Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 52


__ADS_3

Anes kini masih berada di kota jogja , Anes menikmati suasana di kota itu . Tadinya sang ayah memintanya untuk ikut kembali dengannya tapi Anes menolak , dengan alasan masih ingin berlibur di sini . Dan di sini Anes berada di sebuah tempat yang terkenal di sana , yaitu Malioboro . Anes berputar putar mencari batik yang sesuai dengan keinginannya . Berjalan sendiri tanpa ada satu orangpun yang dia kenal sungguh membosankan . Tapi suasana yang ramah dan selalu ramai tidak membuat Anes merasa bosan . Hingga tiba tiba Anes tidak sengaja menabrak seseorang .


Bruk


" Sorry sorry . Saya tidak sengaja " ucap Anes lalu membantu orang itu mengambil barangnya .


" Oke , tidak apa apa Lain kali jika jalan lihat jalan bukan ponsel " ucapnya lalu pergi dari hadapan Anes .


" Eh tunggu kita belum kenalan " Anes mengejar orang itu


Orang itu memincingkan matanya mendengar ucapan Anes yang sekarang sudah berada di hadapannya .


" Kita belum kenalan . Emm saya di sini tidak memiliki teman . Apa kita bisa berteman " ucap Anes


" Tidak " ucap orang itu lalu berjalan berlalu dari hadapan Anes lalu masuk ke dalam mobilnya .


" Dasar sombong " kesal Anes .


Anes lalu menghentakkan kakinya kesal lalu berjalan lagi melanjutkan aktifitasnya yang berburu hal yang seharusnya tidak di beli .


Di beda tempat , di sebuah perusahaan BR kini ruangan yang seharusnya di gunakan bekerja kedua anak manusia itu justru sedang menikmati segala makanan yang sangat memanjakan mata itu . Padahal Barra jam makan siang akan meeting dengan kliennya .


" Sayang aku sudah kenyang " ucap Bella yang merasa kenyang padahal dia hanya mengambil satu-satu setiap makanan itu. Yang benar dia habiskan hanya empek-empek .


" Tapi ini masih banyak sayang " ucap Barra .


" Kamu bisa kasih ke Reno juga Sisil pasti mau . Lagian itu bukan sisa masih baru " ucap Bella .


" Terserah kamu . Aku harus bersiap untuk meeting nanti " ucap Barra .


Cup


" Kecupan singkat untuk semangat "ucap Barra


Cup


Dan kini Barra mencium bibi Bella sedikit lama . Dan juga memberi sedikit ******* lembut .Bella juga turut membalas ciuman Barra itu. Setelah di rasa cukup mereka melepaskan ciuman mereka .


Barra lalu mengusap bibir Bella yang sedikit basah menggunakan jempolnya .


" Ini untuk mengisi batrai sampai nanti pulang meeting " ucap Barra dengan tersenyum dan mengedipkan matanya . Barra lalu berdiri dari duduknya dan kini benar benar bekerja . Bella memanyunkan bibirnya , lalu keluar untuk mengantar makanan tadi ke ruangan Reno dan kepada Sisil yang berada di depan ruangan Barra .


" Gue kan sudah bilang , gue gak mau .Urus aja sendiri tuh janda . Ya kali selalu gue terus yang kena semprot dari tuh orang . Lo gak inget waktu dia ngajak lo makan lo malah ngajakin gue . Dia juga ngajak anaknya ,terus anaknya manggil lo papa . Dih kalau orang denger berasa wanita peliharaan gue " kesal Sisil kepada Reno .


" Kalau gitu lo jadi cewek gue beneran " ucap Reno tanpa ekspresi

__ADS_1


" Yee enak aja . Gue gak mau yaa, lo ngomong gitu biar gue bisa bantuin lo kan . Lo pinter ngibulin ya " kesal Sisil lagi .


Bella masih berdiri di depan pintu ruangan Barra , tadinya Bella mau mendekat tapi setelah mendengar kedua manusia itu ribut Bella memutuskan untuk tidak melanjutkan langkahnya alias menguping dulu saja


" Gue serius " ucap Reno sungguh-sungguh


" Dasar muka datar . Lo bohong juga gue gak tahu . Apalagi serius " ucap Sisil yang sebenarnya juga salah tingkah dan gugup karena ucapan Reno . Namun mencoba untuk tenang .


Bella tersenyum sendiri melihat kedua karyawan Barra itu yang juga sahabat dari Bella sendiri dan Barra .


" Gue harus gimana kalau gue serius " tanya Reno sungguh-sungguh lagi .


" Gue bukan anak kemaren sore yang masih hobi pacaran ya . Gue gak mau pacaran , gue mau cari yang serius kalau lo mau main-main cuma buat janda ganjen lo itu gak ngejar-ngejar lo lagi . Cari siapa kek , jangan gue " usir Sisil lalu fokus kembali ke pekerjaannya . Reno masih setia duduk di samping Sisil .


" Terserah lo mau percaya sama gue atau tidak . Yang jelas gue gak main main sama ucapan gue " ucap Reno lalu berdiri dari tempat duduknya .


" Ehemm " Bella berdehem mendekat ke arah ke duanya .


