Bukan Sekedar Ibu Susu

Bukan Sekedar Ibu Susu
Bab 118


__ADS_3

Sepulang dari rumah orang tua Rivera, Arzan pun meminta Allura untuk membawa Bintang beristirahat, sementara ia dan kedua orang tuanya akan membicarakan tentang orang tua Rivera, atau mantan mertuanya.


"Pa, apa yang sebaiknya kita lakukan agar Bapaknya Rivera berhenti untuk terus menerus mencari masalah dengan keluarga kita?" tanya Nyonya Fika saat mereka sudah duduk di ruang keluarga.


"Kita tidak perlu berbuat apa-apa, Ma. Kita tidak salah, untuk apa takut dengan ancaman Bapaknya Rivera? Mau sampai manapun dia mengusut tetap saja dia akan kalah," jawab Tuan Anderson. Ya, dia sama sekali tidak takut dengan ancaman yang sudah dilayangkan oleh Bapaknya Rivera.


"Tapi, masalahnya dia bisa saja merebut Bintang dari kita, Pa!" Nyonya Fika semakin gusar tak kala ia ingat jika Bintang juga cucu dari keluarga itu.


"Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, Ma. Aku Papanya dan aku sangat mampu untuk mengurus anakku sendiri. Apalagi sekarang Bintang sudah mempunyai ibu sambung yang sangat menyayanginya, pengadilan juga pasti akan berpihak pada kita," ujar Arzan sambil menggenggam tangan mamanya.


"Apa yang dikatakan Arzan benar, Ma. Lagi pula pihak mereka itu sudah salah sejak awal. Jadi, Mama tidak perlu mengkhawatirkannya lagi," ujar Tuan Anderson yang ikut menenangkan istrinya.


Keluarga itupun larut dalam pembicaraan mereka tentang rencana yang akan dibuatnya. Mereka juga berniat untuk memperketat penjagaan di sekitar Allura dan Bintang, tidak menutup kemungkinan jika Bapaknya Rivera akan bertindak anarkis pada mereka berdua.


***


Sementara itu ....


Di sebuah ruangan restoran VIP, dua orang pria berbeda generasi tengah sibuk dengan pembicaraan mereka sendiri.


"Tuan, apakah Anda benar-benar bisa membantu saya?" tanya seorang pria paruh baya itu pada pria muda di hadapannya yang sedang duduk sambil menikmati kopi yang mereka pesan tadi.


"Anda mau saya melakukan apa, Tuan? Apakah dengan saya membantu Anda, Anda bisa memberikan semua hal yang kuinginkan?" tanya pria muda itu.


Sejenak, pria paruh baya yang tadi mengajukan pertanyaannya terdiam, ia cukup merasa tertekan dengan pria muda didepannya, siapa lagi jika bukan Ethan. Dia mengenal Ethan beberapa bulan lalu saat menghadiri upacara pemakaman Tuan Okta. Dia tidak menyangka jika Ethan adalah otak dibalik kematian kakek angkatnya sendiri, belum lagi kecelakaan yang menimpa Tuan Darion. Itu semua Ethan lakukan dengan mudah. Jadi, dia percaya kalau Ethan juga bisa membantunya untuk membuat keluarga Rafindra bertekuk lutut padanya.

__ADS_1


"Tentu, Tuan Muda Ethan. Anda bisa mendapatkan apapun dariku. Bahkan, Anda juga akan mendapatkan persenan lebih dari uang yang akan kuterima nantinya dari keluarga Rafindra," jawab Pak Darda dengan yakin.


Mendengar nama 'Rafindra' disebut, Ethan sedikit terkesiap. Ia tidak tahu jika Pak Darda adalah mantan besan keluarga itu. Bahkan, Ethan sendiri tidak tahu jika saat ini Allura sudah menjadi bagian dari keluarga Rafindra.


Rafindra? Bukankah itu tempat Allura bekerja? Ada hubungan apa antara Pak Darda dengan keluarga itu? Kenapa sepertinya dia begitu benci pada keluarga itu? Tapi ... terserah dia sajalah, aku tidak peduli. Yang penting aku bisa mendapatkan uang banyak dari pria tua ini, batin Ethan seraya menyeringai tipis. Di sana ada Allura. Jadi, aku juga bisa melukai gadis itu sekaligus, sambungnya lagi.


Setelah beberapa saat terdiam, Ethan pun mengangguk dan menyetujui kesepakatan yang terjadi diantara mereka. Di sini dia yang paling merasa diuntungkan.


