
Raya berjalan gontai , karena ayah dari bayinya itu tidak mau bertanggung jawab . Raya juga di minta oleh mamanya untuk segera menikah untuk menutupi bayi di luar nikah itu . Bahkan mamanya Raya sempat menjodohkan Raya dengan anak teman temannya . Namun bodohnya Raya menolak semua itu . Karena Raya masih mengejar pertanggung jawaban dari lelaki yang menghamilinya itu .
Raya kini tengah berada di kediamannya . Raya masih beradu argumen dengan sang mama .
" Kamu harus nurut dengan mama sebelum papa kamu mengetahui semua ini . Beruntung kakak kamu tidak mengadukan kelakuan kamu ini kepada papanya . Coba kalau dia sampai memberi tahu papamu . Kamu pasti sudah di usir dari rumah ini " ucap Mamanya Raya .
" Mah . Mama ini apa apaan sih . Ini juga dulu mama yang minta supaya aku deketin produser itu . Sekarang mama malah nyalahin aku " ucap Raya kesal
" Tapi apa mama memintamu untuk melakukan hal seperti itu ? Tidak Raya ! Sekarang kamu harus menemukan pria yang mau merawat anak kamu itu " ucap Mama Raya .
" Kalau enggak mama akan jodohkan kamu dengan anak teman mama . Nanti sore mama ajak kamu ketemu dengan mereka . Tidak ada bantahan . Sebelum perut kamu itu membesar dan papa kamu mengetahui semua ini " mama Raya lalu meninggalkan Raya begitu saja .
Raya diam tak bergeming . Dia membenarkan ucapan mamanya . Jika perutnya membesar masalahnya pasti akan lebih rumit dari ini .
***
Hari berganti hari , dan hari yang di tunggu tunggu pun tiba yaitu hari pernikahan anak dari dua kerajaan bisnis terbesar di negara ini .
Bella dan Barra sudah berada di sebuah hotel dimana mereka akan mengadakan janji pernikahan . Bella dan Barra berada di ruangan berbeda , keduanya sudah hampir 2 minggu tidak bisa bertemu karena permintaan dari kedua belah pihak .
Barra selalu menggerutu kesal karena belum bisa bertemu dengan kekasihnya itu . Bahkan untuk sambungan vidio di ponselnya saja Bella sama sekali tidak mau . Seperti memang berniat untuk mengerjainya .
" Apa acaranya masih lama ? " tanya Barra kepada Reno yang menjadi pendampingnya nanti bersama Jordan .
" Tinggal menghitung menit saja segera di mulai " ucap Reno seraya melihat jam yang berada di tangannya .
" Lo pengen segera ketemu Bella atau lo emang udah kebelet kawin sih Bar ? " tanya Jordan yang sudah merasa jengah dengan rengekan sahabat satunya itu . Karena sebelum Barra menikah dan tidak di perbolehkan bertemu dengan Bella . Reno dan Jordan selalu menjadi tumbal kekesalan Barra .
Barra hanya melirik sekilas ke arah Jordan . Dia sebenarnya gugup tapi dia juga i gin segera bertemu dengan calon istrinya itu .
" Hahaha , dia udah kebelet . Pengen merasakan surga dunia " Ucap Reno
" Makanya lo buruan cari bini biar tahu rasanya surga dunia . Lo ngomong gitu ngetawain Barra , lo aja belum nikah . Wkwkwk " ejek Jordan
" Oke . Taruhan ya siapa diantara kita yang bakal nikah duluan " tantang Reno .
__ADS_1
" Dih apaan sih kalian ini . Nikah itu bukan buat mainan , bukan untuk taruhan . Malah di buat bercanda . Dasar pria menuju tua , panik ya gak laku " cibir Bianca yang masuk ke dalam ruangan itu .
" Dasar anak kecil gak usah ikut campur . Sana pulang bobo minum susu " ucap Jordan
" Kita itu masih muda . Umur kita masih di kepada dua . Beda dikit doang belagu " jawab Reno
" Udah diem " Tegas Barra
Waktupun berjalan semakin cepat hingga kini saatnya Bella dan Barra untuk melakukan janji pernikahan . Bella sudah berbalut kebaya putih untuk acara ijab mereka , Bella terlihat sangat cantik dan anggun .