Sisil tahu jika sahabatnya itu pasti telah mendengar perdebatan diantara dirinya juga Reno . Reno nampak biasa saja .


" Ini ada cemilan buat mengisi tenaga setelah bekerja " sindir Bella .


" Oke " ucap Reno lalu berlalu dari hadapan Bella dan Sisil.


" Dasar muka datar " kesal Bella


" Apa lo pindah aja ke perusahaan bokap ? Tapi gue lihat lo sama Reno deket " tanya Bella


" Enggak . Itu cuma karena gue nolongin dia aja . Anggap aja partner kerja " ucap Sisil yang mengambil makanan yang tadi di bawakan oleh Bella .


Bella menganggukkan kepalanya tanda setuju . Padahal tadi jika dilihat dari wajah muka Reno , terlihat kesungguhannya . Mungkin karena dulu Sisil pernah di khianati sekarang jadi lebih berhati-hati lagi dalam berhubungan . Bella cukup memaklumi itu .


Bella tadi yang bilang jika dirinya sudah kenyang , dia juga ikut memakan lagi . Karena keasikan mengobrol dengan sahabatnya itu .


" Apa lo ntar ikut meeting ? " tanya Bella sambil mengunyah makanannya .


" Enggak , paling Reno " Ucap Sisil


" Apa masih kurang makanannya ? Tadi katanya sudah kenyang kok sekarang makan lagi " tanya Barra yang ke luar dari ruangannya .


Bella tersenyum malu , karena ketahuan makan lagi .


" Tidak . Aku hanya menemani Sisil saja . Iya kan Sil ?" tanya Bella seraya melihat Sisil .


" Emm .. Iya Tuan , saya juga tidak habis jika makan sendirian " ucap Sisil kikuk .

__ADS_1


" Sayang sepertinya meeting kali ini di majukan jamnya , karena klienku ada perubahan jadwal . Kamu mau di sini atau ikut saja ? " tanya Barra kepada Bella .


" Aku di sini saja menemani Sisil . Lagian sudah lama kami tidak mengobrol " ucap Bella .


" Baiklah setelah selesai meeting kita pulang " ucap Barra lalu mengecup kening Bella tanda sayang . Setelah itu Barra menuju ruangan Reno . Reno masih memakan makanan dari Bella tadi . Bahkan sangat lahap Reno memakannya . Tidak biasanya pikir Barra .


" Apa lo satu tahun gak makan " tanya Barra yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan Reno .


" Mau apa lo ke sini " tanya Reno seakan dia bosnya .


" Terserah . Mau gue bakar ini gedung juga gak ada yang bisa nuntut gue " ucap Barra kesal .


Reno yang mengerti jika Barra sedang tidak bisa di ajak bercanda , Reno lalu membersihkan makanannya . Meskipun perasaannya sedang kacau .


" Mari Bos " Reno membukakan pintunya untuk Barra .


" Lo putus cinta ?" tanya Barra yang kini keduanya sedang berada di dalam lift .


" Gue di tolak " ucap Reno seraya pandangan matanya menerawang jauh .


hahahahahaha


Gelak tawa terdengar di dalam lift itu . Barra menertawakan jarena sahabatnya ternyata ada juga yang menolaknya .


" Lo jahat " ucap Reno


" Dih jijik gue " ucap Barra


" Siapa yang sudah nolak lo ? " tanya Barra .


" Sekertaris lo " jawab Reno lesu


Seketika Barra menoleh ke arah Reno . Tidak menyangka Reno akan menyukai gadis bar bar seperti Sisil . Reno biasanya akan suka dengan wanita yang elegan , anggun dan cerdas . Bukan berarti Sisil tidak melingkupi semua itu , tapi Sisil lebih sedikit bar-bar saja .


" Lo gak bercanda ? " ucap Barra tak percaya .


Reno menganggukkan kepalanya lemah . Barra lalu menepuk pundak Reno sebagai semangat .


Setelah menempuh perjalanan ke sebuah hotel terkenal di sana . Karena kliennya memintanya untuk meeting di restoran yang berada di hotel itu , dengan alasan karena dia menginap di sana . Barra pun menyetujuinya .


" Selamat siang Tuan Barra , mohon maaf jika terjadi sedikit perubahan jadwal " ucap klien tersebut .


" Tidak masalah . Tapi tidak ada lain kali . Jika terjadi seperti ini lagi saya akan memutuskan kerjasama di antara kita . Karena saya tidak suka jika ada perubahan jadwal mendadak , itu juga akan berpengaruh juga dengan jadwal saya " tegas Barra tanpa basa basi .


Barra adalah orang yang sangat tegas dan sangat di hormati oleh siapapun . jika lelaki paruh baya di depannya ini memiliki kinerja yang bagus maka Barra akan memutuskan kontrak saat itu juga.

__ADS_1


" Sayang maaf menunggu lama " ucap salah seorang wanita yang mendekati kliennya ini . Wanita itu lalu terkejut ketika melihat Barra yang sedang meeting dengan kekasihnya itu .


Barra acuh tak merespon bahkan tidak peduli dengan hal itu .


__ADS_2