Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
Bonchap 2


__ADS_3

Hari ini adalah ulang tahun Brian . Bayi itu kini sudah berusia 2 tahun . Bayi itu kian hari semakin menggemaskan . Bagi keluarga besar mereka , Brian adalah penghibur dan penghilang lelah . Setiap tingkah nya selalu membuat gemas semua orang .


" Mommy , Daddy mana ?" tanya bayi kecil itu .


" Sebentar lagi mungkin , tadi masih menjemput eyang buyut . Brian kangen tidak dengan eyang buyut ? " tanya Bella kepada putranya .


" Iya " ucap Brian .


Meskipun daddy nya selalu jahil dan endingnya Brian pasti akan menangis tapi tetap saja Brian selalu ingin dekat dengan daddy nya .


" Hay sayang nya tante . Selamat ulang tahun ya . Jadi anak pintar dan kebanggaan semua orang " ucap Sisil yang baru tiba bersama anaknya .


Sisil dan Reno sudah memiliki anak berusia 1 setengah tahun . Setelah menikah mereka lalu di karunia i seorang putri yang cantik . Putri mereka bernama Sofia .


Putra Bella maupun Sisil sering bertemu jadi mereka sudah saling mengenal satu sama lain .


" Terima kasih Sofia " ucap Brian.


" Yang mengucapkan mamanya di tanggapi anaknya " ucap Sisil gemas dengan anak sahabatnya itu .


" Maaf sayang daddy telat ya " sesal Barra yang baru tiba lalu menghampiri Brian .


" No dad . Tidak apa-apa " ucap Brian lalu memeluk erat tubuh daddy nya .


Acara ulang tahun berjalan dengan lancar . Karena ulang tahun Brian di lakukan di malam hari mereka memutuskan untuk menginap di hotel saja . Dan tentu saja Brian akan tidur dengan Oma nya .


Dan itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Barra . Tapi juga sebenarnya tidak rela jika anaknya harus tidur terpisah . Tapi apalah daya , Barra tidak enak jika harus menolak ibu nya .


" Apa kamu bahagia ?" ketika Barra dan Bella sudah berada di dalam kamar .


" Tentu . Aku sangat bahagia . Ada kamu , aku dan Brian " ucap Bella seraya tersenyum bahagia .


" Sayang.. Apa kamu sudah mengantuk?" tanya Barra .

__ADS_1


" Belum kenapa ?" tanya Bella lalu menatap Barra .


Barra lalu tersenyum penuh arti dan lalu kini sudah berpindah menindih istrinya .


Sepertinya aku sudah salah jawab gumam Bella .


" Tidak sayang itu jawaban yang paling aku tunggu " ucapan Barra lalu hendak mencium istrinya .


drt drt drt


" Sayang ponselmu " ucap Bella seraya menutup mulut Barra dengan tangannya . Menghentikan aksi sang suami .


" Ck .. Menganggu saja , Apa dia tidak ada kerjaan malam malam begini menelpon ku " gerutu Barra seraya meraih ponsel di atas nakas .


Bianca


" *ya ada apa kau ini malam-malam mengganggu saja . Padahal aku sedang membuat adik untuk Brian " jawab Barra kesal .


" Maaf mengganggu malam anda Tuan " jawab perawat tersebut yang tadinya panik jadi tersenyum sendiri .


" Begini Tuan . Nona Bianca mengalami kecelakaan dan kini sedang di rumah sakit xx " ucap perawat tersebut.


" Kenapa tidak bilang dari tadi " kesal Barra lalu mematikan ponselnya* .


Bella lalu duduk dan melihat suaminya yang terlihat panik .


" Kamu mau kemana?" tanya Bella .


Barra sudah mengambil jaket dan kunci mobilnya .


" Sayang maaf sepertinya kita tidak jadi membuat adik untuk Brian . Karena Bianca mengalami kecelakaan " ucap Barra .


" Aku pergi dulu " ucap Barra lalu mencium kening istrinya .

__ADS_1


" Aku ikut . Lagian Brian tidur bersama Oma nya " ucap Bella yang juga sudah memakai jaketnya .


Barra lalu menganggukkan kepalanya .


Mereka memang sengaja tidak membangunkan orang tua mereka karena sudah hampir dini hari .


Barra melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena merasa khawatir dengan keadaan adiknya .


Ketika sampai di rumah sakit Barra lalu menuju ruang rawat yang sudah di beritahukan tadi oleh perawat .


" Kamu tidak apa-apa ?" tanya Barra ketika melihat adiknya baru saja hendak keluar membuka pintu kamar rawat .


" Kakak .. Hiks hiks hiks " tangis Bianca pecah saat itu juga .


" Sudah tidak papa . Bagaimana keadaan mu ? Kenapa pulang malam begini tidak besok saja . Pulang hari ini atau besok sama saja . Kamu tidak akan bisa menghadiri ulang tahun Brian " kesal Barra dan juga khawatir dengan Bianca .


" Aku tidak papa . Tapi , kak Dimas " ucap Bianca seraya menatap Dimas yang sedang tertidur .


Barra dan Bella saling tatap . Masih mencoba menguasai supaya tidak panik .. hahahah .. bahasamu thorrrr ..


Barra dan Bella masih berusaha mencerna apa yang sedang terjadi .


" Lalu tadi perawat menelpon ku menggunakan ponselmu . Mengatakan kalau kamu kecelakaan " ucap Barra .


" Iya .. Tadi aku pingsan karena takut melihat darah yang begitu banyak pada tubuh kak Dimas . Tadinya aku ingin menolongnya tapi justru aku yang pingsan " ucap Bianca merasa malu .


" Ck .. Lalu kenapa Dimas bisa kecelakaan . Dari mana dia malam-malam begini " tanya Bella .


kini mereka bertiga sudah duduk di sofa ruang rawat Dimas .


" Aku tidak tahu . Kan dari tadi kak Dimas belum sadar " ucap Bianca .


Barra menghela nafasnya kasar . Adiknya sungguh membuatnya khawatir bahkan acara malam nya dengan sang istri terganggu karena hal ini . Tapi beruntung Bianca tidak apa-apa .

__ADS_1


Akhirnya malam ini mereka sama-sama memilih untuk menginap di rumah sakit .Barra memeluk istrinya sedangkan Bianca tidur berbantalkan kaki Bella .


__ADS_2