
Pagi harinya, Barra mengajak Bella untuk kembali ke jakarta .Kedua orang tua Barra sudah lebih dulu kembali ke Jakarta di karenakan ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda . Bianca juga ikut terlebih dulu dengan alasan yang sama . Berbeda dengan kedua orang tua Bella yang memilih untuk tinggal sementara waktu di kediaman Oma . Tidak tega jika meninggalkan setelah ada banyak orang yang menemani . Ya meskipun ada Ayu yang akan setia menemani sang Oma .
Bisma yang tadi malam juga turut di undang di acara pertunangan Bella dan Barra juga mendengar jika saat ini Bella akan kembali lagi ke Jakarta .
" Ren semuanya sudah siap ? " tanya Barra kepada Reno yang semalam Reno masih menemani Barra .
" Sudah . Tinggal berangkat saja , pesawat masih satu jam lagi " jawab Reno seraya memperhatikan jam di tangannya .
" Hemm "
" Oma Bella balik ya , kalau kangen hubungi Bella atau Oma minta antar Ayu ke sana . Sehat sehat pokoknya " Bella lalu memeluk Oma dengan sayang .
" Iya kalian juga hati hati di sana . Segeralah menikah , Oma sudah ingin menimang cicit "
" Omaa " rengek Bella malu .
" Oma bisa minta ke Ayu " ucap Bella sambil menoleh ke arah Ayu .
" Dihh .. Kok jadi bawa bawa aku sih . Orang yang udah ada di depan matakan kakak " sahut Ayu
" Sudah . Jangan berantem " lerai Mami Maya .
__ADS_1
" Mam , Bella duluan Mami jangan nakal di sini " ucap Bella
" Kamu ini " jawab sang Mami lalu mencubit gemas hidung Bella .
" Kamu yang jangan nakal . Barra Mami titip Bella , kalau ngeyel jewer aja " pesan sang Mami ." Paling Mami di sini satu minggu . Kamu baik baik di sana "
" Iya mi " jawab Barra dan Bella bersamaan
" Ya sudah Oma . Tante om kami pamit dulu " ucap Barra lalu menyalami semuanya . Begitu juga Reno dan Bella .
Kemudian mereka masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan dengan di antar oleh supir . Barra duduk di belakang bersama Bella dan Reno duduk di depan bersama om supir .
Setelah menempuh perjalanan ke bandara hingga mereka sampai naik ke pesawat , kini mereka telah sampai di Jakarta . Mereka di ****** oleh Sisil yang kemaren tidak bisa datang karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal .
" Ya gue juga . Lo kenapa gak ikut aja sih ke jogja " keluh Bella cemberut .
" Sorry , kemaren gue sibuk banget dan hari ini ada klien penting dari luar yang mau ke sini . Jadi gue harus nyiapin semua . Kalau gue ikut pergi perusahaan gulung tikar ntar " Canda Sisil yang sebenarnya sangat kesal .
" Jangan bercanda " ucap Reno menatap tajam Sisil . Sisil acuh tanpa peduli jika ada pemilik perusahaannya di sana .
" Ayo , tinggalin aja " Sisil lalu menarik tangan Bella menuju mobil kantor .
__ADS_1
" Gue duduk di depan . Gue takut di bunuh sama laki lo " Sisil lalu memilih duduk di depan .
Bella geleng geleng kepala melihat kekonyolan sahabatnya itu .
" Sayang sepertinya aku akan mencari sekertaris baru . Soalnya sekertaris baruku sudah tidak betah lagi kerja di perusahaanku " ucap Barra setelah masuk ke dalam mobil dan terlihat serius dalam ucapannya .
" Yahh .. Masa saya di pecat sih bos . Saya hanya bercanda , lagian saya juga sudah mengembalikan calon istri anda dalam keadaan itu tanpa kurang satupun " ucap Sisil yang merasa dirinyalah yang di sindir oleh Barra kokok.
" Iya terserah kamu aja . Dan kalau kamu sampai ganti sekertaris kita juga kayaknya gak jadi nikah deh " ucap Bella lembut tapi juga mengancam.
" Bercandanya gak lucu " ucap Barra kesal .
" Aku serius . Sahabat aku lecet sedikit aja kamu aku tuntut " ucap Bella . Sisil tersenyum senang menanggapinya .
Barra hanya diam tak menanggapi . Reno lalu segera melajukan mobilnya lalu menuju perusahaan . Dikarenakan akan ada klien penting dari luar negeri . Dan Barra akan melakukan meeting di jam makan siang nanti .
" Sayang jamu ikut ke kantor tidak apa apa kan ?" tanya Barra
" Oke .." jawan Bella
" Aku juga lapar nanti aku mau makan di kantin tempat ibuk yang jualan makanan tradisional " dengan senyum mengembang Bella mengatakan itu .
__ADS_1
" Oke . Nanti kita pesan semua makanan di sana " ucap Barra dengan senyum tulus
" Setuju " ucap Bella penuh semangat .