
Ayu baru saja sampai di kota jakarta . Tadinya Ayu sudah datang sewaktu ijab Bella dan Barra . Tapi di karenakan ada pekerjaan penting yang harus di urus Ayu memutuskan untuk kembali ke Jogja . Dan Ayu tidak bisa menghadiri acara pesta pernikahan Barra dan Bella .
Kini Ayu sedang menunggu mobil jemputan yang di minta oleh Papi Edo . Ayu hendak berjalan menuju pintu keluar tapi tidak sengaja dia bertabrakan dengan seorang pria .
^^^Bruk^^^
" Aw .. " teriak Ayu karena dia hampir terhuyung karena bahunya tersenggol sedikit keras oleh pria itu .
" Maaf saya tidak sengaja . Apa anda tidak apa apa ? " tanya pria itu.
" Tidak . Hanya sedikit saja bahuku " ucap Ayu .
Itu badan atau besi sih . Keras banget .batin Ayu menggerutu .
" Saya hampir ketinggalan pesawat . Jadi maaf sekali lagi " ucapnya lagi .
Ayu hanya mengangguk saja . Karena pria itu memang terlihat sedang terburu buru . Ayu lalu melanjutkan langkahnya lagi setelah melihat punggung pria itu menjauh . Sebab merasa tidak asing dengan pria itu .
" Maaf ya pak lama ya nunggunya ? " tanya Ayu setelah sampai di mobil yang di tugaskan papi Edo untuk menjemput Ayu .
" Tidak non . Tidak Apa apa " ucap Supir itu dengan ramah .
***
Di kediaman Alexander . Setelah mereka semua sampai di rumah semuanya kembali beraktifitas kembali . Barra dan Bella yang masih berada di kamar . Bella membereskan baju yang dia bawa kedalam lemari pakaian Barra . Setelah dirasa cukup menghilangkan lelahnya . Barra sebenarnya meminta pekerja di sana untuk membereskan bajunya , namun Bella menolak . Di rasa tidak ada pekerjaan juga dan bajunya hanya sedikit .
" Sini aku bantu " ucap Barra
" No . Ini hanya sedikit sayang . Istirahatlah , aku bisa melakukannya sendiri " ucap Bella lembut
" Naikkan nyonya Barra . Aku mau mandi saja , tubuhku rasanya lengket semua " ucap Barra .
Bella tersenyum sebagai jawaban . Bella memang hanya membawa baju baru satu koper , itupun yang dia bawa sewaktu di hotel sewaktu pesta pernikahannya . Yang lainnya Bella meminta kepada mbok sum untuk menyiapkan baju 2 koper saja . Dan yang lainnya bisa diambil nanti .
drt drt drt
Ponsel Barra bergetar .
Bella masih diam saja tidak mengangkat ponsel Barra . Karena bagi Bella itu privasi . Meskipun mereka sudah menikah tapi Bella belum berani untuk melakukan itu . Takut jika nanti Barra marah atau terjadi kesalahpahaman. Ya meskipun Barra bukan tipikal seperti itu . Meskipun mereka sudah berpacaran lama tapi ponsel mereka satu sama lain tidak ada yang saling intip . Karena bagi mereka dari pada akan menimbulkan masalah dan jika sudah terbiasa membuka ponsel pasangan pasti akan terus curiga dan keterusan . Jadi mereka tidak saling intip ponsel pasangan . Kecuali sudah mendapat ijin dari pasangan dari mereka .
" Kenapa tidak di angkat? " tanya Barra
" Aku tidak mau . Nanti di kira aku posesif terhadapmu " jawab Bella asal.
__ADS_1
Barra lalu memicingkan matanya heran dengan perkataan istrinya itu .
" Kenapa begitu ? " tanya Barra heran .
" Ya , karena yang telpon cewek . Soalnya disitu tadi namanya siapa gitu lupa " ucap Bella lalu merapikan kopernya setelah selesai merapikan pakaiannya .karena tadi koper yang di minta juga sudah datang .
" Cewek ? " Barra lalu berjalan mengambil ponselnya .
" Pakai dulu bajumu baru telpon balik " pinta Bella yang sudah menyiapkan baju Barra dari luar sampai dalam .
Barra lalu menaruh kembali ponselnya . Barra tersenyum sekilas merasa bahagia bahwa sekarang dia sudah ada yang mengurusi . Bahkan Bella juga menyiapkan pakaian untuknya . Udah jadi Bos , melayani suami dengan baik . Idaman pikir Barra .
Barra lalu berjalan menghampiri Bella dan memeluknya dari belakang.
" Aku bahagia . Akhirnya bisa bersama kamu . Aku harap kita selalu bahagia " ucap Barra sungguh sungguh .
