
"APA !!"
" Menikah? Kau pikir bisa menikah i anak ku setelah kau menyakitinya?" sarkas papi Bella yang tiba-tiba datang dari mana
" Papi tenang dulu , ini kan hanya rencana sini papi duduk dulu " ucap mami Bella seraya mengelus punggung suaminya
" Malam om, maaf jika saya mendadak mengajak putri anda menikah. Tapi sungguh saya serius dengan putri anda " kata Barra bersungguh-sungguh
" Pergi kamu dari sini . Besok anak saya tidak akan bekerja lagi di perusahaanmu " ucap papi Bella seraya berlalu begitu saja
" Pulanglah dulu mungkin om butuh waktu " putus mami Bella menengahi semuanya
" Baik tant, saya permisi pulang dulu " pamit Barra lalu beranjak dari tempat duduknya. " Aku pulang dulu ya " pamit Barra dengan tersenyum kepada Bella yang tidak tau harus berbuat apa.
Orang tua mana yang rela jika bersama orang yang pernah melukai anaknya. Papi Bella takut jika nanti Bella akan terluka lagi kalau bersama Barra. Jika dulu saja dengan mudahnya Barra tidak bisa mempercayai Bella, lalu bagaimana nanti jika mereka sudah berumah tangga. Berumah tangga bukan hanya sehari atau dua hari tapi selamanya. Meskipun banyak juga yang mengakhiri pernikahannya tapi harapan orang tua jangan sampai pernikahan anaknya tidak langgeng.
Ditempat yang berbeda di sebuah mansion mewah terdapat tiga lelaki tampan yang sedang menasehati sahabatnya.
" Gue harus gimana ? Gue gak mau kehilangan Bella lagi " ujarnya seraya menghela nafas dengan kasar
" Ya lo baru juga balik udah ngajak nikah . Deketin dulu orang tuanya, apalagi noh sih kumis " ucap Jordan seraya terkekeh
__ADS_1
"Iya Bar. Lo tuh orang berpengalaman dan berkelam***n. Bayangin deh lo bisa dapaten tender sebesar apapun itu tapi sorang Bos perusahaan besar ditolak jadi mantu " tambah Reno seraya tertawa terbahak-bahak bersama Jordan
" Besok kalian gak usah kerja lagi " kesal Barra kepada kedua sahabatnya, setelah mengatakan itu Barra beranjak dari tempat duduknya tanpa menghiraukan kedua sahabat lucknutnya.
" Janganlah Bar . Kan gue cuma berjanda supaya lo gak terlalu mikirin lamaran lo ditolak " rengek Reno berdiri dari duduknya dan berjalan mengikuti Barra.
" Gue kasih ide. Gimana kalau lo hamilin saja Bella, kalau Bella hamil lo pasti direstuin " timpal Jordan. Barra menghentikan langkahnya seraya berfikir akan ucapan Jordan.
" Ide yang bagus. Bisa di pertimbangkan " ucapnya dengan menganggukkan kepalanya.
" Otak lo perlu di restart emang " Ujar Reno kesal kepada kedua sahabatnya. Reno kembali duduk ditempat duduknya. Sedangkan Jordan masih terbengong dengan jawaban Barra. Apa sahabatnya kini mulai tumbuh dewasa ? pikir Jordan.
" Bengong mulu kesambet janda baru tau rasa lo " teriak Reno
" Dasar gila " umpat Reno
" Woy !! Mau kemana ?"
" Gue mau cari bini " ucap Reno yang pergi begitu saja
" Gue ikut . Gue juga mau cari bini " teriak Jordan berlari mengikuti Reno meninggalkan kediaman Barra.
__ADS_1
***
Pagi harinya di kediaman hari libur kantor. Di sebuah kamar seorang gadis dia masih meringkung dibawah selimut tebalnya. Gadis itu adalah Bella, yang masih bermalas-malasan untuk bangun. Entah malas karena dia tidak bisa bertemu dengan Barra atau entahlah.
" Sayang ayo bangun ini sudah jam 10 pagi " teriak sang mami
" Iya mi. Sudah bangun kok " teriak Bella dari dalam kamarnya
" Ayo makan dulu nanti kamu sakit kalau telat makan " karena Bella mempunyai maag jika dia telat makan akan merasakan sakit perutnya. Dulu waktu putus dengan Barra, Bella sempat menginap di rumah sakit karena penyakitnya kambuh.
" Iya mi "
Bella beranjak dari tidurnya dan melakukan ritual mandinya. Setelah dirasa cukup Bella turun ke meja makan dan menyantap makanannya. Bella hanya seorang diri karena kedua orang tuanya sudah sarapan.
" Kamu jangan sampai telat makan, kalau kamu sakit lagi gimana? Kamu gak kasian sama mami? Kalau cuma karena Barra yang di tolak papi kemaren, mami gak ijinin kamu deket lagi sama Barra sekalian " omel mami Bella panjang kali lebar kali tinggi karena saking keselnya dengan sang anak kesayangan
" Apaan sih mi. Orang Bella males bangun aja. Ini kan Bella juga makan, sini deh mami duduk . Bella kupasin buah " rayu Bella supaya mami tercinta tidak memarahinya lagi. Soalnya jika maminya sudah marah pasti hampir melebihi orang ceramah. Tidak ada hentinya. Jika kalau ceramah paling 2 jam kalau mami bisa berjam-jam.
" Kamu tuh yah kalau dibilangin gak usah ganti topik. Biar mami gak marahin kamu kan? Mami tuh sayang sama kamu, mami cuma punya kamu " drama dimulai
" Iya mi. Maafin aku ya. Ini yang terakhir lain kali Bella akan on time. Ini Aaa " ucap Bella meredakan amarah sang mami sambil menyiapkan buah untuk maminya. " Kalau mami cuma punya Bella terus papi gimana mi?"
__ADS_1
" Papi kamu udah gak sayang keluarga, dia hanya cinta dengan pekerjaannya " keluh mami Bella. " Ini semua juga gara-gara kamu. Kamu gak mau gantiin papi di perusahaan. Bener kata papi kamu keluar saja dari perusahaan Barra " tambah mami Bella dan berlalu dari meja makan. Bella terbengong begitu saja.
kenapa jadi gue yang disalahin. batin Bella