
Menjelang pagi kediaman Barra dan Bella sudah ribut . Bella mengalami kontraksi ketika semua orang sedang tertidur pulas . Bella tadinya masih membiarkan perutnya yang kontraksi karena dia sering mengalami kontraksi palsu . Dan itu membuat Barra panik . Padahal ini bukan yang pertama .
" Ugh .. Kenapa perutku semakin sakit " lirih Bella seraya mencoba untuk duduk bersandar di ranjangnya
Barra yang saat itu pulang malam , di karenakan lembur tidak menyadari pergerakan dari istrinya .
Bella ingin membangunkan Barra tapi juga merasa kasian . Dia lebih memilih untuk menghubungi rumah sakit beserta dokter yang akan menanganinya . Bella juga meminta supir untuk menyiapkan mobil dirasa dia benar-benar akan melahirkan .
Setelah memastikan semua beres Bella membangunkan suaminya .
" Sayang .. Bangun .." ucap Bella dengan tangan satunya karena tangan satunya dia gunakan untuk menahan perut nya yang terasa mulas .
Bella membangunkan Barra beberapa kali . Mungkin karena pekerjaan Barra yang menumpuk .
" Sayang aku mau melahirkan " dengan sedikit kesal karena tidak bangun-bangun Bella sedikit meninggikan suaranya . Rasa sakit di perutnya semakin terasa .
Barra lalu membuka matanya dan duduk .
" Mana yang sakit " ucap Barra lalu memeriksa kening Bella .
" Aku mau lahiran sayang bukan demam . Ayo bangun cuci muka dulu . Pak Totok sudah menyiapkan mobilnya " ucap Bella heran dengan kelakuan suaminya .
Barra lalu meraup wajahnya kasar lalu bangun membasuh wajahnya .
Dengan kecepatan sedang Totok melajukan mobil Barra . Barra duduk di belakang bersama Bella .
Brian yang masih terlelap terpaksa mereka tinggal bersama inem . Bella tidak ingin tidur putranya terganggu .
" Dengan ibu Bella ?" tanya seorang perawat yang memang sudah bersiap di depan .
" Iya sus " jawab Barra dengan bingung .
Bella lalu di dorong oleh beberapa perawat .
Barra masih bingung . Karena rumah sakit sudah siap untuk menangani istrinya yang akan melahirkan .
" Bapak ganti dulu pakai ini " ucap salah satu perawat karena Bella sudah masuk di ruang persalinan .
Barra hanya menurut lalu menggunakan baju biru yang di berikan oleh perawat tadi .
" Saya cek dulu ibu sudah pembukaan berapa " ucap seorang dokter yang tadi di hubungi oleh Bella . Dokter itu juga yang menanganinya saat Bella melahirkan Brian .
" Sudah hampir sempurna ibu pembukaannya " ucap Dokter tersebut .
__ADS_1
Barra ingin sekali bertanya kepada Bella kenapa dokter dan rumah sakit sudah siap ketika mereka sampai di rumah sakit . Tapi semua itu dia urung kan melihat keringan yang sudah sebiji durian itu . Maaf sebiji jagung maksudnya .
" Kamu harus kuat sayang " ucap Barra melihat Bella yang hanya diam menahan sakit .
Bella hanya bisa tersenyum menjawab ucapan Barra . Rasa mulas yang dia rasakan sudah semakin sering dia rasakan .
" Dokter sepertinya dia sudah mau keluar dok " teriak Bella yang sudah tidak bisa menahannya lagi .
" Baik biar saya lihat dulu ya bu " ucap Dokter itu lagi .
" Jangan di lihat terus . Tapi bantu anakku keluar . Kenapa lama sekali " kesal Barra yang sudah tidak tahan menatap istrinya yang terus menahan sakit .
" Melahirkan memang seperti ini Tuan . Seperti saat Brian akan lahir . Memang harus menunggu jalan lahirnya buka sempurna dulu " jelas sang dokter .
" Jalan apa yang kamu maksud " ucap Barra uang sudah mulai gagal paham .
" Sayang sudah . Lanjutkan dok jangan dengarkan dia " ucap Bella yang menahan malu dengan pertanyaan Barra .
