
" Siapa wanita itu . Kenapa terlihat begitu dekat dengan kak Barra " lirih seorang wanita
Anes , wanita yang melihat Barra dan juga Bella secara tidak sengaja . Setelah menunggu cukup lama Barra keluar dari kediaman Darmawan , Anes memutuskan untuk pergi berbelanja untuk mood boosternya , karena lama menunggu Barra juga selama di indonesia Anes merasa lelah selalu di kediaman Alexander tanpa melakukan apapun . Mengajak jalan Bianca juga percuma karena gadis itu tidak menyukainya , bahkan untuk menyapa atau melihat saja tidak .
" Mau kemana mereka ? " tanya Anes pada dirinya sendiri.
" Aku harus mengikuti mereka " lanjut Anes lagi yang tidak mau kehilangan jejak . Apalagi sekarang Barra terlihat begitu mesra dengan seorang wanita . Merasa penasaran dengan Wanita itu Anes lalu meminta Supir mengikuti mobil Barra.
Sedangkan di dalam mobil Bella masih kesal dengan kekasihnya itu yang dari tadi selalu menggodanya .
" Sayang kenapa lewat sini ? Awas kalau kamu macam macam " ancam Bella karena jalan menuju rumahnya beda arah .
" Tenang sayang aku akan membawamu ke surga dunia " jawab Barra dengan senyum tengilnya .
" Aduhhhh .. Sayang kamu tuh dari tadi KDRT . Penganiayaan ini namanya " keluh Barra yang mendapat serangan dari Bella
" Awas kamu yaaaa. Dasar laki laki cabul , kamu sekarang jadi pria mesum . Bagaimana jika karyawan - karyawan kamu tahu kalau Bos kebanggaannya ini begitu mesum " teriak Bella kesal yang masih memukul bahu Barra.
" Sayang sudah ya , aku hanya bercanda . Ini masih di jalan awas jangan gangguin aku bahaya "
Bella lalu mengentikan aksi pukulnya .
" Lagian kamu sekarang kalau ngomong suka ngaco gak di filter dulu " kesel Bella lagi .
" Sayang kok mobil itu dari tadi kayak ngikutin kita gak sih ? " ucap Bella yang dari tadi melihat mobil itu selalu mengikutinya .
" Masa sih " Barra lalu melihat dari kaca spion mobilnya .
itu mobil rumah . Siapa yang mengikuti ? pikir Barra yang merasa tak asing dengan mobil yang mengikutinya itu .
Barra lalu menginjak gasnya dan mengambil jalur yang berbeda . Dan benar saja mobil itu masih berada di belakangnya . Barra kembali belok di jalan kecil yang melewati banyak pemukiman penduduk . Dan mobil itu mulai kehilangan mobil Barra .
Siapa yang berani mengikutiku . pikir Barra lagi
Tidak mungkin Ayah menyuruh seseorang untuk mengikutiku . batin Barra lagi ya g masih merasa heran
" Kamu kenapa dari tadi diam ? Siapa yang mengikuti kita " tanya Bella
__ADS_1
" Entah . Biarlah yang penting mereka tidak berhasil mengikuti kita " jawab Barra dengan senyum manisnya yang tak ingin Kekasihnya itu merasa khawatir lalu mengelus lembut rambut Bella meski pikirannya masih bertanya tanya siapa yang sudah berani mengusiknya .
" Baiklah . Lalu sekarang kita kemana ini ? Ini jalannya menjadi sangat sepi bahkan tidak ada yang melalui jalan sini " tanya Bella lagi yang takut dengan kegelapan .
" Nanti kamu juga akan tau " ucap Barra dengan senyum tampannya
" Terserahlah " lalu Bella mengalihkan pandangannya keluar jendela . Terlihat di sana banyak lampu lampu kecil menghiasi sebuah rumah yang cukup terkesan kuno tapi indah . Banyak bunga-bunga yang mengelilingi setia sudut rumah tersebut . Rumah itu hanya satu lantai tapi terkesan sangat mewah tapi klasik . Rumah itu juga masih ada yang terbuat dari kayu meski tidak semuanya . Meskipun Bella hanya melihat dari jauh .
" Indah sekali itu " tanpa sadar Bella mengucapkan kekagumannya . Tapi mobil yang di tumpanginya berbelok menuju rumah tersebut .
" Sayang kita mau ke sana ? " tanya Bella antusias . Bella sangat menyukai bunga mawar merah ya meskipun semua jenis mawar dia suka . Tapi ini , di rumah itu sungguh seperti kebun bunga mawar .
Barra hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan sang kekasih yang terlihat seperti anak kecil di kasih mainan kesukaannya .
" Sayang kita berhenti di sini ? Lalu ini rumah siapa sayang ? " tanya Bella lagi
" Ayo turunlah " ajak Barra
Lalu Bella melepaskan set beltnya dan keluar mobil di bantu oleh Barra yang tadi membukakan pintu mobilnya .
" Tapi ini rumah siapa ? " tanya Bella yang masih penasaran .
