
"Sorry gue telat "
Semua yang ada dalam ruangan itu menengok ke arah sumber suara.
" Dari mana lo ? " tanya Sisil
" Tadi macet " ucap Dimas lalu bergabung dengan yang lainnya.
" Gak datang juga gak papa " lirik Barra tapi masih terdengar oleh yang lain.
plak
" Ya ampun sayang kamu sekarang jadi tukang pukul sungguhan " gerutu Barra kepada Bella karena memukul lengan Barra.
" Lagian gue ke sini juga buat Bella bukan lo . Udah selesai ya ini , wah gue telat dong ulangi yok " ucap Dimas dengan rasa tak bersalah .
" Lah ogeb emang lo " Jordan menyahuti ucapan Dimas.
Dimas lalu tertawa karena dia hanya bercanda . Dimas berjalan mendekati Bella untuk memberi selamat .
plak
" Aduhh .. Apaan sih lo , main geplak aja " kesal Dimas yang tangannya di geplak oleh Barra , karena Dimas akan memeluk Bella .
" Gak usah meluk . Ngomong aja " ucap Barra penuh penekanan.
" Dikit doang , lagian kurang afdol . Dasar pelit " gerutu Dimas
" Selamat ya Bell, semoga pilihan lo gak salah dan terbaik buat lo. Jika dia nyakitin lo ada gue yang selalu ada buat lo " Dimas mengatakan itu dengan tulus
" Ada gue juga " sahut Sisil lalu merangkul lengan Dimas . Reno yang menyaksikan itu merasa aneh dengan dirinya sendiri . Beberapa hari dekat dengan Sisil sedikit tahu tentang sifat gadis itu , gadis yang ceria dan sedikit bar bar .
" Thanks ya kalian yang terbaik " Bella refleks memeluk Dimas dan juga Sisil. Ketiganya lalu berpelukan .
" Udah gak usah lama lama " pisah Barra
" Kuyy kita panggang panggang di sini . Anggap aja syukuran rumah ini " ide Bianca karena hari mulai larut juga.
" Kita menginap di sini ? " tanya Bella
" Iya tadi aku sudah minta ijin dengan papi kamu . Lagian ada banyak orang bukan hanya kita berdua " jelas Barra
" Papi ngijinin ? " merasa heran tumben sang papi mengijinkan dia menginap di luar biasanya dia akan menghubunginya berkali kali . Kalau tidak pasti sudah menyuruh orang untuk menjemputnya di manapun Bella berada.
" Hemm " Barra menganggukkan kepalanya sebagai jawaban
" Ya udah ayok kita ke sana " Ajak Barra karena yang lain sudah meninggalkan tempat tersebut untuk menyiapkan perlengkapan untuk panggang memanggang .
Barra merangkul pinggang Bella dengan posesif .
__ADS_1
" Sayang cincinnya jangan sampai di lepas ingat itu " titah Barra
" Kenapa memangnya ? " tanya Bella sambil mengerutkan keningnya .
" Biar semua orang tahu kalau kamu sudah ada yang memiliki . Jangan pikir aku tidak tahu kalau klien kamu itu rata rata ganjen " kesal Barra .
" Kak ayo sini bantuin Bianca , kakak paling enak kalau dalam hal memasak " puji Bianca sungguh sungguh
" Ganggu " ucap Barra kesal
" Udah ayok " Bella lalu menarik Bianca.
Kini mereka saling membagi tugas masing masing . Barra selalu mengikuti dan mengganggu Bella yang sedang memanggang . Ada juga yang membuat minuman ala ala mereka . Reno dan juga Dimas saling adu keahlian memanggang juga karena mereka juga memanggang sosis dkk juga jagung . Kalau Bella memanggang daging . Sisil membuat minuman juga Jordan dan Fadli.
" Lo tambahin apa sih kok rasanya aneh gini " ucap Barra yang di usir oleh Bella karena terus mengganggunya.
" Siruplah " jawab Sisil singkat
" Sini gue cobain " Jordan yang menyahut karena juga merasa penasaran.
" Kok kayak .. emm " Jordan mengecap ngecap mulutnya seakan mencicipi merasakan rasa sup buah yang rasanya aneh itu .
" Lo ambil di mana sirupnya " tanya Jordan
" Ini botolnya " jawab Sisil polos sambil menunjuk sebuah botol minuman .
