
Malam hari di kediaman Barra dan Bella . Bella selalu menyiapkan makanan untuk Barra dengan tangannya sendiri . Meskipun di rumah itu sudah ada bibi yang akan selalu siap membantu dan mengerjakan pekerjaan rumah Bella . Dan mbok sum lah yang di minta sementara untuk membantu pekerjaan rumah Bella . Karena mereka belum mendapatkan pekerja yang sesuai dan bisa di percaya .
Sudah pukul tujuh malam Barra juga belum pulang ke rumah. Bella dengan setia menunggu Barra pulang dari kantor . Bella menunggu Barra di ruang menonton tv mereka . Dengan di temani makanan cemilan malam Bella menonton drakor kesukaannya .
" Mau di ambilkan minum non ? " ucap Mbok sum..
" Emm . Boleh mbok , jus jeruk aja ya gak usah pake es . Terima kasih mbok " ucap Bella.
" Iya non " ucap Mbok sum ramah .
Sambil menunggu Bella memakan makanan ringan yang di tangannya itu .
" Kenapa nona menangis ? Apa ada masalah ? " tanya mbok sum ketika melihat Bella menangis .
" Itu mbok , masa suaminya tega selingkuh mbok padahal istrinya lagi hamil " ucap Bella dengan terisak tangisnya .
" Suami siapa yang selingkuh ? " tanya Barra yang baru saja pulang .
" Itu sayang " ucap Bella seraya menunjuk layar lebar di hadapannya itu .
" Ya ampun sayang itu cuma film . Ngapain ikutan nangis " Barra lalu duduk di samping istrinya . Bella lalu memeluk tubuh Barra .
Mbok sum juga ingin tertawa sebenarnya karena merasa lucu saja dengan nyonya mudanya itu . Hanya karena di drama Bella ikutan menangis bahkan hingga tersedu sedu .
Mbok sum lalu undur diri , karena Tuan mudanya sudah pulang . Tidak ingin menganggu pasangan muda itu .
" Sudah sayang itu juga cuma drama doang. Gak perlu ikutan nangis " ucap Barra mencoba menenangkan istrinya.
" Tapikan kasian sayang. Jahat banget cowoknya masak istrinya lagi hamil dia selingkuh . Awas aja kamu ya kalau sampai kayak gitu " ucap Bella kesal lalu berlalu dan menjauh dari Barra .
" Hey sayang tunggu. Aku gak mungkin kayak gitu " ucap Barra seraya mengejar istrinya yang ternyata pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuknya .
" Sana mandi dulu , aku mau hangatin makanan dulu " ucap Bella dengan wajah yang masih sedikit kesal .
" Iya sayang " ucap Barra mengalah .
Besok aku akan tuntut pembuat film seperti itu . Bisa bisanya gara gara film itu aku sampai di cuekin oleh istriku sendiri .batin Barra kesal .
__ADS_1
Barra lalu naik ke atas untuk mandi . Dengan singkat Barra mandi supaya istrinya tidak tambah marah terhadapnya .
" Sayang aku sudah selesai mandi " ucap Barra lagi .
Bella hanya menoleh sekilas lalu kembali menyiapkan makan malam untuk suaminya .
" Sayang , itu cuma drama . Aku ya aku beda sama di drama . Udahlah gak usah di pikirin . Besok aku gak bakal ijinin kamu atau drama drama seperti itu tayang kembali " ucap Barra seraya memeluk Bella dari belakang .
" Aku kesel aja sayang . Habis cowoknya jahat . Maaf ya jadi bawa bawa kamu keselnya " ucap Bella lalu memeluk balik Barra .
" Iya sayang , lain kali gak boleh gitu . Itu cuma drama , cuma film oke . Sekarang aku lapar , mari kita makan . Kamu pasti belum makan juga kan ? " tanya Barra lembut
Bella lalu menggelengkan kepalanya lemah .
Syukurlah macan udah gak ngambek batin Barra .
Kedua pengantin baru itu menyantap hidangan makan malam dengan saling menyuapi satu sama lain .
