
Hari ini adalah ulang tahun Brian . Bayi itu kini sudah berusia 2 tahun . Bayi itu kian hari semakin menggemaskan . Bagi keluarga besar mereka , Brian adalah penghibur dan penghilang lelah . Setiap tingkah nya selalu membuat gemas semua orang .
" Mommy , Daddy mana ?" tanya bayi kecil itu .
" Sebentar lagi mungkin , tadi masih menjemput eyang buyut . Brian kangen tidak dengan eyang buyut ? " tanya Bella kepada putranya .
" Iya " ucap Brian .
Meskipun daddy nya selalu jahil dan endingnya Brian pasti akan menangis tapi tetap saja Brian selalu ingin dekat dengan daddy nya .
" Hay sayang nya tante . Selamat ulang tahun ya . Jadi anak pintar dan kebanggaan semua orang " ucap Sisil yang baru tiba bersama anaknya .
Sisil dan Reno sudah memiliki anak berusia 1 setengah tahun . Setelah menikah mereka lalu di karunia i seorang putri yang cantik . Putri mereka bernama Sofia .
Putra Bella maupun Sisil sering bertemu jadi mereka sudah saling mengenal satu sama lain .
" Terima kasih Sofia " ucap Brian.
" Yang mengucapkan mamanya di tanggapi anaknya " ucap Sisil gemas dengan anak sahabatnya itu .
" Maaf sayang daddy telat ya " sesal Barra yang baru tiba lalu menghampiri Brian .
" No dad . Tidak apa-apa " ucap Brian lalu memeluk erat tubuh daddy nya .
Acara ulang tahun berjalan dengan lancar . Karena ulang tahun Brian di lakukan di malam hari mereka memutuskan untuk menginap di hotel saja . Dan tentu saja Brian akan tidur dengan Oma nya .
Dan itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Barra . Tapi juga sebenarnya tidak rela jika anaknya harus tidur terpisah . Tapi apalah daya , Barra tidak enak jika harus menolak ibu nya .
" Apa kamu bahagia ?" ketika Barra dan Bella sudah berada di dalam kamar .
" Tentu . Aku sangat bahagia . Ada kamu , aku dan Brian " ucap Bella seraya tersenyum bahagia .
" Sayang.. Apa kamu sudah mengantuk?" tanya Barra .
__ADS_1
" Belum kenapa ?" tanya Bella lalu menatap Barra .
Barra lalu tersenyum penuh arti dan lalu kini sudah berpindah menindih istrinya .
Sepertinya aku sudah salah jawab gumam Bella .
" Tidak sayang itu jawaban yang paling aku tunggu " ucapan Barra lalu hendak mencium istrinya .
drt drt drt
" Sayang ponselmu " ucap Bella seraya menutup mulut Barra dengan tangannya . Menghentikan aksi sang suami .
" Ck .. Menganggu saja , Apa dia tidak ada kerjaan malam malam begini menelpon ku " gerutu Barra seraya meraih ponsel di atas nakas .
Bianca
" *ya ada apa kau ini malam-malam mengganggu saja . Padahal aku sedang membuat adik untuk Brian " jawab Barra kesal .
" Maaf mengganggu malam anda Tuan " jawab perawat tersebut yang tadinya panik jadi tersenyum sendiri .
" Begini Tuan . Nona Bianca mengalami kecelakaan dan kini sedang di rumah sakit xx " ucap perawat tersebut.
" Kenapa tidak bilang dari tadi " kesal Barra lalu mematikan ponselnya* .
Bella lalu duduk dan melihat suaminya yang terlihat panik .
" Kamu mau kemana?" tanya Bella .
Barra sudah mengambil jaket dan kunci mobilnya .
" Sayang maaf sepertinya kita tidak jadi membuat adik untuk Brian . Karena Bianca mengalami kecelakaan " ucap Barra .
" Aku pergi dulu " ucap Barra lalu mencium kening istrinya .
__ADS_1
" Aku ikut . Lagian Brian tidur bersama Oma nya " ucap Bella yang juga sudah memakai jaketnya .
Barra lalu menganggukkan kepalanya .
Mereka memang sengaja tidak membangunkan orang tua mereka karena sudah hampir dini hari .
Barra melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena merasa khawatir dengan keadaan adiknya .
Ketika sampai di rumah sakit Barra lalu menuju ruang rawat yang sudah di beritahukan tadi oleh perawat .
" Kamu tidak apa-apa ?" tanya Barra ketika melihat adiknya baru saja hendak keluar membuka pintu kamar rawat .
" Kakak .. Hiks hiks hiks " tangis Bianca pecah saat itu juga .
" Sudah tidak papa . Bagaimana keadaan mu ? Kenapa pulang malam begini tidak besok saja . Pulang hari ini atau besok sama saja . Kamu tidak akan bisa menghadiri ulang tahun Brian " kesal Barra dan juga khawatir dengan Bianca .
" Aku tidak papa . Tapi , kak Dimas " ucap Bianca seraya menatap Dimas yang sedang tertidur .
Barra dan Bella saling tatap . Masih mencoba menguasai supaya tidak panik .. hahahah .. bahasamu thorrrr ..
Barra dan Bella masih berusaha mencerna apa yang sedang terjadi .
" Lalu tadi perawat menelpon ku menggunakan ponselmu . Mengatakan kalau kamu kecelakaan " ucap Barra .
" Iya .. Tadi aku pingsan karena takut melihat darah yang begitu banyak pada tubuh kak Dimas . Tadinya aku ingin menolongnya tapi justru aku yang pingsan " ucap Bianca merasa malu .
" Ck .. Lalu kenapa Dimas bisa kecelakaan . Dari mana dia malam-malam begini " tanya Bella .
kini mereka bertiga sudah duduk di sofa ruang rawat Dimas .
" Aku tidak tahu . Kan dari tadi kak Dimas belum sadar " ucap Bianca .
Barra menghela nafasnya kasar . Adiknya sungguh membuatnya khawatir bahkan acara malam nya dengan sang istri terganggu karena hal ini . Tapi beruntung Bianca tidak apa-apa .
__ADS_1
Akhirnya malam ini mereka sama-sama memilih untuk menginap di rumah sakit .Barra memeluk istrinya sedangkan Bianca tidur berbantalkan kaki Bella .