
Hari ini adalah hari dimana Raya akan melakukan tes DNA yang akan di lakukan di rumah sakit milik keluarga Alexander sendiri . Tapi yang berada di sana hanya ada Jordan , Raya juga Fadli , sedangkan Barra sudah tidak peduli dengan hal itu karena memang itu bukan anaknya . Tapi dia juga butuh tes DNA itu untuk meyakinkan kedua orang tua Bella .
Barra kini sudah kembali kekantor karena sang Ayah memintanya untuk menjalankan proyek yang cukup besar, dan itu kali pertama Ayah Arga berbicara padanya setelah sekian purnama . Barra tahu mungkin ayahnya merasa kecewa kepadanya karena sikap teledornya itu .
Reno adalah orang yang sangat bahagia , kembalinya Barra ke kantor akan mengurangi pekerjaannya yang akhir akhir ini menumpuk .
" Selamat pagi Tuan " sapa setiap karyawan yang berpapasan dengan Barra .
Banyak karyawan yang membicarakannya , kembalinya Barra ke perusahaan sangat di nantikan oleh para karyawan apalagi karyawan wanita yang mengidolakan ketampanan Barra . Tidak ada Barra tidak ada yang bisa di buat cuci mata pikir mereka . Meski ada Reno tapi Reno terlalu kaku dan dingin .
" kamu tahu gak kalau Tuan Barra sudah kembali lagi . Makin ganteng tau gak . Apa dia semedi di rumah supaya aura ketampanannya semakin keluar " ucap salah satu karyawan dengan kegirangan.
" Ngelantur lo kalau ngomong . Tapi meskipun begitu terlihat makin macho . Kharismanya uhhhh " sahut temannya .
" Kalian ini kegatelan sekali ya . Kalian itu niat kerja atau mau cari cowok . Kayak gak laku aja " sahut monika yang baru saja datang mendengar pembicaran kedua karyawan tersebut .
" Bubar sana kerja bukan malah ngerumpi , dasar cewek cewek gatel . Bukan seperti pekerja kantoran tapi seperti pekerja di club " cerocos monika
" Hehhh lo . Lo juga kegatelan ya . Lo pikir gue gak tahu lo tiap hari mencoba mendekati Tuan Barra . Dasar maling teriak maling " jawab karyawan tersebut yang tidak terima dan juga merasa jengah dengan sifat arogan monika
" Kamu berani ya sama saya ! Kamu ..saya akan pecat kamu sekarang juga ! kemari barang barang kami " teriak Monika merasa tidak terima karena ada yang berani kepadanya .
Dan terjadilah aksi Jambak menjambak di antara mereka . Hingga ada Sisil yang lewat diantara mereka .
" Stop !!! " teriak sisil yang berada tidak jauh dari mereka .
" Apa begini perilaku karyawan kantor yang di pilih oleh Tuan Barra ? Apa kalian tidak malu ? kalian sudah dewasa maka bertindaklah selayaknya orang dewasa . Kalian di sini karyawan pilihan tapi perilaku kalian seperti anak SMA yang rebutan pacar . Malu kalian . Jika Tuan Barra tahu perilaku kalian ini , kalian tahu sendiri akibatnya " Ucap Sisil lalu melangkahkan kakinya berlalu dari sana.
__ADS_1
" Kalian setelah ini naik ke atas keruangan Tuan Reno " Sisil menghentikan langkahnya lalu benar benar berlalu dari sana.
" Ini semua gara gara kalian " gerutu Monika lalu meninggalkan dua karyawan itu .
" Bagaimana ini tidak mungkinkan kalau gue di pecat , gue harus menyekolahkan adik adik gue " cemas karyawan yang tadi jambak jambakan dengan Monika
" Udah tenang ajah , pasti semua akan baik baik saja. Nanti gue ikut lo naik ke sana " temannya mencoba untuk menenangkan .
Sama seperti karyawan itu , Raya kini juga sedang merasa cemas dan juga tegang karena sebentar lagi Jordan akan melakukan tes DNA akan anak yang ada dalam kandungannya . Semalam Raya di kurung di dalam sebuah Apartemen dan ponselnya juga di minta oleh Jordan . Raya sama sekali tidak bisa berbuat apa apa .
