
" sayang hari ini aku mau ke rumah mami ya . Setelah menikah aku belum pernah ke sana " ucap bella .
" Iya sayang , mau aku antar ?" tanya Barra .
" Boleh kalau kamu tidak sibuk " ucap Bella seraya memasang dasi sang suami dan memastikan suaminya itu selalu tampan .
" Oke . Kamu siap-siap dulu " ucap Barra .
" Seperti ini saja ya, aku lagi males mau ngapa-ngapain . Cuma pengen ke rumah mami " ucap Bella .
" Kamu mau pakai baju tidur ? gak mandi dulu ? yakin?" tanya Barra heran karena istrinya itu akan selalu berpenampilan sempurna dalam keadaan apapun . Tapi hari ini dari bangun siang dan hanya menyiapkan pakaian untuk Barra itu saja. Dan sarapan bi Inem yang membuat sarapan . Ya Barra tidak mempermasalahkan itu , tapi cuma merasa heran dengan tingkah sang istri .
" Kok kamu gitu sih . Aku jelek ya ? Bau ya ? " ucap Bella dengan nada yang sudah mulai berbeda dan mata yang berkaca-kaca .
Barra lalu memeluk Bella dan mengelus punggungnya .
" Bukan seperti itu sayang , cuma ini tidak seperti biasanya saja . Ya sudah ayo aku antar dulu " ucap Barra .
" Nggak mau , nggak jadi . Aku mau ke sana sendiri aja " ucap Bella lalu keluar dari kamar , Barra mengusap wajahnya kasar lalu mengejar sang istri .
" Sayang tunggu dulu , bukan begitu maksud aku "
Barra lalu menggenggam tangan sang istri .
__ADS_1
" Kamu mau ke sana sekarang ? Aku anter ya . Nanti setelah ini kamu mau di belikan apa?" ucap Barra membujuk sang istri .
" Aku mau ketemu Dimas setelah ke rumah mami "ucap Bella lalu berjalan dan masuk terlebih dulu ke mobil Barra
" Ck . Ada apa dengannya ?"ucap Barra bergumam .
Disisi lain Inem mengintip di balik tembok yang berada di dekat mereka
Mungkin nyonya muda sudah menyadari kalau Tuan muda itu suka makan orang , maka dari itu nyonya berusaha menghindari Tuan muda .batin Inem seraya tersenyum sendiri .
" Kamu ini kalau suka mengintip matanya jadi bintitan hlo bu " ucap totok mengagetkan inem .
" Bapak ini bisa gak sih nggak ngagetin ibu. Ibu itu cuma memastikan kalau nyonya muda dalam keadaan baik baik saja " ucap Inem seraya berlalu dari sana setelah memastikan majikannya pergi .
" Apa Tuan dan nyonya belum sarapan ?" tanya totok juga membantu sang istri membereskan meja makan .
" Tidak " ucap Inem .
Totok yang sudah malas untuk berbicara lagi dengan sang istri yang belakangan ini terlihat cuek dan selalu menjauhinya .
Sementara di dalam mobil Bella sedang berbicara dengan Dimas melalui sambungan ponselnya . Barra sebenarnya meras kesal lebih tepatnya cemburu karena istrinya begitu dekat dengan sahabatnya .
" Pokoknya gue gak mau tahu ya , lo harus ke sini sekarang juga . Kalau enggak gue bakal blokir nomer lo " ucap Bella lalu mematikan sambungan ponselnya .
__ADS_1
" Kamu belum sarapan tadi , mau sarapan apa ?" ucap Barra menahan kekesalan di hatinya
" Aku mau makan emmm apa ya " ucap Bella seraya memikirkan sesuatu .
Setelah setengah jam berpikir hingga hampir sampai di kediaman orang tua Bella .
" Apa kenapa tidak menjawab ? " tanya Barra
" Es krim , kita berhenti dulu di sana " ucap Bella .
" Ini masih pagi sayang , makan eskrim pagi-pagi . No ! Kalau kamu belum makan sesuatu tidak boleh makan es krim " ucap Barra tegas .
" Tapi aku ingin . Tadi kamu tanya , ya udah aku pengen itu . Kamu sekarang udah gak sayang sama aku . Ya udah aku mau minta mami aja " ucap Bella dengan air mata yang mulai mengalir .
" Aku sayang sama kamu , justru itu untuk kebaikan kamu . Aku tidak mau kamu sakit itu aja . Kita sarapan dulu di tempat mami baru kamu boleh makan es krim . Kamu mau berapa aku belikan tapi udah nangisnya " ucap Barra lalu menghapus air mata istrinya . Bella hanya mengangguk patuh .
Barra hendak membuka pintu mobilnya tapi Bella menghentikan langkahnya .
" Sayang es krimnya 5 aja cukup " ucap Bella .
" Iya " ucap Barra seraya mengelus lembut surai Bella .
Cuma 5 . batin Barra menggerutu .
__ADS_1