Bukan Sekedar Ibu Susu

Bukan Sekedar Ibu Susu
Bab 79


__ADS_3

"Aku baru tahu, kalau Tuan Darion adalah anak angkat Tuan Okta, Pa. Kakak tiri mendiang Papa Adnan," ucap Arzan yang membuat Tuan Anderson cukup terkejut ketika mendengarnya.


Tuan Anderson memang baru mengenal Papanya Allura ketika mereka tak sengaja bertemu di sebuah restoran. Saat itu, Pak Adnan mempekerjakan Tuan Anderson yang tengah memerlukan pekerjaan dan dari sana mereka sering bertukar pemikiran serta membicarakan tentang pekerjaan. Namun, mereka tidak pernah sekalipun mengungkit-ungkit masalah keluarganya, sehingga membuat Tuan Anderson tidak mengetahui tentang apapun keluarga Pak Adnan.


"Apa itu benar, Zan?" tanya Tuan Anderson sambil menegakkan duduknya. Nyonya Fika yang sedang memakan cemilan pun seketika berhenti dan ikut menyimak pembicaraan anak serta suaminya.


"Iya, Zan, apa itu benar? Selama ini Mama dan Papa mengenal Tuan Darion tapi dia tidak mengatakan apapun kecuali Papanya yang sedang sakit," tanya Nyonya Fika yang ikut menimpali.


Allura sendiri hanya diam saja, ia cukup terkejut kala Arzan mengatakan jika Tuan Darion adalah kakak tiri papanya. Hal itu Allura simpulkan jika dia masih memiliki keluarga dari pihak papanya.


Apa berarti ... Kakek yang waktu itu kulihat di ruangan ICU dalah Kakekku? tanya Allura dalam hatinya.


Arzan menarik napasnya terlebih dulu sebelum ia menceritakan semua yang diketahuinya tentang keluarga Allura.


"Iya, Pa, Ma ... Tuan Darion adalah anak angkat Tuan Okta. Beliau mengangangkat Tuang Darion saat masih berusia tiga tahun. Jauh sebelum Papa Adnan ada," jawab Arzan.


Namun, bukan hal itu yang ingin diketahui oleh Tuan Anderson dan Allura, melainkan alasan Pak Arzan yang memilih keluar dari daftar keluarga besarnya. Bahkan, Allura selama ini menganggap jika papanya sudah tidak memiliki keluarga sendiri.


"Lalu, apa kamu juga mengetahui penyebab Adnan pergi dari rumah, Zan?" tanya Tuan Anderson dengan serius. selama ini, Tuan Anderson tidak pernah sekalipun mencoba mencari tahu tentang kehidupan masa lalu sahabatnya itu. Dia memilih untuk tidak ikut campur di dalamnya. Akan tetapi, siapa sangka kini dirinya begitu penasaran dengan alasan kenapa Adnan meninggalkan keluarga besarnya.


Arzan berpikir sejenak, dia sudah mengetahui tentang masalah Tuan Darion yang pernah menodai Ibu Ani, tapi Arzan sangat takut jika Allura akan syok berat setelah mendengar berita yang akan ia sampaikan nanti. Arzan tidak ingin Allura memiliki beban pikiran berlebih atas masa lalu ibunya karena yang selama ini dia tahu, Allura tidak mengetahui apapun tentang masa lalu Ibu Ani, Pak Adnan serta Tuan Darion.

__ADS_1


"Kenapa tidak dijawab, Zan?" tanya Tuan Anderson saat pertanyaannya tak kunjung dijawab oleh sang anak.


Allura juga turut memperhatikan gerak-gerik Arzan yang terlihat sedikit gelisah. Pria itu beberapa kali menelan ludah kasarnya saat Allura masih terus menatapnya dengan tatapan menuntut.


"Itu ... untuk hal itu aku tidak tahu pasti," kilah Arzan akhirnya. Dia tidak mungkin menyakiti hati Allura dengan mengungkap masa lalu kedua orang tuanya. Jadi, Arzan memilih diam dan membiarkan Allura mengetahui semua itu dari mamanya suatu saat nanti.


"Benarkah? Papa kira kamu mengetahui semuanya," ucap Tuan Anderson dengan wajah kecewa yang sangat jelas.


Arzan tak lagi mengatakan apa-apa, dia terus menatap wajah Allura yang tengah sedikit kecewa karena tidak bisa mengetahui tentang masa lalu mama dan papanya.


Maafkan aku Allura, aku hanya tidak ingin menjadi orang yang menyakitimu. Aku tidak sanggup jika harus melihat wajah kecewa, serta marah yang akan kamu tunjukan nanti ketika mengetahui masa lalu kedua orang tuamu, batin Arzan.


"Sudahlah ... lebih baik kita jangan membicarakan lagi orang yang sudah meninggal. Biarkan dia tetap tenang di alam sana," ucap Nyonya Fika. Wanita paruh baya itu langsung mengusap bahu Allura sebelum kembali berkata, "Ingat, Ra. Bagaimanapun masa lalu kamu dan kedua orang tuamu, jangan pernah berpikiran untuk pergi dari sisi kami dan juga Bintang."


Ya Tuhan ... sebenarnya teka-teki seperti apa yang harus aku jalani? Sampai titik ini, aku masih belum bisa menebak apapun. Allura hanya bisa membatin sendiri karena tidak ada yang bisa memberikan petunjuk padanya.


"Sudah, Ra. Kamu jangan menjadikan hal itu sebagai beban. Ingat, ada kami yang akan selalu mendengarkan ceritamu," ucap Arzan saat menyadari Allura hanya terdiam menatap kosong pada Bintang yang sedang berada di pangkuannya.


"Tu ... M–mas, bisakah aku bertemu kembali dengan pria yang bernama Tuan Okta? Jika dia benar adalah ayahnya papa, berarti aku adalah cucunya 'kan?" tanya Allura secara tiba-tiba.


Baik Arzan, Tuan Anderson dan Nyonya Fika langsung mengalihkan perhatiannya pada Allura setelah mendengar pertanyaan gadis itu.

__ADS_1


Arzan baru tersadar, ia ingat jika Allura selama ini memang tidak mengetahui tentang keberadaan kakeknya. Akhirnya pria itupun mengangguk dan menyetujui keinginan ibu susu Bintang itu.


"Tentu saja, Ra. Kamu boleh menemuinya, aku akan mengantarkan mu ke sana. Tapi ...."


"Tapi kenapa, Mas?" tanya Allura saat Arzan tak meneruskan ucapannya.


"Ti–tidak ada. Besok aku akan menemanimu ke rumah sakit untuk mengunjungi Tuan Okta," jawab Arzan. Sebenarnya ia sangat ragu untuk membawa Allura ke rumah sakit. Apalagi ia sudah diwanti-wanti oleh Ibu Ani agar tidak mempertemukan Allura dengan Tuan Darion. Namun, Arzan tidak mungin menolak keinginan Allura.


Sepertinya aku butuh bantuan Papa untuk mengurus Tuan Darion. Aku tidak ingin jika Allura dicelakai olehnya, batin Arzan.


.


.


.


.


Hai ... hai ... hai ...πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹ Terima kasih untuk Kakak-kakak yang udah kasih semangat πŸ₯ΊπŸ™ Sesuai janjiku, insya allah hari ini aku up tiga babπŸ’ƒπŸ’ƒ. Sambil tunggu, baca juga rekomendasi novel hari ini, yu 😁😁 Kali ini karya dari Mommy Ida πŸ‘πŸ‘ Jangan lupa mampir ya πŸ€—πŸ€—


...Nah, ini dia πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡...

__ADS_1



__ADS_2