Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 63


__ADS_3

" Tunggu " ucap Sisil


" Rambut lo ada kotorannya " tambah Sisil .


Semua yang ada di sana tercengang dengan apa yang di katakan Sisil . Mereka pikir bahwa Sisil akan menerima Reno . Tapi apa yang di katakan Sisil justru mengundang gelak tawa dari mereka .


" Sabar bro " ucap Jordan yang juga ikut menertawakan sahabatnya itu .


Reno menatap Sisil dengan tatapan yang sulit di artikan . Sisil biasa saja cuek seakan tidak ada apa apa.


" Gue gak kenal " ucap Bella .


" Bukan sahabat gue " tambah Dimas .


" Kalian kenapa sih ? " tanya Sisil .


" Udah turun udah ada tamu lain . Gantian " ucap Bunda Hanna .


" Kalian ini malah mengobrol di sini " tambahnya lagi .


Kemudian mereka memutuskan untuk turun dan bergantian dengan tamu yang lain . Barra dan Bella hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu .


" Temen kamu sedikit lambat berfikir " ucap Barra .


" Dia juga sekertaris kamu juga " ucap Bella .


" Tapi kalau bekerja dia tidak selambat itu " Ucap Barra .


Bella tersenyum lucu. Pesta pernikahan Bella dan Barra berlangsung dengan lancar. Dan malam semakin larut , acara pesta pernikahan pun berakhir .


" Sayang kamu lelah ? " tanya Barra kepada Bella yang sedang duduk di sofa kamar mereka .


" Iya kaki aku capek . Nana tamunya banyak banget lagi " ucap Bella seraya menyandarkan punggungnya .

__ADS_1


Barra membantu Bella untuk melepaskan sepatunya . Sebelum Barra lebih dulu melepaskan jasnya dan menggulung kemejanya .


" Istirahatlah sebentar , setelah itu mandilah . Aku akan menyiapkan air hangat untuk mandi " ucap Barra .


" Terima kasih suamiku " ucap Bella seraya mengelus pipi Barra .


Barra tersenyum lalu memegang tangan Bella dan menciumnya.


" Setelah ini kamu tidak akan bisa tidur nyenyak " ucap Barra dengan gemas lalu mencium kening Bella dan menuju kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk Bella .


Bella menggelengkan kepalanya karena tingkah suaminya itu . Ya bagaimanapun Barra pria normal dan juga sudah dewasa . Jadi hal seperti itu pasti dia juga sangat menginginkannya .


Bella lalu melepas gaun pengantinnya itu dan mengganti dengan baju rumahan yang dia bawa untuk baju ganti . Sambil menunggu Barra , Bella membersihkan riasan wajahnya .


" Kenapa lama sekali ? " tanya Bella


" Tadinya mau nyiapin air hangat untuk kamu . Tapi karena kamu capek , biar kamu istirahat dulu baru mandi . Sudah aku siapkan airnya . Mandilah dulu " ucap Barra .


" Kamu sekarang sudah pintar menggoda . Ahh rasanya ingin segera membobol gawang " ucap Barra frustasi .


" Sabar sayang . Ya udah aku mau mandi dulu " Bella lalu berlalu ke kamar mandi .


Selang beberapa menit Bella keluar dari kamar mandi . Barra terlihat sedang bersandar di ranjangnya dan memangku laptop .


" Maaf sayang tadi Reno kirim email yang harus aku cek sebentar . Gak papa ya , paling cuma 5 menit selesai " ucap Barra .


" Iya sayang gak papa. Tapi aku tidur dulu ya . Maaf ya , soalnya aku capek " ucap Bella yang kini berbaring di samping Barra .


" Iya sayang tidurlah " Barra lalu mengecup bibir Bella sekilas juga kening Bella .


Pagi harinya , Hotel Alexander yang di jadikan tempat untuk acara pernikahan Bella dan Barra . Kini keluarga besar itu sedang berkumpul di meja makan . Di sana juga masih ada sahabat dari Barra dan Bella .


" Bar , email yang gue kirim semalam sudah lo cek belum ? " tanya Reno .

__ADS_1


" Sudah nanti gue kirim balasannya " ucap Barra .


" Makan dulu kerjaan di bahas nanti " tegur Papi Edo .


Semua diam tidak lagi bersuara kecuali dentingan sendok dan piring .


Kini semuanya sudah bersiap untuk pulang ke kediaman masing masing begitu juga dengan Barra dan Bella . Percuma juga mereka menginap toh Bella sedang kedatangan tamu merahnya .


" Mi , pi Bella sama Barra pulang ke rumah Ayah dan Bunda . Setelah itu kita menempati Rumah yang Barra beli dan tak jauh dari kediaman Ayah sama Bunda . Karena itu permintaan Bunda " ucap Barra kepada ke dua orang tua Bella


" Iya . Yang penting itu terbaik untuk kalian . Dan kalian berdua selalu bahagia " ucap Mami Maya .


" Iya jeng . Amin . Aku memang minta Barra untuk membeli rumah yang tidak jauh dari tempat tinggalku . Nanti kalau kita sudah, punya cucu , aku tidak akan jauh jauh dari cucu dan juga Bella " Ucap Bunda .


" Lalu Barra " Ucap Barra.


" Kamu ini sama istri sendiri saja cemburu " ucap Ayah Arga .


" Apa ayah gak gitu " ucap Barra lalu mengajak Bella masuk ke dalam mobilnya .


" Ayo sayang kita pulang . Semuanya kita duluan " ucap Barra lagi . Ya seperti itulah Barra selalu dengan gaya tengilnya .


" Dasar anak kurang ajar . Sama orang tua sendiri ngajak gelut " kesal Ayah Arga .


/'


" Iya sifatnya mirip denganmu waktu kecil "ucap Bunda Hanna .


" Aku duluan ya May , mas Edo " pamit Bunda .


Ayah Arga sungguh merasa kesal . Istrinya turut mendukung anaknya itu.


Kini semuanya sudah berada di kediaman masing masing . Barra yang sudah lebih dulu sampai di kediaman kedua orang tuanya . Memutuskan untuk segera beristirahat bersama sang istri . Karena lelah sisa acara semalam .

__ADS_1


__ADS_2