Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
Bonchap 13 ( kelahiran baby B)


__ADS_3

Menjelang pagi kediaman Barra dan Bella sudah ribut . Bella mengalami kontraksi ketika semua orang sedang tertidur pulas . Bella tadinya masih membiarkan perutnya yang kontraksi karena dia sering mengalami kontraksi palsu . Dan itu membuat Barra panik . Padahal ini bukan yang pertama .


" Ugh .. Kenapa perutku semakin sakit " lirih Bella seraya mencoba untuk duduk bersandar di ranjangnya


Barra yang saat itu pulang malam , di karenakan lembur tidak menyadari pergerakan dari istrinya .


Bella ingin membangunkan Barra tapi juga merasa kasian . Dia lebih memilih untuk menghubungi rumah sakit beserta dokter yang akan menanganinya . Bella juga meminta supir untuk menyiapkan mobil dirasa dia benar-benar akan melahirkan .


Setelah memastikan semua beres Bella membangunkan suaminya .


" Sayang .. Bangun .." ucap Bella dengan tangan satunya karena tangan satunya dia gunakan untuk menahan perut nya yang terasa mulas .


Bella membangunkan Barra beberapa kali . Mungkin karena pekerjaan Barra yang menumpuk .


" Sayang aku mau melahirkan " dengan sedikit kesal karena tidak bangun-bangun Bella sedikit meninggikan suaranya . Rasa sakit di perutnya semakin terasa .


Barra lalu membuka matanya dan duduk .


" Mana yang sakit " ucap Barra lalu memeriksa kening Bella .


" Aku mau lahiran sayang bukan demam . Ayo bangun cuci muka dulu . Pak Totok sudah menyiapkan mobilnya " ucap Bella heran dengan kelakuan suaminya .


Barra lalu meraup wajahnya kasar lalu bangun membasuh wajahnya .


Dengan kecepatan sedang Totok melajukan mobil Barra . Barra duduk di belakang bersama Bella .


Brian yang masih terlelap terpaksa mereka tinggal bersama inem . Bella tidak ingin tidur putranya terganggu .


" Dengan ibu Bella ?" tanya seorang perawat yang memang sudah bersiap di depan .


" Iya sus " jawab Barra dengan bingung .


Bella lalu di dorong oleh beberapa perawat .


Barra masih bingung . Karena rumah sakit sudah siap untuk menangani istrinya yang akan melahirkan .


" Bapak ganti dulu pakai ini " ucap salah satu perawat karena Bella sudah masuk di ruang persalinan .


Barra hanya menurut lalu menggunakan baju biru yang di berikan oleh perawat tadi .


" Saya cek dulu ibu sudah pembukaan berapa " ucap seorang dokter yang tadi di hubungi oleh Bella . Dokter itu juga yang menanganinya saat Bella melahirkan Brian .


" Sudah hampir sempurna ibu pembukaannya " ucap Dokter tersebut .

__ADS_1


Barra ingin sekali bertanya kepada Bella kenapa dokter dan rumah sakit sudah siap ketika mereka sampai di rumah sakit . Tapi semua itu dia urung kan melihat keringan yang sudah sebiji durian itu . Maaf sebiji jagung maksudnya .


" Kamu harus kuat sayang " ucap Barra melihat Bella yang hanya diam menahan sakit .


Bella hanya bisa tersenyum menjawab ucapan Barra . Rasa mulas yang dia rasakan sudah semakin sering dia rasakan .


" Dokter sepertinya dia sudah mau keluar dok " teriak Bella yang sudah tidak bisa menahannya lagi .


" Baik biar saya lihat dulu ya bu " ucap Dokter itu lagi .


" Jangan di lihat terus . Tapi bantu anakku keluar . Kenapa lama sekali " kesal Barra yang sudah tidak tahan menatap istrinya yang terus menahan sakit .


" Melahirkan memang seperti ini Tuan . Seperti saat Brian akan lahir . Memang harus menunggu jalan lahirnya buka sempurna dulu " jelas sang dokter .


" Jalan apa yang kamu maksud " ucap Barra uang sudah mulai gagal paham .


" Sayang sudah . Lanjutkan dok jangan dengarkan dia " ucap Bella yang menahan malu dengan pertanyaan Barra .


