Bukan Sekedar Ibu Susu

Bukan Sekedar Ibu Susu
Bab 75


__ADS_3

Allura keluar dari kamar Ibu Ani setelah ia mempertanyakan hal yang sangat membuatnya penasaran. Namun, hatinya sedikit kecewa karena tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan.


Hah, sebenarnya apa yang sudah dikatakan oleh keluarga Tuan Anderson pada Mama? Kenapa sikapnya jadi berubah drastis seperti tadi? gumam hati Allura sambil menghampiri bintang yang sedang dalam gendongan Arzan.


"Kamu sudah berpamitan dengan Mamamu?" tanya Arzan saat Allura sudah berdiri di sampingnya.


"Sudah, Tu–"


"Mas. Aku tidak mau berbicara denganmu, jika kamu masih menggunakan panggilan lama itu." Lagi-lagi perkataan Allura dihentikan oleh keluarga majikannya.


Sebenarnya ada apa ini? Kenapa mereka semua bersikap di luar dugaanku? Ya Tuhan ... aku benar-benar penasaran saat ini. Tidak adakah yang sudi untuk menjelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi? batin ibu susu Bintang itu.


"Sudah, jangan terlalu dipikirkan. Aku akan menceritakannya nanti setelah kita sampai di rumah," sambung Arzan lagi saat melihat Allura yang masih terdiam.


Gadis itu tidak menanggapi ucapan Arzan, ia masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Bahkan, Allura tidak menyadari jika Ibu Ani sudah berdiri di sampingnya.


"Jangan melamun, Ra. Kamu sedang menggendong Bintang, berhati-hatilah," tegur Ibu Ani pada anaknya.


Allura langsung tersadar saat mendengar teguran mamanya. Dia pun mengalihkan pandangannya pada sang mama yang masih berada di dekatnya.


"I–iya, Ma. Aku mengerti," jawab Allura.


Keluarga itu pun beriringan keluar rumah Ibu Ani. Sebelum naik mobil Nyonya Fika, Tuan Anderson, serta Arzan menyempatkan diri untuk berpamitan kembali. Allura juga melakukan hal yang sama pada mamanya.


"Kamu baik-baik di sana. Percayakan saja semuanya pada Tuan Anderson. Kapan-kapan, Mama juga akan berkunjung ke sana," ucap Ibu Ani sambil memeluk Allura.


Allura tersenyum dan menganggukkan kepalanya dibalik punggung Ibu Ani. Sebenarnya, dia masih sangat merindukan mamanya. Namun, dia tidak bisa berlama-lama disana.


"Iya, Ma. Aku mengerti."


Selesai berpamitan, keempat orang dewasa itu pun langsung memasuki mobil yang sudah siap jalan. Ibu Ani menatap nanar mobil yang mulai menjauh dari pandangan matanya. Kini, dia sudah merasa tenang karena ada yang menjaga alura dari keluarga mendiang suaminya.

__ADS_1


Semoga Allura baik-baik saja selama tinggal di sana. Semoga keluarga Tuan Anderson bisa kuandalkan untuk menjaga Allura, batin Ibu Ani.


Saat Ibu Ani masih terus memperhatikan mobil yang membawa Allura, Bibi Erni datang dari dalam rumahnya. Sebenarnya, dia masih sedikit heran dengan saudara sepupunya. Ada banyak pertanyaan yang bersemayam dalam hatinya.


"An, ayo masuk," ajak Bibi Erni saat ia sudah tak melihat mobil milik majikannya Allura.


"Hmmm, iya, Ni."


Kedua wanita itu pun masuk kembali ke rumahnya. Di dalam sana, Bibi Erni mengajak Ibu Ani untuk duduk. Dia bermaksud untuk menanyakan semua hal yang membuat hatinya mengganjal.


"An, aku lihat kamu begitu lega setelah pulang dari pasar. Perasaan tadi sebelum aku pergi, kamu marah pada Papanya Bintang. Ada apa?" tanya Bibi Erni.


"Tidak apa-apa, Ni. Aku ... aku hanya senang saja, akhirnya Allura sudah bisa hidup dengan tenang mulai sekarang."


Jawaban Ibu Ani semakin membuat Bibi Erni penasaran, wanita itu terus menatap saudara sepupunya dengan lekat, ia berharap Ibu Ani mau menjelaskan perkataan yang dijelaskannya tadi.


Ibu Ani mengerti dengan tatapan lekat Bibi Erni, akhirnya wanita itu pun menarik napasnya pelan sebelum mulai berbicara.


"Lalu, apa yang sebenarnya terjadi saat itu?"


"Saat itu ...."


