Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 70


__ADS_3

Malam hari di kediaman Barra dan Bella . Bella selalu menyiapkan makanan untuk Barra dengan tangannya sendiri . Meskipun di rumah itu sudah ada bibi yang akan selalu siap membantu dan mengerjakan pekerjaan rumah Bella . Dan mbok sum lah yang di minta sementara untuk membantu pekerjaan rumah Bella . Karena mereka belum mendapatkan pekerja yang sesuai dan bisa di percaya .


Sudah pukul tujuh malam Barra juga belum pulang ke rumah. Bella dengan setia menunggu Barra pulang dari kantor . Bella menunggu Barra di ruang menonton tv mereka . Dengan di temani makanan cemilan malam Bella menonton drakor kesukaannya .


" Mau di ambilkan minum non ? " ucap Mbok sum..


" Emm . Boleh mbok , jus jeruk aja ya gak usah pake es . Terima kasih mbok " ucap Bella.


" Iya non " ucap Mbok sum ramah .


Sambil menunggu Bella memakan makanan ringan yang di tangannya itu .


" Kenapa nona menangis ? Apa ada masalah ? " tanya mbok sum ketika melihat Bella menangis .


" Itu mbok , masa suaminya tega selingkuh mbok padahal istrinya lagi hamil " ucap Bella dengan terisak tangisnya .


" Suami siapa yang selingkuh ? " tanya Barra yang baru saja pulang .


" Itu sayang " ucap Bella seraya menunjuk layar lebar di hadapannya itu .


" Ya ampun sayang itu cuma film . Ngapain ikutan nangis " Barra lalu duduk di samping istrinya . Bella lalu memeluk tubuh Barra .


Mbok sum juga ingin tertawa sebenarnya karena merasa lucu saja dengan nyonya mudanya itu . Hanya karena di drama Bella ikutan menangis bahkan hingga tersedu sedu .


Mbok sum lalu undur diri , karena Tuan mudanya sudah pulang . Tidak ingin menganggu pasangan muda itu .


" Sudah sayang itu juga cuma drama doang. Gak perlu ikutan nangis " ucap Barra mencoba menenangkan istrinya.


" Tapikan kasian sayang. Jahat banget cowoknya masak istrinya lagi hamil dia selingkuh . Awas aja kamu ya kalau sampai kayak gitu " ucap Bella kesal lalu berlalu dan menjauh dari Barra .


" Hey sayang tunggu. Aku gak mungkin kayak gitu " ucap Barra seraya mengejar istrinya yang ternyata pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuknya .


" Sana mandi dulu , aku mau hangatin makanan dulu " ucap Bella dengan wajah yang masih sedikit kesal .


" Iya sayang " ucap Barra mengalah .


Besok aku akan tuntut pembuat film seperti itu . Bisa bisanya gara gara film itu aku sampai di cuekin oleh istriku sendiri .batin Barra kesal .

__ADS_1


Barra lalu naik ke atas untuk mandi . Dengan singkat Barra mandi supaya istrinya tidak tambah marah terhadapnya .


" Sayang aku sudah selesai mandi " ucap Barra lagi .


Bella hanya menoleh sekilas lalu kembali menyiapkan makan malam untuk suaminya .


" Sayang , itu cuma drama . Aku ya aku beda sama di drama . Udahlah gak usah di pikirin . Besok aku gak bakal ijinin kamu atau drama drama seperti itu tayang kembali " ucap Barra seraya memeluk Bella dari belakang .


" Aku kesel aja sayang . Habis cowoknya jahat . Maaf ya jadi bawa bawa kamu keselnya " ucap Bella lalu memeluk balik Barra .


" Iya sayang , lain kali gak boleh gitu . Itu cuma drama , cuma film oke . Sekarang aku lapar , mari kita makan . Kamu pasti belum makan juga kan ? " tanya Barra lembut


Bella lalu menggelengkan kepalanya lemah .


Syukurlah macan udah gak ngambek batin Barra .


Kedua pengantin baru itu menyantap hidangan makan malam dengan saling menyuapi satu sama lain .