" Ini Villa yang aku buat untuk kamu sayang . Hadiah untuk kamu karena kamu memaafkan aku. Terima kasih sudah mau menerima aku lagi " lalu Barra memeluk Bella erat dengan kasih sayang
" Makasih sayang aku suka " Bella membalas pelukan itu tak kalah erat .
Cup ..
Bella mencium bibir Barra sekilas . Barra yang mendapatkan kecupan itu tak mau melepaskan begitu saja . Barra lalu menahan tengkuk Bella saat Bella akan melepaskan ciumannya .
Bella melotot tak percaya sungguh sekarang Barra lebih ekspresif . Ciuman Barra yang lembut sungguh Bella sangat menikmatinya . Hingga tanpa sadar Bella membalas ciuman Barra . Ciuman itu sangat lembut , Barra ingin kekasihnya menikmati setiap momen bersamanya . Di rasa cukup Barra melepaskan ciuman itu . Lalu Barra tersenyum melihat Bella yang masih memejamkan matanya .
fyuhh..
Barra meniup air muka Bella . Bella lalu membuka matanya secara perlahan . Bella sangat bahagia memiliki kekasih yang begitu menyanjungnya , memperhatikan setiap apa yang di sukainya .
" Apa kamu bahagia ? " tanya Barra dengan lembut .
__ADS_1
Bella lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban .
" Ayok kesini " ajak Barra lagi lalu menggandeng tangan Bella memasuki rumah tersebut . Di dalam rumah itu banyak sekali lilin - lilin dan juga banyak taburan bunga dan juga hiasan bunga mawar di dalam rumah tersebut . Meskipun hanya satu lantai tapi dalam rumah itu sangat luas dan isinya hiasan hiasan klasik tapi berkelas seperti kesukaan Bella . Semuanya adalah barang mewah meskipun rumah tersebut terlihat sederhana .
Barra terus mengajak Bella menuju taman belakang dan di sana terdapat kolam renang yang juga penuh dengan bunga mawar dan bertuliskan I LoVE YoU BELLA , WILL YOU MARRY ME . Sontak saja Bella menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan matanya mulai berkaca kaca . Sungguh dia sangat bahagia mendapat kejutan yang sangat romantis dari kekasihnya.
" Sayang " Bella lalu menoleh ke arah Barra . Barra yang tadinya berdiri di samping Bella kini tengah berlutut dengan membawa cincin untuk Bella .
" Sayang , Mungkin aku bukan pria baik seperti yang kamu harapkan . Maaf aku telah memberi kisah masa lalu yang menyakitkan untukmu . Tapi itu semua ada alasannya , dan kamu sudah tahu itu . Bukan berarti aku tidak mencintaimu tapi sungguh Bella kamu adalah wanita yang selalu aku harapkan untuk menjadi pendampingku nanti dan selamanya sampai kita memiliki bayi seperti yang kamu katakan tadi bahkan sampai akhir hayatku . Aku tidak akan membuat janji untuk tidak menyakitimu seperti dulu , tapi satu hal yang harus kamu tahu . Bahwa aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi karena sungguh aku sangat mencintaimu " Barra lalu menjeda ucapannya sejenak .
" Bella Ayuna Darmawan . Will you marry me ? " tanya Barra lalu menatap lekat mata Bella .
Bella lalu meneteskan air matanya tanpa permisi merasa sangat tersanjung dengan perlakuan Barra .
" Yaa " Bella menjawab dengan menganggukkan kepalanya tanda menyetujuinya .
" Yeeahhhhh ... Selamat yaaaaa kakk " teriak Bianca paling keras diantara yang lainnya . Dan ternyata di sana sudah ada Bianca , Jordan , Fadli , bahkan Reno dan Sisil lalu kapan mereka sampainya pikir Bella .
Barra lalu memeluk Bella dengan erat lalu mengangkat tubuh Bella karena merasa bahagia dengan jawaban Bella .
" Sudah turunkan aku . Malu " ucap Bella lalu menepuk bahu Barra agar menurunkannya .
" Selamat ya bebh , gue ikut seneng kalau lo seneng " Ucap Sisil seraya menghapus air matanya .
" Dan lo , di sini lo bukan Bos gue . Awas kalau sampai lo sakiti sahabat gue , gue gak bakalan tinggal diam " ucap Sisil lagi yang kini terlihat berani .
" Ren. Besok cari sekertaris baru " kata Barra terlihat serius tapi sebenarnya hanya bercanda .
plakk.
" Aww .. Sayang aku hanya bercanda . Oke gue bakal jagain sahabat lo ini . Puas " ucap Barra dengan nada bercanda .
" Oke . Terima kasih Bos " ucap Sisil yang sebenarnya juga merasa takut jika dirinya di pecat . Barra hanya tersenyum menanggapi sahabat kekasihnya itu . Begitu juga Reno yang merasa lucu melihat tingkah lucu Sisil tapi menurutnya dia juga termasuk berani apalagi dengan Barra.
" Sorry gue telat "
Semua yang ada dalam ruangan itu menengok ke arah sumber suara
__ADS_1