Flashback on


Saat itu, Ani pulang bekerja dari rumah Tuan Okta. Ya, dia salah satu pelayan di sana. Dulu, Ani merupakan salah satu pekerja termuda yang berasal dari kampung. Dia berhasil memikat hati Tuan Darion dan Tuan Adnan yang saat itu masih satu rumah dengan keluarganya.


Ani tidak menanggapi perasaan Tuan Darion karena sebelumnya dia sudah terpikat oleh Tuan Adnan terlebih dulu. Hubungan antara Ani dan Adnan memang tidak direstui oleh Tuan Okta dan istrinya. Namun, karena kegigihan mereka untuk meyakinkan orang tua Adnan, akhirnya hubungan mereka pun berjalan lancar.


Akan tetapi, pada saat Ani akan pulang ke kampung halamannya untuk mengambil liburan, tiba-tiba Tuan Darion datang menemuinya dengan gelagat yang mencurigakan. Pria itu langsung menutup pintu kamar Ani yang berada di paviliun belakang. Malam itu menjadi malam yang paling suram dan menakutkan untuknya. Bagaimana tidak, Darion datang untuk menodainya dengan dalih membalas sakit hati atas penolakan cintanya terhadap Ani.


Ani juga difitnah sudah merayu Darion, sehingga membuat kedua orang tuanya Adnan marah besar dan mengusir gadis itu. Namun, beda halnya dengan Adnan yang mempercayai ucapan Ani. Dia tidak mau meninggalkan wanita yang dicintainya dan memilih pergi dengan Ani kembali ke kampung halamannya.

__ADS_1


Darion sendiri kabur setelah memfitnah Ani. Dia pergi sejauh mungkin tanpa memberitahukan keberadaannya pada semua orang.


Singkat cerita, setelah kepulangan Ani dan Adnan ke kampung, mereka tidak langsung menikah. Ani menolak saat Adnan mengatakan jika dia harus menunggunya selama tiga bulan lamanya. Bukan tanpa alasan Ani menolak kebaikan Adnan, tapi dia ingin memastikan dirinya bersih dan tidak hamil anak Darion.


Setelah menunggu tiga bulan lamanya. Akhirnya doa dan harapan Ani pun terkabul, dia tidak mengandung anak dari Darion. Mereka berdua sangat bahagia saat mengetahui hal itu.


Setelah mereka berdua yakin dengan perasaannya, Adnan pun segera mengutarakan niatnya untuk meminang Ani pada kedua orang tuanya. Kali ini, Ani tidak menolak niat baik Ardan, pernikahan mereka berdua pun dilangsungkan secara sederhana di sana. Kehidupan Adnan dan Ani cukup sulit, tapi setelah melewati waktu enam bulan lamanya, barulah pernikahan mereka berdua berjalan lancar dan bertepatan dengan Ani yang saat itu mengandung anak pertamanya, Allura.


Darion baru kembali dari persembunyiannya setelah mengetahui jika Ani tengah mengandung dan dia salah mengira Ani mengandung anaknya, sampai saat ini dia mengira Allura adalah putrinya. Bahkan, saat Allura berusia lima tahun, Darion pernah mencoba untuk melakukan percobaan pembunuhan pada Allura, tapi usahanya gagal karena Adnan menyadarinya terlebih dulu.


Hal itulah yang membuat dia membenci Ani dan Allura sampai saat ini.


Flashback off


Bibi Erni beberapa kali mengusap air mata yang mengalir setelah mendengarkan cerita dari sepupunya. Dia tidak menyangka jika Ibu Ani sampai mengalami hal buruk seperti itu. Padahal, dia selalu mengira kehidupan Ibu Ani begitu tenang dan tentram. Bahkan, kedua orang tua Ibu Ani tidak ada yang mengetahui tentang keadaannya saat itu.


"Aku tidak menyangka, ternyata kamu mempunyai luka yang begitu dalam," ucap Bibi Erni sambil memeluk Ibu Ani setelah dia selesai menceritakan kisahnya.


"Terkadang kita harus berpura-pura baik-baik saja di depan orang 'kan? Aku bersyukur, Mas Adnan sama sekali tidak pernah mengungkit kejadian itu. Sampai akhir hayatnya dia mencintaiku dengan sepenuh hati," tanggap Ibu Ani.


.


.


.


.


Halo-halo kakak πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹ Gimana sama part ini? 🀭🀭🀭 Kasih semangat juga ya πŸ€—πŸ€— dan jangan lupa mampir ke novel rekomendasiku siang ini. Karya dari kak Author Yayuk Triatmaja, dengan judul 'Cinta Pertama Mafia Dengan Cantika'.


...Ini diaπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡...

__ADS_1



__ADS_2