
" Baik tante , saya permisi dulu om , tante " pamit Barra yang takut takut saat pamit kepada Papi Edo yang masih menatapnya tajam seakan ingin melahapnya hidup hidup.
Barra segera menghampiri Bella yang sedang menunggunya di ruang tamu . Bella malas menghampiri Papinya dan juga Barra karena dari tadi keduanya hanya ribut terus , tapi Bella juga merasa bahagia jika ke dua orang tersayangnya itu terlihat lebih dekat .
" Sudah ? " tanya Bella dengan lembut seraya berdiri menghampiri sang kekasih
" Hemmm. Kamu tega sekali sayang tidak mau bantuin aku kabur " adu Barra dengan manja kepada Bella
" Uhh .. Sayang kasian banget sih kamu . Ayok jadi keluar tidak ? " tanya Bella seraya mengelus lembut rahang Barra
" Jadi dong . Ayok " jawab Barra semangat
" Kita mau kemana ? " tanya Bella penasaran
" Nanti kamu juga tahu sendiri " jawab Barra mengacak acak rambut Bella dengan gemas.
" Kok gak bilang kalau sudah pulang ? Kan aku bisa jemput " kini keduanya sudah berada di dalam mobil menuju tempat tujuan.
" Namanya juga surprise " jawab Barra dengan seulas senyum tampannya
Cup .
Ketika mobil itu berhenti di lampu merah . Untung kaca mobil mereka tidak terlihat dari luar .
" Sayang ih . Ini di tempat umum " kesel Bella lalu memukul bahu Barra tapi hanya pelan.
" Kangen sayang . Rasanya ingin cepat cepat nikah . Sayang kita nikah ya . Gak ada penolakan "
" Itu namanya pemaksaan "
" Kalau gak di paksa kamu nanti terus jawabannya "
" Terserah kamu saja "
" Anak pintar " ucap Barra lalu mengelus rambut Bella penuh sayang .
" Kamu cantik "
" Terima kasih .Dan kamu tampan "
" Pantas banyak yang mau " kata Barra sambil mengangguk anggukkan kepalanya .
" Dasar playboy cap kadal " Bella lalu memukul lengan Barra kini dengan sedikit mengeluarkan tenaga. " Dasar ganjen "
" Sayang sakit sudah . Aku cuma bercanda . Lagian kamu itu tak akan tergantikan sudah memenuhi hati dan pikiranku " padahal pukulan Bella sama sekali tidak terasa bagi Barra
" Dasar gombal " ucap Bella dengan senyum malu malu
" Kita mau ngapain ke mall ? Belanja ? " tanya Bella heran .
__ADS_1
" Kita mau kencan seperti anak muda pada umumnya . Apa kamu mau kita ke hotel saja ? " tawar Barra sambil menaik turunkan alisnya.
" Dasar mesum " lalu memukul Barra dengan tas yang di bawanya
" Sayang kamu sekarang kerjaannya jadi tukang pukul ya ? Ini namanya KDRT sayang "
" Itu juga karena kamu yang mesum "
" Sudah ayok masuk , lagian kan aku juga cuma menawarkan saja kalau tidak mau juga gak apa apa "
Barra lalu menggandeng tangan Bella memasuki mall ternama di kota J itu .
" Sayang kamu mau membeli sesuatu ? " tanya Barra kepada sang kekasih
" Tidak sayang . Kita nonton saja yuk sepertinya ada film baru " ajak Bella
Bella lalu menarik tangan Barra menuju keramaian yang di isi oleh anak anak remaja yang rata rata masih duduk di bangku SMA .
" Sayang kita terlihat tua tidak ? " bisik Bella kepada sang kekasih
" Sayang bahkan kamu masih terlihat seperti mereka " puji Barra sungguh sungguh
" Dasar . Apa selama kamu di luar negeri kamu belajar menggombal ? Pasti Jordan yang mengajarimu , iya kan ? " Bella tahu betul dengan Jordan yang selalu menggangu teman temannya waktu kuliah meskipun mereka beda tingkatan.
" Tidak sayang . Ini kata yang keluar dari hati . Kamu cantik dayang bahkan sempurna " ucap Barra dengan tulus
" Sudahlah lama lama aku bisa terbang . Sayang kamu yang mengantri ya beli tiketnya . Aku mengantri beli popcorn juga minuman " putus Bella membagi tugas biar lebih cepat.
" Sayang ada anak anak di sana . Mana pada lihat ke sini lagi " ucap Bella malu . Barra hanya mengacak acak rambut Bella dengan gemas lalu menuju antrian tiket.