Dokter dan perawat yang membantu Bella hanya bisa tersenyum melihat kekhawatiran Barra .
" Sudah sempurna bu . Mohon untuk tarik nafas lalu buang " ucap Dokter memberi intruksi .
Barra yang berada di samping Bella ikut menarik nafasnya . Barra memegang tangan Bella dengan erat .
" Tunggu dok "
" Sebentar sayang aku haus . Sus tolong air itu sus " ucap Barra lalu meminum air yang fi berikan oleh suster di sana .
" Sudah dok . Lanjutkan " ucap Barra tanpa rasa bersalah .
Bella ingin sekali mencakar wajah tampan suaminya . Dia sudah menahan sakit berjam-jam suaminya malah membuat lelucon .
Setelah beberapa menit akhirnya bayi cantik itu lahir . Wajah yang sempurna . Lahir dari ibu yang cantik dan ayah yang tampan . Perpaduan yang pas .
" Oek oek oek " suara tangis bayi menggema di seluruh ruangan bersalin . Barra menangis haru menatap bayi kecil di hadapannya . Barra seperti mengulang kembali saat Brian hadir di antara mereka .
" Selamat Tuan ,Nyonya putri anda sangat cantik" ucap Dokter tersebut lalu menyerahkan kepada suster untuk di bersihkan .
" Selamat sayang . Dan terima kasih sudah memberikan malaikat kecil yang lucu dan cantik seperti mommy nya " ucap Barra lalu mencium kening Bella dengan bahagia .
Bella tersenyum bersyukur di berikan keluarga yang selalu menyayanginya . Suami yang begitu perhatian dan anak yang tampan dan cantik .
Saat ini Bella dan bayinya sudah di pindahkan ke ruang rawat . Keluarga Bella dan ke dua orang tua Barra juga sudah berada di sana .
__ADS_1
" Kamu cantik sekali sayang " ucap Bunda Hanna .
" Oma aku juga mau lihat adek bayi " ucap Brian yang hari ini tidak mau masuk sekolah karena tahu Mommy nya melahirkan .
" Sini Oma gendong " ucap Bunda Hanna lalu menggendong cucu tampannya itu .
" Dia cantik oma seperti Mommy " ucap Brian .
" Ya tentu " jawab Bunda Hanna lalu mencium gemas pipi cucunya itu lalu beralih mencium kening Bella .
" Terima kasih sayang sudah memberikan cucu yang tampan dan cantik " ucap Bunda Hanna tulus .
" Iya Bunda " ucap Bella
" Aku mau gendong cucu ku dulu " ucap Mami Maya .
" Aku dulu " ucap Papi Edo .
Para Oma dan Opa itu saling berebut untuk menggendong cucu nya . Brian menatap bingung Oma dan Opanya itu .
Brian memilih duduk di samping ranjang Mommy nya .
" Mom , mereka sudah tidak mau bermain dengan Brian lagi " ucap Brian mencibir para Oma dan Opanya .
" Mereka memang begitu . Waktu kamu kecil mereka juga berebut " jelas Barra yang baru saja mandi .
" Mereka kekanakan sekali ya dad " ucap Brian .
" Iya " jawab Barra .
" Mau di beri nama siapa Dad adik bayi " tanya Brian yang membuat para Oma dan Opa lalu terdiam . Mereka juga menantikan siapa nama cucu cantik mereka .
" Siapa ya ? " Barra mencoba memikirkan nama untuk anaknya .
" Pasti depannya B " ucap Bianca yang baru datang karena ada pekerjaan .
Bianca lalu menghampiri boks bayi . Tapi belum sampai di dekat bayi cantik itu .
" Stop . Kamu harus cuci tangan dulu " teriak Oma yang begitu perhatian kepada cucunya .
" Ya elah . Caca cuma liat doang . Pelit " Dengan langkah kesal Bianca lalu menuju kamar mandi .
" Ayo siapa namanya ?" tanya Ayah Arga yang sudah tidak sabar .
__ADS_1
" Berlian Alexander " jawab Bella .
" Bagus . Memang dia sepeeti berlian " ucap Mami Maya .