
Allura menatap kosong ponsel yang masih ia genggam. Beberapa saat lalu ia masih bisa bernapas lega, tapi tidak untuk saat ini dan kedepannya. Gadis itu baru saja menerima panggilan dari ibu kandung Bintang. Entah ada angin apa, tiba-tiba Rivera meminta Allura untuk ke luar dari rumah keluarga Rafindra.
Kenapa sikap Nyonya Rivera tiba-tiba berubah? Bukankah beberapa hari yang lalu dia bahkan menolak bertemu Bintang? Tapi ... kenapa sekarang dia memintaku pergi dari sini dan menyuruhku untuk berhenti menjadi ibu susu Bintang? Ada apa sebenarnya? batin Allura.
Gadis itu terus termenung dan sibuk dengan pikirannya, sampai-sampai ia tak memerhatikan jika Arzan sudah membuka pintu kamarnya yang tak tertutup rapat.
Setelah Arzan membuka pintu itu dengan lebar, ia pun melihat Allura yang sedang menatap ke luar jendela tanpa menyadari kebaradaannya.
"Rara." Arzan mencoba untuk memanggil gadis itu. Namun, Allura masih tetap terdiam dan bergeming diposisinya.
"Rara," panggil Arzan lagi, tapi masih tetap sama. Akhirnya Arzan pun masuk ke kamar Allura. Dia merasa heran terhadap ibu susu anaknya yang masih tak merespon ucapannya.
"Rara, apa ada hal yang mengganggu pikiranmu?" tanya Arzan yang kini sudah berdiri tegak dibalik punggung Allura.
Arzan bisa merasakan jika tubuh Allura sempat menegang karena terkejut mendengar suaranya. Namun, tidak dia hiraukan.
"Kamu baik-baik saja, Ra?" tanya Arzan saat melihat Allura yang sedang memegangi dada bagian kirinya.
"Tu–, maaf ... M–mas." Allura malah gugup sendiri saat melihat Arzan yang menatapnya dengan tajam. Padahal, tadinya ia hendak mengoceh karena sudah dikejutkan oleh pria itu yang tiba-tiba berdiri di belakangnya.
"Apa?" tanya Arzan sambil menaikkan sebelah alisnya dan menatap Allura.
"Ke–kenapa Anda ... Anda ada di sini? Maksudnya ... sejak kapan Anda berdiri di belakang saya?"
"Hei, apa segitu susahnya kamu memanggilku dengan panggilan 'Mas' dan hilangkan sikap formalmu terhadapku?" tanya Arzan, dia sama sekali tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Allura.
Allura menundukkan kepalanya setelah mendengar pertanyaan Arzan. Baginya, saat ini dia harus mulai menjaga jarak dengan pria itu. Bagaimanapun Rivera masih istrinya Arzan dan Rivera berniat untuk meminta Arzan rujuk kembali dengannya. Jadi, Allura harus belajar untuk menempatkan dirinya kembali.
"Tu–, maksudnya ... Mas ... bisakah ka–kamu sedikit mundur ke belakang?" tanya Allura dengan terbata-bata. Dia merasa sedikit risih karena Arzan yang sedang berdiri tepat di belakang punggungnya, dengan jarak yang sangat dekat.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Arzan lagi, pria itu sama sekali tidak bergerak mundur seperti yang Allura inginkan.
"Apanya yang kenapa?" Allura malah semakin bingung dengan tingkah Arzan. Bahkan pria itu juga memaksa Allura untuk membalikan tubuhnya hingga berhadapan dengannya secara langsung.
"Tatap mataku!" perintah Arzan setelah ia berhasil membuat Allura berbalik padanya.
Allura yang sudah dilanda kegugupan, hanya bisa menuruti perintah Arzan. Gadis itu tak bisa lagi menatap ke lain arah, kini tatapannya sudah benar-benar terpusat pada pria di depannya. Bahkan, Allura juga bisa merasakan embusan napas Arzan yang perlahan menyapu kulit wajahnya.
"M–mas."
Allura langsung memejamkan matanya saat Arzan tiba-tiba melabuhkan ciuman di bibirnya. Benda kenyal dan basah itu semakin membasahi bibir Allura, hingga bisa menghangatkan hatinya yang tadi sempat dilanda gundah karena ancaman dari Rivera. Untuk beberapa menit, Allura menahan napasnya. Ini adalah ciuman pertamanya, tapi kini sudah direnggut oleh pria yang menjadi ayah dari anak yang ia asuh.
Arzan segera melepaskan pang*tannya setelah ia menyadari Allura yang tengah menahan napasnya. Arzan bisa melihat wajah merona Allura dari dekat, napas keduanya masih terengah-engah hingga beberapa saat.
"Jangan berpikiran untuk pergi dariku maupun Bintang, Ra. Kamu adalah segalanya bagi kami. Kamu bukan hanya sekedar ibu susu untuk Bintang, tapi kamu adalah ibu yang sesungguhnya. Aku butuh kamu bukan hanya untuk menjaga Bintang. Aku butuh kamu untuk menemaniku menghabiskan waktu sampai akhir hayat. Jadi, apapun rintangan yang saat ini kita lalui, tolong jangan pergi. Ceritakan semua keluh kesahmu padaku. Kapanpun kamu mau bercerita, aku akan siap mendengarkannya," ucap Arzan seraya menatap manik mata Allura dengan lekat, ia sangat berharap Allura akan mengerti dengan apa yang baru saja diucapkannya.
"Saya ... saya ...."
"Apa Rivera baru saja melayangkan ancaman padamu?" tanya Arzan saat Allura ragu untuk mengutarakan perkataannya.
"Da–dari mana Anda mengetahui tentang hal itu?" tanya Allura dengan sedikit terkejut, dia tidak menyangka jika Arzan akan mengetahui tentang ancaman Rivera padanya.
"Aku tahu, maaf jika lancang. Tapi ... tadi aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian dari balik pintu kamar yang tidak tertutup rapat," jawab Arzan sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Allura menatap Papa Bintang itu dengan alis sebelah yang terangkat, bibirnya tersenyum tipis karena melihat Arzan yang begitu perhatian padanya.
"Terima kasih, M–mas. Tapi ... aku ...."
"Kamu jangan khawatir, aku sudah menyiapkan beberapa pengawal untuk menjaga Mama Ani dan juga Bibi Erni. Jika Rivera berani macam-macam pada mereka, maka aku tidak akan tinggal diam."
__ADS_1
Allura semakin mengembangkan senyumnya, gadis itu pun menganggukkan kepala sambil mengucap, "Terima kasih, Mas."
"Sama-sama, Rara." Arzan kembali melabuhkan kecupannya di kening Allura, sebelum pria itu keluar dari kamarnya. Arzan juga tidak lupa mengecup pipi gembul Bintang yang sedang tertidur lelap.
Selepas kepergian Arzan dari kamarnya, Allura segera menutup dan mengunci pintu kamarnya. Gadis itu segera berlari ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang terasa panas.
"Apa tadi itu mimpi? Mas Arzan ... Mas Arzan mencium bibirku?" Allura terus bergumam, bagaimanapun ia hanyalah gadis biasa yang belum pernah merasakan sentuhan pria. Jadi, perlakuan Arzan terhadapnya tadi serasa mimpi untuknya.
.
.
.
.
Gimana-gimana?? 🤭🤭🤭
Masih aman 'kan?
Jangan lupa tinggalkan jejak, ya 🤗🤗
Makasih yang udah sabar nunggu 🥰🥰
Mampir juga ke rekomendasi Novel Author hari ini 😎👍
...Nah, ini dia 👇👇👇...
__ADS_1