Dokter dan perawat yang membantu Bella hanya bisa tersenyum melihat kekhawatiran Barra .


" Sudah sempurna bu . Mohon untuk tarik nafas lalu buang " ucap Dokter memberi intruksi .


Barra yang berada di samping Bella ikut menarik nafasnya . Barra memegang tangan Bella dengan erat .


" Tunggu dok "


" Sebentar sayang aku haus . Sus tolong air itu sus " ucap Barra lalu meminum air yang fi berikan oleh suster di sana .


" Sudah dok . Lanjutkan " ucap Barra tanpa rasa bersalah .


Bella ingin sekali mencakar wajah tampan suaminya . Dia sudah menahan sakit berjam-jam suaminya malah membuat lelucon .


Setelah beberapa menit akhirnya bayi cantik itu lahir . Wajah yang sempurna . Lahir dari ibu yang cantik dan ayah yang tampan . Perpaduan yang pas .


" Oek oek oek " suara tangis bayi menggema di seluruh ruangan bersalin . Barra menangis haru menatap bayi kecil di hadapannya . Barra seperti mengulang kembali saat Brian hadir di antara mereka .


" Selamat Tuan ,Nyonya putri anda sangat cantik" ucap Dokter tersebut lalu menyerahkan kepada suster untuk di bersihkan .


" Selamat sayang . Dan terima kasih sudah memberikan malaikat kecil yang lucu dan cantik seperti mommy nya " ucap Barra lalu mencium kening Bella dengan bahagia .


Bella tersenyum bersyukur di berikan keluarga yang selalu menyayanginya . Suami yang begitu perhatian dan anak yang tampan dan cantik .


Saat ini Bella dan bayinya sudah di pindahkan ke ruang rawat . Keluarga Bella dan ke dua orang tua Barra juga sudah berada di sana .

__ADS_1


" Kamu cantik sekali sayang " ucap Bunda Hanna .


" Oma aku juga mau lihat adek bayi " ucap Brian yang hari ini tidak mau masuk sekolah karena tahu Mommy nya melahirkan .


" Sini Oma gendong " ucap Bunda Hanna lalu menggendong cucu tampannya itu .


" Dia cantik oma seperti Mommy " ucap Brian .


" Ya tentu " jawab Bunda Hanna lalu mencium gemas pipi cucunya itu lalu beralih mencium kening Bella .


" Terima kasih sayang sudah memberikan cucu yang tampan dan cantik " ucap Bunda Hanna tulus .


" Iya Bunda " ucap Bella


" Aku mau gendong cucu ku dulu " ucap Mami Maya .


" Aku dulu " ucap Papi Edo .


Para Oma dan Opa itu saling berebut untuk menggendong cucu nya . Brian menatap bingung Oma dan Opanya itu .


Brian memilih duduk di samping ranjang Mommy nya .


" Mom , mereka sudah tidak mau bermain dengan Brian lagi " ucap Brian mencibir para Oma dan Opanya .


" Mereka memang begitu . Waktu kamu kecil mereka juga berebut " jelas Barra yang baru saja mandi .


" Mereka kekanakan sekali ya dad " ucap Brian .


" Iya " jawab Barra .


" Mau di beri nama siapa Dad adik bayi " tanya Brian yang membuat para Oma dan Opa lalu terdiam . Mereka juga menantikan siapa nama cucu cantik mereka .


" Siapa ya ? " Barra mencoba memikirkan nama untuk anaknya .


" Pasti depannya B " ucap Bianca yang baru datang karena ada pekerjaan .


Bianca lalu menghampiri boks bayi . Tapi belum sampai di dekat bayi cantik itu .


" Stop . Kamu harus cuci tangan dulu " teriak Oma yang begitu perhatian kepada cucunya .


" Ya elah . Caca cuma liat doang . Pelit " Dengan langkah kesal Bianca lalu menuju kamar mandi .


" Ayo siapa namanya ?" tanya Ayah Arga yang sudah tidak sabar .

__ADS_1


" Berlian Alexander " jawab Bella .


" Bagus . Memang dia sepeeti berlian " ucap Mami Maya .


__ADS_2