" Ini bukan sirup ogeb . Ini ahhh.... Lo kaga tau ini apa ? " kesal Jordan sedangkan Barra sudah menggelengkan kepalanya heran sungguh sahabat kekasihnya ini polos .Tapi juga bukan salah Sisil sepenuhnya , salah Jordan juga kenapa minuman beralkohol itu di ganti kemasan botol kaca biasa .
" Sialan lo . Dasar dokter apaan lo minum begituan . Lagian salah sendiri lo ganti botolnya " gerutu Sisil pada Jordan padahal orangnya sudah berlalu dari sana .
Jordan malah melambaikan tangannya seakan tak peduli .Padahal Sisil membuatnya cukup banyak .
" Terus gimana ini " Ucap Sisil lesu melihat sup buah yang sudah jadi itu .
" Udah gak papa , kita bisa bikin lagi " putus Reno yang berjalan menghampiri Sisil dan juga menyimak dari jauh .
" Tapi buahnya tinggal dikit " ucap Sisil lesu
" Gak papa udah ayok kita bikin lagi " Reno membantu Sisil untuk membuat Sup buah .
" Udah siap " teriak Bianca
" Sayang jangan dicomot terus , kamu dari tadi makan terus " kesal Bella karena Barra selalu memakan setelah daging itu masak .
" Dikit sayang . Ini enak tau "
" Ih kakak jangan di makan terus .. Stopp " Teriak Bianca karena dari tadi kakaknya memakan daging itu . Apa tidak kenyang pikirnya .
" Ya sudah ayok kita ke sana " ajak Bella menengahi adik kakak yang beradu argumen .
__ADS_1
Kini mereka berada di gazebo belakang rumah yang cukup luas berisikan bunga mawar pastinya dan juga yang lain . Tempat yang sangat indah , di perbukitan yang di kelilingi sawah sawah juga air yang mengalir di sana jernih . Jadi tempat itu sungguh asri dan nyaman .
" Ini sayang kenalin Fadli , dari tadi belum kenalan masih sibuk memasak "
" Iya udah tau , cuma kalau dulu mata empat kalau sekarang lebih fress " ucap Bella memuji Fadli dengan mengacungkan jempolnya .
" Gantengkan sekarang " ujar Fadli menanggapi Bella dengan senyum manisnya .
" Ganteng , namanya juga cowok kalau cewek cantik " jaeab Bella yang mengundang gelak tawa teman temannya .
" Udah cantik pinter jujur lagi " ucap Fadli pura pura memelas
" Sabar bro laki bini sama aja " bisik Jordan tapi masih kedengaran yang lain .
" Namanya juga jodoh , lo tuh sapa tau jodohnya Sisil " jaeab Barra
" Mana ada.. " sahut Reno tiba tiba dengan nada sedikit kesal . Teman temannya lalu menoleh kearah Reno semua . Lalu Reno menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Maksud gue , jodoh itu di tangan Tuhan bukan kita yang mengatur " jelas Reno lagi dengan sedikit gelagapan .
" Terus jodohnya lo gitu " sahut Dimas dengan senyum mengejek.
" Udah ayok makan gue lapar " potong Barra
" Ayok sayang , mau apa kamu " tanya Barra lagi .
Kini mereka sedang menikmati makan makan mereka untuk merayakan kebahagiaan yang di rasakan oleh Barra dan juga Bella . Juga sekalian syukuran rumah yang baru mereka tempati .
" Main yuk , biar seru " usul Bianca yang duduk di dekat Bella
" Apa ? " tanya Bella
" Truth or dare , gimana ? " tantang Bianca
" Ini Chaca yang putar duluan ya " Lalu Bianca memutar botol di atas meja hingga mengarah ke Sisil
" Oke kak Sisil yang pertama " lanjut Bianca
lagi sang juru bicara.
" Kak Sisil pilih yang mana ? "
" Truth " tegas Sisil
" Oke , gue yang tanya " ucap Reno
" Siapa ciuman pertama kamu " tanya Reno kepada Sisil
" Apaan sih " Wajah Sisil mulai memerah karena malu . Merasa tidak perlu di bahas masalah seperti ini .
__ADS_1
" Kalau kakak gak mau jawab kakak minum satu mangkuk soup buah yang kakak bikin ini " Bianca menaruh satu mangkuk soup buah dengan racikan plus alkohol yang rasanya sangat aneh itu .
" Oke ... Ciuman pertama gue ...