***


Di kediaman Sisil, Reno ternyata sudah mengobrol bersama papa Sisil ketika pulang dari kantor . Sisil merasa bahwa Reno mungkin memang bersungguh sungguh dengannya.


" Iya ma " jawab Sisil singkat seraya arah matanya ke arah Reno dan sang papa yang sedang mengobrol .


" Ayo masuk dulu . Lalu mandi setelah itu kita makan bersama sama " ucap sang mama .


Sisil hanya mengangguk patuh . Sisil lalu naik ke atas untuk mandi , tanpa menyapa sang papa dan juga Reno yang sedang mengobrol . Sisil masih kesal karena sebelum pulang Reno melimpahkan urusan kantor kepadanya . Dan alhasil dia harus lembur bersama Barra , karena jika dengan Barra pasti akan di selesaikan saat itu juga . Dan Reno tadi pulang dengan alasan ada urusan keluarga .


" Urusan keluarga apa apa an ini . Dasar Reno sialan , aku di kantor di suruh kerja dia malah ngobrol enak enak sama papa " gerutu Sisil seraya melempar sepatu dan tas ke sembarang arah .


Setelah itu Sisil segera mandi dan karena pekerjaan yang cukup banyak, perut Sisil sudah minta untuk di isi . Sebab bosnya itu sudah seperti robot kalau bekerja


" Bagaimana bisa Bella betah sama robot seperti Barra itu " gerutu Sisil setelah selesai mandi .


" Besok mending minta Bella aja buat pindah ke perusahaan Bella " ucap Sisil pada dirinya sendiri .


Sisil segera turun ke bawah untuk mengisi perutnya .

__ADS_1


" Kamu sudah pulang nak ? " tanya papanya Sisil .


" Hemm , iya pa . Capek , kerjaan banyak . Soalnya ada yang kabur di jam kerja " sindir sisil seraya menatap tajam ke arah Reno .


Reno lalu tersedak oleh air liurnya sendiri . Hilang sudah muka Reno , karena ucapan Sisil yang terbilang blak blakan .


Papa dan mama Sisil tersenyum mendengar gerutu dari anaknya itu . Karena mereka tahu kalau Reno juga bekerja di perusaan yang sama dengan anaknya .


" Minum dulu nak " ucap mamanya Sisil .


" Terima kasih tante " ucap Reno lalu menerima air putih dari mamanya Sisil .


" Nak Reno ke sini juga karena ada pekerjaan yang papa bicarakan dengannya " ucap papa Sisil menjelaskan .


" Pekerjaan apa ? " tanya Sisil .


" Untuk menjaga kamu sampai tua nanti . Ya suami biasa dibilang begitu " ucap sang papa .


Kini giliran Sisil yang tersedaj oleh minumannya sendiri .


Reno langsung mengulurkan minumannya kepada Sisil . Sisil lalu meneguk air minumnya sendiri hingga tandas tanpa mengambil minuman yang di berikan oleh Reno . Matanya masih tertuju kepada Reno . Sedangkan Reno yang di tatap hanya menampilkan senyum manisnya .


" Kamu ini pelan pelan dong " ucap Mamanya Sisil .


" Nak Reno itu ada niat baik ke sini . Dia ada niat serius ke kamu . Tapi papa tidak mau ikut campur , karena itu yang akan menjalani kalian . Yang terpenting , pria yang akan mendampingi kamu itu baik dan bertanggung jawab pastinya " ucap Papanya Sisil.


Sisil dan Reno saling diam .


" Sudah ayo kita makan dulu sebelum makanannya dingin " ucap Mamanya Sisil .


Makan malam itu menjadi pertemuan pertama antara Reno dan ke dua orang tua Sisil . Reno benar benar menunjukkan keseriusannya kepada Sisil .


" Permisi Tuan , ada tamu " ucap bibi di sana .


" Siapa bi ? " tanya mamanya Sisil .


" Itu nyah . Anu. .. Emmm den Andre " ucap Bibi gugup karena ada tamu pria juga yang saat ini sedang mencoba mendekati anak majikannya itu .

__ADS_1


Sisil terdiam mendengar ucapan bibinya . Reno merasa penasaran dengan pria yang sudah berani menyakiti Sisil .


__ADS_2