" Masuklah " pinta Jordan
Raya masuk kedalam ruangan yang sudah di persiapkan untuk melakukan tes DNA .
" Aw . Sakit " setelah jarum itu menancap di perut Raya.
Raya turun dari ranjang pemeriksaan itu lalu memutuskan untuk pulang ke kediamannya . Dengan menggunakan taksi Raya selalu menggerutu kesal karena kenapa bisa dia salah langkah . Hingga sebuah mobil hitam menghentikan laju taksi yang di tumpangi Raya .
Raya mengeriyitkan keningnya heran . Siapa yang telah menghentikan mobilnya tersebut.
" Turun dan ikutlah dengan ku " ucap seorang pria yang baru saja turun dari mobil
" Aku tidak mau . Dan jangan pernah mengikutiku " ucap Raya penuh dengan penekanan .
" Ikut atau aku akan mengatakan semuanya . Oh ya lagian tanpa harus aku mengatakannya hasilnya juga akan segera keluar " ucapnya lalu berlalu dari sana meninggalkan Raya yang mengumpat kesal .
Pria itu hanya mencoba menggertak Raya supaya Raya terlihat lebih panik .
__ADS_1
" Sialan . Lelaki itu selalu mengikutiku kemanapun aku berada " umpat Raya
Berbeda dengan di kantor Barra , kini di ruangan itu terdapat tiga karyawan . Tadinya Sisil akan meminta Reno untuk menyelesaikan tapi karena Reno sedang menggantikan Barra juga dengannya untuk bertemu dengan koleganya .
" Silahkan jelaskan " pinta Barra tanpa menatap ketiga karyawan tersebut .
" Begini Tuan tadi saya melewati meja kerja mereka tapi apa yang saya lihat , mereka bergunjing membicarakan Tuan Barra . Maka dari itu saya menegur keduanya " Jelas Monika
" Tapi saya tidak bergunjing hal buruk tentang anda Tuan . Saya merasa senang karena Tuan Barra sudah kembali bekerja di sini . Ehh maksud saya kembali memimpin perusahaan BR lagi " jelas karyawan yang bertengkar dengan monika .
" Benar Tuan saya saksinya . Dan masih banyak lagi saksinya kalau bu Monika mengatakan hal buruk terlebih dahulu kepada kami dan menyerang teman saya . Saya juga sudah meminta tolong kepada petugas cctv untuk meminta rekaman cctvnya . Dan ini rekamannya Tuan " jelas teman dari jaryawan tersebut
" Baiklah . Monika kemasi barang barang kamu sekarang juga " ucap Barra yang masih menatap layar komputernya
" Ta ta tapi Tuan . Saya salah apa ? Saya mohon Tuan beri saya satu kesempatan lagi " ucap Monika mengiba.
" Apa kamu pikir saya tidak tahu cara kerja kamu . Memang dalam pekerjaan kamu selalu bagus , tapi kamu selalu bertindak arogan kepada karyawan di sini . Keluar sebelum saya panggil security " Tegas Barra tak ingin di bantah.
Monika segera mengemasi barang barangnya dan keluar dari peeusahaan . Sedangkan kedua karyawan tadi masih bekerja tapi yang satu karena terjadi jambak menjambak di tugaskan untuk mengerjakan tugas teman temannya selama 1 minggu ke depan . Meskipun begitu ia masih merasa lega karena tidak di pecat
Satu minggu telah berlalu , hasil tes DNA milik Raya sudah keluar . Kedua orang tua Barra , Barra ,Jordan ,Raya dan juga Fadli sedang berada di sebuah apartemen mewah milik Jordan .
" Apakah lo sudah siap ? " tanya Jordan kepada Raya
" Hemm " Raya mengangguk pasrah . Sebenarnya dia juga penasaran siapakah ayah dari bayi yang di dalam perutnya ini .
" Baiklah , saya akan membuka amplopnya " Jordan melirik sekilas ke arah Barra . Barra yang di lirik merasa acuh karena dia masih tersegel . Sebab Barra telah mengeceknya di sebuah rumah sakit miliknya juga , tapi bukan dengan Jordan . Karena Barra membiarkan sahabatnya itu juga ikut penasaran .
__ADS_1
" Anak yang di kandung Raya ...