" Sayang kamu cantik sekali " puji Mami Maya
" Iya mi , Seperti bidadari " tambah Sisil yang juga menemani Bella dan juga sebagai pendamping Bella nanti . Bella juga meminta Ayu adik sepupunya untuk mendampinginya .
" Makasih mi , Bella memang selalu cantik " ucap Bella percaya diri .
" Sudah ayo penghulunya sudah datang " ucap Maminya , Mami Maya masuk ke ruangan Bella untuk menjemput Bella karena acara sudah akan di mulai .
Bella keluar dari ruangan tempat dia di rias tadi di dampingi oleh Sisil dan juga Ayu .
Bella berjalan dengan anggun menuju di mana Barra berada . Para tamu undangan terkagum melihat kecantikan Bella yang terbilang sempurna . Tak berbeda dengan Barra , Barra memandangi wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu dengan penuh damba dan rindu . Dari kejauhan Bella tersenyum menyapa tamu undangan di sana . Meskipun keringat dingin di setiap tangannya . Dan dapat di rasakan oleh Sisil maupun Ayu .
" Pantas pak Barra dari tadi tidak berkedip , orang pengantin wanitanya sangat cantik . Coba kalau saya punya anak laki laki pasti saya jadiin mantu "
" Belum tentu dia mau dengan anak anda . Sama saya saja dulu tidak mau " ucap Barra .
Obrolan antara pak penghulu dan Barra masih berlanjut sampai Bella tiba di depan meja penghulu .
" Kamu cantik " puji Barra saat Bella sudah berada di hadapannya . Bella menjawab dengan senyum manisnya .Barra lalu membantu Bella untuk duduk di sampingnya .
Ijab pun di mulai dengan hikmat . Para tamu undangan yang turut hadir di acara ijab Bella dan Barra sangat merasa beruntung . Hingga penghulu mengatakan 'SAh '
" SAH " teriak semua tamu undangan .
" Alhamdulillah " ucap syukur dari Bella maupun Barra .
__ADS_1
" Sekarang Nak Bella sudah resmi menjadi istri saya " ucap pak penghulu
" Enak saja . Sudah tua ingin umur " ucap Barra yang menanggapi lelucon penghulu itu dan di sambut gelak tawa dari para tamu undangan .
" Oh bukan istri saya , Dulu istri saya waktu muda juga sama persis seperti nak Bella cantiknya . Makanya saya berasa melihat istri saya waktu muda " jawab penghulu tersebut
" Saat ini Nak Barra dan Nak Bella sudah resmi menjadi suami istri . Jadilah suami istri yang sakinah mawadah warahmah . Amin " tambah pak penghulu .
" Sekarang cium tangan suami kamu nak Bella "
Bella lalu mencium tangan Barra dengan tersenyum manis . Barra lalu mencium kening Bella .
Acara di pagi hari ini sudah selesai . Dan di lanjutkan resepsi pada malam harinya . Barra dan Bella masih menyalami tamu undangan yang hadir . Sebelum akhirnya mereka di minta untuk istirahat sebelum nanti malam di lanjutkan acara lagi .
" Apa kamu lelah ? " tanya Barra ketika keduanya sampai di dalam kamar .
" Tentu saja . Tolong bantu aku melepaskan perhiasan ini . Ini sangat berat " keluh Bella.
" Tentu istriku " ucap Barra . Kemudian mereka berdua sama sama tersenyum bahagia .
" Terima kasih telah mau menjadi istriku " ucap Barra kepada Bella seraya melepaskan perhiasan yang menghiasi rambut Bella .
Saat ini mereka sedang duduk di depan meja rias . Bella duduk dan Barra berdiri di belakang Bella .
" Aku juga terima kasih karena mau menerimaku yang masih selalu sesuka hatiku dan kamu tetap sabar " balas Bella .
" Tentu saja , karena aku mencintaimu " jawab Barra tulus.
tok tok tok.
" Ganggu saja . Awas saja tidak penting ku potong rambutnya sampai botak " ucap Barra kesal .
" Kamu ini . Sudah buka dulu pintunya "ucap Bella tersenyum lucu melihat tingkah suaminya itu
Dan ketika Barra membuka pintu kamar mereka .
__ADS_1