***
Di kediaman Sisil, Reno ternyata sudah mengobrol bersama papa Sisil ketika pulang dari kantor . Sisil merasa bahwa Reno mungkin memang bersungguh sungguh dengannya.
" Iya ma " jawab Sisil singkat seraya arah matanya ke arah Reno dan sang papa yang sedang mengobrol .
" Ayo masuk dulu . Lalu mandi setelah itu kita makan bersama sama " ucap sang mama .
Sisil hanya mengangguk patuh . Sisil lalu naik ke atas untuk mandi , tanpa menyapa sang papa dan juga Reno yang sedang mengobrol . Sisil masih kesal karena sebelum pulang Reno melimpahkan urusan kantor kepadanya . Dan alhasil dia harus lembur bersama Barra , karena jika dengan Barra pasti akan di selesaikan saat itu juga . Dan Reno tadi pulang dengan alasan ada urusan keluarga .
" Urusan keluarga apa apa an ini . Dasar Reno sialan , aku di kantor di suruh kerja dia malah ngobrol enak enak sama papa " gerutu Sisil seraya melempar sepatu dan tas ke sembarang arah .
Setelah itu Sisil segera mandi dan karena pekerjaan yang cukup banyak, perut Sisil sudah minta untuk di isi . Sebab bosnya itu sudah seperti robot kalau bekerja
" Bagaimana bisa Bella betah sama robot seperti Barra itu " gerutu Sisil setelah selesai mandi .
" Besok mending minta Bella aja buat pindah ke perusahaan Bella " ucap Sisil pada dirinya sendiri .
Sisil segera turun ke bawah untuk mengisi perutnya .
__ADS_1
" Kamu sudah pulang nak ? " tanya papanya Sisil .
" Hemm , iya pa . Capek , kerjaan banyak . Soalnya ada yang kabur di jam kerja " sindir sisil seraya menatap tajam ke arah Reno .
Reno lalu tersedak oleh air liurnya sendiri . Hilang sudah muka Reno , karena ucapan Sisil yang terbilang blak blakan .
Papa dan mama Sisil tersenyum mendengar gerutu dari anaknya itu . Karena mereka tahu kalau Reno juga bekerja di perusaan yang sama dengan anaknya .
" Minum dulu nak " ucap mamanya Sisil .
" Terima kasih tante " ucap Reno lalu menerima air putih dari mamanya Sisil .
" Nak Reno ke sini juga karena ada pekerjaan yang papa bicarakan dengannya " ucap papa Sisil menjelaskan .
" Pekerjaan apa ? " tanya Sisil .
" Untuk menjaga kamu sampai tua nanti . Ya suami biasa dibilang begitu " ucap sang papa .
Kini giliran Sisil yang tersedaj oleh minumannya sendiri .
Reno langsung mengulurkan minumannya kepada Sisil . Sisil lalu meneguk air minumnya sendiri hingga tandas tanpa mengambil minuman yang di berikan oleh Reno . Matanya masih tertuju kepada Reno . Sedangkan Reno yang di tatap hanya menampilkan senyum manisnya .
" Kamu ini pelan pelan dong " ucap Mamanya Sisil .
" Nak Reno itu ada niat baik ke sini . Dia ada niat serius ke kamu . Tapi papa tidak mau ikut campur , karena itu yang akan menjalani kalian . Yang terpenting , pria yang akan mendampingi kamu itu baik dan bertanggung jawab pastinya " ucap Papanya Sisil.
Sisil dan Reno saling diam .
" Sudah ayo kita makan dulu sebelum makanannya dingin " ucap Mamanya Sisil .
Makan malam itu menjadi pertemuan pertama antara Reno dan ke dua orang tua Sisil . Reno benar benar menunjukkan keseriusannya kepada Sisil .
" Permisi Tuan , ada tamu " ucap bibi di sana .
" Siapa bi ? " tanya mamanya Sisil .
" Itu nyah . Anu. .. Emmm den Andre " ucap Bibi gugup karena ada tamu pria juga yang saat ini sedang mencoba mendekati anak majikannya itu .
__ADS_1
Sisil terdiam mendengar ucapan bibinya . Reno merasa penasaran dengan pria yang sudah berani menyakiti Sisil .