Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 116


__ADS_3

Bella dan Barra melajukan mobilnya untuk menemani sahabatnya . Bella tahu betul jika kini Sisil sedang tidak baik-baik saja.


" Sayang memangnya Sisil mau kemana ?" tanya Barra hati-hati


" Mau ke bandara katanya nyusul in Reno . Tadi dia sudah ke apart Reno tapi tidak ada . Dan ada petugas kebersihan juga mengatakan kalau Reno tidak lagi tinggal di sana " jelas Bella .


" Iya memang . Reno pindah ke rumah barunya yang baru saja dia beli . Dia mau ke Amsterdam tapi kedua orang tua Reno justru akan ke sini . Jadi Reno belum tahu kapan akan ke sana . Mungkin kalau dia ke bandara ke sana sekarang dia akan menjemput kedua orang tuanya " jelas Barra


Bella mencerna penjelasan Barra . Jadi Sisil sekarang sedang ke bandara dan dia mengira jika Reno yang akan pergi ke Amsterdam .


" Jadi kita kemana?" tanya Barra lagi karena Bella hanya diam saja.


" Ke bandara . Sisil sudah ke sana " ucap Bella .


Menempuh perjalanan sekitar 1 jam akhirnya mereka sampai di bandara . Bella segera turun dan mencari keberadaan Sisil . Di sana terlihat dari jauh bahwa Sisil sedang memeluk Reno dengan isak tangisnya .


" Jangan pergi . Maaf selama ini aku tidak memberi kepastian tentang perasaanmu . Aku juga mencintai mu . Tapi aku masih ragu dengan perasaan ku sendiri . Setelah melihat beberapa hari ini kamu menghindar terus dari aku . Aku merasa ada yang hilang " ucap Sisil yang masih berada di pelukan Reno .


Reno hanya diam tak bergeming . Dia masih mencerna apa yang baru saja dia dengar . Koper ke dua orang tuanya juga masih dia genggam dengan erat . Kedua orang tua Reno yang berada tidak jauh darinya juga mendengar pernyataan Sisil . Dan mereka tersenyum melihat kedua anak muda itu .


" Aku tidak akan pergi " ucap Reno seraya tersenyum simpul penuh arti .

__ADS_1


" Benarkah ? Lalu kenapa kamu di sini ?" tanya Sisil heran seraya mengeriyitkan keningnya .


" Aku di sini menjemput ke dua orang tua ku " jawab Reno ragu seraya tersenyum manis .


Sisil lalu menegakkan tubuhnya . Dia mengusap air matanya dengan kasar . Saat ini rasanya Sisil ingin lari sejauh mungkin dari sana .Malu ? Ya itu yang dia rasakan saat ini .


" Hallo cantik . Perkenalkan saya mamanya Reno " ucap Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.


Sisil tersenyum kikuk masih belum yakin dengan apa yang terjadi tadi .Namun dia tetap menerima uluran tangan mamanya Reno .


" Sisil tante " jawabnya .


Barra juga ikut tersenyum melihat tingkah konyol sekretarisnya itu .


Mereka lalu mendekati Sisil dan juga Reno .


" Gimana ?" tanya Bella seraya menahan senyumnya .


" Aa gue malu " ucap Sisil lalu memeluk Bella menyembunyikan wajahnya .


Remo lalu mendekati Sisil dan menggenggam tangannya .

__ADS_1


" Tidak usah malu . Jika tidak seperti ini mungkin kita selamanya akan seperti ini " ucap Reno mencoba menenangkan Sisil .


Sisil hanya menganggukkan kepalanya . Wajahnya memerah masih menahan malu karena ulah nya . Harusnya tadi dia bertanya dulu tidak langsung seperti itu . Tapi apa yang di katakan Reno ada benarnya .


" Tapi aku malu " ucap Sisil


" Gaya gayaan lo . Malu segala " ledek Bella .


" Hai om tante . Selamat datang " sapa Barra kepada ke dua orang tua Reno .


Mereka saling peluk . Ya karena mereka juga sudah seperti orang tua dan anak .


" Kamu sekarang sudah beristri dan sebentar lagi akan menjadi ayah " ucap mamanya Reno seraya mengelus pipi Barra dengan lembut .


" Terima kasih karena kamu sudah menampung anak ini " ucapnya lagi .


" Tante jangan sungkan . Barra sudah menganggap kalian juga kedua orang tua Barra sendiri " jawab Barra tulus .


" Kamu memang yang ter baik " ucap papanya Reno seraya memeluk Barra .


Perusahaan yang dia bangun dengan jerih payahnya sendiri tiba-tiba saya bangkrut karena ulah saudara tirinya . Tapi dengan bantuan keluarga Barra , mereka bisa memulai kembali usaha mereka .

__ADS_1


__ADS_2