
Bella kini sedang berada di sebuah butik bersama Mami Maya dan Juga Bunda Hanna . Jika Barra karena masih ada sedikit pekerjaan maka nanti dia kan menyusul . Kedua orang tua Bella dan Barra begitu antusias mempersiapkan pernikahan Bella dan Barra . Padahal keduanya tidak tahu menahu kapan mereka akan melangsungkan pernikahan . Tapi kata kedua orang tuanya tinggal satu minggu lagi . Yang benar saja pikir mereka (Bella dan Barra).
Bella turun dari mobilnya bersama Mami Maya , sedangkan Bunda Hanna di antar oleh sopir . Karena nanti mereka akan melanjutkan untuk berbelanja . Bella saat ini hanya bisa pasrah dan menuruti kedua ibu ibu itu .
" Ternyata kalian juga baru sampai . Ayo masuk " ucap Bunda Hanna .
" Iya mari " jawab Mami Maya juga antusias . Mami Maya lalu menggandeng tangan Bella untuk masuk ke dalam . Di sana sudah banyak penjaga butik yang menunggu kedatangan mereka .Karena Bunda Hanna sudah membuat janji dengan butik tersebut. Dengan senang hati mereka menyambut kedatangan dari orang penting seperti keluarga besar dihadapan mereka ini . Siapa yang tidak tahu dengan keluarga Darmawan dan Alexander . Apalagi Barra yang begitu terkenal dengan raja bisnis . Sebab Barra selalu bisa menguasai setiap bisnis yang dia tekuni .
" Wah ini pasti calon pengantinnya . Cantik sekali " sambut pemilik butik tersebut . Yang tak lain bu Dewi teman arisan dari Bunda Hanna dan Mami Maya .
" Terima kasih tante , pada dasarnya semua wanita itu cantik " ucap Bella dengan tersenyum
" Kamu ini bisa saja . Ayo , mau coba yang mana ? " ucap tante Dewi .
Kedua ibu ibu itu sudah mulai heboh memilih berbagai gaun yang tergantung rapi di sana . Memilih kesana kemari , berbeda dengan Bella yang masih memilih dengan melihat lihatnya saja .
" Coba ini sayang " ucap Mami Maya dan Bunda Hanna bersamaan .
" Sini biar Bella coba dulu " ucap Bella lalu mengambil gaun yang di bawa oleh kedua Ibunya itu . Lalu menggelengkan kepalanya merasa heran dengan antusias ke dua emak emak itu .
Bella lalu masuk ke dalam ruang ganti dan mencoba gaun tersebut satu persatu . Setelah berganti gaun Bella lalu keluar dengan menggunakan gaun itu .
" Aku tidak suka itu belahan dada terlalu rendah . Ganti yang lain " ucap Barra yang baru saja tiba di sana .
" Ck . Baru juga tiba langsung bikin kesal " Bella lalu berdecak kesal akan ulah Barra .
Bella lalu mengganti gaun yang dipilihkan oleh Maminya . Setelah itu Bella keluar .
__ADS_1
" Ini terlalu panjang bawahnya . Kasian nanti kamu keberatan sayang " ucap Barra .
" Yang benar saja " ucap Bella lirih .
Mami Maya dan Bunda Hanna hanya tersenyum lacu dengan alasan Barra yang tidak masuk akal itu .
Bella lalu melepas gaun itu dan memakai bajunya lagi . Dan ternyata di sana sudah banyak gaun yang berada di tangan Barra , Maminya dan Bunda Hanna .
Bella tersenyum namun Bella melangkahkan kakinya memilih sendiri gaun yang di rasa Barra tidak akan banyak menuntut .
" Ini sayang aku sudah pilih " ucap Mami Maya .
" No . Bella pilih dulu dari pada nanti Bella terus menerus berganti gaun itu melelahkan " ucap Bella seraya matanya menatap sekeliling ruangan itu . Dan tibalah pada satu gaun yang terpajang tak jauh dari Bella berdiri .
" Saya mau yang itu tante " ucap Bella kepada Dewi .
Bella tersenyum menatap gaun itu , elegan , sederhana tapi terlihat gelamour .
Barra juga menatap gaun itu dengan tersenyum , karena pilihan Bella memang tidak ada tandingannya . Ya termasuk memilih Barra . Pikir Barra .
" Iya pilihannya memang selalu tepat . Dia juga pintar memilih suami " ucap Barra dengan ucapan tersenyum bangga .
" Dasar kamu ini . Kamu yang beruntung mendapatkan Bella " ucap Bunda Hanna tak terima .
" Lagian kamu ini sekarang jadi cerewet jadi cowok narsis gitu sekarang " ucap Bunda Hanna yang heran dengan anaknya akhir akhir ini . Apalagi semenjak mereka akan menikah .
" Bunda , aku ini anak Bunda . Jadi ya mungkin ini juga sifat Bunda yang menurun ke aku " ucap Barra dengan santainya .
__ADS_1
" Dasar kamu ya . Sudah berani sekarang ya ngejawab . Bunda gak kayak gitu ya " bela Bunda Hanna .
Barra mengangkat bahunya acuh kembali pada mode offnya . Yaitu dingin .
Mami Maya yang melihat perdebatan antara anak dan ibu itu . Begitu dekat meskipun terlihat seperti bertukar argumen .
Bella lalu keluar menggunakan gaun yang di pilihnya tadi . Barra dan kedua maminya itu menatap Bella dengan kagum . Sangat indah di pandang . meskipun gaun tersebut belum selesai di buat .
" Cantik " ucap Barra .
" Kamu memang sempurna . Padahal gaun yang saya buat ini belum selesai semua tapi sudah terlihat bagus . Tinggal saya selesaikan sedikit saja sudah bagus " ucap tante Dewi yang berada di dekat Bella . Sambil membenahi gaun yang di kenakan Bella .
" Kamu memang menantu sempurna . Ahh Bunda akhirnya bisa memilikimu " ucap Bunda dengan senang .
Mami Maya tersenyum melihat sahabatnya itu begitu menyayangi anak semata wayangnya itu .
" Kamu tidak mencoba sekalian Bar ? " tanya Mami Maya kepada calon menantunya itu .
" Tidak mam . Barra bagaimanapun tetap tampan " ucapnya dengan senyum tengilnya.
" Sok ganteng " ucap sang Bunda lalu mendekati Bella .
Setelah mereka mencoba gaun , kini mereka memutuskan untuk makan siang bersama . Mereka menggunakan satu mobil. Supaya lebih menghemat waktu . Kedua ibu ibu itu duduk di belakang seraya melihat berbagai dekorasi dan perhiasan dan semacamnya sebagai pelengkap dalam pernikahan anak mereka nanti . Barra dan Bella hanya sebagai pendengar seraya mereka mengobrol dengan obrolan ringan mereka tanpa membahas persiapan pernikahan mereka . Karena pasti kedua orang tua mereka sudah menyiapkan dengan sempurna.
Tiba di sebuah pusat perbelanjaan ternama di sana . Mereka lalu menuju restoran untuk mengisi perut kosong mereka .
" Tante Hanna " sapa salah seorang wanita .
__ADS_1
Mereka semua lalu menoleh ke arahnya .