"Oh. Jadi ... targetmu adalah keluarga Rafindra? Baiklah, aku akan menagih janjimu nanti," jawab pria muda itu.


"Terima kasih, Tuan. Saya percaya, Anda bisa melakukan yang terbaik. Jika Anda bisa membunuh Tuan Okta dan mencelakakan Tuan Darion, pasti Anda juga bisa membuat keluarga Ravindra hancur."


Pak Darda tersenyum tipis setelah mengucapkan kata-kata itu, sedangkan Ethan merasa sedikit terkejut. Dia tidak menyangka jika Pak Darda bisa mengetahui semua tindakan yang dia lakukan pada keluarga angkatnya.


Pak Darda sadar, pria muda di depannya bisa saja menipu dia dengan kata-kata serta tindakannya. Maka dari itu dia sengaja membuka kartu kejahatan pria itu.


Kena kau! Aku bukan pria tua bodoh seperti yang kamu pikirkan, batin Pak Darda.


Ethan hanya mendengus pelan ketika Pak Darda mengetahui semua tindakan yang sudah dia lakukan. Karena tidak dapat mengelak lagi, akhirnya Ethan pun mengangguk pasrah.


"Tentu. Saya akan melakukan apapun untuk mencapai semua keinginan, termasuk melenyapkan orang-orang yang berusaha untuk menghalangi jalanku," tanggap Ethan disertai senyuman tipis. Ia berusaha untuk tetap tenang meskipun hatinya saat ini sudah dilanda kecemasan serta kesal karena Pak Darda mengetahui rahasianya.


"Jadi, kapan Anda mulai bergerak? Kalau bisa, lakukan secepatnya!" pinta Pak Darda dengan tegas.


Ethan pun mengangguk pasti, tetapi sebelum itu dia perlu mengetahui siapa yang menjadi incaran utamanya.

__ADS_1


"Baiklah. Tapi, siapa yang akan menjadi target utama kita?" tanya Ethan setelah ia menyeruput minumannya.


Pak Darda terdiam dan sedikit berpikir, dia sangat tahu jika Arzan saat ini yang merawat bayinya. Namun, di sisi lain, ia tidak bisa membiarkan Bintang sendirian jika melenyapkan Arzan. Sedangkan untuk Tuan Anderson, pria itu cukup kuat. Dia khawatir jika tidak bisa melumpuhkan pria mantan temannya itu.


"Sebaiknya kita lenyapkan saja Tuan Anderson. Dia sudah terlalu lama hidup. Lumayan, aku akan menjadikan Nyonya Fika sebagai budakku jika sudah tidak ada suaminya," jawab Pak Darda dengan pongah. Ia sangat yakin jika kali ini rencananya akan berjalan mulus.


Lihat saja, aku benar-benar akan membuat keluarga itu bertekuk lutut padaku! Aku juga tidak peduli dengan anaknya Rivera, belum tentu bayi itu bisa berguna nantinya, gumam hati Pak Darda tanpa perasaan.


"Baiklah. Aku akan mulai bergerak besok. Pastikan Anda tidak berbuat hal yang mencurigakan Pak Darda! Jika tidak, maka rencana kita akan berantakan!" Ethan melayangkan peringatan, ia tidak mau rencana yang sudah disusunnya sekian rupa, harus hancur berantakan karena ulah pria tua dihadapannya.


"Aku tahu, aku tahu .... Aku tidak akan melakukan apapun. Aku baru akan bergerak setelah kamu menyelesaikan tugasmu," jawab Pak Darda dengan pasti. Ya, dia sangat percaya jika rencananya tidak akan gagal dengan bekerja sama bersama Ethan.


Obrolan keduanya pun selesai. Setelahnya, Ethan dan Pak Darda berpisah layaknya orang yang tidak saling mengenal. Namun, tanpa mereka ketahui, ada salah seorang yang mendengarkan pembicaraan mereka. Bahkan, wanita itu juga merekamnya.


"Aku harus memberitahukan semua ini pada Allura. Jangan sampai keluarganya kembali terpuruk karena masalah ini!" gumam gadis itu seraya menggenggam pena yang sudah dipasangi alat perekam.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Maaf telat kakak-kakak 🙏


Rekomendasi Novel lagi nih ....


Jangan lupa mampir, ya 🤗🤗


__ADS_1


__ADS_2