" Iya sayang. Kamu ganti baju dulu . Setelah itu kamu mau aku masakin apa ? " tanya Bella lalu berhadapan dengan suaminya itu dengan mendongakkan kepalanya . Karena tinggi Barra seperti tingginya lee min ho 🤔😂.
" Apa saja yang kamu masak sayang . Pasti aku makan " ucap Barra
" Mulut kamu manis " ucap Bella lalu menyentuh bibir Barra .
Cup
" Sudah sana ganti baju dulu " pinta Bella .
Lalu Barra segera berganti pakaian yang sudah di siapkan oleh Bella . Ponsel Barra kembali bergetar . Barra lalu mengangkat ponsel itu tanpa melihat siapa yang menghubunginya .
Bella yang hendak keluar menghentikan langkahnya sebentar lalu dia melanjutkan langkahnya untuk menuju dapur memasak makan siang untuk mertua juga suaminya .
" Ada yang bisa saya bantu bi ? " tanya Bella ramah.
" Tidak usah non . Ini biar kami saja yang masak non duduk saja " ucap mbok yem .
" Gak papa mbok. Tadi juga susah bilang sama Barra " ucap Bella lembut
" Ya sudah non yang penting sudah minta ijin aden . Takutnya nanti di marahin lagi " ucap mbok yem .
" Memangnya Barra galak mbok ? " tanya Bella seraya tangannya mencuci sayuran dan menyiapkan bumbu .
" Enggak non . Aden tidak pernah marah . Dia itu mau makan apa saja bisa . Kalau lagi pengen makan apa pasti aden ngomong " ucap mbok yem .
" Apa saya boleh yang pilih menu untuk makan siang ini Bi ? " tanya Bella .
__ADS_1
" Tentu saja non . Nona mau masak apa saja boleh . Ini juga rumah non " ucap mbok yem yang memang sudah lama bekerja di kediaman Alexander .
Barra turun ke dapur untuk menemui Bella . Karena tiba tiba ada yang menelponnya untuk segera ke rumah sakit . Dia juga akan mengajak Reno untuk menemaninya .
" Sayang , Maaf sepertinya aku tidak bisa makan di rumah " ucap Barra hati hati
" Memangnya kamu mau kemana ? " tanya Bella heran .
" Tadi ayah telpon aku , katanya Anes anak dari sepupu ayah kecelakaan . Jadi dia meminta aku untuk ke sana . Kamu masaknya nanti saja ya biar di lanjut bibi . Aku tidak mau ke sana tanpa kamu " ucap Barra tegas . Barra tidak mau terjadi hal yang busa saja membuat Barra dan Bella terjadi selisih paham.
" Baiklah " ucap Bella yang mengerti keadaan Bella .
" Bi maaf ya Bella jadi gangguin bibi masak . Gak papakan " ucap Bella menyesal .
" Gak papa non " jawab mbok yem tersenyum tulus . Bahagia melihat pasangan muda ini .
" Ayo sayang " ajak Barra
" Aku ganti baju dulu sebentar " ucap Bella
" Iya , Aku tunggu di depan ya " ucap Barra sedikit teriak karena Bella sudah menjauh . Bella hanya menjawab dengan kode tangan 'OK'
Bella kemudian mengganti bajunya , karena tadi baju Bella sudah kotor terkena tepung . Tadinya Bella akan membuat ayam kremes sambel terasi . Tapi baru setengah jalan udah di ajak pergi .
" Sudah sayang ayo " ajak Barra
" Ayok " ucap Bella lalu menghampiri Barra yang sudah berada di depan ...
" Kamu cantik banget sih . Rasanya pengen ngurung di kamar aja " Barra lalu memeluk erat tubuh Bella .
" Wahh . gak bener nih . Berasa obat nyamuk gue " teriak Reno dari dalam mobil .
" Hlo Reno juga ikut sayang " tanya Bella lalu melepaskan pelukan Barra .
" Iya sayang . Nanti kalau ada perlu apa apa biar Reno yang urus . Sebenarnya aku juga gak mau ngurusin anak itu kalau bukan ayah yang minta " ucap Barra yang kini mereka sudah berada di salam mobil . Barra dan Bella duduk di belakang , sedangkan Reno duduk di samping kemudi .
" Kenapa ? " tanya Bella penasaran .
" Nanti kamu juga tahu sayang " ucap Barra tersenyum dan membuat Bella penasaran.
Bella mengerucutkan bibirnya kesal karena Barra tidak mau memberitahunya.
Mereka berjalan menuju rumah sakit yang di berikan oleh Ayah Arga . Sedangkan kedua orang tua Anes sedang berada di dalam pesawat untuk menengok anaknya yang sedang berbaring di rumah sakit .
__ADS_1