang lebih dari sekedar kemarin, kamu harus lebih sabar dan jangan mudah terpancing emosi. Ingat, semua orang sudah mempunyai garis takdir masing-masing, hanya saja kita yang memutuskan bagaimana cara menentukan nasib itu kedepannya," pesan Ibu Ani yang langsung diangguki oleh Allura. Meskipun Ibu Ani tidak melihat anggukan itu, tapi beliau yakin jika anaknya sudah mengerti dengan apa yang ia sampaikan.


"Baik, Ma. Aku mengerti," jawab Allura.


Ibu Ani pun langsung menyudahi panggilannya setelah dia tanpa sengaja mendengar suara tangis Bintang. Setelah menutup panggilan itu dengan salam, Allura pun menghampiri jalan anak sambungnya dan memberikannya ASI agar Bintang kembali tenang.

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Ada sedikit pemberitahuan aja kak. Barangkali ada Kakak-kakak disini yang baca novel 'Gadis Kecil Majikanku', aku minta maaf karena novel itu aku tarik dulu 🙏🙏 Bukan apa-apa, cuma takut gak keburu up karena ada salah satu anakku yang sedang sakit 🙏 Sekali lagi mohon maaf 🙏🙏


__ADS_2