" Mbak saya mau beli popcornnya 2 sama minumnya juga 2 " pesan Bella kepada pelayan di sana
" Iya kak " ucap pelayan wanita tersebut .
" Ini kak . Silahkan "
" Mana sayang biar aku yang bawa " Saat Bella hendak menerima makanan yang dia pesan.
" Hlo kok kamu kok sudah di sini . Bukannya tadi antriannya banyak . Kamu merayu penjaga tiketnya ya " tanya Bella heran . Dan yang menjaga di sana memang seorang perempuan .
" Mana ada . Kamu ini " belum selesai Barra menjelaskan kepada Bella ada gadis gadis remaja yang menghampiri mereka.
" Makasih ya kakak ganteng " dengan senyum centilnya.
Bella terbengong melihat kelakuan gadis gadis itu yang terlihat berani menggoda kekasihnya di depan matanya .
" Sayang anak kita ingin segera menonton film itu . Ayok sayang kita segera masuk sebelum anak kita ileran " ucap Bella sedikit meninggikan suaranya agar mereka tahu . Bella juga mengelus perut ratanya seakan dia sedang mengandung anak Barra .
Barra yang melihat tingkah kekasih tercinta tersenyum lucu . Bagaimana bisa dia cemburu dengan gadis ingusan seperti mereka pikir Barra .
__ADS_1
" Iya sayang . Kita juga akan segera membuat adiknya setelah anak kita ini lahir " ucap Barra seraya mengedipkan sebelah matanya.
Bella yang mendengar perkataan Barra molototkan matanya tak percaya apa yang barusan Barra katakan.
" Sudah sayang ayok " ajak Barra kepada Bella untuk segera masuk ke dalam.
" Sayang apa maksud gadis gadis tadi ? " tanya Bella penasaran .
" Tadi dari pada aku mengantri panjang jadi aku membayar semua tiket anak anak yang mengantri di sana dengan syarat aku meminta tiketku lebih dulu , karena aku yang membayar " ucap Barra bangga
" Dasar tidak ada perjuangan " cibir Bella
" Ini namanya perjuangan sayang . Aku tidak mau jika istriku kesusahan apalagi saat ini dia sedang mengandung anakku "
" Sayang ihhhh... " ucap Bella kesal seraya mencubit perut kotak kotak Barra .
" Sayang KDRT "
" Sayang lihat degh itu kayak nya aku kenal deh " ucap Bella saat melihat orang yang dia kenal
" Siapa sih . Udah ayok masuk "
" Hemm yaa '
Lalu keduanya kini sedang duduk berada di dalam bioskop melihat film yang mereka pilih. Setelah menonton selesai kini keduanya memutuskan untuk keluar karena Bella sudah merasa sangat lapar.
Saat keduanya keluar dari dalam bioskop tersebut Bella kembali melihat orang yang dia kenal tersebut . Mata Bella teeus tertuju kepadanya hingga memasuki ke dalam restoran.
" Sayang kita makan di sana saja ya " ajak Bella lalu menarik tangan Barra ke dalam restoran tersebut.
" Sayang hati hati , kasihan anak kita " canda Barra yang masih membahas candaan Bella tadi .
Bella melotot kearah Barra tak percaya dengan kekasihnya ini . Sungguh menyebalkan.
" Sayang apa benar kamu hamil padahal kita kan belum melakukan itu " ucap Barra
" Sayang udah ya , tadi aku cuma bercanda . Lagian siapa juga yang hamil bikin saja belum "
Ini dia jawaban yang di tunggu oleh Barra . Bella lalu menutup mulutnya karena merasa tidak pantas mengatakan hal seperti itu kepada lelaki mesum di sebelahnya ini , yang tak lain kekasih mesumnya . Ya sekarang Barra sudah menjadi lelaki mesum menurut Bella.
" Kalau begitu habis makan kita bikin bayi ya sayang " Sungguh saat ini Bella ingin mencubit bibir lemes kekasihnya itu.
" Sayang sudah ayok kita makan , aku lapar " ucap Bella yang tak ingin lagi membahas ucapan Barra yang terbilang nyleneh.
" Itu dia " lirih Bella tapi masih terdengar oleh Barra
" Siapa ? " tanya Barra. Bella hanya menoleh sekilas lalu menarik tangan Barra menuju meja yang kini di duduki orang yang dia kenal .
" Sejak kapan kalian dekat ? " ucap Bella dengan bersedekap dada seakan sedang mengintrogasi anaknya.
__ADS_1
Merasa mengenal suara itu kedua orang itu menoleh ke arah sumber suara dengan ekspresi yang kaget . Lalu tersenyum kaku seperti tertangkap basah .